Tag
2025, aplikasi pemesan tiket kereta api, bagasi kereta api, berburu tiket murah kereta api, cara pesan makanan kereta api, cara pesan tiket kereta api, chicken bulgogi, daftar harga makanan kereta api, diskon tiket kereta api, kereta ekonomi, Kertanegara, pecel madiun, rute KA Kertanegara, sei sapi, Tulungagung
Hari ini menjadi pengalaman naik kereta api Kertanegara bagi kami. Naik dari stasiun Tulungagung turun di stasiun Yogyakarta. Kami beli tiket saat ulang tahun KAI 28 September 2025 dan dapat diskon 20%, dari tarif semula 280 ribu Rupiah menjadi 224 ribu Rupiah. Lumayan diskonnya. KA Kertanegara berjalan dengan rute Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Wlingi, Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Solobalapan, Yogyakarta, Kutoarjo, Kebumen, Kroya, Purwokerto. Dimana Malang-Purwokerto ditempuh dalam 8 jam. Rute ini mirip dengan Malioboro Ekspress.
Kereta berangkat dari stasiun Tulungagung pada pukul 10.21 WIB dan tiba di stasiun Tugu Yogyakarta pada pukul 12.31 atau 4 jam 10 menit perjalanan. Kami pilih gerbong ekonomi 4 dimana dekat dengan kereta makan dan kursi 11 C&D yang tersisa yang membelakangi arah kereta. Sebenarnya kalau beruntung bisa dapat kursi 12 C&D searah kereta. Kursi 11&12 adalah kursi tengah, dimana jarak antar kursi berjauhan sehingga terasa lebih lega daripada kursi lain.
Gerbong ekonomi 4 kali ini gerbong baru, senyap & stabil, tidak berisik & goyang seperti gerbong eksekutif Malioboro Eksprees 2 minggu lalu dari Yogyakarta ke Malang. Kacanya juga lebih lebar, dilengkapi tirai lipat mengurangi panas dari luar. Okupansinya mungkin sekitar 95% dari kapasitas gerbong ekonomi premium 80 kursi. Hari yang ramai, karena kereta ini menuju tempat kerjanya di hari Minggu.




Kereta ini juga dilengkapi mushola yang satu gerbong dengan kereta makan. Ada 2 toilet di ujung gerbong. Suhu kereta diatur 24-26 derajat Celsius. Di tengah gerbong terdapat TV KAI yang berisi informasi seputar kereta api Indonesia.
Kami juga sempat berwisata kuliner yang bisa dibeli langsung ke petugas yang keliling, bisa juga lewat aplikasi KAI Access sekalian ditambahkan dengan pemesanan tiket. Kami pesan Sei Sapi (55k) dan chicken bulgogi (44k). Untuk minum kami pesan kopi arabica Papua (13k) yang pahit wangi. Kami yang baru pertama makan Sei sapi merasakan ada kenikmatan makanan ini. Ada aroma smoky dari sapi panggang, gurihnya daun singkong goreng dan sambal luat yang pedas. Nikmat sekali. Untuk chicken bulgogi juga enak, seperti nasi ayam di Hokben atau Yoshinoya. Oh ya, menu makanan tersebut semuanya fresh, dibuat hari ini dan expirednya juga hari ini, diproduksi oleh dapur KAI Malang.
Saat sampai Madiun kami juga pesan nasi pecel Madiun (33k) yang dijajakan pramugari KAI berkeliling. Kami beli karena penasaran, dan karena sudah kenyang, kami bawa pulang untuk makan malam. Sambal, sayur dan kelengkapannya dipisah, sehingga InsyaAllah aman. Oh ya, untuk pemesanan online di aplikasi kena biaya pemesanan 750 Rupiah, sehingga 2 makanan dan 1 minuman menjadi 55.000+44.000+13.000+(3*750) =114.250, sedangkan untuk pecel Madiun tetap bayar 33.000 tanpa tambahan biaya karena langsung beli ke pramugari yang keliling dengan pembayaran pakai QRIS maupun tunai.







Perjalanan kali ini Alhamdulillah melelahkan sekaligus menyenangkan.