• Beranda
  • Tips Jalan-jalan Ke Hongkong, Macau, Dan Shenzen
  • Tips Liburan Ke Turki
  • Tips Memilih Dan Menginap Di Hostel
  • Tips Jalan-jalan Ke Australia
  • Tips Liburan Ke Jepang
  • Aktifkan Berlangganan Roaming Sejak di Indonesia
  • Pekan Raya Jakarta Kemayoran Update 2020
  • Menginap di Bandara Changi Singapura
  • Promo Tiket Pesawat dan Hotel
  • Menginap di Bandara Soekarno Hatta
  • About

~ Perjalanan untuk mendapatkan pencerahan

Category Archives: Melbourne

Itinerary dan Biaya Backpackeran ke Melbourne dan Sydney

23 Kamis Feb 2017

Posted by pengingat in Air Asia, Australia, Jakarta, Jetstar, Kereta api, Melbourne, Olimpiade, Scoot Airlines review, Singapura, Sydney, Tips, Wisata

≈ 21 Komentar

Tag

Adelaide airport, backpacker tours sydney, backpackeran ke australia, backpackeran ke melbourne, biaya makan di australia, biaya penginapan di melbourne, BIG hostel Sydney, brisbane, canberra, contoh itinerary ke australia, denpasar to melbourne by jetstar, Denpasar-Melbourne, itinerary australia, itinerary melbourne, jalan jalan ke australia, jalan jalan ke melbourne, jalan jalan ke perth, jalan jalan ke perth australia, jalan jalan ke Sydney, Jetstar, Melbourne, melbourne airport avalon, melbourne international airport, nama bandara di melbourne, Perth, qantas, skybus melbourne, skybus shuttle melbourne, sydney airport, Sydney Central station, Sydney Harbour Bridge, sydney itinerary, Sydney Opera house, tempat wisata sydney, Tiger Air, tram in melbourne, traveling ke australia pertama kali


Kunjungan ke Melbourne dan Sydney bulan lalu merupakan kunjungan kedua setelah Perth di bulan Agustus 2014 . Dari sisi biaya terhitung cukup hemat. Namun sehemat-hematnya masih di atas 8 juta Rupiah. Keberangkatan dimulai dari Bandung, dengan rute Bandung-Yogyakarta dengan kereta api Lodaya (karena ada keperluan keluarga), Yogyakarta-Denpasar naik Air Asia, Denpasar-Melbourne naik Jetstar, Melbourne-Sydney naik kereta api NSW Link dimana sempat bersimpangan dengan arah ke Canberra, Sydney-Singapura naik Scoot Airlines, Singapura-Jakarta naik Air Asia, dan Jakarta-Bandung naik bus Primajasa. Maskapai lain yang melayani rute Denpasar-Australia (Sydney/Melbourne/Darwin/Brisbane/Perth/Adelaide Airport) ada Air Asia, Qantas dan Tiger Air.

Semua wahana yang saya kunjungi kali ini gratis. Termasuk tur yang diadakan kantor walikota Melbourne dan parlemen Victoria. Jadi hanya bayar transportasi, akomodasi, konsumsi dan oleh-oleh saja, tapi pengalaman nya terasa luar biasa. Kenapa? karena baru pertama tinggal di hostel, traveling sendirian, dan dapat tiket Denpasar-Melbourne yang hanya 549 ribu Rupiah untuk penerbangan 5,5 jam. Jujur saja, lain kali pengen naik full service airline, tinggal di hotel dan traveling bersama keluarga atau teman-teman.

Berikut Itinerary saya sejak berangkat dari Bandung Jumat, 20 Januari 2017 hingga kembali di Bandung Sabtu, 28 Januari 2017 :

itinerary-and-cost-melbourne-sydney-2017

YOUTUBE

Holiday to Melbourne 2017

Scoot Airlines Sydney-Singapore

Australia Day 2017

Holiday to Sydney 2017

TULISAN TERKAIT

Tips mengurus Visa Australia

Cara memperpanjang Visa Australia

Peta Australia

Hari ke-1 : Tiba di Melbourne 

Hari ke-2 : Keliling Melbourne dan Melihat Australia Open 

Hari ke-3 : Keliling Melbourne dan Naik Kereta Api ke Sydney 

Hari ke-4 : Tiba di Sydney 

Hari ke-5 : Keliling Sydney dan Melihat Australia Day 

Hari ke-6 : Pulang ke Indonesia Melalui Singapura 

TIPS :

Tips di Sydney 

Tiket Murah ke Australia 

Biaya Makan di Australia 

Telpon Dan Internet di Australia

Menyaksikan perayaan Australia Day 

Melihat pohon tertua di Sydney 

Pengalaman naik Jetstar dari Denpasar ke Melbourne 

wp-image-294677428jpeg.jpeg

Airasia Yogyakarta-Denpasar

1-jetstar-at-tullamarine

Jetstar Denpasar-Melbourne

1-jetstar

kabin Jetstar

1-welcome-students

Myki Card

1-brighton-beach-bathing-box

Brighton Beach

1-luna-park-melbourne-2

di dalam Luna Park Melbourne

1-luna-park-melbourne

Luna Park Melbourne

1-mall-central

atap Central mall Melbourne

2-australia-open-3

Australia Open

2-liputan-tv

Terror at Melbourne

2-pinggir-sungai

Southbank Melbourne

2-tram-melbourne

Melbourne tram

3-dalam-national-galery

NGV

3-library

Victoria State Library

3-kelas-ekonomi

https://asambackpacker01.com/2017/02/01/australia-2017-3-tur-parlemen-botanic-garden-dockland-dan-naik-kereta-api-ke-sydney/

4-central-sydney

Sydney Central train station

4-luna-park-sydney

Luna Park Sydney

4-kereta-di-sydney

Sydney train

5-australia-day1

Australia Day at Sydney Opera

5-sydney-bondi-hoho

Sydney and Bondi Explorer

5-sydney-malam

Sydney CBD

wp-image-1116963891jpg.jpg

Scoot Airlines Sydney-Singapore

 

Tiket pesawat, hotel, kereta api, sewa mobil, dan entertainment TERMURAH di Indonesia ada di  sini

Iklan

Bagikan ini:

