Tag

, , ,

Agar tidak kena pajak progresif, sebaiknya pemilik mobil menyampaikan ke petugas di bagian her tahunan di SAMSAT bahwa anda mau blokir nomor kendaraan yang sudah beralih pemilik, baik beda alamat maupun sama alamat namun beda kartu keluarga.

Selisihnya sangat lumayan besar. Untuk kendaraan kedua berupa mobil seharga 200 juta, tambahan pajakanya sebesar 1 juta per tahun. Kalau dikonversi ke beras medium dapat 100 kg (1 kwintal).

Mempunyai 2 kendaraan bermotor atau lebih di rumah khususnya mobil memang sangat bermanfaat untuk aktivitas sehari-hari, namun konsekuensi biaya operasional, maintenance dan pajak tahunan juga tidak murah. Salah satunya pajak progresif kendaraan yang ditambahkan dari pajak normal.

Jika biasanya pajak kendaraan bermotor (PKB) adalah 2% untuk mobil pertama, maka untuk mobil kedua menjadi 2,5% dari NJKB-nilai jual kendaraan bermotor (tarif untuk DKI Jakarta dan Jawa Timur). Misal mobil 1 pasarannya 150 juta, mobil 2 pasarannya 200 juta, maka pemilik mobil akan bayar pajak sebesar (2% ×150 juta)+2,5%x 200 juta)+2xSWDKLLJ(sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan Rp 143 ribu) = Rp 8,286 juta. Padahal tanpa progresif pajak tahunan kedua mobil tersebut seharusnya Rp 7,286 juta.

Pajak progresif berlaku untuk pemilik 2 atau lebih kendaraan bermotor yang sama jenisnya (mobil dengan mobil, motir dengan motor) beralamat yang sama, kartu keluarga yang sama, meski beda nama pemilik (mobil ayah, mobil ibu).