Isi Survey dan Terbang Gratis Dengan Air Asia

Tag

, , , , , ,


Barangkali ada traveller, backpacker yang perlu tiket gratis, khususnya Air Asia. Ada banyak cara untuk mendapatkannya , misalnya dengan mengikuti event Big Sale, Free seat yang diadakan beberapa kali dalam setahun oleh maskapai ini. Sambil menunggu event tersebut, bisa juga dengan mengumpulkan poin dengan berpartisipasi dalam survey yang diadakan Yougov yang bekerjasama dengan AirAsia.

Bagaimana caranya ?

  1. Buka akun di Yougov

Isi data, setelah itu pihak Yougov akan mengirimkan survey yang harus diisi secara rutin via email yang kita daftarkan. Bisa tiap minggu, 2 minggu sekali, tergantung dari pihak survey. Tiap survey ada poin nya. Setelah terkumpul  5000 poin, bisa ditukarkan dengan 2500 BIG Poin Air Asia ataupun dengan yang lain.

Yougov ini adalah lembaga riset dan konsultasi pasar global

yougov

  1. Buka akun Airasiabig

Di sini penumpang Air Asia yang sudah mempunyai nomor keanggotaan Airasiabig dan memasukkannya saat pembelian tiket, mereka akan mendapat BIG points (semacam mileage, miles, privilege di maskapai full service). Selain itu BIG points bisa diperoleh dengan menukarkan poin survey Yougov, poin konversi kartu kredit, poin reservasi hotel, maupun poin dari sewa kendaraan.

airasiabig

  1. Tukarkan

Saat event Big Sale dan Free Seat, biasanya anggota AirasiaBIG didahulukan seminggu beberapa hari sebelum non anggota, dan biasanya 0 poin. Namun event ini jarang, sekitar 2x setahun. Selain event tersebut, ada juga event final call yang diadakan tiap awal bulan. Untuk final call bulan Desember 2016 ini, dengan 500 poin bisa ditukarkan dengan penerbangan Jakarta-Surabaya, Jakarta—Singapura, Jakarta-Yogyakarta, Yogyakarta-Bali, Solo-Kuala Lumpur, Palembang. Ada beberapa jurusan lain yang memerlukan poin yang lebih besar. Untuk Air Asia Thailand juga sedang berlangsung event ini.

final-call-idfinal-call-th

Catatan : gratis terbang ini gratis tiket Air Asia nya saja, airport tax tetap bayar (mana ada yang gratis 100%, selain hadiah/undian/biaya dinas).hehehe.

Mungkin ada yang punya pengalaman lain? program semacam ini dengan maskapai lain?

Tips Jalan Jalan ke Turki

Tag


Beberapa tips dari saya untuk yang mau ke Turki, antara lain :

1. Beli tiket jauh hari atau saat promo. Diskon sampai 50% dari harga normal, terutama keberangkatan dari Kuala Lumpur. Kalau dihitung untuk full service airline (Qatar Airways, Emirates dll)  ongkos per jam nya hanya sekitar 250 ribu Rupiah/jam penerbangan.

2. Untuk penerbangan lokal di Turki banyak pilihan, 3 diantaranya Turkish Airlines (full service), Anadolu (anaknya Turkish, low cost tapi dikasih Sandwich dan minum) dan Pegasus (paling murah, 30 TL~120 rb Rupiah 1 jam perjalanan Istanbul-Ankara,  free bagasi 15 kg, kalau mau full meal nya nambah sekitar 25 TL (di Maret’16 masih 21.9 TL, depresiasi TL) dengan katering yg sama dg Turkish Airlines-Do&Co, sama dengan hidangan Turkish Airlines untuk penerbangan jarak jauh).

3. Bus antar kota sedikit lebih murah daripada pesawat, tapi boleh sebagai alternatif menginap di perjalanan. Tiap 2-3 jam istirahat dan diberi minum (pengalaman pakai Suha Turizm). Ada audio video + kadang dipinjami headset, tapi kadang tidak.

4. Hotel, cari yang sekalian ada sarapannya. Kalau makan+minum di luar sekitar 25 TL (100 rb Rupiah) apalagi di restoran turis. Fast food harganya lebih pasti (bisa di cek promosinya di web masing-masing).

5. Berkunjung ke museum pakai museum pass. Kalau hanya di Istanbul ada pass 5 hari harganya 85 TL, sedangkan seluruh Turki ada pass 15 hari harganya 185 TL. Dalam 11 hari perjalanan saya minggu lalu ke Istanbul, Cappadocia, Pamukkale, Selcuk, dengan kartu ini bisa menghemat 46% (dari kalau beli tiket on the spot saya total 345 TL). Kalau sprint bisa lebih besar lagi penghematannya (lbh banyak yang dikunjungi). Tapi mungkin kurang enjoy karena terburu-buru.

6. Yang suka pasar tradisional, bisa cari info di internet jadwal pasarannya. Harganya bisa sangat murah saat mau tutup. Pasar Rabu di Goreme, 7 buah jeruk/oren + 2 delima cuma 1,5 TL (6 ribu Rupiah). Pasar Sabtu di Selcuk 1,1 kg anggur merah manis cuma 0,5 TL (2 ribu Rupiah). Pasar Rabu di Fatih Istanbul juga murah, cabai merah Turki sekilo cuma 4 TL (16 ribu Rupiah). Mungkin juga kebetulan karena musim. Zaitun 8 TL/kg.

7. Selama 11 hari di Turki tak sekalipun mampir ke mall, menandakan banyak yang menarik di Turki. Biasanya kami baru ke mall kalau suatu tempat obyek wisata nya kurang (kurang banyak/kurang menarik).

8. Sejauh yang saya rasakan, aman saja di Turki. Di bandara besar selalu ada tank+ tentara, polisi. Di tempat umum juga. Pemeriksaan di bandara seperti di Indonesia, 2 x screening, waktu masuk bandara dan setelah check in/memasuki ruang tunggu. Semua tempelan (ikat pinggang, gelang, dompet) harus di lepas (sebaiknya masukkan ke tas agar tidak ketinggalan).

9. Makin hari makin murah kurs TL (Turkey Lira), waktu bulan Januari’16 masih 4700-an, Nopember’16 tinggal 3900-an. Beruntung kalau harga tur/hotel tidak naik/disesuaikan. Biasanya saat memesan hotel di Turki (misal di booking) mematok dalam Euro yang lebih stabil. Pas bayar di hotel boleh dalam TL atau Euro atau USD, tapi kembaliannya dalam TL. Bekal Euro/ USD / kartu debit lebih Ok daripada bawa TL.

tly-vs-idr

10. Transportasi darat agak mahal, pakai Istanbulkart 2.15 TL (8300) sekali naik, beli token (tanpa Istanbulkart) 4 TL. Mungkin karena bensin/petrol di sana di atas 4 TL (16 ribu Rupiah)/liter. Bus kota sering penuh dan kena macet pada jam berangkat/pulang kerja. Lebih pasti naik metro atau tram. Untuk tram mayoritas di permukaan tanah, sekalian bisa sightseeing. Yang jelas dengan Istanbulkart lebih hemat (45%) daripada beli token. Dapat dipergunakan untuk metro, tram, ferry, teleferik/kereta gantung, bus kota.

11. Brosur yang ada di information center milik pemerintah Turki sangat lengkap dan minim iklan. Website mereka http://howtoistanbul.com/en/getting-around/1727 cukup informatif. Tiap maskapai sekalipun low cost macam Pegasus majalahnya boleh di bawa pulang (ada tulisan your complimentary copy di cover majalah). Bandara dan bus Havatas juga ada majalah gratis yang lumayan menambah pengetahuan.

img_20161115_094326

12. Air minum dalam kemasan apapun merk nya terasa segar, tidak ada yang pahit atau ada rasa yang aneh. Mungkin kebetulan, atau juga karena kandungan mineralnya. 600 ml 1 TL, 1,5 liter 2 TL, 5 liter 3 TL.