  • Facebook
  • LinkedIn
  • Lagi
  • Cetak
  • Reddit
  • Twitter
  • Tumblr
  • Pinterest
  • Pocket
  • Telegram
  • WhatsApp
  • Skype
  • Surat elektronik

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Australia 2017 : Tips Jalan-Jalan Ke Sydney

09 Kamis Feb 2017

Posted by pengingat in Australia, Melbourne, Sydney, Tips, Wisata

≈ 8 Komentar

Tag

backpacker tours sydney, circular Quay, coles supermarket, kfc sydney central, Kingsford smith airport, makanan halal di Sydney, Opal Card, produk halal Australia, Sydney, Sydney accomodation, sydney airport, Sydney Harbour Bridge, Sydney Opera house, Sydney time, sydney weather


Waktu : Sydney masuk UTC+10, sedangkan Jakarta UTC+7, jadi jika dari WIB majukan jam anda sebanyak 3 jam kalau ke Sydney

Cuaca : Dapat dipantau di Accuweather . Berkebalikan dengan Eropa, di Sydney Australia musim panas di bulan Desember dan musim dingin di bulan Agustus.

Transportasi :

Sydney mempunyai alat transportasi yang lengkap : kereta api (train), bus kota, ferry, dan tram (LRT). Semua pembayaran menggunakan kartu Opal. Pembelian kartu bisa di information center stasiun maupun minimarket (7-11, Newslink) yang ada di stasiun. Harga termasuk isinya minimal 10 AUD untuk dewasa, dan 5 AUD untuk anak-anak dan lansia. Tarif sekali jalan minimal sekitar 2-8 AUD. Tarif maksimal 15 AUD/hari untuk hari Senin-Sabtu, sedangkan hari Minggu maksimal hanya 2.5 AUD/hari. Untuk kereta jangkauannya lebih dari 120 km, yaitu Katoomba di arah barat, Kiama/Wollongong di arah Selatan dan Singleton/Newcastle di Utara (207 km).

Untuk penerbangan ada bandara Kingsford Smith Airport yang aksesnya bisa menggunakan train bayar dengan Opal card

Selain itu juga ada Sydney/Bondi Hop On Hop Off bertarif AUD 35/hari dan AUD 50/2 hari. Dan juga Ferry pesiar Captain Cook.

Akomodasi:

Termasuk mahal untuk standar Indonesia/ASEAN/Jakarta/Kuala Lumpur/Bangkok/Bali. Kurang lebih harga penginapan di Singapura/Hongkong/Tokyo. Di hostel yang terdiri dari 8 tempat tidur (4 susun @2 tempat tidur) harga termurah di BIG hostel adalah 35 AUD (360 ribu Rupiah)/malam, yang kalau di Indonesia sudah dapat hotel bintang 3, kamar pribadi berikut sarapan dan aneka fasilitas lainnya untuk 2 orang. Di hostel ini private room dengan kondisi sangat sederhana sewanya sekitar 900 ribu/malam.

Konsumsi:

Secara umum agak lebih mahal daripada di Indonesia. Misal di Coles Supermarket mie cup Maggie yang hanya dilengkapi bumbu bubuk dan minyak, tanpa garpu dan sayur kering harganya 90 cent AUD (9 ribu Rupiah) atau 2x harga di Indonesia. Air 1,5 liter 1 AUD. Itupun sudah harga termurah setelah diskon. Namun ada yang lebih murah, yaitu susu dan buah segar lokal yang sedang musim. Di sana saya temukan susu segar seliter 1 AUD. Di Indonesia semacam Greenfield yang 25 ribuan Rupiah. Apel cuma 3 AUD/kg. Makanan halal bisa cari di supermarket Coles melalui aplikasinya di Android/Apple. Search : halal, akan muncul 400 an produk halal baik produk lokal Australia maupun impor. Produk Australia yang berkesan karena enak dan halal antara lain pie daging sapi, yogurt yang ada buahnya, susu segar. Lainnya makan di KFC (tidak ada sertifikat halalnya) paket Zinger seharga 10.45 AUD (106 ribu Rupiah) isinya 3 saya atas ayam, burger ayam, kentang tumbuk, dan minuman bersoda (bisa pilih Pepsi, Sunkist, Solo, 7 Up, atau Mountain Dew) . Semuanya enak.

Bagikan ini:

  • Facebook
  • LinkedIn
  • Lagi
  • Cetak
  • Reddit
  • Twitter
  • Tumblr
  • Pinterest
  • Pocket
  • Telegram
  • WhatsApp
  • Skype
  • Surat elektronik

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Australia 2017 (3) : Tur Parlemen, Botanic Garden,  Dockland, Victoria Library dan Naik Kereta Api ke Sydney 

01 Rabu Feb 2017

Posted by pengingat in Australia, Melbourne, Sydney, Tips, Wisata

≈ 7 Komentar

Tag

australia train, dari melbourne ke sydney, dockland, federation square, itinerary melbourne, jalan jalan ke australia, jalan jalan ke Sydney, Melbourne, melbourne botanic garden, melbourne hostel, Melbourne tram, naik tram di melbourne, pusat kota melbourne, solo traveling ke australia, southern cross station, Sydney to Melbourne by train how long, traveling ke australia pertama kali, victoria library, victoria parliament tour


Selasa, 24 Januari 2017

Hari ini adalah hari terakhir saya di Melbourne,  karena sore akan ke Sydney menggunakan kereta api. Seperti biasa, pagi-pagi setelah mandi,  sarapan. Kali ini sarapan oat + susu,  dan roti bakar. Agak santai hari ini,  karena sambil menunggu saat check out. Jam 9.30 saya baru check out, kembalikan bungkus bantal dan dapat kembalian deposit  20 AUD.

