Tag

, , , , , , ,

Senin, 31 Desember 2012

Ini adalah hari terakhir di tahun 2012. Kami berencana menikmati hari ini dengan wisata kota Mataram untuk  membeli oleh-oleh makanan rumput laut di Phoenix jalan Gede Ngurah, kaos Cidomo di Jalan Adisucipto, nasi Puyung di Jalan Sriwijaya dan melihat sunset terakhir 2012 di Pantai Senggigi. Sarapan jam 9 pagi, menu simple,nasi putih denga capcai, lauk ayam pelalah (ayam pedas), kedelai goreng dan bawang merah goreng. Minum jus jeruk, desert buah potong.porsi jumbo

Meski di kota, mencari lokasi yang kami tuju tidak mudah, kami tersasar beberapa kali. Pertama toko oleh-oleh Phoenix, ternyata merangkap pabrik. Kami tak yakin ada toko di situ. Ternyata di rumah berpagar dan ada plang bertulis Phoenix Store- mirip pabrik, disitu ada tokonya. Yang dijual aneka produk rumput laut, madu Sumbawa, aneka keripik, trasi Lombok, kerupuk, abon, mente, kacang wijen dll. Lengkap sekali. oleh oleh phoenixSejam di situ kami lanjut ke Cidomo yang waktu tempuhnya 15 menit. Dari ujung tenggara ke ujung barat laut kota Mataram. Yang dijual kaos berbagai ukuran dan sandal. Sayangnya ukuran paling besar hanya XL, bahan sedang, harga kaos relatif murah 60-65 ribu dan sandal desain Cidomo 25 ribu/pasang. Desainnya bagus-bagus berciri khas Lombok.desain kaos cidomokaos khas lombok

Acara selanjutnya mencari makan siang nasi Puyung di jalan Sriwijaya. Browsing di internet katanya posisi warung yang menjual nasi Puyung Balap Inaq Isun (best and original puyung) di depan hotel Grand Legi di samping Mataram Music. Berputar 3 kali tak ketemu juga akhirnya putaran ke 3, jalan pelan2 kami temukan tempat ini. Tempat dan papan namanya tidak menonjol, pantas saja susah carinya. Mengenai nasi Puyung, lauknya ada ayam suwir yang sebelumnya dibumbui mirip ayam panggang lodho super pedas, semacam serundeng lezat dan kedelai goreng.nasi puyung pedas Mantaps. Istri tak berani makan pedas hanya pesan soto ayam. Minum susu cokelat untuk menetralkan pedasnya nasi puyung sedangkan istri minum teh tawar hangat. Total 24 ribu. Komentar istri  “ di Mataram, makanan kok gampang sekali enak dan murah, hanya advertising dan informasi nya saja kadang kurang update”.daftar makanan Puas makan di sini, kami balik ke hotel untuk istirahat dan mandi, mengingat siang itu lembab setelah hujan sehingga membuat badan terasa lengket.

Sekitar jam 3 kami jalan lagi kea rah Pantai Senggigi. Jalur yang kami lalui berbeda dengan kemarin, yaitu setelah Jalan Pejanggik kami belok kiri kea rah Jalan Diponegoro yang terasa seperti jalan  kampong/pinggir kota, dan di ujungnya ketemu jalan raya dimana ada Pasar Seni Sayang Sayang. Lanjut sampai Jalan Adisucipto dimana bekas Bandara Selaparang berada, terus sampai pertigaan Ampenan, baru Jalan Raya Senggigi. Melewati Pasar Seni, Pura Batu Bolong, kami lanjut parkir dekat belokan Pura Kapusan dekat dengan pemandangan indah, menghadap pantai dimana hotel Senggigi Beach berada, di sini kami makan jagung bakar seharga 5 ribu. Karena tidak menghadap sunset, kami balik ke arah Pasar Seni Senggigi.pintu masuk pasar seni

Alhamdulillah tempat parkir di depan pasar masih tersedia, pasar ini menjual barang seperti yang dijual pedagang keliling di Pantai Kuta plus pakaian seperti yang ada di Bali. Harganya lebih mahal, harga pembukaan kain tenun di Pantai Kuta kemarin 60 ribu, deal di harga 30 ribu, disini harga pembukaan 85 ribu, mentok di 55 ribu. Karena sudah beli, kami lanjut menyusuri jalan akses ke pantai. Luar biasa kami ketemu dengan pantai yang kami lihat dari atas tadi. Pantainya bersih dan banyak perahu nelayan yang sedang sandar. nelayan menggotong perahuKelihatannya ini pelabuhan  tradisional plus tempat wisata. Sejumlah hotel seperti Holiday Resort-grup Blue Bird, Pool Villa dan Senggigi Beach-grup Aerowisata Garuda Indonesia berada di sini. kolam renang hotelPantai dengan hotel hanya dibatasi pagar setinggi perut orang dewasa. Dan dari pantai dapat melihat bungalow, kolam renang dan taman. Nyamannya tinggal di situ.

Kami jalan sampai ujung dimana ada persiapan acara malam tahun baru oleh Aerowisata, kami lihat sponsornya Garuda Indonesia, Citilink, Merpati dll. Pagarnya hanya pelepah daun kelapa beserta daunnya. acara tahun baru hotel senggigi beachDi sepanjang pantai banyak orang mandi, penjual sate (ayam, sapi, jeroan) bulayak, kelapa muda, tukang lukis tato yang katanya tato bisa hilang dalam 6 minggu. Di pantai ini kami mencicipi sate ayam bulayak yang perporsi dijual 15 ribu dimana isinya 10 tusuk sate ayam plus 5 bulayak (lontong yang dibungkus lilitan daun kelapa). Enak. Minum teh botol frestea seharga 8 ribu. sate ayam bulayak nan nikmatPuas makan lanjut merekam video saat2 sunset, waduh ternyata mataharinya ketutup awan, ya sudah jam 6.15 kami meluncur balik, toh kemarin masih sempat lihat sunset.sore di senggigi

Begitu mobil jalan, ternyata matahari mulai muncul dengan sinar yang luar biasa terang, kami buru-buru jalan, cari tempat yang pas buat mengambil gambarnya. Alhamdulillah kami dapat foto di samping hotel Bintang Senggigi yang ditempati nelayan tradisional. inilah sunsetKelihatannya tanah ini dimiliki bule-terlihat nama kapal pesiar yang diparkir di sini, dan sudah berpagar tinggi. Bisa jadi nelayan menumpang di tanahnya. Ibu dan pak nelayan dengan ramah mempersilakan kami untuk ambil gambar pantai. Selanjutnya kami balik ke Mataram, dan 30 menit kemudian kami sampai di hotel untuk istirahat dan packing tas untuk persiapan balik besok subuh. Wah, acara TV lagi serunya, ada pemutaran film King Kong di Trans TV. Filmnya sangat seru dan indah, gambarnya juga sangat jernih. Mantap sekali. Sambil packing kami nonton film sampai habis. Haha. Sebelum istirahat saya kontak pemilik mobil rental untuk antar kami ke bandara besok pagi jam 4, karena jam 6 pesawat kami berangkat ke Jakarta.