13. Operator seluler yang ada sinyal di semua tempat adalah Turkcell. Beli di sekitar Sultanahmet 100 TL (400 ribu) isi 4 GB, 500 menit telpon, 1000 SMS. Lebih murah daripada roaming. Kebetulan sebelum pakai Turkcell, tiba di sana masih pakai prabayar Telkomsel (simpati, as), langsung ada SMS alamat dan telpon kedutaan besar RI di Turki, waktu transit di Qatar dan Malaysia juga ada. Merasa di perhatikan sebagai WNI. Hotel yang kami inapi semua kasih WIFI gratis unlimited. Bandara Doha juga kasih WIFI unlimited, sedangkan bandara di Turki kasih limit 2 jam dengan password di kirim ke no hp (no Indonesia bisa).

14. Sarapan ala Turki enak, menyehatkan dan mengenyangkan. Kalau ingin nasi, bawa magic jar dan beras beserta lauk pauk. Saat musim dingin, nasi lebih tahan lama. Kopi Turki yang terkenal kurukahveci Mehmet Efendi, enak sekali menurut saya. Es krim Algida~Walls tekstur nya unik seperti gelato. Balik ekmek (Sandwich ikan panggang) agak basah, cocok dengan sambal dari Indonesia.

goreme-jasmine-house-breakfast-1st-day

15. Panduan di laman TripAdvisor, booking.com, agoda dll maupun sharing pengalaman blog para traveler boleh dijadikan rujukan. Salah satunya blog saya(hahaha)

https://asambackpacker01.wordpress.com/2016/11/15/liburan-2016-persiapan-ke-turki/.

asambackpacker01

16. Sebaiknya tidak sendirian, berdua pun kadang ada yang nekat mendekat (sok kenal sok akrab).

Rasanya tak cukup sekali ke Turki, kalau ada rezeki dan waktu InsyaAllah ingin ke sana lagi.

Liburan 2016 : Persiapan ke Turki

Tag

, , ,


Jauh hari kami membeli tiket untuk liburan kali ini, yaitu sejak Januari 2016. Saat tergoda tiket Qatar Airways yang didiskon sampai 40% untuk keberangkatan Maret 2016 dan 11 bulan berikutnya. Promo yang menggoda itu membuat kami berpikir, ambil gak ya, ambil gak ya,…..kapan ya ? akhirnya di hari ketiga promo, baru membeli tiket keberangkatan di akhir Oktober dan pulang awal November 2016, dimana tidak terlalu sibuk. Lambat beli, diskonnya juga tak sebesar yang diawal, saya hitung diskonnya tinggal 30% dari harga normal. Ya sudah, tidak apa-apa, apalagi kunjungan Turki sudah kami idam-idamkan sejak 2013, saat umroh, dimana muthowif (pembimbing umroh yang semuanya mahasiswa Indonesia di Arab Saudi) pernah cerita tentang Turki. Kemudian ada teman S1 yang sudah jadi permanen resident di Australia cerita yang indah-indah setelah pulang liburan dari Turki bersama keluarganya. Ketika saya tanya “Bagusan mana dengan Australia?”, dia jawab “Bagusan Turki lah, di sana bukan cuma ada bangunan umur 100,200 tahun, tapi peninggalan berumur sembilan ribu tahun juga ada, dan terasa percampuran dari seluruh peradaban dunia”. Ya, Napoleon Bonaparte juga berujar ” kalau dunia itu satu negara, maka Istanbul akan menjadi ibukotanya.

(Napoleon Bonaparte once said: “If the world were a single state Istanbul would be it’s capital.”).

Setelah tiket Qatar terbeli, saya cari tiket penerbangan dari Bandung langsung Kuala Lumpur (Tiket Qatar Airways dari Jakarta sejauh ini meski promo,sepertinya paling murah 10% dari harga normal) yang menyediakan bagasi, akhirnya kami beli Malindo Air yang menyediakan gratis bagasi 20 kg (yang beberapa bulan kemudian ada upgrade jatah bagasi internasional menjadi 30 kg), dengan keberangkatan dari Bandung 35 jam sebelum Qatar berangkat dari Kuala Lumpur, untuk  jaga-jaga kalau ada delay. Usai dapat tiket Malindo, cari tiket hotel di KL dan kota-kota di Turki yang akan kami kunjungi. Selain hotel di KL, semua reservasi hotel kami lakukan di booking.com yang memberi tenggat waktu H-sekian hari masih gratis kalau dibatalkan. Tiket-tiket lain seperti Anadolu Jet, Turkish Airlines dan Pegasus menyusul, menunggu promo. Dan Alhamdulillah, kami dapat best fare, yang saya tengok beberapa kali kesempatan, itu harga terendahnya.

Tiket pesawat dan hotel sudah dapat, selanjutnya download aplikasi maskapai (bisa buat pilih kursi, makanan, check in online) dan booking.com (bisa kontak penginapan buat nanya2, buat perubahan rencana termasuk cancel dan reservasi ulang) serta Tripit yang membantu mengatur jadwal perjalanan. Oh ya, tidak lupa kami lengkapi dengan buku karangan teh Lina Er dan buku karangan mas Awan Yulianto tentang Turki yang mudah didapatkan di toko buku Gramedia. Kalau buku terbitan Lonely Planet dll yang harganya ratusan ribu, bisa diintip di Google Book, meski cuma halaman awal saja yang gratis lihat tapi sudah lumayan kok isinya. Googling blog tentang Turki (https://backpackology.me/2015/02/10/itinerary-dan-budget-turki-7-hari-istanbul-dan-cappadocia/, http://www.jambukebalik.com/2014/06/merhaba-turkiye-introduction-part-1.html,  http://www.tesyaskinderen.com/2016/08/itinerary-liburan-ke-turki-istanbul.html,https://gurukelana.com/2016/09/14/all-posts-about-turkey-2016/ dll) juga menambah wawasan kami. Gambar-gambar di http://www.hometurkey.com juga sangat menggoda:mrgreen:

Warga negara Indonesia masih perlu membayar visa ke Turki, tapi mudah kok, bisa langsung begitu mendarat di Turki, bisa juga via online di https://www.evisa.gov.tr/en/. Bayarnya 25 USD (325 ribu Rupiah), pakai kartu kredit. Buatnya maksimal 3 bulan sebelum keberangkatan. Kami yang berangkat Oktober, di bulan Agustus sudah bisa membuat visa.

evisa-turkey

Setelah beres dengan akomodasi, informasi dan visa, selanjutnya beli perbekalan. Karena kami pernah jalan-jalan di musim dingin, kami tinggal pakai ulang jaket, long john, kaos kaki yang pernah kami pakai. Yang spesial kali ini bawa magic jar mini, beras dan lauk. Biasanya kami cari kuliner halal yang hampir semuanya pakai nasi, tapi sekarang meski makanan halal, orang Turki kan makannya roti, sepertinya kami tetap butuh makan nasi. Hahaha……Oh ya, kami juga terpaksa beli koper baru. Ada tips yang baru saya dapat dari pengalaman, awalnya saya cari koper di hipermarket yang ada di mall, dan toko alat rumah tangga. Koper biasa 20 inch harganya rata-rata di atas 600 ribu Rupiah,padahal kelihatan biasa bahkan cenderung ringkih, karena sudah mepet, sudah saya geret ke kasir, tetapi untung sebelum sampai kasir, halaman Marketplace yang jual koper terbuka, tahu ga berapa harga untuk barang yang sama di Marketplace? 290 ribu. Antara percaya atau tidak, saya catat no hp kontak toko yang muncul di situ, lalu saya hubungi. Karena sudah mepet saya minta dikirim langsung, si toko menawarkan ongkir 50 ribu untuk pengiriman satu kota (usut punya usut tokonya ada di Leuwipanjang 10 km dari tempat tinggal saya), ga tega nawar karena sudah dapat harga murah, akhirnya total 340 ribu saya tukar dengan koper yang dibawa kurir. Puas, karena desainnya modern dan sesuai gambar.

