Untuk kedua kalinya kami ke Sisi Selatan Coffee and Eatery. Bedanya kami kali ini berlima dengan 3 keponakan yang lagi masa pertumbuhan, sekalian perbaikan gizi dari biasanya makan MBG di sekolah.
Begitu sampai kafe, kami langsung pesan. Kami buku menu pesan 5 makanan dan 5 minuman yang totalnya menghabiskan 288 ribu.
Berikut daftar menu pada struk Sisi Selatan Coffee & Eatery yang diurutkan dari harga termahal ke termurah:
Makanan dan minuman di sini enak semua, tidak ada yang gagal. Saya minum caramel machiato, rasa susunya tebal sekali karena pakai krim dan kopi. Demikian juga dengan ayam garang lodeh. Penyajiannya juga instagramable.
Ada indoor, outdoor maupun quiet room. Mau yang industrial dan rumah joglo pun ada. Ada mushola dan kamar kecil juga. Masih seperti sebelumnya, tempat ini tidak menonjol, dari depan terlihat seperti gudang/workshop. Real hidden gems in the South East of Jogja City.
Pagi tadi jam 8.30 saya mengunjungi Astra Daihatsu Yogyakarta di Jalan Magelang KM 7,2 Mlati, Sleman, Yogyakarta. Saya sudah booking tadi malam di aplikasi DaihatsuKu untuk jadwal servis jam 9.00, yang notifikasi masuk ke email, WhatsApp dan SMS saat itu juga. Jam 8.30 masih sepi, baru ada 3 pengunjung sebelum saya. Dan saya lihat di […]
Sore kemarin menjadi pengalaman kedua di tahun 2026 naik kereta Gajayana gerbong new generation rute Malang – Jakarta Gambir melalui Yogyakarta, yang hanya menyediakan gerbong eksekutif dan priority. Ini adalah kereta termewah dan tercepat untuk rute Malang-Jakarta Gambir.
Kami sampai di stasiun Tulungagung pukul 15.30 dengan sudah mengantongi tiket Gajayana Tarif khusus Tulungagung Madiun seharga 100 ribu untuk eksekutif yang berangkat 16.46. Secara teori Tarif khusus ini tersedia 2 jam sebelum keberangkatan, namun nyatanya hari ini baru tersedia 1,5 jam sebelum keberangkatan. Masih ada waktu 1 jam. Sementara saya menunggu, istri belanja oleh-oleh di depan stasiun.
Hari Sabtu sore kemarin dari stasiun Tulungagung ada beberapa orang terkenal yang naik Gajayana, yang kutahu komikus DC Marvel yang selipkan Al-Maidah dan 212 mas Ardian Syaf https://plus.kapanlagi.com/ini-maksud-ardian-syaf-cantumkan-qs-515-dan-212-di-komik-x-men-43cc6d.html dan penulis buku parenting keluarga Islam Moh Faudzil Adzim (alumni psikologi UGM). Entah ada acara apa. Ada juga bapak tentara dengan istri dan pengawalnya naik dari stasiun Kediri, kemungkinan petinggi TNI.
Karya komikus Ardian Syaf di DC Marvel
Pas sampai Kediri saya beli lagi tiket khusus Madiun Yogyakarta seharga 160 ribu. Sekalian check in online. Jadi total 260 ribu, hemat 310 ribu dari harga normal Gajayana eksekutif Tulungagung Yogyakarta 570 ribu. Di Madiun tidak turun, tapi langsung nyambung karena sudah check-in online. Opsi murah lainnya naik Gajayana eksekutif Tarif khusus dari Kediri (185k), atau naik Malabar Ekonomi Tulungagung-Yogyakarta (165k).
Tarsus Gajayana Kediri JogjaTarsus Malabar Tulungagung JogjaTarif normal Gajayana
Gerbong 5 yang saya pilih ternyata persis sebelum gerbong makan. Jadi urutannya eksekutif 1,2,3,4,5, gerbong makan, eksekutif 6,7,8, gerbong priority. Kursi nomor 2 ternyata nomor 2 paling belakang dekat pintu ke arah gerbong makan. Posisi ini menggantung tidak aman untuk turun saat berhenti di stasiun Tugu Yogyakarta, jadi perlu geser ke arah gerbong 4 yang dapat peron datar.
Gerbong Gajayana eksekutifTV Gajayana eksekutifSteker listrikFoot restPapan informasiLayar TV belakang
Gerbongnya bagus, tapi tak semulus 2 bulan lalu, pun gerbong makannya agar berasa alunannya, dan agak pudar batik pada kursinya, mungkin gerbong yang agak lama. Toiletnya juga silver, tidak keemasan seperti pengalaman sebelumnya. Ada faktor luck dalam memilih armada transportasi umum sekalipun misalnya pesawat SQ.
