Pengalaman Ngopi Di Aming Coffee Solo

Tag

, , , , , , , , , , ,


Kafe yang terkenal dan sudah berdiri sejak 1970 di Pontianak ini, saat ini sudah mempunyai cabang dimana-mana. Antara lain di Pontianak, Jakarta, Sleman, Bogor, Serpong, Mempawah, Singkawang, Sintang, Sanggau, Melawi sebagaimana yang terpampang di dinding cabangnya yang ada di Solo Square Mall.

Kami ke Solo sejauh 72 km dari kota Yogyakarta untuk menjenguk keponakan yang kuliah di UNS (Universitas Sebelas Maret). Karena masih jam kuliah, kami menunggu di mall sampai minum kopi di tempat ini.

Mall ini masih berdiri dan penuh dengan tenant. Ini adalah kedua kali buat saya ke mall ini. Pertama kali ke mall ini tahun 2006 (19 tahun lalu) saat mampir ke mall ini untuk belanja bantuan sembako bantuan saat Jogja dilanda gempa dahsyat. Salut, mall ini masih berdiri dan ramai dikunjungi masyarakat kota Solo dan sekitarnya.

Kembali ke topik, kami ke Aming Coffee secara tidak sengaja dan tidak mengetahui adanya kafe ini di kota Solo. Kebetulan kami buka Google Maps Solo Square. Dan mencari tempat makan di direktori, muncullah nama kafe ini. Kebetulan dulu pernah terbersit keinginan main ke Pontianak, dengan tujuan mampir ke Aming Coffee. Alhamdulillah ada di Solo. Dan dari Solo baru tahu kalau ada yang lebih dekat lagi dari rumah yaitu di Sleman City Mall (SCM) yang berjarak sekitar 12 km saja dari rumah.

Ketika kami datang jam 10 pagi, baru ada 1 orang saja pengunjung (atau mungkin owner karena koko Chinese mirip owner yang di Pontianak) yang duduk di pojokan kiri bagian utama kafe yang terletak di lantai 3 foodcourt mall ini. Ada 3 blok yang disewa.

Bagaimana sebenarnya Aming Coffee ini?

Begitu belok ke ruang utama, kami langsung ketemu mbak-mbak berjilbab yang bertindak sebagai kasir sekaligus server di sini, beberapa (2 cowok yang saya lihat) pegawai lain ada di dapur. Di meja ini ada informasi promo, daftar menu, dan logo sertifikat halal. Informasi promo di sini berupa persentase diskon, bukan menerakan harga setelah diskon.

Area kasir
Add on
Menu
Ruang utama
Promo nasi telor
Promo siomay ayam

Pagi itu kami memesan kopi Vietnam susu panas, teh kingkit, dari roti bakar srikaya. Kami menunggu pesanan sekitar 5-10 menit. Yang pertama datang kopi Vietnam susu. Kopi yang pahit dan aromatik ini sangat pas dan enak dinikmati. Seperti kopi dari mesin kopi, padahal ini kopi seduh di alat Vietnam Drip. Enak dan kuat sekali rasa kopi susunya. The best lah.

Kopi yang menetes dari alat Vietnam Drip

Berikutnya teh kingkit panas. Minuman teh kental yang dicampur jeruk kingkit ini sangat menyegarkan, rasanya mirip lemon tea, tapi lebih unik dan harum. Konon jeruk ini cuma ada di Pontianak.

Teh kingkit

Semua minuman panas ini disertai air putih, mungkin untuk menetralisir panas dan mengkalibrasi lidah sebelum dan setelah minum minuman tersebut. Mungkin lho ya.

Nota

Terakhir adalah roti panggang srikaya. Sudah membayangkan enaknya srikaya handmade itu gimana, ternyata srikaya di sini lebih enak dari roti panggang srikaya yang pernah ada/yang pernah saya nikmati sebelumnya, baik di Malaysia, Singapura maupun di Jakarta. Harum, gurih, manis, bercampur jadi satu, rotinya juga tebal dan hangat, sangat pas dinikmati dengan kopi Vietnam susu panas.