Mengenai total biaya, Insya Allah tak semahal ikut paket tur umroh. Paket umroh satu orang bisa buat dua orang jalan-jalan mandiri ke Turki (atau umroh backpacker). Hmm cukup menggiurkan juga bisnis umroh kalau semuanya running well.

Dan Alhamdulillah semuanya berjalan lancar melebihi ekspektasi.

Liburan 2016 : Aplikasi Yang Membantu Perjalanan


1. Aplikasi resmi maskapai

Memudahkan pemesanan tiket, mengatur pembelian, check in, dan cek poin mileage jika ada. Contoh : Malindo, Qatar Airways, Turkish Airlines (Turkish & Anadolu), Pegasus

2. Aplikasi resmi bandara

Untuk melihat jadwal keberangkatan dan kedatangan, serta fasilitas yang tersedia di sana. Contoh : ISG (Sabiha Gokcen Airport), TAV (Ataturk Istanbul, Esenboga Ankara, Adnan Menderes Istanbul), HIA (Hammad Internasional Airport Doha).

3.  Tripit

Memudahkan mengatur jadwal perjalanan, bisa share ke email orang lain

4. Aplikasi pemesanan hotel

Misal : booking, memungkinkan kita tak perlu bayar sampai beberapa hari sebelum keberangkatan, ada panduan wisata kota yang kita kunjungi, dan feedback setelah kunjungan

5. Aplikasi panduan kota

Contoh : Discovery Istanbul, dibuat oleh Turkish Airlines. Sangat lengkap membahas tempat penting untuk dikunjungi beserta sejarahnya. Ada juga informasi biaya masuk, hari/jam buka, dan score dari pembaca mengenai lokasi wisata tersebut.

6. Aplikasi transportasi setempat

Misal Mobiett : untuk informasi rute jalur bis kota. Tersedia peta, urutan halte, dan informasi halte tersebut disinggahi bus no berapa/ke mana. Ini bis milik pemerintah. Bisa bayar pakai Istanbulkart 2.15 TL sekali naik, lebih murah dibandingkan beli tiket sekali jalan 4 TL.

Sehir Hatlari : ini Fery milik pemerintah yang melayani banyak jurusan. Bisa pakai Istanbulkart dengan tarif sama dengan Mobiett, tram maupun metro.

Liburan 2016 : Aneka Pesawat Yang Kami Naiki

Tag

, , , ,


Perjalanan ke Malaysia dan Turki ini salah satu perjalanan paling banyak naik pesawat, betapa tidak, 10 kali kami naik turun pesawat dalam 14 hari, menggunakan 5 maskapai penerbangan.

Untuk pembelian tiket, kami langsung di website masing-masing, ada kemudahan jika ada update informasi maka bisa langsung dapat informasi dari maskapai bersangkutan. Kekurangannya harus pakai kartu kredit dan tidak mendapat harga promo agen tiket jika ada.

Berikut urutan berdasarkan waktu keberangkatan pertama hingga terakhir:

1. Malindo Air (http://www.malindoair.com/id/)

malindo-web

malindo-air

Bandung-KLIA (29 Oktober 2016, 2:05 siang, lama perjalanan 2 jam 5 menit). Jatah bagasi : 30 kg/orang, meal & drink : roti sosis, biskuit, air mineral, jus/teh/kopi (tiap penumpang dapat 2 snack dan 2 minuman), Hiburan : Audio Video on Demand, dipinjami headset, majalah, Pemilihan kursi : bisa dipilih secara gratis saat check in online 48 jam sebelum keberangkatan, Jenis pesawat : Boeing 737-800, On Time Performance : delay 30 menit

KLIA- Bandung (11 Nopember 2016, 12:10 siang, lama perjalanan 2 jam 5 menit). Jatah bagasi : 30 kg/orang, meal & drink : roti sosis, biskuit, air mineral, jus/teh/kopi (tiap penumpang dapat 2 snack dan 2 minuman),  Hiburan : Audio Video on Demand, dipinjami headset, majalah, koran malaymail, Pemilihan kursi : bisa dipilih secara gratis saat check in online 48 jam sebelum keberangkatan, On Time Performance : on time

Maskapai ini low cost semi full service. Low karena harganya rendah (mulai Rp 500 ribu Bandung-Kuala Lumpur) bersaing dengan Air Asia, namun dengan fasilitas seperti full service dan terminal nya di KLIA, bukan KLIA2/LCCT, melebihi ekspektasi. Induknya yang di Indonesia-Lion pun harus belajar menghandle penumpang dan membuat website yang lebih menarik. Setelah dari tahun 2000 an sampai 2015 website http://www.lionair.co.id monoton, akhirnya di 2016 tampilannya lebih cantik, mirip Malindo Air.

2. Qatar Airways (http://www.qatarairways.com)

qatar-air-web

KLIA-Doha (31 Oktober 2016, 2:05 dinihari, lama perjalanan 7 jam 40 menit). Jatah bagasi : 30 kg/orang, meal & drink : 1x snack + minum, 1x menu lengkap sarapan+minum, tisu basah, selimut, amenity kits (sikat+odol+earplug+kaus kaki+penutup mata) Hiburan : Audio Video on Demand, ada headset, ada port USB buat charge gadget, majalah, Pemilihan kursi : bisa dipilih secara gratis sejak beli tiket, check in online 48 jam hingga sebelum keberangkatan, Jenis pesawat : Boeing 787 Deamliner (wow🙂, Delay : on time, smooth take of & landing

Doha-Istanbul Ataturk(31 Oktober 2016, 1:05 siang, lama perjalanan 4 jam 45 menit). Jatah bagasi : 30 kg/orang, meal & drink : 1x menu makan siang +minum, tisu basah, selimut, Hiburan : Audio Video on Demand, ada headset, majalah, Pemilihan kursi : bisa dipilih secara gratis sejak beli tiket, check in online 48 jam hingga sebelum keberangkatan, Jenis pesawat : Airbus 330-300, Delay : on time

qatar-airways

Istanbul Ataturk-Doha (10 Nopember 2016, 1:25 siang, lama perjalanan 4 jam 10 menit). Jatah bagasi : 30 kg/orang, meal & drink : 1x menu makan siang +minum, boleh minta tambah minum sewaktu-waktu Hiburan : Audio Video on Demand, ada headset, tisu basah, selimut, majalah, koran Daily Sabah, Pemilihan kursi : bisa dipilih secara gratis sejak beli tiket, check in online 48 jam hingga sebelum keberangkatan, Jenis pesawat : Airbus 330-300, On Time Performance : on time

Doha-KLIA (10 Nopember 2016, 7:35 malam, lama perjalanan 7 jam 10 menit). Jatah bagasi : 30 kg/orang, meal & drink : 1x menu lengkap makan malam+minum, 1x snack + minum, tisu basah, selimut, amenity kits (sikat+odol+earplug+kaus kaki+penutup mata) Hiburan : Audio Video on Demand, ada headset, ada port USB buat charge gadget, majalah Pemilihan kursi : bisa dipilih secara gratis sejak beli tiket, check in online 48 jam hingga sebelum keberangkatan, Jenis pesawat : Boeing 777-300(wow🙂, On Time Performance: on time

