Tag

, , , , ,

Berdasar pengalaman 3x pindahan selama 10 tahun terakhir, kali ini saya ingin membagikan tips pindahan, mulai tips memilih logistik, tips memilih jasa pindah, tips menjaga keamanan barang pindahan, hingga tips hemat pindahan.

Pindahan pertama tahun 2010, yaitu memindahkan mobil baru dari Jawa ke Kalimantan. Tepatnya dari Surabaya ke Banjarmasin. Kenapa repot-repot beli mobil dari Jawa? pertimbangan saya waktu itu karena harga mobil baru Daihatsu Xenia X Sporty di Kediri Jawa Timur 144 juta, sedangkan di Banjarmasin Kalimantan Selatan 160 juta. Selisih 15,6 juta (11%), atau setara motor baru. Untuk memindahkannya saya minta bantuan tetangga di Jawa yang berprofesi sebagai sopir. Sekalian saya penuhi mobil dengan barang yang bisa kami bawa dari Jawa seperti mesin jahit dll. Ongkos penyeberangan KM Kumala lewat pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke pelabuhan Trisakti Banjarmasin adalah 2,5 juta, termasuk tiket kapal untuk sopir 300 ribu. Pulangnya pak sopir saya belikan tiket pesawat 300 ribu, dan upah 1 juta. Total 3,8 juta. Masih lumayan lah ada selisih 11,8 juta buat beli sepeda motor. Karena sopir adalah tetangga yang jujur dan terpercaya, maka tidak ada masalah kehilangan atau kerusakan dalam perpindahan ini. Alhamdulillah. Awal mobil ini saya pakai di Banjarmasin buat mengajak mertua dan ipar city tour dan ke pasar terapung.

Pindahan kedua, tahun 2015, pindah rumah dari Banjarbaru ke Bandung. Resign dan melanjutkan kuliah S2. Perpindahan ini menggunakan jasa pengiriman Cannonex rekomendasi teman dengan biaya 8 juta. Karena waktu terbatas, saya tidak banyak pertimbangan waktu itu, yang penting mobil beserta isinya sampai dengan selamat di Bandung. Mobil dijemput di rumah di Banjarbaru dan diantar ke apartemen di Bandung. Karena pengemasan terburu-buru, ada beberapa barang yang tidak masuk kotak kardus, diantaranya tas tangan Hush Puppies dan sepatu Nike. Menunggu seminggu sejak mobil dijemput di Banjarbaru hingga diantar ke apartemen di Bandung. Dan ketika sampai Bandung tas dan sepatu ini raib/hilang. Saya tanyakan ke jasa pengiriman, mereka tidak tanggung jawab karena diluar kardus. Ya memang intinya mereka jasa pindah mobil, muatannya tidak ditanggung. Teman saya sebelumnya juga sudah kasih tahu, satukan dalam dus besar yang muat semua barang. Kalau ada waktu senggang sebaiknya minta bantuan ke sopir atau orang yang terpercaya yang kita kenal baik, kalau tidak ya pastikan barang jadi satu/tidak tercecer untuk menghindari kehilangan oleh oknum maling (bisa di pelabuhan dan dimanapun) selama perjalanan. Sopir jasa pengiriman yang menghandle mobil saya juga kurang bagus dalam mengoperasikan mobil, seperti setir jadi longgar, kabin bau rokok dan outdoor berdebu. Biar aman dan nyaman, sebelum saya pakai lagi, saya service ke Daihatsu dulu meski belum waktunya service. Sementara itu barang lain sebagian saya kirim via kargo Garuda Indonesia ke Yogyakarta maupun Bandung, alhamdulillah aman dalam kondisi baik, meski harus ambil di gudang bandara.

Pindahan ketiga, tahun 2019. Kami pindah dari Bandung dan menetap di Yogyakarta. Pindahan ini lebih terencana dan santai, karena hanya antar kota di pulau Jawa. Kami sewa truk engkel seharga 3,5 juta di jasa pindahan Calibertrans. Ada kakak ipar yang menemani sopir dan kernet dari Bandung ke Yogyakarta, kami pergi keesokan harinya dengan mobil melalui jalan tol Bandung-Cikampek-Cirebon-Semarang-Surakarta(Solo) lalu sambung ringroad Solo-Jogja. Mampir Semarang untuk beli soto bangkong di pusatnya. Alhamdulillah penjalanan lancar dan barang yang kami bawa pindah tidak ada kerusakan, padahal ada lemari kayu dan spring bed dll yang rawan rusak. Memuaskan.

Tips pindahan :

  1. Survey mana jasa pindahan/pengiriman yang recommended. Salah satunya mencari di internet.
  2. Pastikan barang dikemas baik dalam satu kotak/kardus agar tidak tercecer/hilang.
  3. Kalau punya kenalan sopir yang kita kenal dan terpercaya, lebih baik gunakan jasa mereka. Bisa lebih aman dan hemat.