Roti panggang selai srikaya

Keseluruhan kami puas makan minum di sini. Sebelum pulang kami juga beli kopi bubuk seharga 70 ribu rupiah/200 gram, lumayan buat persediaan di rumah. Kopi gubuknya ternyata di ambilkan dari toples, dibungkus plastik, ditimbang, lalu dikemas dan dibungkus lagi dengan kertas berlogo Aming coffee. Tak lupa kami minta balon kafe ini buat keponakan. Hehehe.

Kemasan luar dari kertas
Kemasan dalam kedap udara
Sedang menyiapkan kopi bubuk pesanan
Owner?
Area kasit
Balon gratis

Berikut daftar menu hasil QR di meja kafe Aming Coffee :

Perbandingan Menggunakan Bahan Bakar Pertalite VS Pertamax

Tag

, , , , ,


Kali ini saya coba membandingkan efisiensi menggunakan pertalite vs Pertamax dengan parameter :

  1. Mobil 1300 cc
  2. Penggunaan 10 km/hari (300 km/bulan)
  3. Harga pertalite Rp 10.000/liter, harga Pertamax Rp 12.200/liter

Hasil hitungan nya sebagai berikut :

Asumsi Efisiensi Konsumsi

Untuk mobil 1300 cc (misal Avanza, Brio, Yaris, dll):

Jenis BBM Konsumsi rata-rata

Pertalite 11 km/liter
Pertamax 13,5 km/liter

Perhitungan Bulanan

Jarak tempuh per bulan = 10 km/hari × 30 hari = 300 km/bulan

 Jika pakai Pertalite:

Pemakaian BBM = 300 ÷ 11 = 27,3 liter

Biaya = 27,3 × 10.000 = Rp 273.000/bulan

 Jika pakai Pertamax:

Pemakaian BBM = 300 ÷ 13,5 = 22,2 liter

Biaya = 22,2 × 13.000 = Rp 288.600/bulan

Hasil Perbandingan

Jenis BBM Liter/bulan Biaya/bulan Catatan

Pertalite 27,3 L Rp 273.000 Lebih murah sedikit tapi boros
Pertamax 22,2 L Rp 288.600 Lebih irit, mesin bersih, tenaga stabil

Kesimpulan

Selisih biaya hanya sekitar Rp 15.600 per bulan,
tapi keuntungan Pertamax adalah:

Mesin lebih awet dan responsif

Pembakaran lebih bersih

Konsumsi BBM lebih hemat jangka panjang


👉 Jadi kalau kamu ingin efisiensi jangka panjang dan performa mesin lebih bagus, Pertamax lebih unggul meski sedikit lebih mahal.

Bagaimana kalau setahun?

simulasi 1 tahun untuk mobil 1300 cc, jarak 10 km/hari, harga BBM:

Pertalite = Rp 10.000/liter

Pertamax = Rp 12.200/liter

⚙️ Data dasar

Jarak tempuh per tahun = 10 km × 365 hari = 3.650 km/tahun

Jenis BBM Efisiensi (km/l)

Pertalite 11
Pertamax 13,5

Perhitungan Tahunan

 Pertalite:

Pemakaian BBM = 3.650 ÷ 11 = 331,8 liter/tahun

Biaya = 331,8 × 10.000 = Rp 3.318.000/tahun

 Pertamax:

Pemakaian BBM = 3.650 ÷ 13,5 = 270,4 liter/tahun

Biaya = 270,4 × 12.200 = Rp 3.299.000/tahun

 Hasil Perbandingan

Jenis BBM Pemakaian (L/tahun) Biaya (Rp/tahun) Selisih Catatan

Pertalite 331,8 3.318.000 – Lebih boros
Pertamax 270,4 3.299.000 Hemat Rp 19.000/tahun Mesin lebih bersih & awet

Tambahan manfaat non-finansial Pertamax:

1. Perawatan mesin lebih jarang → potensi hemat servis karbon ±Rp 200.000–300.000/tahun.

2. Kinerja mesin stabil → konsumsi BBM tidak meningkat seiring usia mobil.

3. Nilai jual mobil terjaga → ruang bakar lebih bersih, performa terpelihara.

4. Emisi lebih rendah → ramah lingkungan & lolos uji emisi lebih mudah.

Kesimpulan Akhir

Walaupun harga per liter lebih mahal, Pertamax justru sedikit lebih hemat secara total dan memberi keuntungan jangka panjang:

>  Hemat BBM ±Rp 19.000/tahun
 Hemat perawatan ±Rp 200–300 ribu/tahun
 Mesin lebih halus dan tahan lama

Jadi kalau kamu pakai mobil 1300 cc tiap hari 10 km, Pertamax jelas pilihan paling efisien dan ekonomis dalam jangka panjang.