Sempat menjadi maskapai full service terbaik dunia versi Skytrax 2012&2015, namun di tahun 2016 no 2, kalah dengan Emirates yang juga terbaik di 2013. Saya rasa ini maskapai yang luar biasa dengan makanan yang enak, kru yang luwes dan ramah, pesawat yang baru, hiburan audio video Oryx Entertainmet yang berlimpah (3 ribu hiburan, 100 film blockbuster), punya fasilitas tur gratis di Qatar untuk penumpang transit di Doha dengan waktu transit lebih dari 8 jam pada pagi hingga malam. Sesuai ekspektasi. Promo besar 2x pertahun

3. Anadolu Jet-anak perusahaan Turkish Airlines) (http://www.anadolujet.com/aj-en/)

anadolujet-web

Istanbul Sabiha Gokcen-Kayseri Erkilet (1 Nopember 2016, 7:10 malam, lama perjalanan 1 jam 25 menit). Jatah bagasi : 15 kg/orang, meal & drink : pilih 1 dari 3 macam snack (burger/keripikA/keripikB), pilih 1 dari 3 macam minuman (teh/kopi/soda), tisu basah Hiburan : majalah, tidak ada audio video Pemilihan kursi : otomatis dipilihkan saat check in online/bisa request saat check in bandara Jenis pesawat : Boeing 737-800, On Time Performance : on time

anadolu-jet

Ini maskapai budget nya Turkish Airlines. Tanpa audio video di tiap kursi. Tarifnya murah 60 TL (250 ribu Rupiah) untuk perjalanan 1 jam 25 menit.

4. Turkish Airlines (http://www.turkishairlines.com)

Izmir Adnan Menderes – Istanbul Sabiha Gokcen (6 Nopember 2016, 12:40 siang, lama perjalanan 1 jam 5 menit). Jatah bagasi : 15 kg/orang, meal & drink : burger besar hangat, ada label katering Do&Co Turkey, bermacam pilihan minuman, tisu basah Hiburan : majalah, hanya video safety di overhead, Pemilihan kursi : otomatis dipilihkan saat check in online/bisa request saat check in bandara Jenis pesawat : Boeing 737-800, On Time Performance : on time

turkish-airlines

Turkish Airlines adalah maskapai terbaik di Eropa versi Skytrax 2016 (ke 6 kali berturut-turut) dan no 8 dunia. Maskapai full service yang mirip fasilitas nya dengan Garuda Indonesia. Tapi overexpected, ternyata tidak ada audio video on demand.

Buat yang ke Eropa atau tempat lain dengan transit di Istanbul Ataturk ada free tour Istanbul termasuk makan, syaratnya penumpang Turkish Airlines, membayar visa Turki via online 25 USD atau go show 35 USD lalu ke hotel desk yg ada di kedatangan internasional, tur ini tidak bisa dipesan alias go show. Saya rasa worth it, karena makan di restoran + tur jalan jalan Istanbul jauh lebih mahal dari visa Turki yang dibayarkan (lihat http://www.istanbulinhours.com)

5. Pegasus (https://www.flypgs.com)

pegasus-web

Istanbul SAW-Ankara (8 Nopember 2016, 11 siang)

Istanbul Sabiha Gokcen-Ankara Esenboga (8 Nopember 2016, 12:10 siang, lama perjalanan 1 jam 5 menit).Jatah bagasi : 15 kg/orang, meal & drink : tidak ada, tapi menu lengkap bisa dipesan dengan harga sekitar 100 ribu dari katering Do&Co Turkey, enak sekali rasanya, Pemilihan kursi : otomatis dipilihkan saat check in online, bayar kalau pilih sendiri, Jenis pesawat : Boeing 737-800, On Time Performance : on time

Ankara Esenboga-Istanbul Sabiha Gokcen(8 Nopember 2016, 8 malam, lama perjalanan 1 jam 5 menit).Jatah bagasi : 15 kg/orang, meal & drink : tidak ada, tapi menu lengkap bisa dipesan dengan harga sekitar 100 ribu dari katering Do&Co Turkey, enak sekali rasanya, Pemilihan kursi : otomatis dipilihkan saat check in online, bayar kalau pilih sendiri, Jenis pesawat : Boeing 737-800, On Time Performance : on time

pegasus

Ini adalah Lion nya Turki, ada dimana-mana, tapi metode promo tiketnya seperti Air Asia, suka banting harga, hal ini umum tampaknya untuk low cost carrier Eropa (Ryan Air, Germanwings, Easyjet, Thomas Cook, Vueling dll). Spektakuler nya kami dapat tarif 29 Lira Turki (125 ribu Rupiah) untuk Istanbul-Ankara, dan sebaliknya. Kami belum pernah dapat tiket semurah ini. Meski murah, mereka kasih bagasi gratis 15 kg.

Apabila dihitung biaya/jam perjalanan maka rata-rata tarifnya 250 ribu per jam. Contoh

– Malindo Bandung-KL = 500 ribu/2 jam = 250 ribu/jam

– Qatar  Airways KL-Doha-Istanbul = 2,9 juta/12,5 jam = 240 ribu/jam

– Anadolujet Istanbul-Kayseri = 250 ribu/1,5 jam = 170 ribu/jam

– Turkish Airlines =360 ribu/1 jam

– Pegasus Istanbul-Ankara = 125 ribu/1 jam

Terlihat murah sekali naik pesawat di Turki, khususnya untuk low cost carrier, padahal BBM di sana 4,2 TL (18 ribu Rupiah)/liter. Bagaimana mengaturnya? 

Turki 2016 : Jumlah Langkah Kaki dan Jarak Tempuh Selama Liburan

Tag

, , , , , , , , , , ,


Selama liburan 29 Oktober-11 Nopember 2016 ini, saya membawa gelang Xiaomi Band untuk mengukur jumlah langkah kaki, lama perjalanan, jarak tempuh dan jumlah kalori. Tidak semua tercatat, karena ketika masuk bandara harus melepas semua gelang dan perangkat yang menempel di tubuh. Meski begitu, data berikut mencerminkan betapa jauh kami melangkah🙂 selama liburan ini. Secara umum, kami menggunakan transportasi umum yang tersedia, seperti tram, metro, fery, bus dan tentunya pesawat. Namun dari perhentian kendaraan umum ke lokasi wisata seringkali jauh.

Rekor terjauh terjadi pada hari Senin, 7 Nopember 2016 dimana kami selain ke kantor pos pusat yang ada di Sirkeci, kami juga ke miniaturk. Ditempat ini mengelilingi semua miniatur bangunan penting di Turki. Lalu ke masjid Mihrimah Sultan dan Museum Chora yang keduanya cukup jauh dari halte bus dan tram, otomatis menamba jarak tempuh. Kemudian ke Panorama 1453 yang cukup luas. Dan satu lagi ke Gulhane Park, lalu beli balik ekmek di dermaga Eminonu dan ke Spice Bazaar membuat jumlah langkah jalan kami 19312 langkah~3 jam 53 menit~13,3 km~ dan membakar 470 kalori. Jalan-jalan yang menyehatkan🙂

