Tag

, , , , , , , , , , , , ,

Semenjak Covid-19, refund Air Asia tidak semudah dulu. Hal ini terjadi ketika 18 Maret 2020 lalu Air Asia menginformasikan kalau bandara keberangkatan JOG-CGK diganti menjadi YIA-CGK. Mereka kasih pilihan : reschedule, refund credit, refund ke pembayaran semula. Karena saya mau naik kereta saja daripada ke YIA, saya langsung memilih refund ke pembayaran semula melalui e-refund dan mendapat case number.

Biasanya paling lambat 4 minggu sudah cair, namun selama pandemi banyak yang minta refund dan reschedule, pembayaran diubah menjadi 12-16 minggu. Namun ketika saya tanyakan via chat ke all star (customer service manusia bukan robot AVA) di minggu ke 10, katanya sekarang tidak ada refund ke pembayaran semula, yang ada tinggal reschedule dan credit refund (voucher yg bisa dipakai beli tiket AirAsia sampai 2 tahun setelah terbit), dan pemindahan JOG ke YIA karena kemauan regulator, bukan kemauan Air Asia. Saya debat, kalau “waktu pemberitahuan perubahan JOG ke YIA itu ada opsi refund ke pembayaran semula dan saya pilih itu, tolong jangan diingkari”.langsung diam tak ada respon sampai muncul tulisan” waktu anda tinggal xx detik, jika tidak ada lagi, percakapan kami tutup”.

status refund Air Asia

Di minggu ke 12 saya hubungi All Star. Berhubung status refund saya masih Assigned/Ditugaskan. Saya tanyakan kenapa statusnya masih seperti itu, belum ada progress. Jawabannya sama seperti diatas, bedanya petugasnya tidak langsung diam lalu pergi tapi menawarkan credit refund saat itu juga, saya tetap mau refund ke pembayaran semula dan minta progress status refund. Dia bilang sudah 2x ditolak pengajuan refund ke pembayaran semula. Saya sampaikan kalau dari awal saya minta refund ke pembayaran semula, chat yang lama hampir satu jam, beberapa kali muncul akan ditutup, sampai akhirnya CS tersebut bilang akan dibantu proses pengajuan lagi ke tahap berikutnya. Ok, saya pegang pernyataanya. Sejam setelah itu saya cek status case saya berubah menjadi In Progress. Lumayan ada kemajuan.

Di minggu ke 16 belum ditransfer juga, saya tanyakan lagi ke All Star, disuruh bersabar menunggu, karena sudah In Progress artinya tinggal menunggu proses ke bank pembayaran. Minggu ke 19 belum ada progress lagi, status masih In Progress. Entah berapa lama lagi, nanti saya chat lagi All star. Yang jelas Batik Air (proses 2 bulan), Citilink/Tiket.com (proses 1 bulan), Malindo/Traveloka (proses 3 bulan) yang saya pakai dari Yogyakarta hingga Bangkok pergi pulang yang saya batalkan karena pandemi Covid-19 sudah memberikan refund tunai/kartu kredit pembayaran semula, tinggal Air Asia ini saja yang belum kasih refund hingga 4 bulan. Mungkin mereka sedang kesulitan keuangan. Tapi bagaimanapun, janji harus dipenuhi, uang kembali uang, bukan uang kembali voucher.

Selama 11 tahun ini, Air Asia telah mengantarkan saya dari/ke 18 tempat : Yogyakarta, Kuala Lumpur, Phuket, Bangkok, Jakarta, Ho Chi Minh, Penang, Singapura, Brunei, Langkawi, Medan, Palembang, Bali, Perth, Osaka, Tokyo, Bandung, dan Surabaya. Namun bukan berarti mereka boleh menunda-nunda refund ke pembayaran awal.

Semoga di hari raya Idul Adha yang mulia ini semua diberikan kemudahan dan kelancaran. Amin.