Dari hostel naik tram ke terminal Southern Cross. Terminal ini lebih mirip mall, sedang ada sale 50%, yang kalau saya amati jatuhnya hampir sama dengan harga di Jakarta. Di sini saya menitipkan tas di loker otomatis bertarif  12 AUD/hari untuk ukuran sedang,  dan 14 AUD ukuran besar.

southern cross coffee shop
southern cross main terminal
southern cross mall
locker at southern cross station

Dari terminal, lanjut naik tram menuju gedung Parlemen untuk ikut tur. Posisi terminal di ujung barat sedangkan gedung Parlemen di ujung Timur area free tram zone CBD. Sekitar setengah jam waktu tempuhnya.Pas tiba di taman belakang Parlemen sudah jam 10.15, santai di taman yang cantik ini dulu.

victoria parliament gardens
victoria parliament garden
beauty victoria parliament garden

Dan baru jam 11 tiba di gedung Parlemen. Masih kebagian tur jam 11.30. Petugas sekuriti di depan (orang Timor kayak nya) cukup tegas mengarahkan pengunjung,  terutama pada turis China yang tak bisa berbahasa Inggris. Semua barang kecuali pakaian dan sepatu harus dilepas untuk di scan. Sesudah itu masuk ruangan registrasi dan masing-masing pengunjung dapat stiker visitor untuk ditempel di baju. Tur berlangsung 1,5 jam di ruangan sidang Parlemen,  menjelaskan peran eksekutif dan yudikatif di Parlemen negara bagian Victoria. Ada memoriabilia olimpiade 1956 di Melbourne, foto penobatan ratu Elizabeth 2, juga “emas” bongkahan sebesar anak kambing di salah satu ruangan.entah emas beneran (nuggets)atau batu yang dicat emas.

1956 olympic memoriabilia
around parliament building
china tourist
gold nugget
queen coronation
victoria parliament building
victoria parliament ceiling
victoria parliament executive room
victoria parliament structure
victoria parliament

Jam 1 siang tur selesai. Saya berjalan menuju halte no 4 bus Visitor Shuttle. Kalau di peta, bus parkir di bioskop setelah Chinatown, tapi setelah saya tunggu 15 menit tak muncul juga, dan tak ada tanda perhentian. Akhirnya saya jalan saja menuju halte tram Bourke Street. Tram melintasi mall tempat kejadian hari Minggu yang makin dipadati orang dan bunga duka cita. Jalan terus melalui kawasan perkantoran hingga akhirnya saya temukan perhentian no 11 bus Visitor Shuttle. Di sini saya menemukan bus tersebut dan naik hingga perhentian no 13, yaitu Botanical Garden.

Di halte Botanical Garden banyak kursi buat duduk santai, dan saya menikmati KFC kemarin sore yang masih enak dimakan. Entah karena wadah Tupperware yang rapat, atau karena udara kering, atau keduanya, sehingga makanan tidak cepat rusak. Usai makan, saya menyeberang ke monumen Remembrance Shrine, untuk menghargai para pahlawan Australia yang gugur dalam perang Galipoli bersama sekutu Inggris melawan pasukan Turki Muda pimpinan Ataturk. Meski mereka kalah, tapi itu adalah peran pertama negara Australia dalam usaha “menjaga perdamaian dunia”. Setelah di monumen selama 30 menit, saya menyeberang ke arah Botanical Garden.

remembrance
medals in remembrance shrine
remembrance shrine

Di depannya ada Observatorium (mini) Melbourne. Lalu kafe dan penjualan souvenir, baru masuk taman. Taman yang sangat rindang dan rimbun mengingat kan saya akan Botanical Garden di Singapura. Kurang lebih seperti itu, yang beda jenis tanamannya. Ada juga bekas tempat tinggal gubernur jenderal La Trobe dll. Karena luas sekali, cuma sekitar setengahnya yang saya jelajahi. Saya mengejar bus2 Visitor Shuttle terakhir. Ya, saya masih dapat bus jam 2.15, yang pas di perhentian no 1 jam sudah menunjukkan pukul 2.30.

la trobe house
melbourne planetarium
melbourne botanic garden
melbourne botanic garden entrance

Di sini saya turun, melihat isi Melbourne Art Museum. Ramai dengan acara seni dan anak-anak. Memang Januari adalah musim liburan musim panas sekolah di Australia. Di depan gedung ini ada pertunjukan/pengamen musik China dan semi akrobat. Dan sambil menunggu bus visitor Shuttle terakhir, jam 2.45, saya terhibur oleh pengamen Philipina dengan lagu evergreen/tahun 70an.

asiatopa at city galery
national galery victoria

Bus berjalan melalui Federation Square, MCG, Chinatown (ternyata perhentian bus ini sebelum gerbang Chinatown), Fitzroy, Melbourne University (pengen banget lihat ke dalamnya, apa daya waktu terbatas), Queen Victoria Market yang sudah tutup jam 2 tadi, dan akhirnya sampai Docklands (ini video Dockland), kawasan pelabuhan yang dilengkapi mall dan apartemen.Sempat tergoda belanja di sini karena bisa dibilang murah-murah, tapi mengingat saya tidak beli bagasi, ya sudahlah, lihat-lihat saja. Lalu ke perhentian tram, baik yg free maupun yang tidak. Suasana nya asyik. Pantai dengan pohon palemnya. Ada yang unik, serombongan keluarga tradisional Srilanka (nenek nya berpakaian sari yang kelihatan perut) mengejar tram sambil melambaikan tangan, ya tram akan terus jalan kalau tidak di perhentian nya.

melbourne free tram
melbourne parking system
sale at dockland

Saya turun di perhentian Central lanjut jalan kaki ke Victoria State Library yang sangat besar. Didepannya banyak anak muda bercengkerama, main skateboard, riuh. Sayang agak jorok, ada spot yang banyak ludahnya. Kontras dengan dalam perpustakaan yang sejuk dan tenang. Mengagumkan sekali, selain buku ternyata ini semacam galery seni. Untung saya mampir dan sempat masuk ke La Trobe room yang terkenal itu.

gold rush 1820 portrait
victoria state library indoor
victoria state library

Sekitar satu jam di sini. Jam 6 sore saya keluar, naik tram ke selatan, sambung ke tram melalui Bourke Street (4 x lewat jalan ini hari ini) ke barat ke arah terminal Southern Cross yang megah. Di sini ambil tas, lalu ke kursi ruang tunggu. Jam 6.50 kereta sudah datang dari Sydney.

southern cross rail line
southern cross station
train from melbourne to sydney

Body kereta mirip kereta Malaysia ETS. Tapi isinya bagus, seperti kereta eksekutif di Indonesia, sekalipun kelas ekonomi. Minus TV dan colokan listrik. Ada dispenser air dekat toilet. Di sebelah saya ada bule pensiunan yang ramah, mengajak ngobrol tapi sulit di dengar speelingnya/ngomong apa dia. Cuma tukang periksa tiket yang mengerti. Kereta berangkat tepat jam 7.50 sore.