rekapitulasi-jalan-kaki

Turki 2016 (14) : Transit di KLIA, Naik Malindo Air Lagi

Tag

, ,


Jumat, 11 Nopember 2016

Kami tiba di KLIA pukul 7.45 pagi. Di sini masih agak gelap. Harap maklum, meski lebih di barat Bandung/Jakarta, waktu di KualaLumpur lebih cepat 1 jam dari Waktu Indonesia Barat. Dari pintu kedatangan di terminal satelit C harus menggunakan aerotrain menuju terminal bangunan utama yang ada imigrasi dan tempat pengambilan bagasi. Imigrasi lancar, dan petugas hanya tanya “transit ya?bila nak terbang lagi?” jawab, lalu scan dua telunjuk, cap stempel masuk Malaysia. Pengambilan bagasi di carousel C, dimana satu-satunya carousel di KLIA yang berbentuk C, mungkin khusus buat penerbangan pesawat besar dengan penumpang banyak. Satu jam dari kami mendarat, akhirnya bagasi di tangan kami dengan selamat. Kami tak perlu mengurusnya di Doha karena Qatar Airways yang mengurusnya. Sedangkan KLIA-Bandung ini kami harus keluar imigrasi dan mengurus sendiri karena ganti maskapai. Kami tak mau berleha-leha di KLIA dan segera ke meja check in Malindo di lantai 5. Meski baru jam 9 kami sudah bisa memasukkan bagasi, lalu ke imigrasi keberangkatan dan masuk ruang tunggu H10. Kami kira H10 ada di terminal satelit dan harus menggunakan aerotrain, begitu sampai di terminal satelit kami bengong, cuma ada ruang tunggu C, ternyata H10 dan lainnya menempel pada bangunan utama. Balik lagi ke bangunan utama pakai aerotrain. Ruang tunggu H10 ada di ujung, melewati ruang tunggu H2 dengan pandangan liar kuli yang akan pulang ke India. Malaysia dan Singapura memang banyak pendatang dari India yang mengisi buruh kasar sektor infrastruktur dan perkebunan. Kami sempat rebahan di depan ruang tunggu H10 yang cukup nyaman selama se jam, hingga akhirnya tahu kalau ruang tunggu Malindo ke Bandung di pindah ke C16, artinya kami harus balik lagi dengan aerotrain menuju terminal satelit tadi. Ok, kami ke sana. Bandara KLIA sangat besar dan modern. Satu pesawat kami adalah anak-anak sekolah dari Kelantan, wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Thailand. Mereka terkesan takjub dengan KLIA dan bangga menjadi orang Malaysia.

Tepat pukul 11.40 kami boarding, pesawat Malindo memang sangat mirip dengan Batik Air, karena nama internasional nya adalah Batik Air Malaysia. Kami pilih kursi no 4B dan 4C yang ternyata baris pertama di kelas ekonomi. Audio Video nya ada di dinding, sehingga kami bisa nonton bareng di penerbangan ini. Dipinjamkan headset untuk menonton. Saya putar film Spy yang belum selesai saya tonton waktu berangkat ke KLIA 14 hari yang lalu.Lucu sekali filmnya. Ada pembagian 2 Snack dan 2 minum seperti waktu berangkat. Roti sosis dan roti kukus adalah snack nya. Air gelas kemasan dan pilihan lain (teh, kopi, jus) adalah minumannya. Ada juga colokan USB untuk mengisi baterai gadget. Dua jam penerbangan adalah singkat dibandingkan penerbangan sebelumnya. Mendekati Bandung, hujan disertai petir cukup mengguncang guncang pesawat. Tetapi ketika di atas Cimahi, langit cerah dan terlihat atap rumah penduduk.

Dari bandara ke rumah naik taksi bandara dengan tarif 70 ribu Rupiah. Maka berakhir pula perjalanan sangat mengesankan 2 pekan ini. Saatnya istirahat untuk memulihkan tenaga dan menghadapi tantangan selanjutnya.

Biaya hari ke 14 :

  • Malindo Air Kuala Lumpur Bandung = 2x Rp 550k = Rp 1,1 juta
  • Taksi Bandara + parkir = Rp 72k——————————————————————————————————————Total Rp 1,172 juta

Turki 2016 (13) : Good bye Turkey, Transit Doha

Tag

, , , , , , , ,


Kamis, 10 Nopember 2016

Bertepatan dengan hari pahlawan di Indonesia, hari ini kami balik ke Indonesia transit Doha dan Kuala Lumpur. Tak tanggung-tanggung ya 2 hari perjalanan di pesawat. Penerbangan ke timur terhitung boros waktu, karena kecepatan pesawat dibantu oleh perputaran bumi. Misalnya berangkat dari Doha pukul 19.45. Sampai Kuala Lumpur pukul 7.45 pagi. Padahal dengan penerbangan normal yang 7 jam, harusnya pukul 2.45 dinihari sudah sampai. Ini adalah salah satu tanda bumi bulat dan berotasi. Kami sarapan di hotel jam 8 pagi, dengan menu lengkap seperti hari-hari sebelumnya, ada menu ala Turki, dan scramble egg+sosis ayam+roti. Sempat juga ambil beberapa teh dan kopi, mengingat ini hari terakhir kami di Turki.

teh-dan-kopi-turki

teh dan kopi turki

Kami bayar hotel dan check out jam 8.45, lalu ke halte tram Gulhane menuju halte tram Zeytinburu untuk beralih ke metro M1a menuju bandara Ataturk. Menggunakan kartu Istanbulkart lebih murah daripada menggunakan jasa antar hotel/travel. Perbandingannya menggunakan Istanbulkart = 2 orang* 2 kali tap kartu*2.15 TL = 8.6 TL. Sedangkan menggunakan jasa antar 2*5 Euro = 10 Euro = 34 TL. Tram berhenti sejenak jam 9 di salah satu stasiun, sempat tegang, ada pengumuman dari masinis dalam bahasa Turki yang tak kami mengerti, tram berhenti sekitar 5 menit semua orang terdiam, kami kira ada apa. Ternyata hari ini tanggal 10 Nopember ada peringatan meninggalnya pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Bersamaan dengan hari pahlawan di Indonesia. Pergantian dari tram ke metro di Zeytinburu cukup nyaman, naik eskalator, belok kiri, ada lift (buat yang bawa koper), turun. Rute ke bandara penuh, seperti KRL Commuter pada jam kerja. Sesampai stasiun Ataturk, belok kanan, masuk ke bandara, lalu naik menggunakan lift ke departure area, departure area ini modern layaknya bandara baru di Indonesia. Ada 2 kali scan bawaan, yaitu ketika mau masuk ruang check-in dan ketika mau masuk ruang tunggu. Penjagaan terlihat ketat tentara dan polisi di semua bandara Turki yang kami singgahi.

Check-in buka 3 jam sebelum keberangkatan. Seperti di semua negara, Turkish Airlines-flag carrier Turki punya counter paling banyak di sini. Kami yang naik Qatar Airways ada di deretan F. Proses check-in lancar, lanjut ke ruang tunggu, dimana kami habiskan sisa Lira Turki di sini (kalau di negara lain kurang populer, sehingga kurs nya jatuh). Ada duty free yang menggunakan mata uang Euro sebagai pembayaran nya. Boleh juga pakai Lira Turki dan USD, tapi dikonversikan dulu dari Euro. Ruang tunggu cukup bagus dan modern. Ketika kami masuk, ada pesawat Saudia berangkat. Lalu berganti dengan Qatar Airways. Tertulis boarding pukul 12.25, tetapi aktualnya boarding pukul 12.55. Ada koran gratis buat penumpang. Anehnya semua berbahasa Turki. Seperti Daily Sabah, sangat tebal 80 halaman, kertas korannya putih mengkilap. Bahasannya politik, ekonomi, gaya hidup dan olahraga. Tertulis harganya 1 TL saja. Mungkin di support iklan.

