Sungguh tak disangka, akhirnya kena Covid19 juga. Selasa, Tgl 22 Juni 2021 antar adik yang demam sejak Minggu,20 Juni 2021 ke poliklinik di RSUD.

Rabu, 23 Juni 2021 antar adik balik sekalian perawatan di faskes 1. Kamis, 24 Juni 2021 tes antigen adik positif Covid19.

Jumat, 25 Juni 2021 kepala pening, lapor ke Puskesmas terdekat, minta tes antigen, tidak bisa dadakan, karena harus daftar sehari sebelumnya (tools nya dipaskan sesuai rekapan). Salat Jumat sudah mulai menggigil, tidak nyaman, pengen cepat selesai dengar khotbah.

Sabtu, 26 Juni 2021 tes antigen mandiri bayar 150 ribu buat persiapan terbang besok YIA-BDJ. Hasilnya positif. Batalkan tiket (belum ada Refund sampai sekarang). Sempat ke Superindo untuk bekal isolasi mandiri, cuma nunggu diparkiran yang teduh, suhu tubuh naik 37,8 derajat Celcius, keringatan

Minggu, jam 1 pagi 27 Juni 2021 tanpa sadar jatuh saat keluar dari kamar mandi beberapa menit, untung ada istri yang terbangun dari kamarnya (terpisah karena isoman). Sampai Selasa gejalanya ringan (sedikit pening, pilek, batuk), makan minum normal rasanya seperti biasa, bahkan sempat seperti sudah mau sembuh.

Rabu, 30 Juni 2021 malam tetiba kadar saturasi Oksigen dalam darah tinggal 92%. Datang ke RSPAU Hardjolukito ternyata penuh, bahkan petugas IGD nya tidak ada. Hubungi call center nya mereka bilang penuh. Istri menghubungi ibunya, dan Alhamdulillah dapat pinjaman 2 tabung oksigen dari budhenya (dan 3 hari kemudian beliau juga kena Covid19 sehingga tabung oksigen kami kembalikan), dan 1 tabung oksigen ex almarhum ayahnya.

Tiap saat kontrol saturasi oksigen. Dikisaran 92-96. Anehnya jari tengah saturasi 96, sedangkan jempol hanya 92. Saya pakai data jari tengah saja karena dari PI% nya juga paling tinggi, 12%,sedangkan jempol cuma 3%. Selain itu berharap memberi ketenangan/pikiran positif buat saya.

Alhamdulillah kondisi sudah membaik, saturasi oksigen 96-98%, esok lusa, Sabtu 10 Juli 2021 sudah selesai isoman, dan lapor ke Puskesmas terdekat untuk dapat keterangan sehat kembali.

Tips agar cepat pulih :

1. Pikiran positif, jangan menonton TV/Youtube yang sering menampilkan keruwetan dan kepanikan di rumah sakit karena Covid19

2. Bayangkan kebersamaan dengan keluarga yang anda sayangi. Ini menambah semangat motivasi untuk bertahan hidup.

3. Paksa tetap makan minum, walaupun tidak enak akibat anosmia, hilang penciuman dan perasa. Ini untuk ketahanan tubuh saat diserang Covid19.

4. Lakukan proning, di saat kelangkaan oksigen (sempat 3 hari kosong), ini cara efektif dan efisien untuk meningkatkan saturasi oksigen. Bisa meningkatkan 3% dari 92% menjadi 95%, meski cuma beda 3% ini menjadi pembeda kurang oksigen dan cukup oksigen. Kurang oksigen membuat lunglai dan otak tidak mampu berpikir, sampai mengingat kata proning saja tidak bisa. Baru bisa mengingat ketika selesai proning dan oksigen sudah 95%.

Buat yang belum kena Covid19, jangan meremehkan Covid19. Karena Desember 2020 istri saya kena Covid19 sedangkan saya tidak, padahal seminggu tidur seranjang dengan istri yang sedang gejala Covid19. Ada sedikit jumawa, apalagi dipuji-puji punya kekebalan tinggi.

Oh ya, jika berinteraksi dengan penderita Covid19, jangan lupa mandi, keramas. Karena waktu itu saya tidak mandi 2 hari setelah mendampingi penderita Covid19 yang batuk-batuk dalam perjalanan 6 jam.

Buat yang masih sakit, semoga sembuh.