Livery Air Asia saat naik rute JOG-DPS

Minggu, 9 Agustus 2020

Dua hari sebelum tanggal keberangkatan ada SMS dan email yang menginformasikan pembatalan penerbangan. Berikut redaksi email selengkapnya :

AirAsia Flight Cancellation Notice

Booking Number: E523YQ

Dear Guest,

We regret to inform you that your AirAsia flight QZ 7555 scheduled to depart from Yogyakarta – Kulon Progo (YIA) to Jakarta (CGK) on 11 August 2020 has now been cancelled.

We sincerely apologize for any inconvenience caused, and you may select one of the following service recovery options below:

● Unlimited flight change: Change to any new travel date before 31 October 2020 on the same route any time up to 48 hours before flight departure an unlimited amount of times without any additional cost subject to seat availability.

For change travel date, you may chat with Ava now at http://tinyurl.com/vl9mayx. Once the AVA chat window opens, select “COVID-19 Flight Changes” from the menu followed by “AirAsia cancelled My Flight” and select “Move Flight” as your option, provide your new flight details (date and time) and complete the fields as directed by AVA.

● Credit account: Request for a credit account of the value of your booking which is to be redeemed within 730 calendar days (2 years) from the issuance date for your future travel with us. The actual travel dates can be after the expiry date as long as our schedule is out. Credit Accounts are not only faster to redeem, but also have a longer validity, and are more convenient for you, as you can simply top up for future bookings, if need be.

For Credit Account, you may chat with Ava now at https://air.asia/CA. Once the AVA chat window opens, complete the fields as directed by AVA.

In the case that you wish to request for the full amount of refund option, you may also contact our Allstars via AVA Live Chat which is available to service you 24 hours everyday. However if you already submitted or received the prefered options, you may ignore this email immediately.

The above options are only applicable for direct online booking made via airasia.com. These options are not applicable for group bookings. Kindly refer back to your respective travel agency for any group booking recovery options.

We deeply regret the disruption this will cause to your travel plans. We look forward to seeing you on our flights again soon.

Thank you for your continuous support of AirAsia!

Best regards,

AirAsia

Anehnya, meski penerbangan batal, Air Asia tetap mengirimkan email prosedur keberangkatan selama Covid-19 sebagai berikut :

Para tamu yang terhormat,

Sehubungan dengan pengoperasian kembali penerbangan kami, kami selalu memastikan kenyamanan, kesehatan dan keselamatan Anda adalah prioritas utama kami.

AirAsia bekerja sama dengan pemerintah, otoritas penerbangan sipil dan kesehatan melakukan pengetatan prosedur penanganan penumpang selama masa penyebaran wabah Covid-19. Semua tamu AirAsia baik yang melakukan perjalanan domestik maupun internasional wajib mematuhi ketentuan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 9 Tahun 2020.

Semua tamu AirAsia baik yang melakukan perjalanan domestik maupun internasional wajib membawa dokumen berikut:

Persyaratan Perjalanan Domestik

Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan domestik harus memenuhi persyaratan berikut :

1. Identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah);

2. Surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif atau surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku maksimal 14 hari pada saat keberangkatan, atau surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Test PCR dan/atau Rapid-Test;

a. Khusus penumpang tujuan akhir Bali (DPS) silakan mendaftarkan diri di https://lovebali.baliprov.go.id/

b. Khusus penumpang tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dengan tujuan akhir wilayah DKI Jakarta, silakan mengunduh aplikasi seluler JAKI (​App Store​ | ​Play Store​) dan mengisi Corona Likelihood Metric (CLM).

3. Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler (App Store Play Store).

