Mencari kontrakan tempat tinggal memang ada seninya. Itu setidaknya yang kurasakan. Meski di Banjarbaru punya lebih dari satu rumah, namun karena di Bandung belum punya satupun, ngeri ngeri sedap membayangkan jika harus terus menerus menginap di hotel yang cukup menguras kantong dan kurang privasi.
Dari ketidaknyamanan itu maka kami putuskan untuk mencari kontrakan dengan cara menyewa mobil berikut sopirnya. Kebetulan pula kami ber KTP luar Bandung, sehingga pemilik rental (Aegis 0818421235/081322241132) mengharuskan kami disopiri. Sewa mobil 12 jam 250 ribu, plus sopir 100 ribu, plus bensin (sesuai kebutuhan) sekitar 100 ribu, kami keliling Bandung. Di awal dengan keliling daerah Gegerkalong Hilir, terus ke KPAD (perumahan angkatan darat), surya sumantri, sukajadi, sarijadi, sekeloa, sadang serang, cikutra, antapani lalu break di warung ampera belakang gedung satu dan terakhir ke margahayu belum ada yang cocok. Kebanyakan rumah kosong tanpa isi dan pemiliknya tinggal jauh dari alamat tersebut. Di tengah kegalauan akhirnya muncul ide lempar request ke teman seangkatan S1 dulu. Ternyata beberapa orang menanggapi dan ada menawarkan propertinya. Dengan harga 2,5 jt/bulan full furnished di apartemen akhirnya saya ambil penawaran ini, kebetulan pemiliknya teman kuliah sehingga penghematan nya cukup besar mengingat marketing apartemen menawarkan sewa 4,5 jt/bulan. Sementara yang lain menawarkan rumah kosong 2 kamar tidur seharga 2,5 jt/bulan. Alhamdulillah, itulah nikmatnya punya relasi/teman, jam 6 sore beres sudah, kami manfaatkan sisa 3 jam untuk makan malam🙂