Tag

, , , ,

Berdasar pengalaman, Keuntungan ikut BPJS Kesehatan untuk peserta = berobat tanpa khawatir biaya. Rugi ikut BPJS Kesehatan untuk peserta (sebenarnya tetap untung sih) = jumlah obat hanya untuk 3 hari, dan semua obat generik.

Bulan November 2020 ini saya 3x konsultasi dokter di klinik eksekutif RSUD Tulungagung Jatim dengan biaya konsultasi 80 ribu/konsultasi, 2x konsultasi dokter di klinik biasa RSUD dengan biaya konsultasi 15 ribu/konsultasi (mengikuti jadwal praktek dokter pilihan). Biaya konsultasi 270 ribu. Obatnya sekitar 1 juta (dikasih kombinasi obat generik dan paten). Kelimanya tanpa BPJS Kesehatan karena buru-buru tak sempat urus ke Faskes 1 di Yogyakarta. Total pengeluaran Rp 1,27 juta.

Lalu saat balik ke Yogyakarta, saya periksa di klinik faskes 1 ke dokter umum 1x, ke dokter gigi 1x, biasanya dulu kalau berobat tanpa BPJS Kesehatan biayanya 65 ribu untuk konsultasi plus obat, kemudian dirujuk ke RS kelas B untuk 2x konsultasi dokter gigi (biasanya 80 ribu/konsultasi), 1x rontgen gigi biayanya 130 ribu. Total 420 ribu. Karena pakai BPJS Kesehatan, biayanya = 0.

Padahal sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan kelas 1 iuran bulanan Rp 150 ribu/orang/bulan, kelas 2 Rp 100 ribu/bulan, kelas 3 Rp 25500/bulan (disubsidi 16500 oleh pemerintah). Layanan sama, hanya beda kamar kalau rawat inap. Adalagi lagi peserta PBI-penerima bantuan iuran yang gratis tanpa biaya sepeserpun kecuali biaya transportasi ke faskes dan obat tambahan.

Kabarnya BPJS Kesehatan menanggung rugi tahun ini, sehingga mulai 2021 iuran BPJS Kesehatan akan dinaikkan menjadi 75 ribu/bulan untuk non PBI, dan hanya satu kelas kamar. Bedanya dengan penerima bantuan iuran PBI-yang ga bayar sama sekali, hanya ukuran kamarnya jika rawat inap. Non PBI ditempatkan di kamar yang sedikit lebih besar daripada yang PBI.

Terkait denda bagi yang menunggak pembayaran, pemerintah tampaknya terus memberikan keringan penundaan pembayaran, mengingat masih kondisi pandemi saat ini.

Meski beban berkurang dengan mengikuti BPJS Kesehatan, menjaga diri agar tetap sehat itu lebih penting, agar tidak menjadi beban keluarga dan pemerintah. Pemerintah juga perlu mendorong masyarakat hidup sehat dengan berolahraga serta konsumsi makanan sehat dan bergizi.