Pesawat yang digunakan menuju Doha adalah Airbus A330-300 yang sudah agak tua. Tua atau muda nya pesawat bisa dilihat apakah ada colokan USB. Di sini tidak ada. Audio Videonya juga masih kotak kaku. Tapi hiburan nya Oryx One adalah salah satu hiburan pesawat terbaik dunia, ada 3 ribu pilihan hiburan, dan 100 film blockbuster terutama Holywood. Penerbangan ini agak sepi, kami duduk di 11 A&B, sedangkan 11 C,D,E,F kosong. Ada penumpang pindah dari kursi lain dan menjadikannya tempat tidur setelah selesai menikmati makan siang. Saya juga pindah ke kursi 10 D dimana no 10 adalah kursi terdepan kelas ekonomi, dimana area kaki lebih luas, layar hiburan audio video nya juga seperti kelas bisnis. Kursi 10 C-F juga kosong, tapi ada sekat antar kursi yang tak bisa diangkat karena ada perangkat audio video lipat di situ. Makanan dan minuman yang disajikan persis seperti waktu berangkat dari Doha ke Istanbul. Perpaduan makanan Eropa dengan Arab. Enak sih. Karena sudah mendaftar privilege Qatar Airways, saya didatangi supervisor penerbangan saat itu, Manuel. Kurang lebih dia bilang “saya Manuel, supervisor penerbangan ini, selamat datang kembali di penerbangan Qatar Airways, terimakasih sudah bergabung, silakan kontak saya agar penerbangan anda nyaman”. Tak usah panggil Manuel juga sudah nyaman kok, pramugari dengan ramah dan cekatan melayani penumpang, sekalipun kelas ekonomi. Mereka bolak balik menawarkan minum. Saya 2 kali minum tambahan jus dan 1 kali minum tambahan air putih. Padahal saat makan sudah dikasih jus jeruk + air putih + air minum kemasan saat makan. Mungkin karena sepi, persediaan mereka berlebih. Nyaman sekali bisa nonton film sambil minum di pesawat. Toilet pun tak perlu antri. Ketika mendekati Doha matahari mulai tenggelam, siluet Sunset yang menakjubkan terlihat saat itu, berpadu dengan gelapnya teluk Persia, lalu berangsur dengan api kilang minyak, gemerlap lampu kampung kampung di Qatar, gemerlap gedung kota Doha, akhirnya mendarat di bandara Hammad international airport yang sangat luas.

Tak ada waktu berleha-leha di sini, karena dari pintu kedatangan menuju area transit makan waktu setengah jam pakai jalan cepat. Keriuhan terjadi di pemeriksaan bawaan menuju area transit dimana semua orang dari semua penerbangan terkumpul. Ruang tunggu kami C13 berada cukup jauh dari pusat terminal yang ditandai boneka raksasa. Untung ada travelator. Saya isi ulang air minum di sini, dimana seperti bandara kelas dunia lain, biasanya tersedia water refill di antara toilet pria dan wanita. Lalu menuju ruang tunggu yang mulai dipadati penumpang. WIFI di sini free unlimited, tidak seperti di bandara-bandara Turki dan yang lain yang dibatasi 2 jam dan harus memasukkan kode rahasia via nomor telepon kita. Pukul 19.00 mulai boarding. Penerbangan kali ini penuh tak bersisa kursi satu pun, terlihat saat check in online semua kursi sudah terbooking. Jadi kami pasang posisi dekat pintu boarding agar bisa segera masuk pesawat dan bisa menaruh barang bawaan pertama kali. Rute ke KL ini sangat penuh turis. Ada bapak ibu lansia dari Perancis yang berada di seberang kami bolak balik minta sampanye, wine, dressing untuk salad. Pramugara yang melayani sabar dan ramah. Hiburan audio video juga sangat banyak, namun karena lelah, TV yang menonton kami tidur dengan masih memakai headset. Hingga 5 jam kemudian bangun tepat saat ada pembagian kotak snack dan minum persiapan mendarat yang isinya roti ayam dan cupcake rasa strawberry. Kalau kami tidak bangun, mungkin kelewatan pembagian snack ini seperti waktu KL-Doha 11 hari yang lalu. Hahaha

Biaya hari ke 13 :

  • Tram Gulhane-Zeytinburu = 2×2.15 TL=4.3 TL (19k Rupiah)
  • Metro Zeytinburu-Ataturk Airport = 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Belanja di duty free Ataturk Airport
  • Qatar Airways Istanbul-Doha-KL = 2×2.9 jt Rupiah = 5.8 jt Rupiah————————————————————————————–Total 6,18 jt Rupiah

Turki 2016 (12): Berkunjung ke Istana Topkapi & Harem, Museum Sains dan Teknologi Islam, Museum Seni Islam dan Turki, Pierre Loti/Eyup Sultan, Fatih/Carsamba Pazari

Tag

, , , , ,


Rabu, 9 Nopember 2016

Tema hari ini adalah mengunjungi tempat penting, sekaligus menghabiskan jatah kunjungan kartu museum pass. Sayang kalau dilewatkan. Karena dengan pass ini tak perlu lagi bayar tiket masuk Topkapi 40 TL, Harem 25 TL, Museum Sains & Teknologi Islam 10 TL, dan Museum Seni Islam & Turki 20 TL. Total senilai 95 TL. Tempat-tempat ini luar biasa menurut saya. Topkapi adalah pusat kerajaan khalifah Turki Usmani. Sedangkan Harem adalah tempat tinggal istri&permaisuri Sultan. Kemudian Museum Seni Islam & Turki. Di sini juga ada reruntuhan bekas hippodrome yang ditengahnya menjulang tugu2 yang tersisa saat ini. Kemudian Museum Sains dan Teknologi Islam berada di dalam Gulhane Park, berisi penemuan ilmuwan Islam yang berperan besar menjadi dasar bagi ilmu pengetahuan modern saat ini. Akses ke Topkapi bisa melalui museum Arkeologi (kami kunjungi hari Selasa, seminggu sebelumnya) yang pintu masuknya persis di samping Gulhane Park. Jadi tak perlu jalan jauh setelah dari museum Sains dan Teknologi Islam. Kami sarapan dulu sampai kenyang karena perkiraan malam baru pulang.

Kunjungan pertama ke Museum Sains dan Teknologi Islam yang berada di taman Gulhane. Tempat ini dulunya adalah kandang kuda Topkapi Palace, dan bekas kandangnya masih bisa dilihat saat berkunjung ke dalam museum ini. Tahun 2008 diresmikan oleh perdana menteri Recep Tayyip Erdogan.Museum ini menyimpan 140 replika penemuan abad 8 sampai 16 dalam bidang astronomi, kimia, geografi, survey, optik, pengobatan, arsitektur dan teknologi perang.

Kami paling lama di Topkapi, dari jam 10 sampai 2 siang. Kami mulai mengunjungi bagian depan yang berupa taman dan tempat pembelian tiket masuk dan pintu masuk. Ada tiga bagian : – bagian pertama : dekat pintu masuk saat ini digunakan menyimpan senjata, dulu adalah tempat sultan menyambut tamu. Berikutnya adalah dapur dan pabrik permen yang mungkin luasnya seluas lapangan futsal yang terbagi menjadi beberapa ruangan, ada peralatan dan peralatan saji dari zaman 1400-an sampai 1800-an. Perlengkapan masak ini  (panci, teko, piring, gelas, sendok, garpu dll) bisa menunjukkan perkembangan teknologi per dapuran saat itu. Koleksi keramik China nya juga sangat cantik dan utuh, ada keramik porselin untuk sultan yang akan berubah warna jika ada zat beracun dalam makanan. Dapur ini digunakan untuk memasak 800-1000 porsi per hari. Berikutnya : – bagian ke dua, ada ruang konsultasi sultan dengan menteri, gubernur atau duta besar. Dan ada juga ruang sultan beserta keluarganya, ada ruang untuk menyimpan 3000 pakaian kerajaan, dan satu lagi imperial sofa yang dibangun sultan Murat 4 pada tahun 1634 sebagai perayaan merebut Bagdad Iraq.- Bagian ke tiga : ada benda peninggalan nabi Muhammad SAW seperti jenggot, salah satu gigi, 2 pedang, jubah dari kulit unta. Ada juga orang yang membaca Al-Quran terus menerus di salah satu ruangan. Berikutnya adalah bagian paling belakang, dengan pemandangan selat Bosphorus. Ada kafe yang dilengkapi toilet dan juga ada mushola. Di sini kami sholat qashar Dzuhur dan Ashar serta makan siang nasi yang kami masak di hotel. Di istana Topkapi ini untuk ruangan koleksi ada larangan mengambil gambar. Sedangkan ruang umum boleh saja. Ada toko souvenir resmi yang menjual barang dengan diskon gila-gilaan (low season) salah satunya buku panduan wisata top 10 Istanbul terbitan DK eyewitness travel dihargai 8 TL dari harga bandrol 55 TL. Sekitar jam 2 kami ke Harem, tempat tinggal para istri dan permaisuri sultan. Tempatnya tertutup, luas dan sedang di renovasi. Biaya terpisah dari tiket Istana Topkapi.

