Tag
2026, bandara adisucipto, banguntapan, blok O, Bubur As, bubur ayam terenak, bubur ayam terenak di yogyakarta, bubur ayam terkenal di yogyakarta, bubur hayam, bubur pedas melayu, croissant, kedai salam pagi, kotagede, kuliner jogja, lemon tea, roppang, roti panggang, teh
Ini adalah kedua kalinya kami ke kedai salam pagi. Jika sebelumnya berdua saja, hari ini kami berempat sebelum mengantarkan keponakan ke stasiun Tugu Yogyakarta. Dari rumah, kami ke timur dulu, lalu balik ke barat lagi. Akses dari rumah mudah, meski di lewat jalan Wonosari tapi masih dekat dengan kota Yogyakarta.
Tahun lalu kami ke sini parkir di tepi jalan, sekarang sudah ada tempat parkir gratis di timur kedai ini, agak menurun karena bekas sawah. Dari luar tampak sepi, ternyata di dalam sudah ramai, hampir semua meja kursi ditempati. Ternyata banyak yang parkir motor di halaman kedai yang beratap. Sebelum pesan kami ambil kertas bolpoin dan buku menu.











Sambil menunggu bisa ngobrol, internetan, atau baca buku yang disediakan dekat kasir. Tema agama, keuangan, bisnis, kepemimpinan, maupun kartun anak. Kebanyakan yang datang bawa keluarganya. Berdasar pengalaman sebelumnya makanan, snack dan minuman di sini semuanya enak dan tidak mahal.
Menunggu sekitar 15 menit, pesanan satu persatu datang. Dimulai minuman yang kami pesan (lemon panas, lemon tea panas, sedang kedaton, es markisa), lalu bubur ayam, dan terakhir roti panggang. Kami juga menambah air mineral (3 ribu) dan dimsum (15 ribu isi 4). Minumannya segar, otentik. Buburnya lembut dengan isian ayam, daun bawang, kedelai, bawang merah, telur setengah, dan kerupuk. Saya suka bubur yang ditambah kecap asin, manis, merica dan sambal dan diaduk dengan kerupuknya. Buburnya sendiri tidak terlalu asin, jadi nyaman saja ditambah kecap asin. Kerupuk dll juga renyah, yang ketika diaduk, menambah sensasi tekstur bubur ini. Roti panggang nya juga melimpah toppingnya. Saya pilih sarikaya coklat. Enak. Untuk dimsumnya juga enak.






Untuk rasa saya tetap menilainya 9/10. Karena saya suka rasa dan harganya. Ada perbedaan dengan setahun lalu, sekarang tidak menjual pastry, dimana dulu kami pernah coba croissant nya yang besar dan fluffy, mungkin kurang diminati, sehingga hilang dari etalase.
Recommended untuk yang cari sarapan enak dan terjangkau di sekitar Blok O (AAU) , Banguntapan dan Kotagede.






































