Tag

, , , , , , , , , , , , , ,

Kali ini saya ingin membagikan pengalaman menjual saham MPPA (Matahari Putra Prima) yang mengelola Hypermart/Hyperfresh, Foodhall dll yang sahamnya saya beli beberapa tahun lalu waktu sering belanja mingguan di Hypermart.

penampakan hypermart di artikel selera.id

Dulu waktu masih di Kalimantan Selatan sekitar tahun 2010-2015 waktu booming batubara, Hypermart Dua Mall Banjarmasin adalah hipermarket yang paling laris dan antriannya bisa sampai lorong-lorong, pada umumnya pelanggan yang mendorong satu troli penuh belanjaan untuk antri bayar di kasir. Tak jauh beda dengan Hypermart Balikpapan.

Kebiasaan belanja di Hypermart berlanjut waktu pindah ke Bandung. Namun disini tidak terlalu ramai, selain banyak pilihan tempat belanja lain, kadang buah nya tidak segar, pernah beli sekantung manggis, keras semua kulitnya, tak bisa dikonsumsi. Namun kelebihannya untuk elektronik boleh dikembalikan jika tidak memuaskan, seperti antena TV yang kurang bisa menangkap sinyal, asal ada bukti struk pembayaran dan belum lewat seminggu. Makin menarik ketika Lippo melaunching dompet elektronik OVO yang teristimewa untuk belanja di Hypermart dan Matahari. Banyak cashbacknya.

Nah, iseng-iseng tengok sahamnya, ternyata saham Hypermart (MPPA) terjun dari 2080 Rupiah diakhir 2017, menjadi 369 di tengah tahun 2018. Dan book value-nilai bukunya masih di sekitar 400. PBV < 1. Masih tergolong murah. Karena sering belanja di sana, saya pikir kenapa tidak sekalian membeli sahamnya. Kebetulan sudah punya akun di Mandiri sekuritas sejak 2013.

harga saham MPPA 2016-2021

Setelah menetap di Yogyakarta 2019, kadang masih belanja di Hypermart Lippo Mall, Hartono Mall, dan Jogja City Mall. Namun lebih sering di warung sayur buah dekat rumah, pasar, Pamella, Superindo, Indomaret, Alfamart yang lebih dekat rumah. Kualitas dan harganya juga memuaskan. Banyak pilihan.

Saya tengok saham MPPA stagnan bahkan sempat jatuh tinggal seharga 73 Rupiah di April 2020 awal pandemi Covid 19 di Indonesia. Laporan keuangannya pun berdarah-darah. Debt to Equity Ratio (DER) nya 2237%, atau utangnya 22x dari modal. Book valuenya-nilai bukunya tinggal 26 Rupiah per lembar. Bahkan Return on Equity nya -223%, rugi 2x dari modal. Pantas saja Hyfreshmart/Hypermart Lippo Jogja ditutup.

keuangan MPPA 9 April 2021 RTI.com

Kalau jual saat itu pasti rugi, beli 369 jual 73. Untunglah saya cuekin saja dinamika harga saham MPPA ini, karena saya percaya induknya-grup Lippo tidak akan tinggal diam lalu biarkan anaknya yang tersebar dari Aceh hingga Papua ini tutup, mungkin mereka gerilya cari teman yang mau hidupkan lagi MPPA.

Kabar baik di awal 2021, makin jelas di April 2021, bahwa Temasek (induk BUMN Singapore) akan membeli saham MPPA. Maka merangkak naiklah saham MPPA dari 73 sampai 585. Sempat turun ke 438 sebelum akhirnya bandar melalui broker MG memborong hingga harganya naik kembali ke 585 (Jumat, 9 April 2021).

Saya jual di rata-rata 484 dari harga beli 369, lumayan sudah untung 31%. Tidak serakah. Kenapa?karena waktu turun ke 438 tiba-tiba ada pembelian melalui broker MG sehingga harganya naik hingga 585. Saya baca artikel ada 4 macam broker di Indonesia, salah satunya broker saham gorengan dimana MG termasuk didalamnya. Mungkin bandar sedang masuk untuk mencari korban trader ritel yang kurang pengalaman, bandar beli lewat broker yang fee nya murah untuk beli dan jual. Saat ini broker yang jual beli bisa dilihat secara realtime saat jam bursa, tetapi Juli 2021 depan akan dihapus oleh BEI dan mendapat tentangan dari para trader.

broker pembeli saham MPPA

Saya jual saja, toh saya sudah jarang belanja di Hypermart, banyak subtitusi nya sekarang. Apalagi MPPA sedang menawarkan HMETD (hak memesan efek terlebih dahulu), pertanda perusahaan lagi butuh tambahan modal, yang berujung pada terdilusinya persentase saham investor jika tidak menambah modal. Yang terpenting, tak mau jadi korban saham nyangkut oleh pancingan bandar.

HMETD MPPA

Disclaimer : pendapat pribadi, bisa benar bisa salah. Kita lihat saja kedepan.