Dari Harem kami jalan melewati Hagia Irene dan Hagia Sophia, lalu ketemu Arasta Bazaar. Magnet kulkas di toko yang ada di sini rata2 dijual 3 TL (di lapak Eyup lebih murah 5 TL dapat 2. Dari Arasta Bazaar kami ke Museum Seni Islam dan Turki yang juga luar biasa display dan isinya. Sukar dikatakan dengan kata-kata lah. Spektakuler. Bangunan ini awalnya tempat tinggal Ibrahim Pasha-menantu sultan Sulaiman pada abad 16, yang dibangun dari 1493-1536. tempat ini menyimpan koleksi 1300 tahun keberadaan Islam di dunia. Menyimpan 40 ribu artefak abad ke 7 hingga sekarang, dengan menampilkan fine art, kerajinan dan kehidupan rumah tangga Turki dari zaman nomaden hingga modern sekarang.

Puas di museum, kami ke halte tram Sultanahmet menuju Eminonu, naik bus no 99A rute Eminonu-Gaziosmanpasa ke Eyup Sultan. Di sana tempat berziarah orang Turki. Dan dari situ bisa ke Pierre Loti, tempat paling bagus melihat Golden Horn dengan jalan kaki melalui makam Eyup. Sebaiknya naik kereta gantung/teleferik saja, tak mahal, hanya 2.15 TL pakai Istanbulkart, dengan pemandangan sekitar. Di sini sering dikatakan tempat terbaik untuk melihat kecantikan pemandangan Golden Horn. Setelah duduk, mengagumi keindahan pemandangan, menikmati semilir angin dan berfoto, untuk meringkas waktu kami turun menggunakan teleferik/kereta gantung. Lalu jalan lagi ke Eyup melewati lapak penjual oleh-oleh dan pashmina. Harga di sini agak murah. Jalan terus sampai kompleks Eyup, banyak orang berdoa sambil berdiri di sini. Selain peziarah juga banyak orang yang sekedar duduk di sekitar air mancur untuk menikmati pemandangan orang lalu lalang. Banyak cafe dan fast food ada di sini, termasuk Burger King dan Simit Sarayi. Puas di sini, kami lanjutkan ke Fatih, dimana ada masjid Fatih dan pasar Rabu (Carsamba Pazari).

Agak sulit mendapatkan bus yang longgar, selalu penuh pada jam 5 sore dimana banyak orang bersamaan pulang kerja. kami kesasar bus. Sebagian besar orang Turki memang ramah, ketika kami bingung, ada bapak-bapak tanya “mau kemana?”, “Fatih”, “Bus ini tidak ke Fatih, kebalikannya”. Langsung saja kami siap turun diperhentian berikutnya. Ternyata halte tempat kami turun ini ada di bawah Teleferik Piere Loti. Nah dari sini ke Fatih bis nya kosong, karena memang di sini adalah start bis no 86 V Eyup Sultan-Vezneciler yang melalui Edirnekapi tempat gereja Chora dan daerah Fatih sebelum akhirnya berhenti di Vezneciler dimana kampus Universitas Istanbul berada. Tak rugi kami datangi Fatih ini. Kami kira masjid dengan taman, ternyata dikelilingi pertokoan modern di pinggir jalan. Masjid sangat besar dan megah. Masjid ini dibangun oleh sultan Mehmet 2 sebagai rasa syukur atas kemenangan merebut Konstantinopel pada 1453. Arti Fatih sendiri adalah Sang Penakluk. Meski sudah ratusan tahun (direnovasi ulang di tahun 1800-an setelah rusak akibat gempa tahun 1788), masih lebih bagus dari masjid baru. Kami hanya memfoto dari luar saja masjid ini. Lalu ke Pasar Rabu (Carsamba Pazari) yang spektakuler ramainya. Harga anggur merah maupun hijau tanpa biji 4 TL (17 ribu Rupiah)/kg. Murah banget kan. Belum lagi buah lainnya seperti pir dan delima. Telur juga 4 TL (17 ribu Rupiah)/kg, kalau beli satu rak ada diskon. Perlengkapan musim dingin juga murah, seperti sarung tangan 5 TL dapat 3. Tapi ada juga pisang yang merupakan produk impor 6 TL/kg, meski mahal tetapi ramai peminatnya. Kami di sini sejak Maghrib sampai jam 8 malam. Di sini kami juga belanja di supermarket untuk beli oleh-oleh. Saat pulang, kami menemukan pengungsi Suriah yang seumuran dengan kami dengan 2 anaknya yang masih balita, sedang mengemis, kasihan betul. Kami menyumbang, sementara orang Turki yang kebetulan lewat memberikan roti. Kami naik bis dari halte Fatih. Bus yang kami tumpangi no 37E rute Yildizplaza-Eminonu. Kami turun di Karakoy yang dekat ke stasiun tram. Kami sempat tidak bisa turun, meski sudah pencet tombol berhenti sopir tidak membuka pintu tengah tempat turun-mungkin tombol sedang rusak. Syukur ada ibu-ibu teriak dalam bahasa Turki, yang mungkin artinya “ada yang mau turun, bukain dong pintunya !!!”, terimakasih Bu. Di Karakoy kami top up dulu Istanbulkart di toko kelontong yang dijaga pemuda gagah dan ganteng-yang mungkin di Indonesia bisa jadi aktor, buat transport tram ke Gulhane dan tram+metro besok ke bandara. Paling nyaman naik tram/metro/ferry, pasti jadwalnya dan bebas macet. Sebelum masuk hotel kami belanja lagi oleh-oleh di minimarket tradisional depan hotel. Entah karena salah pilih beli barang mahal (terutama kopi) atau kena scam, dengan uang yang sama kami hanya dapat satu plastik kresek, sedangkan di supermarket di Fatih tadi dapat 3 kresek belanjaan. Minimarket ini tidak menempelkan harga barang, harus tanya harga sebelum beli. Kami sempat ditanya dari mana, dan bapak ini cerita kalau ada turis Indonesia beli 4 dus kopi Mehmet Cahvesi. Sampai hotel kami sempat masak manti yang baru kami beli di supermarket tadi menggunakan rice cooker. Lumayan enak rasanya seperti siomay isi daging, cocok dengan sambal sachet yang kami bawa dari Indonesia.

Biaya hari ke 12 :

  • Museum Sains & Teknologi Islam = 2x 10 TL = 20 TL (include in Museum Card)
  • Topkapi & Harem = 2 x(40+25)= 130 TL (include in Museum Card)
  • Beli magnet kulkas di Arasta Bazaar
  • Museum Seni Islam & Turki = 2x 20 TL (include in Museum Card)
  • Tram Sultanahmet-Eminonu = 2×2.15 TL= 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Bus Eminonu-Eyup =4.3 TL (19k Rupiah)
  • Teleferik Eyup-Piere Loti pp = 2x2x2.15 TL= 8.6 TL (38 k Rupiah)
  • Bus Eyup-Teleferik (nyasar) = 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Bus Piere Loti-Fatih = 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Belanja di pasar dan supermarket area Carsamba Pazari
  • Bus Fatih-Kadikoy = 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Tram Kadikoy-Gulhane = 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Belanja di minimarket depan hotel Erboy ——————————————————————————————————-Total = 152k Rupiah (hanya transportasi saja, tidak termasuk beli oleh2 + tiket museum yg sudah tercover di Museum Card)

Liburan 2016 (11) : Mengunjungi Ankara

Tag

, , , , , ,


Selasa, 8 Nopember 2016

Agak ngebut pagi ini, kami masak nasi buat bekal, dan bersiap mengejar jadwal pesawat jam 12.10 ke Ankara. Jam 7 kami sarapan buffet ala Turki dan barat yang lezat, ketemu pakcik makcik Malaysia beserta 2 putrinya.