Melalui kawasan industri, lalu ladang peternakan luas, ada sapi, kuda. Pantas saja susu segar satu liter cuma satu dollar. Semacam susu Greenfield yang seliter 25 ribu Rupiah. Cuma ada pengalaman baru, sisa susu segar yang saya beli dan konsumsi kemarin lusa malam (36 jam lalu) pagi tadi sudah menggumpal semacam agar-agar. Sudah tak layak konsumsi. Mungkin itu tanda kalau susu di sini benar-benar segar tanpa pengawet. Menjelang gelap jam 9, kami melihat kanguru melompat-lompat di Padang ilalang. Penumpang pun tampak asyik menengok keluar.

australia train baggage
australia train menu
delicious donuts in melbourne
standing kangaroo

Sang kakek pun terus cerita dan ngobrol dengan kondektur, beliau pesan makan, dan makan di kafetaria. Kebetulan saya tadi beli paket 6 donat isi selai seharga AUD 6, yang enak dan mengenyangkan, yang lumayan bisa jadi pengganjal perut. Air tinggal ambil di dispenser. Sekitar jam 11 lampu kereta api di padamkan. Saatnya tidur. Saya ambil jaket dan selimut. Kakek yang di sebelah tampak menggigil kedinginan, karena cuma pakai kaos berkerah dan cuma bawa dompet+tiket. saya pinjami selimut, dan beliau berterimakasih berulang-ulang. Sampai akhirnya kami semua ketiduran.

Acara dan tempat menarik yang saya kunjungi di Melbourne hari ini :

– Tur Parlemen Victoria

– Botanical Garden dan monumen

– Arts Galery

– Kawasan pelabuhan Docklands

– Victoria Library

– Terminal Southern Cross dengan kereta NSW Rail yang saya naiki

Pengeluaran hari ini

– Kereta NSW Rail Melbourne-Sydney AUD 81 ~ Rp 810 k

– kembalian deposit AUD 20~ Rp 200 k

– Donat 6 biji AUD 6 ~ Rp 60 k

– Loker titip tas AUD 14 ~ Rp 140 k

————————–+

Total Rp 1210 k

Bagikan ini:

  • Facebook
  • LinkedIn
  • Lagi
  • Cetak
  • Reddit
  • Twitter
  • Tumblr
  • Pinterest
  • Pocket
  • Telegram
  • WhatsApp
  • Skype
  • Surat elektronik

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Australia 2017 (2) : Keliling Melbourne, Menyusuri Sungai Yarra,dan ke Australia Open

31 Selasa Jan 2017

Posted by pengingat in Australia, Melbourne, Tips, Wisata

≈ 7 Komentar

Tag

Australia Open, coles, Elizabeth Street, Flinders Street, itinerary melbourne, jalan jalan ke australia, jalan jalan ke melbourne, Melbourne Town Hall tour, naik tram di melbourne, prangko australia, pusat kota melbourne, solo traveling ke australia, Swanston Street, tempat instagramable di melbourne, tram in melbourne, traveling ke australia pertama kali, visitor Shuttle bus, Yarra River


Senin, 23 Januari 2017

Agenda hari ini antara lain keliling kota Melbourne dengan menggunakan tram dan bus, menyusuri sungai Yarra (video tepian sungai Yarra), dan melihat kemeriahan Australia Open 2017.

Sarapan pagi saya di Europa hostel hari ini adalah roti dengan bermacam selai. Ada selai strawberry, blueberry, aprikot, kacang tanah. Dan minum kopi yang saya campur dengan susu segar. Lumayan bisa mengganjal perut. Setelah sarapan balik ke kamar, mengambil bekal buah apel yang saya beli kemarin. Dan tentu saja mengisi termos air.

Perjalanan saya mulai dengan menyusuri Queen Street dimana ada Victoria university, lalu belok ke Londsdale Street dimana restoran halal Mamak dan Zamzam. Lalu menyeberang ke Elizabeth Street, tepatnya ke kantor pos untuk membeli prangko buat saya tempel di kartu pos yang saya beli di St kilda kemarin. Prangko kartu pos ke Indonesia sebesar AUD 2.1. Di situ juga dijual peralatan kantor dan peralatan filateli seperti prangko, album prangko, kaca pembesar dll. Ada juga bolpoin gratis yang boleh diambil. Tak sempat naik tram meski punya kartu day pass, takut kelamaan.

aussie used stamp
mamak resto melbourne
melbourne tram
victoria university queen street campus

Usai dari kantor pos, saya jalan ke arah Town Hall melalui Bourne Street mall yang ternyata ternyata kemarin ada insiden, orang Australia keturunan Yunani yang stres menabrak pejalan kaki di trotoar tersebut sehingga menewaskan 3 orang. Banyak karangan bunga di sana, ada juga stasiun TV yang siaran dari tempat ini. Turut berduka cita. Lanjut lagi jalan ke Swanston Street.

greek terrorist melbourne attack
melbourne terror

Jalan yang nyaman, teduh dan trotoar yang lebar. Saya ada jadwal mengikuti Town Hall tour jam 11 pagi yang pendaftarannya sudah saya lakukan seminggu sebelumnya. Bersama saya 5 turis dan New Zealand, 2 bapak-bapak, 3 ibu-ibu. Tepat jam 11 siang, tur dimulai, dengan menunjukkan ruangan yang ada di sana, misalnya ruang walikota, ruang menyambut ratu Elizabeth, ruang menyambut pebisnis besar yang berinvestasi di Melbourne, ruang konser musik/auditorium yang sangat besar beserta peralatan musik yang sangat kompleks dan besar. Selain itu kami juga dijelaskan sejarah terbentuknya kota Melbourne pada 1820 saat demam emas di sana. Melbourne sejak awal sudah di desain tata kotanya dan sampai saat ini masih digunakan. Sejarah negara bagian Victoria sebagai daerah terkaya di Australia, Olimpiade Melbourne 1956 dan perkembangan terkini kota Melbourne. Tour yang berlangsung 2 jam ini sangat menarik menurut saya, karena menyajikan hal yang baru.