Saat maghrib kami antri dekat surau/mushola gerbong makan. Beberapa penumpang berdatangan ke gerbong makan, karena takut kehabisan makanan, saya sekalian pesan dan bayar nasi ayam geprek 44 ribu, nasi goreng parahyangan 44 ribu, dan wedang uwuh 17 ribu. Bayar pakai QRIS. Usai sholat jamaah dengan istri, pesanan kami diantar pramugari ke meja yang kami pilih. Kami menikmati makan malam ini yang terasa nikmat dan mengenyangkan, pengalaman yang menyenangkan. Makan minum santai sampai Isya, lalu saya sempatkan sholat isya di situ, biar pas sampai rumah di Jogja tinggal istirahat santai.
MenungguOrang sholatAda jusAda rotiAda makananKemasan makanan
Kereta tiba tepat waktu 20.19, kami sudah order Blue Bird lewat aplikasi mybluebird
Ayo gunakan aplikasi MyBluebird & dapatkan EZPoint langsung dengan menggunakan kode:
Pesan dengan MyBluebird lebih mudah sekarang! Bluebird emang Standard Nyaman Indonesia!
sejak di Tulungagung tadi, naik taksi 20.30 lewat jalan Mangkubumi, Kotabaru, dan Mandala Krida yang ramai persiapan Sibakul Run esok. Alhamdulillah sebelum pukul 21.00 sudah sampai rumah. Perjalanan yang menyenangkan.
Nasi ayam geprek dilengkapi tahu isi bihun dan irisan mentimunNasi goreng parahyangan dilengkapi ayam goreng, telur mata, acar dan kerupuk udangWedang uwuhSiap turun
Berada di depan lapangan futsal JEC, kafe Furi and Co ini belum lama berdiri. Bulan lalu kami sarapan di sana, karena mereka sudah buka sejak jam 7 pagi dan baru tutup jam 1 dinihari, dan kami selesai olahraga di JEC jam 8 pagi. Tadinya mau ke kafe Sobo’, namun sekarang jadwal bukanya jadi jam 11-22.30 kami coba ke kafe lain yang ada di sekitar JEC yang sudah buka.
Sekalian coba-coba, siapa tahu cocok, kebetulan beberapa kali lewat, kafe ini terlihat ramai. Saat launchingnya dulu bahkan ada kopi 1 Rupiah. Kafe ini mengusung tema ” Japanese craft with a local twist! “.
Ternyata enak makanan dan minuman di sini. Cenderung porsi kecil pas untuk perempuan. Ada menu dengan harga khusus untuk staf soccer. Kebetulan kami pengunjung biasa, jadi bayar full. Untuk free Wi-Fi nya lambat, lebih lambat dari IndiHome standar rumahan.
Setiba di stasiun Tulungagung, kami berencana makan sore dulu dengan penjemput (adik dengan 2 anaknya). Karena ingin coba yang belum pernah, kami googling dan terdapat beberapa restoran keluarga terdekat. Kami cari yang searah dan halal, jadilah kami memilih ke Eleven Three Coffee and Eatery di jalan kyai Mojo. Meski disebut jalan/lorong, setahu saya ini dulu biasa disebut gang, karena hanya cukup dilewati 2 kendaraan roda 4 berhimpitan, entah sejak kapan jadi nama jalan. Tiga puluh tahun lalu sering lewat sini waktu masih sekolah.
Di lokasi ada tempat parkir motor, apabila tidak cukup, bisa ke depan seberang jalan, ada area parkir motor. Untuk kami yang bermobil kecil, mau tak mau parkir di depan kafe mepet jalan, untung saja jalannya tidak terlalu ramai, bukan daerah ramai/rawan macet. Ada tulisan buka, lalu kami mampir. Kami ke sana pukul 15.30, pas panasnya sore hari. AC baru dinyalakan ketika kami sampai, hemat energi. Interiornya seperti kedai di Jepang, mepet jalan, view langsung kaca menghadap jalan. Kursi ala American fast food. To the point, tidak seperti umumnya kedai di Indonesia.
Kami ber lima pesan makanan dan minuman berikut : pasta carbonara 18 ribu, soto Banjar 2*15 ribu = 30 ribu, mie goreng 15 ribu, French fries 12 ribu, dimsum mentai 20 ribu, es teh 2*6 ribu, wedang uwuh 10 ribu, jeruk manis 8 ribu, nasi goreng spesial 15 ribu, kebab 18 ribu, bungkus 1 ribu total 159 ribu sudah include pajak dan layanan. Cukup murah untuk 7 makanan dan 5 minuman kalau dibandingkan kafe di kota besar.
Untuk rasa enak, tidak pelit lauk. Misalnya soto Banjar jika biasa ayam disuwir, di sini diiris melebar ala ramen. nasi goreng spesial juga ada ayam filet + telur dadar. Pasta carbonara nya juga sangat ngeju, rich. Wedang uwuhnya juga beserta rempahnya terlihat ramai, dan ditaruh di gelas yang khusus. Hanya saja menurut istri saya, mie gorengnya terlalu asin, yang menurut saya bukan asin sih, tapi kuat bumbunya.
Kami pulang dengan perut kenyang. Ibu di rumah juga senang kami bawakan nasi goreng spesial dan kebab, katanya enak.