Untuk meringkas perjalanan, kami naik tram dari Gulhane-Eminonu, kemudian disambung feri 15 menit dari Eminonu-Eropa ke Kadikoy-Asia. Dari sini lanjut lagi naik bus Havatas 10 TL ke Sabiha Gokcen Havalimani (SAW Airport). Kami sampai bandara sudah jam 10.30. Karena sudah check in online, kami tinggal cetak boarding pass di mesin yang tersedia. Karena tas pakaian dll kami simpan di hotel, perjalanan ke Ankara ini kami hanya berbekal backpack berisi paspor, duit dan buku panduan serta nasi dan lauk yang kami masak di kamar hotel tadi.

Perjalanan ke Ankara dengan pesawat Pegasus ini kami tempuh 1 jam saja. Serupa dengan Air Asia, Pegasus ini termasuk low cost carrier. Makanan, pilihan kursi, bagasi bayar.  Kami makan siang di pesawat dengan menu produk Do&Co (sama dengan katering Turkish Airlines) yaitu Caesar salad dan mung bean. Caesar salad ini berisi 5 irisan ayam panggang, mayones, dan semangkuk plastik full sayuran, enak dan menyegarkan. Sedangkan mung Bean adalah masakan khas Turki yang berisi kacang hijau dibumbui paprika dan rempah-rempah ala Turki, ditambah roti dan sebotol mini minyak zaitun, enak kata istri saya. Pukul 13.00 pesawat mendarat mulus di Esenboga Airport (ESB). Seperti bandara sebelumnya, bandara ini juga baru dan kelihatan anggun. Mayoritas bandara di Turki yang saya temui (Sabiha Gokcen Istanbul, Adnan Menderes Izmir, Esenboga Ankara) bagus dan megah, mirip Kualanamu Medan, kecuali Erkilet Kayseri yang kecil dan Ataturk Istanbul yang sudah out of date.

Tujuan kami hanya satu, yaitu ke Musoleum Anitkabir, dimana ada makan Ataturk dan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Turki dan tentunya melibatkan Ataturk. Untuk menuju ke lokasi kami pertama naik bus Belko no 442 tujuan Kayzali, tarifnya 10 TL, lanjut ke Anadolu/Tandogan memakai MRT/subway rute hijau yang ke arah ASTI. Tarifnya 4 TL. Perhentian terakhir bus ini ada di samping terowongan MRT Kayzali. Pemandangan Ankara berbeda dari Istanbul. Di Ankara lebih modern, seperti Singapura atau Kuala Lumpur. Sedangkan Istanbul lebih klasik dan berkarakter.

Keluar dari terowongan MRT Anadolu, ambil belok kiri, lebih bagus kalau punya akses data biar tahu lebih tepat lokasinya. Sebenarnya tinggal lurus saja, bisa langsung tiba di gerbang. Buat yang bawa backpack, sebaiknya backpack di simpan di sini, barang berharga sebaiknya dibawa. Di dekat pos ini ada mesin minuman dan snack yang harga jualnya termasuk murah, seperti Caprisonu dan air 1 TL, teh kaleng rasa peach Lipton 2 TL, Snack asin dan manis 1 TL. Dari gerbang ke patung singa dengan 10 tentara, berjarak 1 km, baru setelah itu tiba di lapangan luas dengan gedung utama berupa makam dan disampingnya museum. Museumnya sendiri saya rasa sangat spektakuler, betapa tidak, meski gratis, menampilkan semua barang pribadi Ataturk, bahkan AlQuran mini hadiah Ataturk ke adik perempuan nya juga ada. Walau agak kontroversial dengan tudingan Ataturk ini yang meruntuhkan kekhalifahan Usmani, tetapi dari museum ini yang menampilkan diorama dan sejarah Turki, tertulis bahwa pada 1920 melalui perjanjian Sevres khalifah sudah menyerah kalah dari sekutu Inggris, Italia, Yunani, dan Armenia dan mengkapling wilayah Turki untuk mereka, menyisakan sedikit saja. Tentara Yunani bahkan sudah mendarat di Izmir dan membunuh para lelaki dewasa, remaja sampai anak-anak di depan istri/ibu mereka. Generasi muda Turki yang dipimpin Mustafa Kemal Pasha menolak hal ini dan memberontak bersama rakyat Turki. Dan akhirnya berhasil. Sejak saat itu dia mendapat julukan Ataturk (bapak Turki) dan menghapus khalifah yang sebenarnya sudah tidak punya kekuasaan sejak perjanjian Sevres. Proses penghapusan ini berlangsung beberapa tahun, karena rakyat Turki masih mencintai khalifahnya. Sedangkan Ataturk merasa dia yang berjasa untuk bangsa Turki. Cukup worth it mengetahui sejarah Turki di sini dengan diorama spektakuler yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Dari Anitkabir ini bisa melihat pemandangan kota Ankara, karena posisinya ada di bukit. Taman jalan akses ke sini juga ditanami bunga yang cantik dan menarik. Kami sempat menyaksikan upacara penggantian tentara penjaga pada jam 3.30 sore. Dua setengah jam di sini, kami balik lagi dengan arah sebaliknya. Bus 442 yang ke bandara posisinya ada di seberang posisi datang tadi. Perjalanan selama 1 jam melalui kawasan modern yang mewah dengan apartemen dan masjid baru yang megah, ada foto presiden Erdogan pula, dan kami tiba di bandara pas jam 6 malam. Penjagaan sangat ketat di semua bandara, ada tank dan pemeriksaan berlapis, mengingat posisi dan beberapa kejadian sebelumnya.

Karena sudah check in online dan cetak tiket sejak di Istanbul tadi, kami langsung ke mushola untuk sholat, lalu masuk ruang tunggu 110 dimana Pegasus akan mengantarkan kami ke Istanbul malam ini.

Kami sudah pesan meatball dan chicken schnitzel. Rasanya super mantap, seperti masakan Indonesia. Bumbunya sangat terasa. Tertulis di kemasannya ada tulisan Do&Co Turkish, ini katering yang juga melayani Turkish Airlines dan Austrian Air. Selain menu utama, dilengkapi juga dengan roti/biskuit, salad dan puding. Chicken schnitzel dilengkapi setengah jeruk lemon, sedangkan meatbal dilengkapi minyak zaitun dan kemasan botol kaca mini. Menarik. Penerbangan yang seharusnya 1 jam ini bertambah 15 menit karena harus berputar menunggu giliran. Begitu mendarat di Sabiha Gokcen kami bisa segera keluar, karena tak ada bagasi. Untuk balik ke Kadikoy kami naik bus Havatas 10 TL, dan berhenti di beberapa tempat. Setengah ngantuk, sempat kepikiran serasa naik bus DAMRI bandara kalau di Jakarta.

Dari Kadikoy kami lanjut naik fery ke Karakoy, karena jam 11 malam sudah tidak ada yang ke Eminonu. Tak masalah, Karakoy dan Eminonu hanya terpisah oleh jembatan Galata, posisi stasiun juga berurutan (Setelah Karakoy adalah Eminonu). Dari stasiun Karakoy kami naik tram turun di Gulhane. Sholat lalu istirahat. Lelah sekali perjalanan ngebut hari ini. Setidaknya kami tahu kota Ankara, Museum Ataturk, dan bandara Sabiha Gokcen.