melbourne townhall auditorium
queen elizabeth 2 pict at townhall
townhall tour
townhall collection
melbourne townhall view

Seusai tur, saya lanjut jalan ke Federation Square, melihat keramaian orang-orang yang menyaksikan siaran langsung Australia Open di layar besar. Lalu ke underground Visitor Information center dimana selain tersedia brosur informasi wisata, juga tersedia paket wisata dan toko souvenir. Saya membeli magnet kulkas dan tiket bus Visitor Shuttle di sini. Dari information center lanjut ke ACMI lalu keluar gedung ini menuju perhentian no 2 dari bus Visitor Shuttle. Dari sini bus mulai mengelilingi kota Melbourne, mulai Cricket Ground, Chinatown, Fitzroy (Italia Town), Melbourne university, Victoria Market, Docklands, Crown Casino, Botanical Gardenia, hingga Victoria Arts Centre, sebelum akhirnya ke Federation Square. Total perjalanan 90 menit. Bus ini ber AC, free WIFI dan ada komentatornya, baik suara kaset maupun dari sopir.

2-visitor-shuttle
2-visitor-centre
2-unimelb
2-southern-cross-terminal
2-cbd-tampak-dari-victoria-market
2-senin-victoria-market-libur
2-flinders-station
2-exhibition
2-federation-square
2-dalam-bus-visitor-shuttle
2-bianglala-melbourne

Dari Federation Square saya susuri Flinders Street, dan terlihat puluhan gelandangan berada di jalan ini, khususnya di stasiun Flinders. Mengejutkan buat saya, karena Australia terkenal sebagai negara makmur, tapi gelandangan ternyata banyak juga. Gelandangan nya hampir semuanya bule, saya cuma lihat satu nenek-nenek Chinese terselip di antara mereka.  Jadi teringat jawaban Lisa orang New Zealand yang mengelola hostel di Goreme Turki waktu saya berkunjung ke sana 3 bulan lalu, “kenapa berbisnis di sini, bukankah New Zealand negara yang kaya dan banyak dikunjungi turis?” Jawabannya ” tiap negara punya permasalahan masing-masing”.

Dari Flinders Street saya mampir ke KFC di Elizabeth Street, beli paket yang sama dengan kemarin, yaitu Zinger. Berhubung saya mengisi survey, saya dapat bonus minuman kaleng dan kentang. Nikmat sekali. Di sini saya membaca berita kejadian kemarin ternyata dilakukan orang keturunan Yunani yang pailit/terbelit hutang. Dan korbannya ada cucu pendeta Yahudi, orang Jepang dan bule Australia.

2-kfc
2-panduan-melbourne
2-gelandangan

Hari sudah sore, tapi hari ini terasa panas, karena temperatur menunjukkan suhu 37 derajat Celsius. Sampai hostel jam 5 sore. Mandi, sholat, istirahat sebentar, minum susu dan jus yang saya beli kemarin, lalu berangkat lagi untuk melakukan tur pribadi, menyusuri sungai Yarra (video Sungai Yarra) sambil mendengar kicauan burung. Untuk menghemat tenaga, saya naik tram mulai dekat central hingga stasiun Flinders. Gelandangan terlihat makin banyak, mungkin sudah berkumpul. Karena agak mengkhawatirkan, saya lewat daerah ini dulu, nanti pulangnya tidak lewat sini. Jalan melalui Princess bridge, belok kiri lewat taman Alexandria yang kecil namun cantik. Di situ tampak beberapa keluarga sedang gelar tikar melihat lampu Australia Open dan kano yang melintas. Di bawah jembatan ada live music-pengamen. Jalan terus, kemudian menyeberang Southgate Pedestrian Bridge,jalan terus melalui Melbourne SEAlife, lalu belok Queensbridge Street yang ujungnya ada parkiran Crown Casino. Belok kiri, ini kawasan Southgate, di sini banyak hiburan, mulai nonton bareng Australia Open melalui layar besar, akrobat, sampai live music. Kantor konsultan besar seperti PWC juga ada di sini. Puas menikmati tepian Yarra River, saya kembali ke arah Federation Square lalu jalan ke halaman depan lokasi Australia Open (video lokasi Australian open) tepatnya ke Birarung dimana ada acara nonton bareng Australian Open (video nobar Australian Open di Birarung).

2-kasino
2-flinders-station
2-alexandra-garden
2-pinggir-sungai-2
2-nonbar
2-panda

Setelah menyeberang Princess Bridge, belok kanan melalui Princess Walk. Saya mampir beli Mama’s Gozleme, makanan khas Turki yang bertuliskan halal. Orang Australia tampaknya juga familiar dengan Gozleme, karena saya harus antri. Lanjut turun ke arah Birrarung Marr dimana ada booth dan ticketing Australia Open. Sangat meriah. Booth sudah banyak yang tutup, karena sudah jam 7.30 sore. Saya masih sempat foto di lokasi ini. Ada juga tempat nonton outdoor di bukit buat pemegang karcis bekas nonton di dalam. Uniknya layarnya ada di pinggir jalan, sehingga yang tidak berkarcis juga bisa nonton, meski kurang nyaman, karena terlalu dekat ke layar. Seperti nonton di bioskop dan duduk di kursi paling depan.

2-mamas-gozleme
2-nonbar-australia-open
Australia Open
Australia Open
2-australia-open-2
2-australia-open
2-social-park
2-nonbar2
2-nonton-di-luar

Usai melihat meriahnya acara Australia Open (video Australian Open), saya balik ke hostel. Saya mampir dulu ke Coles Swanston Street yang ternyata lebih lapang daripada yang di Central mall. Saya lihat Yakult harganya hampir 4 AUD, padahal di Indonesia cuma 8000 Rupiah (1/5 nya). Usai beli air minum, saya balik ke hostel naik tram yang ada iklan Garuda Indonesia di badannya. Dan tiba di hostel sudah jam 9.30 malam. Santai sambil menikmati belanjaan kemarin, dan sekitar jam 11 malam mulai lelap tertidur.

