Tag

,

Ini adalah peristiwa langka dan mendebarkan. Peristiwa yang semoga menjadi pembelajaran yang berharga bagi traveler yang melalui imigrasi Malaysia dan Singapura di hari Senin pagi dimana orang mengawali pekerjaan setelah berakhir pekan.
Kami check out dari Tune Danga Bay Johor jam 5.30 subuh, naik taksi ke terminal Larkin,sarapan dan naik bis pada jam 6.15 pagi beli tiket SJE (Singapore Johor Express) seharga 3 Ringgit.karena lama nunggu akhirnya kami naik SBS yg berangkat jam 6.25 dengan tarif yang sama. Masuk imigrasi Malaysia di Bangunan Iskandar lancar. Saya lihat beberapa orang cuma menscan paspor nya tanpa cap-mungkin sudah langganan.turun nunggu SBS yg tnyata parkir di seberang.harus nyeberang jalan. Lanjut ke imigrasi Singapura yang cukup jauh dan stag dengan truk besar dan bus.sepeda motor juga bersliweran di jalur khusus.macam macet di Jakarta.Baru keluar imigrasi jam 8.15. Gila, kalo masalah macet, gak di Jakarta gak di imigrasi Singapura sama saja.Mulai deg degan karena check in pesawat Mandala ke Surabaya jam 10.25 pagi di tutup “stricly” jam 9.40. Rasakan leletnya SBS yang mampir tiap 200 meter halte,akhirnya turun saja di stasiun MRT Kranji.naik jalur utara ke arah Marina Bay.Bimbang dengan puluhan stasiun yang di singgahi, kukomando istri turun pindah MRT arah sebaliknya,turun di Jurong East. Nyambung lagi jalur East West turun di Tanah Merah ganti ke Changi. Sampai di terminal 2 sudah jam 9.40 tepat. Mengingat Mandala tempat check in nya di jalur 12 sambil lari-lari kami baru bisa mencapainya jam 9.45.Pasrah, karena sudah sepi alias sudah tutup tempat check in. Di ujung kepasrahan dan sudah ancang-ancang ke terminal 1 dimana Lion berada atau terminal 3 dimana Garuda parkir (cari tiket go show yang super menguras kantong), ternyata ada teriakan “last call for Mandala to Surabaya”.
Tidak ada yang menyambut kecuali kami,langsung lari ke arah suara dan dapat senyuman ” you’re lucky sir”.udah telat istri dapat kursi paling depan dan saya di kursi no 13 dimana itu adalah posisi pintu darurat yang lega. Kulihat di boarding pas no sequen ku 179 dan istri 180. Artinya kami penumpang terakhir di pesawat Mandala yang terisi 100% ini. Alhamdulillah, sujud syukur rasanya. Setelah itu antri masuk ruang tunggu, check bawaan yang ketat. Ikat pinggang n sepatu yang ada logamnya harus di lepas.laptop pun harus dikeluarkan dari tas. Agak ribet dan mengkhawatirkan kalau lupa mengambil kembali.
Pesawat terbang tepat waktu, tahu tahu sudah terbang di atas Batam, Sumatra dst. Jam 11.50 WIB mendarat di Bandara Juanda Surabaya. Keadaan pesawat Mandala ini istimewa, baru, lega, dan bersih. Seragamnya sama persis dengan Tiger yang kami naiki waktu berangkat, bedanya pramugara/i nya Mandala orang Indonesia, penjualan makanan minuman serta souvenir dalam Rupiah. Sedangkan di Tiger dalam Dollar Singapura. Beda mata uang ternyata beda harga juga. Untuk makanan berat di Mandala dihargai 39 ribu Rupiah, sedangkan di Tiger diharga 10 Dollar Singapura (78 ribu Rupiah). Semoga Mandala berjaya dan selalu penuh penumpangnya, sebagai alternatif yang lebih nyaman dari Air Asia dan Lion Air yang saat ini sempit kursinya.

Kesimpulan dan Saran :

Ternyata spare waktu 3,5 jam tidak mencukupi untuk mengejar pesawat yang terbang di Changi dari Johor, terutama pada hari Senin pagi. Untuk penerbangan pagi sebaiknya menginap di Singapura. Contoh diatas, bus berangkat dari terminal Larkin Johor jam 6.25 pagi, lewat imigrasi (menyeberang melalui jembatan ke Singapura), naik MRT, sampai di counter check in 12 terminal 2 Changi jam 9.45 pagi. Terlambat 5 menit (check in stricly closed 45 minutes before departure) untuk penerbangan jam 10.25 pagi (contoh : Mandala ke Surabaya).