Tag

, , , , ,

Pemerintah sedang menggodok peraturan pemerintah mengenai rencana perubahan tunjangan pensiun untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun ini dari Pay As Yo Go (PAYG) menjadi Fully Funded (FF). Jika demikian akan ada kemiripan dengan pensiun swasta/BUMN yang dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) misalnya Simponi BNI.

Dikutip dari researchgate.net, ada keuntungan dan kerugian dari masing-masing skema ini

Keuntungan Pay As You Go (PAYG) : sederhana dan transparan, murah biaya administrasi, redistribusi progresif/cenderung naik menyesuaikan standar gaji, pertanggungan luas, tidak ada batasan mobilitas, resiko rendah. Kerugian : budget yang dikeluarkan (pemerintah) besar, tidak ada pilihan (ditentukan).

Keuntungan Fully Funded (FF) : peluang pengembalian lebih tinggi apabila dikelola profesional, kebebasan pilihan, mempromosikan pasar finansial, efektif, menyesuaikan dengan keuntungan investasi. Kerugian : biaya administrasi tinggi (seperti biaya manajer investasi di reksadana/unitlink dimana untung atau rugi tetap bayar biaya pengelolaan), pertanggungan terbatas, resiko tinggi karena tidak ada jaminan besaran pengembalian, ada batasan mobilitas (seperti asuransi?).

Itulah beberapa keuntungan dan kerugian skema FF dan PAYG yang berlaku di beberapa negara, contoh di atas berlaku di Inggris.

Di FF, semakin besar iuran- terkait jabatan dan take home pay PNS/BUMN/Swasta, maka uang pensiunnya akan semakin besar. Ini memicu para pegawai untuk mencapai karir setinggi-tinggi nya. Alih alih seperti sekarang-PAYG dimana apakah pejabat tinggi ataupun rendah asal golongan sama, uang pensiunnya sama.