2-iklan-garuda-di-tram
2-dalam-tram
2-yakult-4-aud-5x-harga-di-indonesia

Tempat menarik di Melbourne yang saya kunjungi hari ini :

  • tur Town Hall
  • keliling naik bus
  • susuri Sungai Yarra
  • Australia Open

Pengeluaran hari ke 2 :

  • prangko koleksi dan untuk kirim kartu pos 3.95+6.3 = AUD 10.25~Rp 103k
  • magnet kulkas dan visitor shuttle bus 5.95+10 = AID 15.95~Rp 160k
  • Gozleme AUD 10~ Rp 100k
  • KFC AUD 10.75~Rp 108k
  • Air1.5 l AUD 1 ~Rp 10k

Rp 481k

Bagikan ini:

  • Facebook
  • LinkedIn
  • Lagi
  • Cetak
  • Reddit
  • Twitter
  • Tumblr
  • Pinterest
  • Pocket
  • Telegram
  • WhatsApp
  • Skype
  • Surat elektronik

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Australia (1) : Welcome To Melbourne

29 Minggu Jan 2017

Posted by pengingat in Jetstar, Melbourne, Tips, Wisata

≈ 16 Komentar

Tag

Acland, brighton beach, cara ke brighton beach melbourne, central mall, coles supermarket, Denpasar-Melbourne, europa hostel, flinders station, itinerary melbourne, jalan jalan ke australia, jalan jalan ke melbourne, kfc australia, luna park, luna park ticket, Melbourne, menginap di hostel, menukar uang di Travelex, myki explorer, naik tram di melbourne, Optus, pengalaman pertama, pusat kota melbourne, solo backpacker australia, solo traveling ke australia, st kilda, telkomsel roaming, transportasi di melbourne, traveling ke australia pertama kali, tullamarine airport


Minggu, 22 Januari 2017

Jam 5.30 pagi waktu Melbourne musim panas (3 jam lebih cepat dari Denpasar) saya sudah bangun, dan menuju toilet pesawat. Sementara beberapa penumpang bangun dan minta air minum gratis. Sholat subuh sambil duduk, dan jam 7.30 pesawat sudah mulai bersiap mendarat. Terlihat pemandangan daratan Australia yang hijau kecoklatan. Sekitar Melbourne adalah hutan, padang gembala dan pabrik. Jam 7.45 pagi pesawat mendarat dengan selamat. Di Jetstar tadi sudah dibagikan kertas imigrasi termasuk check list barang bawaan.

1-t3-tullamarine
kabin Jetstar
kabin Jetstar
Jetstar Denpasar-Melbourne
Jetstar Denpasar-Melbourne
1-avod

Imigrasi lancar. Saya dikasih tahu petugasnya untuk obat pasaran seperti obat maag, tolak angin, panadol, tak perlu di declare. Keluar bandara suasananya mirip di Indonesia, ramai penjemput dan jasa taksi. Meski musim panas, suhu udara pagi itu 14 derajat Celsius, dingin, dan kering, sehingga bibir saya retak-retak, seminggu jalan tak sembuh. Galau mau ambil uang tunai di ATM atau tukar USD ke AUD buat transportasi ke kota. Akhirnya menukar 100 USD ke Travelex, cuma dapat 106 AUD (harusnya 132 AUD). Cerita saya tulis di… Lalu ke information center yang petugasnya mbak-mbak Chinese yang ramah sekali, untuk membeli kartu Myki Explorer Cars seharga 15 AUD, berisi 9 AUD buat jalan dan 6 AUD buat beli kartu. Di sini saya juga ambil tas kertas yang bertuliskan “welcome Student” yang berisi bermacam panduan dan kartu perdana Vodafone expired. Gratis. Dari sini lalu mencari tempat bus 901 mangkal. Muter-muter tidak jelas, tanya 3X baru dapat petunjuk yang jelas.

1-uang-australia
Myki Card
Myki Card

Bus 901 dan bus lainnya yang dikelola PTV (DAMRI nya negara bagian Victoria) ada di terminal bus sejauh 400 meter sebelah kanan terminal Jetstar tempat saya turun. Setelah 9x berhenti tiba di halte stasiun Breadmeadow. Dari stasiun ini, saya naik kereta api ke stasiun Flagstaff. Stasiun bawah tanah mirip dengan MRT kalau di Singapura. Jalan ke hostel Europa sejauh 200 meter. Petunjuk saya dapat dari Google map yang saya aktif, setelah berlangganan internet Telkomsel roaming 3 hari seharga 275 ribu Rupiah, dapat kuota 750 MB yang saya aktif kan saat tiba di bandara tadi.1-kereta-di-melbourne

Europa hostel ada di Queen Street. Ini adalah pertama kali saya menginap di hostel. Kaget juga lihat banyaknya cewek cuma pakai hotpants dan bertato. Karena baru jam 11 sementara waktu check ini jam 2 siang, saya titip tas. Dan titip tas tidak gratis, ada kotak loker yang berbayar koin 2 AUD untuk 8 jam pertama, selanjutnya 1 AUD per jam. Karena belum ada koin, saya tukar kertas 5 AUD dengan 5 koin 1 AUD.1-europa-hostel

Usai titip tas, saya jalan dengan tas selempang. Menyusuri La Trobe Street lalu belok ke Elizabeth Street, naik tram gratis, melewati Bourke Street Mall yang nge-hits di Melbourne. Tanpa menyadari bahwa beberapa menit lalu ada orang Australia keturunan Yunani stress (teroris) menabrak pejalan kaki di trotoar sekitar mall ini dengan mobil bututnya, menewaskan 3 orang.