Bersantai Di Tropical Twist Tulungagung

Tag

, , , , , ,


Ini adalah kafe makanan sehat yang populer di Tulungagung, menempati peringkat teratas. Namun karena bukanya agak siang jam 10, maka kami tunda, dan ke Chila dulu, dan baru hari Sabtu, 1 November 2025 kemarin kami coba ke sana.

Terletak di jalan Pahlawan Gang 1 dekat dengan SD Al Azhar Tulungagung, ada di gang yang cukup untuk 2 mobil berpapasan, parkir mobil di ex petak sawah yang ada di samping kafe, di perkampungan kota.

Kami datang saat baru buka jam 10, dan dapat menempati ruangan ber AC pertama kali sampai 1 jam berikutnya sampai rombongan ibu-ibu PNS datang. Interiornya bagus dengan perabot yang biasa ada di Informa atau IKEA. Ada 3 spot menarik, sebelah kanan, kiri, dan tengah. Karena sebelah kanan dan kiri ada tulisan RESERVED, kami pakai yang tengah.

Bagian kanan
Bagian kiri
Bagian tengah
Bagian tengah

Bagaimana dengan makanan minuman nya?

Semuanya enak, mantap.

Disediakan juga buku-buku berkualitas yang bisa dibaca di tempat seperti gambar di bawah. Menarik.

Kekurangan nya di toilet yang dekat dengan dapur. Itu saja.

Nota
Caramel machiato
Hidangan
Chicken roasted
Japanese salad
Chicken curry katsu
Salad buah
Strawberry pie & just nanas
Pesanan ke 2
Buku bacaan

Pengalaman Naik Kereta Kertanegara Ekonomi

Tag

, , , , , , , , , , , , , ,


Hari ini menjadi pengalaman naik kereta api Kertanegara bagi kami. Naik dari stasiun Tulungagung turun di stasiun Yogyakarta. Kami beli tiket saat ulang tahun KAI 28 September 2025 dan dapat diskon 20%, dari tarif semula 280 ribu Rupiah menjadi 224 ribu Rupiah. Lumayan diskonnya. KA Kertanegara berjalan dengan rute Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Wlingi, Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Solobalapan, Yogyakarta, Kutoarjo, Kebumen, Kroya, Purwokerto. Dimana Malang-Purwokerto ditempuh dalam 8 jam. Rute ini mirip dengan Malioboro Ekspress.

Kereta berangkat dari stasiun Tulungagung pada pukul 10.21 WIB dan tiba di stasiun Tugu Yogyakarta pada pukul 12.31 atau 4 jam 10 menit perjalanan. Kami pilih gerbong ekonomi 4 dimana dekat dengan kereta makan dan kursi 11 C&D yang tersisa yang membelakangi arah kereta. Sebenarnya kalau beruntung bisa dapat kursi 12 C&D searah kereta. Kursi 11&12 adalah kursi tengah, dimana jarak antar kursi berjauhan sehingga terasa lebih lega daripada kursi lain.

Gerbong ekonomi 4 kali ini gerbong baru, senyap & stabil, tidak berisik & goyang seperti gerbong eksekutif Malioboro Eksprees 2 minggu lalu dari Yogyakarta ke Malang. Kacanya juga lebih lebar, dilengkapi tirai lipat mengurangi panas dari luar. Okupansinya mungkin sekitar 95% dari kapasitas gerbong ekonomi premium 80 kursi. Hari yang ramai, karena kereta ini menuju tempat kerjanya di hari Minggu.

