Tag
2025, browser, cache, cookies, firewall, Internet, IP address, istilah dalam internet, mesin pencari, proxy, VPN

IP address (Internet Protocol Address) adalah alamat unik berupa deretan angka yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap perangkat yang terhubung ke jaringan internet atau jaringan lokal.
Fungsinya mirip seperti alamat rumah, tetapi untuk perangkat digital.
Ada dua jenis utama:
1. IPv4 – terdiri dari 4 blok angka
Contoh: 192.168.1.1
2. IPv6 – versi terbaru, lebih panjang
Contoh: 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
Fungsi IP Address:
Mengidentifikasi perangkat di jaringan
Mengatur ke mana data internet harus dikirim
Memungkinkan perangkat saling berkomunikasi

VPN (Virtual Private Network) adalah teknologi yang membuat koneksi internet kamu menjadi privat dan aman dengan cara mengalihkan (merutekan) data melalui server lain dan mengenkripsinya.
Fungsi utama VPN:
1. Menyembunyikan IP address
Sehingga identitas dan lokasi kamu tidak mudah dilacak.
2. Mengamankan koneksi internet
Data kamu dienkripsi, jadi aman saat memakai WiFi publik.
3. Mengakses konten yang dibatasi wilayah
Misalnya website atau aplikasi yang hanya tersedia di negara tertentu.
4. Melewati blokir internet tertentu
Contoh: akses ke situs yang dibatasi jaringan atau provider.
Cara kerja singkat:
Kamu mengaktifkan VPN → perangkat terhubung ke server VPN → server itu yang berkomunikasi dengan internet.
Hasilnya, website hanya melihat IP server VPN, bukan IP asli kamu.

Proxy adalah perantara antara perangkat kamu dan internet.
Saat kamu mengakses suatu website melalui proxy, permintaan (request) akan melewati server proxy dulu, lalu diteruskan ke internet. Website yang kamu buka hanya melihat IP proxy, bukan IP asli kamu.
Fungsi utama Proxy:
1. Menyembunyikan IP address (mirip VPN, tapi tidak terenkripsi sekuat VPN)
2. Mengontrol akses internet (sering dipakai di kantor/sekolah untuk memblokir situs tertentu)
3. Caching — menyimpan salinan halaman untuk mempercepat akses
4. Mem-bypass blokir situs (tergantung jenis proxy)
Perbedaan Proxy vs VPN (singkat):
Proxy: hanya merutekan traffic tertentu (biasanya browser), tidak selalu mengenkripsi data.
VPN: merutekan semua traffic perangkat dan selalu mengenkripsi.
Contoh penggunaan Proxy:
Mengatur proxy di browser
Proxy web seperti Hidester atau CroxyProxy
Proxy untuk scraping atau bot (HTTP/HTTPS/SOCKS).

Firewall adalah sistem keamanan yang bertugas mengawasi, menyaring, dan mengontrol lalu lintas data yang masuk dan keluar dari sebuah jaringan atau komputer, berdasarkan aturan tertentu.
Sederhananya:
Firewall = penjaga gerbang yang menentukan apakah suatu koneksi boleh masuk/keluar atau harus diblokir.
—
Fungsi Utama Firewall
1. Mencegah akses tidak sah
Memblokir koneksi dari hacker atau malware.
2. Melindungi jaringan dan komputer
Menyaring traffic berbahaya sebelum masuk.
3. Mengatur lalu lintas jaringan
Hanya koneksi tertentu yang diizinkan (misalnya port 80/443).
4. Mendeteksi aktivitas mencurigakan
Misalnya percobaan port scanning.
—
Jenis-Jenis Firewall
1. Packet Filtering Firewall
Mengecek header paket (IP, port). Cepat tapi kurang detail.
2. Stateful Inspection Firewall
Mengecek status koneksi (lebih aman).
3. Application Layer Firewall
Memeriksa data sampai level aplikasi (web, email, dll).
4. Next-Generation Firewall (NGFW)
Paling canggih, punya fitur IDS/IPS, SSL inspection, dll.
5. Hardware Firewall
Berbentuk perangkat jaringan (router/firewall box).
6. Software Firewall
Aplikasi di dalam komputer, misalnya Windows Firewall.
—
Contoh Firewall
Windows Firewall
Cisco ASA
FortiGate
pfSense
MikroTik Firewall

Cookies adalah file kecil yang disimpan oleh website di perangkat kamu (HP atau laptop) untuk mengingat informasi tentang aktivitas dan preferensi kamu saat mengunjungi website tersebut.
—
🍪 Apa fungsi cookies?
1. Menyimpan login
Biar tidak perlu masuk akun setiap kali membuka situs.
2. Mengingat preferensi
Misalnya bahasa, tema, lokasi.
3. Menyimpan isi keranjang belanja
Jika kamu belanja online, keranjang tetap tersimpan meski halaman ditutup.
4. Pelacakan untuk iklan
Seperti Google Ads atau Meta Ads yang menayangkan iklan sesuai minat kamu.
—
🍪 Jenis-jenis cookies
1. Session Cookies
Hilang ketika browser ditutup.
2. Persistent Cookies
Tersimpan lebih lama di perangkat.
3. First-party Cookies
Dibuat oleh website yang sedang kamu kunjungi.
4. Third-party Cookies
Dibuat oleh pihak lain (misalnya jaringan iklan).
Ini yang sering dipakai untuk tracking.
—
🍪 Apakah cookies berbahaya?
Aman secara umum, karena hanya file teks.
Yang berisiko adalah ketika data cookies disalahgunakan oleh website untuk tracking tanpa izin.

Cache adalah penyimpanan sementara yang digunakan oleh aplikasi atau browser untuk menyimpan data yang sering diakses, supaya proses loading jadi jauh lebih cepat.
—
Fungsi Cache
1. Mempercepat loading website atau aplikasi
Contoh: gambar, logo, atau script disimpan di cache, jadi tidak perlu diunduh ulang.
2. Mengurangi penggunaan data internet
Karena file tidak selalu diambil dari server.
3. Mengurangi beban server
Server tidak perlu melayani permintaan yang sama berulang kali.
—
Jenis-jenis Cache
1. Browser Cache
Menyimpan gambar, CSS, JavaScript dari website.
2. App Cache
Aplikasi seperti TikTok, Instagram, YouTube menyimpan thumbnail, video, dll.
3. CPU Cache
Cache sangat cepat di dalam prosesor (L1, L2, L3).
4. DNS Cache
Menyimpan hasil pencarian alamat domain → IP.
—
Kapan cache sebaiknya dihapus?
Aplikasi/website terasa lemot atau error
Data lama membuat tampilan website tidak update
Ruang penyimpanan HP/laptop hampir penuh
Masalah login atau loading tidak selesai.