Tag
2025, cara kerja mesin kopi, cara membuat kopi yang nikmat, cara menyeduh kopi yang benar, kopi Aming Pontianak, kopitiam, lemon tea, menu kopi Aming coffee, roti panggang, selai srikaya, teh kingkit, Vietnam coffee
Kafe yang terkenal dan sudah berdiri sejak 1970 di Pontianak ini, saat ini sudah mempunyai cabang dimana-mana. Antara lain di Pontianak, Jakarta, Sleman, Bogor, Serpong, Mempawah, Singkawang, Sintang, Sanggau, Melawi sebagaimana yang terpampang di dinding cabangnya yang ada di Solo Square Mall.


Kami ke Solo sejauh 72 km dari kota Yogyakarta untuk menjenguk keponakan yang kuliah di UNS (Universitas Sebelas Maret). Karena masih jam kuliah, kami menunggu di mall sampai minum kopi di tempat ini.
Mall ini masih berdiri dan penuh dengan tenant. Ini adalah kedua kali buat saya ke mall ini. Pertama kali ke mall ini tahun 2006 (19 tahun lalu) saat mampir ke mall ini untuk belanja bantuan sembako bantuan saat Jogja dilanda gempa dahsyat. Salut, mall ini masih berdiri dan ramai dikunjungi masyarakat kota Solo dan sekitarnya.
Kembali ke topik, kami ke Aming Coffee secara tidak sengaja dan tidak mengetahui adanya kafe ini di kota Solo. Kebetulan kami buka Google Maps Solo Square. Dan mencari tempat makan di direktori, muncullah nama kafe ini. Kebetulan dulu pernah terbersit keinginan main ke Pontianak, dengan tujuan mampir ke Aming Coffee. Alhamdulillah ada di Solo. Dan dari Solo baru tahu kalau ada yang lebih dekat lagi dari rumah yaitu di Sleman City Mall (SCM) yang berjarak sekitar 12 km saja dari rumah.
Ketika kami datang jam 10 pagi, baru ada 1 orang saja pengunjung (atau mungkin owner karena koko Chinese mirip owner yang di Pontianak) yang duduk di pojokan kiri bagian utama kafe yang terletak di lantai 3 foodcourt mall ini. Ada 3 blok yang disewa.
Bagaimana sebenarnya Aming Coffee ini?
Begitu belok ke ruang utama, kami langsung ketemu mbak-mbak berjilbab yang bertindak sebagai kasir sekaligus server di sini, beberapa (2 cowok yang saya lihat) pegawai lain ada di dapur. Di meja ini ada informasi promo, daftar menu, dan logo sertifikat halal. Informasi promo di sini berupa persentase diskon, bukan menerakan harga setelah diskon.






Pagi itu kami memesan kopi Vietnam susu panas, teh kingkit, dari roti bakar srikaya. Kami menunggu pesanan sekitar 5-10 menit. Yang pertama datang kopi Vietnam susu. Kopi yang pahit dan aromatik ini sangat pas dan enak dinikmati. Seperti kopi dari mesin kopi, padahal ini kopi seduh di alat Vietnam Drip. Enak dan kuat sekali rasa kopi susunya. The best lah.

Berikutnya teh kingkit panas. Minuman teh kental yang dicampur jeruk kingkit ini sangat menyegarkan, rasanya mirip lemon tea, tapi lebih unik dan harum. Konon jeruk ini cuma ada di Pontianak.

Semua minuman panas ini disertai air putih, mungkin untuk menetralisir panas dan mengkalibrasi lidah sebelum dan setelah minum minuman tersebut. Mungkin lho ya.

Terakhir adalah roti panggang srikaya. Sudah membayangkan enaknya srikaya handmade itu gimana, ternyata srikaya di sini lebih enak dari roti panggang srikaya yang pernah ada/yang pernah saya nikmati sebelumnya, baik di Malaysia, Singapura maupun di Jakarta. Harum, gurih, manis, bercampur jadi satu, rotinya juga tebal dan hangat, sangat pas dinikmati dengan kopi Vietnam susu panas.

Keseluruhan kami puas makan minum di sini. Sebelum pulang kami juga beli kopi bubuk seharga 70 ribu rupiah/200 gram, lumayan buat persediaan di rumah. Kopi gubuknya ternyata di ambilkan dari toples, dibungkus plastik, ditimbang, lalu dikemas dan dibungkus lagi dengan kertas berlogo Aming coffee. Tak lupa kami minta balon kafe ini buat keponakan. Hehehe.






Berikut daftar menu hasil QR di meja kafe Aming Coffee :

















