Masih kagok, karena pertama ke Melbourne, saya turun di halte tram Flinders. Lalu menyeberang ke stasiun Flinders. Rencana saya mau ke pantai Brighton yang ada Bathing Box nya itu. Maka saya harus naik kereta ke arah Sandringham, turun di stasiun Brighton Beach. Petunjuk di layar TV sangat jelas, tinggal tap kartu Myki. Masuk ke platform yang tertulis di TV. Perjalanan ke Brighton Beach cukup lama, sekitar 30 menit. Banyak penumpang yang turun, rata-rata anak muda. Pemandangan pantai yang jernih terlihat karang di dasarnya, banyak orang naik kapal pesiar dan kano, dari kejauhan tampak kapal-kapal besar. Semilir angin dingin dan teriknya matahari cukup membuat kulit gosong dan bibir retak-retak. Kombinasi dari suhu 18 derajat Celsius, kering/rendah kelembaban, dan matahari yang terik tak terhalang awan. Suasananya benar-benar indah, asyik, sejuk hangat. Agak kaget pas lihat di pantai, banyak cewek geletakan cuma berbikini dan yang cowok bertato dan telanjang dada. Sepanjang pantai. Di pinggir pantai juga ada taman yang rindang, disini saya melihat 2 keluarga muslim yang ditandai ibu berjilbab, sedang rekreasi menikmati semilir dan sejuknya angin pantai di bawah pohon, dengan meja penuh makanan dan softdrink. Jadi ngiler juga pas lapar begini. Glek. Banyak juga pesepeda yang lewat di trotoar. Ya, trotoar memang buat pejalan kaki dan pesepeda. Pantai yang ada Bathing Box nya sendiri masih harus jalan sekitar 800 meter ke Utara. Bathing Box sendiri cuma kotak kayu tempat berganti pakaian dan menyajikan snack. Meski kotak sederhana, tak murah memilikinya. Ada izin dan harganya bisa sampai 4 Milyar Rupiah untuk memilikinya.

Brighton Beach
Brighton Beach
1-brighton-beach

Saya cuma satu jam di pantai. Melanjutkan perjalanan ke St Kilda dengan bus, yang haltenya dekat stasiun Brighton. Jalan kaki 500 meter dari pantai Brighton ke situ. Pemandangan dari Brighton ke St Kilda adalah perumahan klasik yang sedap dipandang, dengan pepohonan rindang. Mungkin kalau di Indonesia dibilang angker/berhantu. Wkkk. Masuk kawasan St Kilda suasananya begitu meriah, apalagi ini hari Minggu. Pedestarian yang diisi satu live music lagu-lagu elegan, sangat enak di dengar. Tidak ada tumpang tindih musik di sini. Orang orang juga asyik menikmati lagu sambil makan minum di kafe kawasan jalan Acland ini. Di sini saya beli 3 kartu pos cantik bergambar Melbourne seharga @ 1 AUD buat dikirim ke saudara dan keponakan. Saya menuju Luna Park, dimana depannya ada taman dimana banyak orang berjemur dan bercengkerama. Luna Park (video Luna Park)adalah taman bermain, semua orang bebas masuk, cuma bayar kalau naik wahana bermainnya. Mulai AUD 49.95/orang bisa main sepuasnya, atau AUD 149.95/family 4 orang. Ini adalah salah satu wahana permainan tertua di dunia yang sudah ada sejak tahun 1912. Rollercoaster nya juga masih terbuat dari kayu. Keceriaan terasa di sini. Warga setempat bercampur dengan turis. Setelah sejam menikmati St Kilda dan Luna park nya, saya lanjutkan balik ke Downtown Melbourne dengan tram selama setengah jam. Tram modern sangat mirip dengan tram di Istanbul. Menuju kota melalui Crown Casino dan berganti free tram di simpang Flinders Street.

1-st-kilda-street
Luna Park Melbourne
Luna Park Melbourne
dalam Luna Park Melbourne
dalam Luna Park Melbourne

Saya turun di perhentian dekat Queen Street dan check in di Europa hostel. Bayar pakai kartu kredit plus deposit 20 AUD yang akan diberikan kembali saat check out. Saya dapat kamar 301 yang ada di basement. Ada 8 ranjang bertingkat buat 16 orang. Penat sekali, tapi masih ada space buat gelar sajadah dan box loker buat simpan tas. Kebanyakan remaja putri Jerman usia 20 tahunan. Ada juga bapak usia 50 tahunan dari Jerman, ada cewek turis Jepang. Muda-muda. Lihat mereka berpakaian, ampun deh, cuma pakai tank top, hotpants. Untuk mencegah hal yang tak diinginkan arah tidur saya menghadap tembok dan loker. Kebetulan dapat ranjang dekat pintu masuk yang masih kosong. Pas tiba di kamar ada juga cewek Jerman yang baru mandi dengan hanya pakai handuk ke kamar. Tapi masih punya malu anak ini, mojok sembunyi, saya pun ke luar ruangan. Yah inilah resiko tinggal di hostel berbagi ruangan dengan orang lain. Apalagi campur cowok cewek. Penghuni hostel di Melbourne banyak yang pelajar, sehingga masih relatif punya malu. Agak berbeda di Sydney dimana penghuni nya kebanyakan bule pencari kerja, istilahnya working holiday visitor/visa (WHV).

Setelah tahu kamar, saya lanjut lagi jalan-jalan untuk mengeksplorasi kereta api Melbourne, dengan naik tram ke stasiun Flinders. Naik kereta ke Frankston, balik lagi ganti kereta ke Belgrave dimana bisa sambung kereta kuno Puffing Billy- 38 AUD. Balik lagi mau lihat Clayton dan Dandenong dimana Monash University berada. Ternyata kereta hanya sampai Caulfield karena ada perbaikan. Untung ada juga kampus Monash di sini. Foto sebentar, balik lagi ke Flinders station melewati Richmond station dimana penonton Australia Open  2017 dari pinggiran kota Melbourne turun di sini, sambung jalan kaki melalui jembatan. Mengenai suasana pinggir kota Melbourne sendiri cukup cantik, rumah bagus dengan pekarangan. Cuma sayang, banyak coretan grafiti di dinding pinggir jalur kereta api. Mungkin ini salah satu yang menyebabkan Melbourne mendapat predikat sebagai kota seni. Ongkos keliling kota ini tercover dengan maximum/cap fare 7.8 AUD/day. Jadi setelah terpotong 7.8 AUD/hari maka selanjutnya gratis keliling zona 1 dan zona 2.

Sebelum jalan keliling kota dari hostel tadi, di Swanston Street dekat stasiun Flinders saya mampir ke KFC, beli paket Zinger Box 10.75 AUD yang isinya 3 potong ayam kecil, kentang, burger ayam juicy porsi besar, kentang tumbuk dan minuman kaleng mountain dew. Ga tau halal apa ga, karena ini cuma ayam dan kentang, bismillahirrahmanirrahim. Walau terkesan mahal tapi bisa buat makan 2x. Saya cuma makan ayam dan kentang tumbuk serta minum. Kentang dan burger saya jejalkan ke Tupperware buat makan malam. Fungsional.