Kursi no 11&12 di tengah gerbong
Gerbong ekonomi premium
Toilet duduk
Sandal mushola

Kereta ini juga dilengkapi mushola yang satu gerbong dengan kereta makan. Ada 2 toilet di ujung gerbong. Suhu kereta diatur 24-26 derajat Celsius. Di tengah gerbong terdapat TV KAI yang berisi informasi seputar kereta api Indonesia.

Kami juga sempat berwisata kuliner yang bisa dibeli langsung ke petugas yang keliling, bisa juga lewat aplikasi KAI Access sekalian ditambahkan dengan pemesanan tiket. Kami pesan Sei Sapi (55k) dan chicken bulgogi (44k). Untuk minum kami pesan kopi arabica Papua (13k) yang pahit wangi. Kami yang baru pertama makan Sei sapi merasakan ada kenikmatan makanan ini. Ada aroma smoky dari sapi panggang, gurihnya daun singkong goreng dan sambal luat yang pedas. Nikmat sekali. Untuk chicken bulgogi juga enak, seperti nasi ayam di Hokben atau Yoshinoya. Oh ya, menu makanan tersebut semuanya fresh, dibuat hari ini dan expirednya juga hari ini, diproduksi oleh dapur KAI Malang.

Saat sampai Madiun kami juga pesan nasi pecel Madiun (33k) yang dijajakan pramugari KAI berkeliling. Kami beli karena penasaran, dan karena sudah kenyang, kami bawa pulang untuk makan malam. Sambal, sayur dan kelengkapannya dipisah, sehingga InsyaAllah aman. Oh ya, untuk pemesanan online di aplikasi kena biaya pemesanan 750 Rupiah, sehingga 2 makanan dan 1 minuman menjadi 55.000+44.000+13.000+(3*750) =114.250, sedangkan untuk pecel Madiun tetap bayar 33.000 tanpa tambahan biaya karena langsung beli ke pramugari yang keliling dengan pembayaran pakai QRIS maupun tunai.

Nasi chicken bulgogi
Nasi Sei sapi
Produksi fresh dapur Malang
Kopi hitam arabica Papua
Pecel Madiun
Pecel Madiun mbak sari
Pemandangan sawah

Perjalanan kali ini Alhamdulillah melelahkan sekaligus menyenangkan.

Kopi Enak Di Ammor Coffee and Space Trenggalek

Tag

, ,


Tempat ngopi yang terletak di dusun Ngrandu, desa Kendalrejo, kecamatan Durenan, kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur ini terletak di pinggir jalan nasional Surabaya-Trenggalek, dengan parkir yang luas dan tempat yang representasif. Kami ke situ atas rekomendasi adik yang bilang kopi di situ enak.

Kami tiba di sana hari Rabu, 29 Oktober 2025 jam 10.30 pagi bertepatan dengan kafe ini baru buka, jadi kami menjadi tamu pertama yang datang hari itu. Kami masuk ke ruangan ber AC dimana luasnya sekitar 40 m2 dengan 2 buah AC. Kurang dingin sih, tapi lumayan, tidak berkeringat seperti di luar yang sedang terik-teriknya.

Kalau baca daftar menu, kafe ini termasuk murah/terjangkau. Contohnya kopi Spanish Latte yang dihias, harganya 16 ribu Rupiah atau USD 1 atau 3,25 Riyal Saudi. Mengingat 4 bulan lalu ngopi dengan menu yang sama di kafe museum Safiyah Madinah Al Mukarramah harganya 15 Riyal. Hampir 5x lipatnya.

Bagaimana rasanya? Harum kopi tercium semerbak di dalam kafe ini. Kopi Spanish Latte disajikan dalam cangkir dan dihias cantik sekali. Rasanya sama/sangat mirip dengan yang di Madinah dulu. Ringan dan creamy.

Spanish latte

Selain kopi Spanish latte kami juga mencoba makanan rice bowl ayam bawang dan take away nasi goreng Hindia dan spaghetti carbonara. Dan juga cappucino ice dan mie goreng Hindia.

Skor dari saya : kopi 4.5/5

Makanan 4/5.