Tag

Jetstar adalah anak perusahaan maskapai nasional Australia, Qantas Airways (pemegang 100% saham). Berpusat di bandara Tullamarine, Melbourne, Australia. Selain itu ada Jetstar Japan, Jetstar Pacific di Vietnam dan Jetstar Asia di Singapura.

Pengalaman naik Jetstar sudah saya rasakan beberapa kali terutama untuk rute Jakarta-Singapura, menggunakan pesawat Airbus A320, berkapasitas 180 penumpang dengan nama maskapai Jetstar (Asia) dan Value Air. Tidak ada yang terlalu istimewa dari pesawat low cost ini. Dengan Air Asia juga hampir sama, kecuali untuk Value Air pesawatnya sudah agak tua. Satu-satunya hiburan adalah majalah pesawat.

Setelah merasakan pengalaman naik Jetstar ke Singapura beberapa kali, kini naik lagi Jetstar, tapi ini Jetstar ke Australia. Pesawatnya jauh lebih besar, yaitu Boeing 787 Dreamliner, berkapasitas 335 penumpang, dengan konfigurasi 3-3-3 dan fasilitas yang lengkap seperti Qatar Airways. Bedanya semua berbayar kalau saya total biaya tambahannya 1,1 juta Rupiah, lebih mahal daripada tiketnya sendiri mulai dari 549 ribu Rupiah untuk rute Denpasar-Melbourne. Tambahan tersebut berupa :

  • Bagasi= 523 ribu
  • Kursi= 90 ribu
  • Makanan = 250 ribu
  • Hiburan = 95 ribu
  • Selimut dan bantal = 150 ribu

Mahal ya? maklum ini maskapai Australia, yang makan kentang goreng dan filet ikan di warungnya saja 150 ribu (5x harga fish n chip di Mc D Indonesia).

Pengalaman naik pesawatnya gimana ? Memuaskan, udara terasa lebih bersih, lebih senyap berkat mesin yang modern. Penumpangnya kebanyakan penumpang berhemat dan santai,  banyak yang cuma pakai kaos tanpa lengan, celana pendek dan sandal jepit. Ada juga anak pantai yang tak mandi berhari-hari (bau asem). Kalau pramugari/a tetap berpenampilan resmi dan wangi.  Untung saja saya sudah menyiapkan hal berikut :

  • Bagasi : cuma bawa baju dan alat mandi, Total maksimal 7 kg. Kalau lebih, mahal banget biayanya. Beberapa hari sebelum berangkat beli timbangan tangan digital 35 ribu. Petugas check in Jetstar di Denpasar tidak mengecek timbangan, cuma tanya berapa hari di Melbourne sambil tersenyum ramah.
  • Kursi : pasrah aja, ikut jatah yang dikasih Jetstar saja. Ternyata lumayan dapat no 33 C, di gang, bisa bolak-balik ke toilet. Maklum sebelum terbang berjuang menghabiskan air 1,5 L + 600 ml yg tak boleh dibawa masuk ke pesawat.
  • Makanan : Saya bawa secukupnya buat cemilan dan sarapan di pesawat.  Karena ketika masuk imigrasi form isian diperiksa dan saat masuk cukai  Australia, semua makanan akan disita/dibuang. Jadi sebelum mendarat, habiskan saja semua bekal makanan dan minuman. Untuk selanjutnya, beli bahan makan/minum di supermarket Australia saja, meski agak mahal, menurut saya masih terjangkau. Untuk obat pribadi non resep dokter tidak perlu dimasukkan sebagai medicine dalam form imigrasi.
  • Hiburan : karena penerbangan sudah larut malam, waktunya tidur. Bisa juga simpan film, lagu, murottal di hp, trus di pesawat tinggal diputar dan didengarkan pakai headset. Jetstar ini tidak pelit, filmnya dokumenter dan acara TV digratiskan, sedangkan film box officenya berbayar 10 AUD. Bisa chat antar kursi dan charging HP.Hp saya yg sudah kedip-kedip mau mati saat naik, 5 jam kemudian pas turun sudah penuh terisi.
  • Selimut dan bantal : bawa sendiri. Dulu pernah beli di Air Asia dan Peach, masih awet dan bisa terus digunakan. Untuk ear plug dan tutup mata saya dapat waktu naik Qatar Airways November 2016 lalu. Di Lazada juga ada yang jual sepaket (tanpa selimut) sekitar 30 ribu Rupiah.
  • Air minum gratis, tinggal nyalakan lampu panggil pramugari/a, mereka datang sambil bawa segelas air minum

    Secara umum Jetstar Australia (JQ) ini memuaskan. Ingat ya Jetstar Australia (JQ) ini beda dengan Jetstar Asia, baik jenis pesawat maupun layanannya. Kesamaannya sebagian saham mereka dimiliki Qantas Airways.