Tag

Film tayang khusus di Netflix tahun 2021 ini bercerita tentang bisnis panti jompo eksklusif untuk lanjut usia, dimana lansia tersebut dibawah perwalian orang yang ditunjuk pengadilan. Terkadang untuk mendapat klien, wali tersebut melakukan hal licik menghalalkan segala cara. Tak jarang menjual aset satu-satunya misalnya rumah untuk biaya perawatan di panti jompo eksklusif tersebut. Orang yang menjadi sasaran biasanya yang tinggal sendiri, terpisah dari anak dan keluarganya.

Klien pertama dalam film tersebut adalah orang tua yang tidak dirawat anaknya. Opsinya orang tua tersebut ikut tinggal di rumah anaknya, atau anaknya yang ikut ke rumah orang tuanya untuk merawat. Namun klien ini mau tinggal di rumahnya, sementara anaknya tidak bisa menjaganya. Akhirnya klien pertama masuk panti jompo dengan wali bernama Marla (tokoh utama) dan terpaksa menjual rumahnya untuk membiayai biaya panti jompo. Anak klien pertama menentang, namun kalah di pengadilan karena dianggap tidak kredibel untuk mengurus orang tuanya.

Klien kedua nyonya Peterson, wanita tua kaya bekas bankir tanpa suami, anak dan keluarga. Marla berkomplot dengan psikolog yang mengetahui profil dan riwayat kesehatan nyonya Peterson. Psikolog ini menjual data dengan imbalan sedikit saham perusahaan milik Marla dan pacar lesbian nya. Saat akan membawa nyonya Peterson, Marla membawa surat perintah pengadilan dan penunjukan Marla sebagai wali, serta ditemani polisi yang membuat nyonya Peterson ketakutan. Saat masuk panti jompo dilucuti handphone nya dan hanya boleh digunakan atas izin Marla.

Ternyata nyonya Peterson memakai profil orang yang sudah mati 60 tahun lalu. Sebenarnya ia ibu seorang mafia Russia di Cleveland. Segala cara diusahakan oleh mafia ini, mulai mengirim pengacara, membunuh psikolog yang menjual data, dan nyaris membunuh Marla. Ternyata Marla masih hidup saat kecelakaan mobil masuk danau. Dan Marla berhasil membalik keadaan, menyandera bos mafia Russia. Disaat genting, ternyata bos mafia Russia ini negosiasi dengan Martha, dia minta ibunya dibebaskan, mendapat bagi hasil dengan bekerja sama mencari korban/klien berikutnya, karena mafia ini pengalaman dalam human traficking.

Dengan dukungan mafia, perusahaan Marla semakin besar, menguntungkan dan terkenal. Bahkan perusahaannya melantai di bursa saham. Marla memang ambisius, bosan miskin dan kejujuran yang selama ini dijalaninya. Kini perusahaan nya terkenal di seluruh Amerika.

Saat menuju mobil, dia ditembak mati oleh anak klien pertama yang sangat dendam, karena sampai saat ibunya meninggal pun dia tidak bisa bertemu jasad ibunya karena perbuatan Marla-yang mungkin Marla sendiri lupa pernah melakukan nya. Saat di pucak kejayaan Marla sempat berpesan ke penonton, ketahuilah siapa dirimu (dia mengetahui dirinya pandai negosiasi dan berkata-kata), maka kau akan kaya, bukan karena kejujuran dan kesabaran.

Itulah Marla, dia mati di saat puncak kejayaan nya, dan mungkin sedang mempertanggungkan dosa-dosanya yang menjerumuskan para lansia ke panti jompo melalui cara yang legal (diakui negara) tapi mengabaikan nilai moral universal yaitu kejujuran dan kemanusiaan.

pemeran utama film i care a lot