1-kfc-1075-aud

salah satu produk KFC Australia

Jam 8 sore (di sini Maghrib hampir jam 9 malam) saya balik ke hostel dan tidur, tapi mampir dulu ke Central Mall untuk beli bekal di supermarket Coles. Hostel masih sepi, sholat Maghrib jamak Isya. Kira-kira jam 11 malam, rombongan cewek Jerman datang heboh. Berisik banget, sampai saya bangun dan pura-pura tetap tidur. Baru setelah mereka tidur, saya bisa tidur. Resiko tinggal di hostel. :mrgreen:

belanjaan di Coles
belanjaan di Coles
jam di mal Central
jam di mal Central
atap mal Central
atap mal Central
stasiun Flinders
stasiun Flinders

Tempat menarik yang saya kunjungi hari ini : Tullamarine airport, Brighton Beach dengan Bathing Box nya, St Kilda dengan Luna park nya, keliling kota dan daerah sekitar Melbourne.

Biaya hari pertama :

– Jetstar 549 k Rupiah

– Roaming data 3 hari Telkomsel 275 k Rupiah

– Myki Explorer 15 AUD~150 k Rupiah

– Hostel 2 malam +deposit 79 AUD~800 k Rupiah

– loker 2 AUD ~21 k Rupiah

– KFC Zinger box 10.75 AUD ~108 k Rupiah

-Coles supermarket 11.65 AUD~120 k Rupiah

——————-+

Rp 2,023 jt

Bagikan ini:

  • Facebook
  • LinkedIn
  • Lagi
  • Cetak
  • Reddit
  • Twitter
  • Tumblr
  • Pinterest
  • Pocket
  • Telegram
  • WhatsApp
  • Skype
  • Surat elektronik

Menyukai ini:

Suka Memuat...
← Older posts

Ikuti Kami

  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

Cari

Terjemahan

Kategori

  • Air Asia
  • Anadolujet
  • Ankara
  • Asian Games
  • Asuransi
  • Australia
  • Bali
  • Bandung
  • Bangkok
  • Banjarmasin
  • Batik Air
  • Batu
  • Bisnis
  • Bogor
  • Brunei Darussalam
  • Buku
  • Cappadocia
  • China
  • Citilink
  • Denizli
  • Doha
  • Emas
  • Emirates
  • Garuda Indonesia
  • Goreme
  • Ho Chi Minh
  • Hongkong
  • Hotel
  • Internet
  • Investasi
  • Islam
  • Istanbul
  • Jakarta
  • Jepang
  • Jetstar
  • Johor
  • Kereta api
  • KLM
  • Kontes
  • Kuala Lumpur
  • Kuliner
  • Kyoto
  • Langkawi
  • Lion Air
  • Lombok
  • Macau
  • Makassar
  • Malang
  • Malaysia
  • Malindo
  • Medan
  • Melbourne
  • MY Airlines
  • Olahraga
  • Olimpiade
  • Osaka
  • Palembang
  • Pamukkale
  • Pegasus
  • Penang
  • Perth
  • Qatar
  • Qatar Airways
  • Scoot Airlines review
  • Sea Games
  • Shenzen
  • Singapura
  • Solo
  • Sriwijaya Air
  • Surabaya
  • Sydney
  • Thailand
  • Tiger Air
  • Tips
  • Tokyo
  • Turki
  • Turkish Airlines
  • Umrah
  • Umroh
  • Vietnam
  • Wisata
  • Yogyakarta

Arsip

  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019
  • Mei 2019
  • April 2019
  • Maret 2019
  • Februari 2019
  • Januari 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • Oktober 2018
  • September 2018
  • Agustus 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2018
  • Mei 2018
  • April 2018
  • Maret 2018
  • Februari 2018
  • Januari 2018
  • Desember 2017
  • November 2017
  • Oktober 2017
  • September 2017
  • Agustus 2017
  • Juli 2017
  • Juni 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017
  • Desember 2016
  • November 2016
  • Oktober 2016
  • September 2016
  • Agustus 2016
  • Juli 2016
  • Juni 2016
  • Mei 2016
  • April 2016
  • Maret 2016
  • Februari 2016
  • Januari 2016
  • Desember 2015
  • November 2015
  • Oktober 2015
  • September 2015
  • Agustus 2015
  • Juli 2015
  • Juni 2015
  • Mei 2015
  • April 2015
  • Maret 2015
  • Februari 2015
  • Januari 2015
  • Desember 2014
  • November 2014
  • Oktober 2014
  • September 2014
  • Agustus 2014
  • Juli 2014
  • Juni 2014
  • Mei 2014
  • April 2014
  • Maret 2014
  • Februari 2014
  • Januari 2014
  • Desember 2013
  • November 2013
  • Oktober 2013
  • September 2013
  • Agustus 2013
  • Juli 2013
  • Juni 2013
  • Mei 2013
  • April 2013
  • Maret 2013
  • Februari 2013
  • Januari 2013
  • Desember 2012
  • November 2012
  • Oktober 2012
  • September 2012
  • Agustus 2012
  • Juli 2012
  • Juni 2012
  • Mei 2012
  • April 2012
  • Maret 2012
  • Februari 2012
  • Januari 2012
  • Desember 2011
  • November 2011
  • Oktober 2011
  • September 2011
  • April 2011
  • Maret 2011
  • Februari 2011
  • Januari 2011
  • September 2010
  • Mei 2010
  • April 2010

Blog di WordPress.com.

  • Ikuti Mengikuti
    • asambackpacker01.wordpress.com
    • Bergabunglah dengan 466 pengikut lainnya
    • Sudah punya akun WordPress.com? Login sekarang.
    • asambackpacker01.wordpress.com
    • Sesuaikan
    • Ikuti Mengikuti
    • Daftar
    • Masuk
    • Laporkan isi ini
    • Lihat situs dalam Pembaca
    • Kelola langganan
    • Ciutkan bilah ini
 

Memuat Komentar...
 

    %d blogger menyukai ini: