Saya pernah ke sana 10 tahun lalu, di akhir Oktober sampai awal November yang sejuk. Saya waktu itu ke Istanbul, Goreme, Pamukkale, Selcuk, dan Ankara. Saya terkesan dengan suasana, makanan, dan peninggalan sejarah yang kaya, yang ada di cerita dongeng zaman Yunani, awal Masehi hingga zaman Ottoman. Saya ingin mengulanginya.
WTP kepanjangan With The Pleasure adalah pusat jajanan serba ada yang terdiri dari beberapa outlet penjual kopi, makanan Jepang, bread, dan tempat berfoto yang terletak di jalan Surokarsan, arah barat jalan Tamsis (Taman Siswa) Jogjakarta. Menurut teman satu regu saat haji tahun lalu yang tinggal di jalan Surokarsan, ini adalah gedung Cagar budaya. Jadi bangunan masih asli, hanya dicat dan diperbaiki saja. Meski bangunan lama, tidak ada kesan angker.
Kami cuma mampir beli salt bread di ruangan timur (BTS-Bake To Salt) , dan menikmati makanan Jepang di ruangan sushi bar (SHIO-Sushi Bar). Ada lagi studio foto (POOSE BOX) . Untuk menuju tempat itu semua melalui ruang tengah yang menjual kopi (SHOTWELL coffee). Salt bread itu berupa roti empuk renyah dengan isian butter dan garam, harum semerbak. Untuk sushi bar saya cuma pesan udon yang ternyata mirip dengan udon Sanuki yang pernah saya makan di bandara Kansai Osaka dan Marugame udon Amplaz. Sekaligus meyakinkan bahwa saya lebih suka udon daripada ramen.
Bake to saltSalt breadOven BTSSushi BarUdon yang nikmatTagihan
Berikut denah kafe, jam buka, beserta aturan untuk pengunjung yang saya peroleh dari instagram. Untuk parkir ada petugas yang bantu dengan imbalan sukarela.
Kafe ini bisa dipertimbangkan untuk cari tempat nongkrong santai dengan harga sedang dan produk yang memadai. Kami yang sudah 40+bisa menikmati kafe yang kebanyakan pengunjungnya mahasiswa mahasiswi usia 20 an.
Hari Jum’at pagi kemarin saya sempat mampir ngopi di sini setelah beres beli gas 12 kg yang naik dari 196 ribu di Desember 2025 menjadi 240 ribu di Oktober 2026, atau naik 44 ribu (23%) dalam waktu 10 bulan. Daripada pusing mikirin kenaikan harga gas, mampir ngopi aja dulu di kafe yang hanya berjarak 100 meter dari SPBU COCO Lempuyangan ini.
Pagi jam 9 itu sudah ramai, ada 3 kumpulan bapak-bapak umur 45-50+, sepertinya orang kantoran yang sedang diskusi ngomongin kerjaan, dan ada sepasang bapak ibu yang antri pesan di depan saya. Berhubung sudah beberapa kali ke sini, saya langsung pesan kopi susu (13k) dan pisang goreng (15k) tanpa lihat buku menu. Total 28 k, langsung saya bayar pakai scan QRIS Livin Mandiri. Dan sebutkan nomor meja.
Saya langsung ke meja 9 dekat tempat tisu dan paling dekat kasir, sengaja menjauhi kursi yang ada perokok. Kopi susu datang tak lama setelah saya duduk. Meski minuman murah, tapi tidak murahan. Kopinya hasil seduhan mesin kopi, pekat tanpa ampas, meski varian kopi biasa, tapi tetap terasa kopinya, dipadu dengan susu kental manis. Dalam gelas kaca 8 oz seukuran minuman panas Point coffee Indomaret. Nikmat sekali.
Kopi susu Tarumartani
Untuk pisang gorengnya menunggu agak lama, mungkin baru datang sekitar 10 menit setelah kopi susu. Mungkin langsung dibuat saat ada pesanan, bukan pisang goreng ready stock seperti di pedagang pisang goreng atau angkringan. Untuk pisang goreng ini dibuat dari 6 pisang kepok, 1 pisang dibelah, dibalur tepung, lalu digoreng. Simple, terasa rasa asli pisangnya. Cukup pas buat menemani kopi susu.
Pisang goreng
Alhamdulillah, puas minum kopi susu dan pisang goreng di Tarumartani. Jam 10.30 balik, dan siap-siap untuk balik dan salat Jumat. Oh ya, di Tarumartani juga ada free wifi yang passwordnya diberikan di struk pembayaran. Bisa work from cafe dari situ. Parkir mobil motor luas dan gratis.
Ini adalah kedua kalinya kami ke kedai salam pagi. Jika sebelumnya berdua saja, hari ini kami berempat sebelum mengantarkan keponakan ke stasiun Tugu Yogyakarta. Dari rumah, kami ke timur dulu, lalu balik ke barat lagi. Akses dari rumah mudah, meski di lewat jalan Wonosari tapi masih dekat dengan kota Yogyakarta.
Tahun lalu kami ke sini parkir di tepi jalan, sekarang sudah ada tempat parkir gratis di timur kedai ini, agak menurun karena bekas sawah. Dari luar tampak sepi, ternyata di dalam sudah ramai, hampir semua meja kursi ditempati. Ternyata banyak yang parkir motor di halaman kedai yang beratap. Sebelum pesan kami ambil kertas bolpoin dan buku menu.
Cover menuAneka bubur dan condimentRoti bakarSnackMinuman biasaWedanganWedangan Cover belakangPesanan berempatPindah dari SlemanAir mineral 3000
Sambil menunggu bisa ngobrol, internetan, atau baca buku yang disediakan dekat kasir. Tema agama, keuangan, bisnis, kepemimpinan, maupun kartun anak. Kebanyakan yang datang bawa keluarganya. Berdasar pengalaman sebelumnya makanan, snack dan minuman di sini semuanya enak dan tidak mahal.
Menunggu sekitar 15 menit, pesanan satu persatu datang. Dimulai minuman yang kami pesan (lemon panas, lemon tea panas, sedang kedaton, es markisa), lalu bubur ayam, dan terakhir roti panggang. Kami juga menambah air mineral (3 ribu) dan dimsum (15 ribu isi 4). Minumannya segar, otentik. Buburnya lembut dengan isian ayam, daun bawang, kedelai, bawang merah, telur setengah, dan kerupuk. Saya suka bubur yang ditambah kecap asin, manis, merica dan sambal dan diaduk dengan kerupuknya. Buburnya sendiri tidak terlalu asin, jadi nyaman saja ditambah kecap asin. Kerupuk dll juga renyah, yang ketika diaduk, menambah sensasi tekstur bubur ini. Roti panggang nya juga melimpah toppingnya. Saya pilih sarikaya coklat. Enak. Untuk dimsumnya juga enak.
MinumanBubur ayam dan lemon teaRoti panggang dan dimsumCondimentBubur ayam tidak diadukBubur ayam diaduk
Untuk rasa saya tetap menilainya 9/10. Karena saya suka rasa dan harganya. Ada perbedaan dengan setahun lalu, sekarang tidak menjual pastry, dimana dulu kami pernah coba croissant nya yang besar dan fluffy, mungkin kurang diminati, sehingga hilang dari etalase.
Recommended untuk yang cari sarapan enak dan terjangkau di sekitar Blok O (AAU) , Banguntapan dan Kotagede.
Hari Selasa kemarin kami sempatkan makan siang di Plai Cafe yang terletak di jalan Tajem, Maguwoharjo, Sleman. Beberapa km dari belokan ringroad utara. Satu kompleks dengan Politeknik Artificial Intelegent (Plai) Budi Mulia.
Kesan pertama tempat ini sangat rindang. Dengan puluhan pepohonan yang ditanam teratur dan sudah bertajuk, menambah keindahan. Dari pintu masuk, langsung parkir berpeneduh di sebelah kiri. Cafe Plai ada di sebelah kanan.
Kafe ini di dominasi kaca modern memanjang, mirip dengan kafe di negara maju dunia Barat yang sangat berbeda dengan restoran khas Jogja. Karena kami sudah survey menu melihat ulasan Google kami sudah siap memesan.
Kami pesan nasi ayam geprek sayur (22k) dan nasi sayur telur (15k). Ditambah teh (3k) dan 2 buah cookies (10k) . Total 50 ribu. Cukup terjangkau untuk 2 orang. Untuk rasa OK, seperti makanan kantin.
Saya lihat cukup ramai siang itu. Hampir penuh semua meja dan kursi. Semua pegawai juga tampak sibuk, tidak ada yang mengobrol. Tidak cuma mahasiswa dan keluarganya, tapi juga warga umum yang mampir makan di sini.
Sebelum pulang, saya sempat beli ganepo-singkong balok empuk (14k) dan morning jagung (12k)
Boleh dicoba kalau sedang melalui jalan Tajem Maguwoharjo yang biasa dilalui sebagai alternatif dari Kaliurang ke Solo atau ke Jogja Selatan (Kotagede, Bantul, Adisucipto).