Persyaratan Perjalanan Internasional

Warga Negara Indonesia yang akan kembali ke tanah air dan Warga Negara Asing yang mendapat pengecualian atau yang telah diizinkan untuk memasuki wilayah Republik Indonesia harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

Warga Negara Indonesia:

1. Menunjukkan identitas diri (Paspor);

2. Warga Negara Indonesia yang datang dari luar negeri harus melakukan PCR Test pada saat ketibaan bila belum melaksanakan dan tidak dapat menunjukkan surat hasil PCR Test dari negara keberangkatan;

a. Khusus penumpang dengan tujuan akhir Bali (DPS) silakan mendaftarkan diri di https://lovebali.baliprov.go.id/. Anda dianjurkan menunjukan hasil tes PCR negatif atau wajib melakukan PCR mandiri pada saat kedatangan di Bali diikuti dengan karantina mandiri selama menunggu hasil sesuai arahan Gugus Tugas COVID-19 setempat.

b. Khusus penumpang dengan tujuan akhir Lombok (LOP) wajib menunjukkan hasil tes PCR negatif untuk memasuki Lombok.

c. Khusus penumpang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dengan tujuan akhir wilayah DKI Jakarta, silakan mengunduh aplikasi seluler JAKI (​App Store​ | ​Play Store​) dan mengisi Corona Likelihood Metric (CLM).

d. Khusus penumpang Warga Negara Indonesia dengan tujuan akhir Medan (KNO) yang tidak dapat menunjukkan hasil tes PCR dari negara asal, wajib melakukan tes PCR pada saat ketibaan dan menjalani karantina selama menunggu hasil dengan biaya dibebankan kepada penumpang.

3. Selama waktu tunggu hasil pemeriksaan PCR Test, setiap orang wajib menjalani karantina di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah atau memanfaatkan akomodasi karantina (hotel/ penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.

4. Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler (App Store | Play Store).

5. Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) yang dapat diakses melalui aplikasi seluler e-HAC Indonesia (Android) atau http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.

Warga Negara Asing:

1. Menunjukkan identitas diri (paspor);

2. Warga Negara Asing yang datang dari luar negeri harus menunjukkan sertifikat kesehatan dalam Bahasa Inggris yang menyatakan bebas dari penyakit pernapasan, sangat disarankan dengan hasil negatif PCR Test, yang diterbitkan oleh otoritas kesehatan dari negara asal dan berlaku maksimal 7 hari pada saat ketibaan.

a. Khusus penumpang dengan tujuan akhir Bali (DPS) silakan mendaftarkan diri di https://lovebali.baliprov.go.id/. Anda dianjurkan menunjukan hasil tes PCR negatif atau wajib melakukan PCR mandiri pada saat kedatangan di Bali diikuti dengan karantina mandiri selama menunggu hasil sesuai arahan Gugus Tugas COVID-19 setempat.

b. Khusus penumpang dengan tujuan akhir Lombok (LOP) wajib menunjukkan hasil tes PCR (bukan Rapid Test) dengan hasil negatif.

c. Khusus penumpang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dengan tujuan akhir wilayah DKI Jakarta, silakan mengunduh aplikasi seluler JAKI (​App Store​ | ​Play Store​) dan mengisi Corona Likelihood Metric (CLM).

d. Khusus penumpang Warga Negara Asing dengan tujuan akhir Medan (KNO) wajib menunjukkan hasil tes PCR (bukan rapid Test) dengan hasil negatif untuk memasuki wilayah Sumatera Utara.

3. Warga Negara Asing yang datang dari luar negeri harus melakukan PCR Test atau Rapid Test (bagi Pintu Lintas Batas Negara yang tidak memiliki fasilitas PCR) atas biaya sendiri pada saat ketibaan bila belum melaksanakan dan tidak dapat menunjukkan surat hasil PCR Test dari negara keberangkatan.

4. Selama waktu tunggu hasil pemeriksaan PCR Test, setiap orang wajib menjalani karantina di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah atau memanfaatkan akomodasi karantina (hotel/ penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina COVID-19 dari Kementerian Kesehatan atas biaya sendiri.

5. Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler (App Store Play Store).

6. Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) yang dapat diakses melalui aplikasi seluler e-HAC Indonesia (Android) atau http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.

Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan internasional diharapkan mempelajari dan memenuhi persyaratan kemigrasian negara/ wilayah transit maupun tujuan. Untuk informasi selengkapnya, silakan kunjungi situs resmi imigrasi negara bersangkutan, atau periksa daftar negara dengan pembatasan perjalanan.

Tujuan: MALAYSIA

1. Calon penumpang dengan penerbangan dari Indonesia ke Malaysia, silakan kunjungi akun sosial media resmi Kedutaan Kerajaan Malaysia di Jakarta melalui InstagramTwitter atau Facebook untuk mendapatkan informasi persyaratan lengkap yang harus dipenuhi.

2. Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi ‘MySejahtera’ pada perangkat telepon seluler (App Store / Play Store)

Seluruh persyaratan dokumen perjalanan di atas dapat berubah setiap saat, silakan kunjungi Panduan Terbang Bersama AirAsia Selama Masa Kewaspadaan COVID-19 untuk informasi terkini.

Saat Anda bersiap untuk penerbangan Anda, kami selalu memastikan untuk menjaga standar keselamatan dan kebersihan tertinggi, informasi lebih lanjut tersedia di Terbang Aman Bersama AirAsia.

Terima kasih atas dukungan Anda, kami berharap dapat segera berjumpa dengan Anda di udara.

AirAsia

Senin, 5 Oktober 2020

Dari hitungan timeadate ini sudah 201 hari (29 minggu) sejak pengajuan refund Air Asia. Saya cek di web Air Asia statusnya closed. Lalu saya tanyakan ke AVA baik chat maupun Twitter, jawabannya di chat adalah ” karena terdampak pandemi maka dana dikembalikan dalam credit account yang berlaku 2 tahun dari approval”. Berarti omong kosong penawaran full refund yang mereka cantumkan di preflight. Saya masih tunggu jawaban mereka di Twitter.

penawaran full refund di email preflight

Transkripnya “

Usha R:

Hai, Apa yang bisa kami bantu?

Saya:

kenapa kasus ini ditutup sebelum refund ke rekening sayaXXXXX • pengajuan pengembalian dana karena perubahan banda Nomor kasus YYYYYY • 18/03/2020

Usha R:

Selamat siang

Usha R:

mohon tunggu, saya cek kembali

Saya:

ya

Usha R:

Baik, untuk kode booking di atas saya cek bahwa penerbangan juga terdampak oleh pembatasan perjalanan karena pandemi saat ini, maka dari itu untuk kode booking tersebut untuk proses pembatalannya hanya bisa diproses ke dalam bentuk Credit Account dengan masa berlaku 2 tahun ke akun BIG salah satu penumpang ya

Saya:

waktu itu ada opsi full refund

Saya:

bukti saya kirim ke twitter @AVA_AirAsia

Usha R:

Betul, namun setelah diverivikasi ulang oleh tim refund kami bahwa untuk penerbangan tersebut juga terdampak oleh pembatasan perjalanan karena Covid19, maka opsi pengembalian dananya adalah ke dalam bentuk Credit Account ke akun BIG penumpang untuk transaksi berikutnya

Saya:

berarti ada kesalahan penawaran dari preflight Air Asia?

Usha R:

Untuk setiap pengajuan akan diverifikasi ulang oleh tim terkait kak, nah setelah dilakukan pengecekan kembali saya cek bahwa untuk kode booking ini juga terdampak, maka dari itu untuk kode booking ini hanya bisa diproses untuk Credit Account. kakak boleh cek di akun BIG nya untuk Credit Account ini

Saya:

berlaku 2 tahun dari kapan credit berlaku?

Usha R:

Untuk kode booking ini, saya cek Credit Account diproses di sekitar awal September kak, jadi untuk masa berlaku adalah 2 tahun dari tanggal diproses ke akun BIG kakak

Jadi, saat pandemi ini tampaknya refund Air Asia diubah menjadi credit account, tidak ada refund tunai/refund ke kartu kredit.