Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Ringkasan podcast Inspigo-Inspiration On the Go : Ligwina Hananto mengenai financial management for millennials dengan pembawa acara Bintang Cahya

ligwina hananto tabloid bintang

  • Perbedaan perilaku under 30 dulu dan sekarang, jaman dulu-15 tahun yang lalu anak muda takut ga punya duit pension, tak bisa beli rumah, mobil. anak muda jaman sekarang tidak takut hal itu. Dulu bisa ditakut2i, kalau sekarang harus dikasih tahu benefit jika berhemat akan bisa mempertahankan gaya hidup. Awareness, understanding, action. Generasi sekarang fearless and motivated : mudah dapat uang dan mudah diedukasi, maunya serba instan.
  • Memperhatikan ownership, perilaku experience lebih menarik daripada ownership berlaku generasi sekarang. Mengutamakan sesuatu yang bisa ditampilkan ke Instagram daripada memiliki rumah. Saat 2025-2055 golden age jumlah usia yang bekerja/produktif (kaum milenial lahir tahun 1980-1990 an) jumlahnya paling banyak daripada usia yang lain. Milenial berpengaruh pada kemajuan ekonomi. Jepang dan Korsel waktu masuk golden age  per kapita penghasilannya USD 40.000/orang. Sementara Indonesia saat golden age per kapita penghasilannya sekitar USD 12.000/orang, jauh dibawah Jepang dan Korsel. Jika milenial habiskan uang buat jalan2, tidak punya rumah (ownership), dampaknya ekonomi Indonesia tidak akan maju.
  • Menetapkan pengeluaran dan memiliki rekening simpanan, pengeluaran disamakan tak tergantung penghasilan. Harus menentukan pengeluaran rutin. Untuk freelancer jika bulanan rata2 5 juta/ bulan kemudian dapat proyek 20 juta/bulan, maka pengeluaran tetap 5 juta/bulan. Simpanlah sebagian panenmu untuk persediaan saat tidak ada panen. Jadi jangan asumsi besok2 pasti ada rezeki. Agar tidak tergantung gaji, sebaiknya punya simpanan darurat di rekening terpisah yang tidak diapa2kan. Kalau single 3x gaji, menikah 6x gaji, punya anak 9x gaji. Jika punya simpanan lebih tenang dan kepercayaan diri lebih tinggi. Semakin besar makin baik.
  • Mengelola gaji, tujuan loe apa ? punya darurat, punya dana menikah, punya DP rumah, pendidikan, pensiun dll. Yang diatur adalah pengeluaran. Kategori : cicilan max 30%, rutin max 60%, sumbangan sosial min 2,5%, investasi/nabung 10%, lifestyle max 20%. Melunasi tagihan kartu kredit.
  • Berhemat dan bijak memilih simpanan, hemat belum tentu kaya. Sebelum menabung harus tahu cara menghasilkan/sumbernya, cara berbelanja, cara berbagi, cara menabung (MBBM). Simpanan ada 2 : setara cash (tabungan, deposito, return rendah uang diparkir tanpa harap return tinggi , reksadana, obligasi) dan fisik/barang (emas antam, property, tas branded). Sesuaikan tujuannya, untuk jangka pendek : cash, jangka Panjang : fisik/barang. produk harus melayani tujuan. Kadang mengharap return, kadang tidak butuh return.
  • Mempersiapkan pension, usia 55 tetap bekerja tapi tidak demi sesuap nasi. Saat usia 25 tahun cari investasi beresiko tinggi masih ada waktu 30 tahun. Sedangkan usia 45 sebelum investasi harus ngecek sudah punya asset apa saja. Financial check up untuk melihat kondisi keuangan. Punya rumah yang ditempati bukan investasi, investasi adalah rumah yang disewakan. Mengumpulkan uang DP lebih berharga daripada membelinya tunai. Jangan sampai kehilangan kesempatan mengumpulkan uang dengan menghabiskan untuk foya2. Orang yang keuangannya sehat bikin saja semua tagihan autodebit/otomatis. Pay yourself first.
  • Mencari asuransi untuk proteksi, asuransi seperti atap/payung untuk proteksi saat panas dan hujan. Asuransi untuk mencegah kerugian besar saat ada musibah. Aneh Ketika payung tidak dipakai minta duitnya balik. Ujungnya perusahaan asuransi akan mengenakan premi yang jauh lebih tinggi untuk investasi. Asuransi jiwa diperlukan untuk melindungi keluarga saat meninggal atau mengalami kemalangan. Asuransi kesehatan wajib. Asuransi kendaraan. Credit shield/missal perisai plus penting jika punya tagihan kartu kreditnya besar.
  • Memulai berinvestasi, ada yang asset yang sifatnya aktif mengumpulkan dan ada juga asset disimpan akumulatif. Pondasi : financial check up, Lantai dasar (akumulatif): dana darurat (asuransi), dana Pendidikan (untuk jangka pendek bisa tabungan dan deposito), dana pension (emas), tiang : zakat dan warisan, lantai 2 (asset aktif) : bisnis, property, surat berharga tujuannya harus menghasilkan, atap : asuransi. Di luar rumah disebut trading( jual di harga lebih tinggi dari beli ada resiko rugi), agar tidak mengganggu kegiatan planning di dalam rumah. Bedakan lahan financial planning (diibaratkan rumah) dengan trading (diibaratkan sawah).blueprint of your money
  • Memilih polis yang tepat, asuransi kesehatan : cover opname, dapat kamar kelas berapa, pembayarannya bagaimana, jangan sampai bayar polis 1,5 juta/bulan dapat kamar rawat inap 150 ribu/hari. Rugi. Asuransi jiwa : uang pertanggungan harus cover pendapatan 10 tahun. Premi yang dibayarkan maksimal 10% dari semua pendapatan setahun. Misal pertanggungan 500 juta, maka itu ideal untuk cover pendapatan 4,166 juta/bulan atau 50 juta per tahun, maka premi maksimal yang dibayarkan 416 ribu/bulan, lebih dari itu kemahalan. (catatan saya : untuk pertanggungan 500 juta, di Cigna BNI preminya 107 ribu/bulan, di Manulife 200 ribu/bulan). Maka cari agen yang mengerti tentang proteksi, bukan cuma kejar bonus fee/komisi. Terbaiknya adalah pembeli dan agen harus sama-sama mengerti dan mau tujuannya apa biar tidak terjadi double dummer/bhs Jawa : plonga plongo. Asuransi kendaraan : pilih yang all risk.