Tag

, , , , , , , , , ,

Ini adalah hari terakhir berada di Kuala Lumpur setelah seminggu jalan-jalan mulai dari Singapura, Johor, hingga Kuala Lumpur. Kami slow aja di hari terakhir ini, saya sempat memesan nasi lemak antarbangsa pada malam sebelumnya lewat aplikasi Foodpanda, sehingga tepat jam 7 pagi, 2 bungkus nasi datang dengan selamat, seharga 9.55 Ringgit gratis ongkir promo Foodpanda. Nasinya enak sekali, tapi sayang sambalnya manis, saya kurang suka. Untung ada sisa paha ayam Nando’s yang sudah saya panaskan di microwave, serta salad dan susu strawberry. Sedap sarapan pagi ini.

Kami nikmati kamar dengan mencuci dan menonton TV, hingga jam 10.30 kami putuskan check out dengan menaruh kembali kunci di mailbox tempat dulu mengambil. Lalu naik ke stasiun monorail Bukit Nanas. Dari Bukit Nanas lanjut ke KL Sentral. Monorail yang kami tumpangi telat, lebih dari 30 menunggu. Cari Grab juga sulit, karena jam makan siang. Kami sampai stasiun KL Sentral jam 11.30.

Kami masuk mal Nu Sentral cari terminal bus bandara, sempat bingung cari, lalu tanya ke petugas keamanan yang meski tanpa senyum baik hati menunjukkan lokasi. Kami naik Airport Coach bertarif 15 Ringgit ke KLIA. Tarif ini sudah meningkat dari 10 Ringgit waktu tahun 2010 pertama kami ke Kuala Lumpur. Bus nya nyaman, lega, ada WIFI, ada colokan power charger. Bus berangkat tepat jam 12 siang dan tiba di KLIA tepat jam 1 siang.

Check-in masih 20 menit lagi karena pesawat berangkat jam 4.20 petang. Saat sudah bisa check in kami drop barang dan dikasih boarding pas tebal meski tadi sudah cetak boarding pass kertas tipis di mesin self check-in. Layanan cukup ramah, setara Qatar Airways dulu. Jatah bagasi 23 kg per orang, dan kabin 12 kg.

Dari tempat check in ada pemeriksaan tiket, lalu masuk imigrasi, sebelum naik kereta bandara ke satelite building. Untuk penumpang KLM mendapat pintu keberangkatan C36. Sebelum ke pintu keberangkatan saya salat dulu di lantai atas, lalu ke gerai Burger King beli pie Nanas, pie Taro dan air minum Dasani yang masing-masing berharga 4,2 Ringgit atau 2x harga di kota. Sisa koin Ringgit dan Dollar Singapura saya sumbangkan saja ke kotak tips Burger King.

Sejam sebelum keberangkatan, pesawat KLM dari Amsterdam sudah mendarat, menurunkan semua penumpang dan kru. Sebagian pulang ke Kuala Lumpur, sebagian besar lanjut lagi ke Jakarta. Ketika sudah waktunya masuk ruang tunggu, semua penumpang diharuskan melepas asesoris yang menempel di badan, ikat pinggang, dompet dan sepatu. Alhasil cuma pakaian dan kaos kaki saja saat masuk screening.

Naik pesawat dibagi menjadi beberapa zona, saya yang duduk di kursi ekonomi 52A dapat zona 4, yang naik setelah zona sebelumnya. Boarding berjalan lancar. Kru nya mayoritas sudah matang, mungkin diatas 40-50 tahun, peramah dan riang.

Boarding lancar, dapat makanan beru pa semacam lumpia isi nasi goreng ayam, enak dan mengenyangkan. Minumnya saya pilih oren jus, rasanya mirip oren jus Buavita. Channel TV nya juga banyak menyediakan film box office. Majalahnya Holland Herald juga membahas Go To East yaitu pulau Jawa Indonesia, tepat 100 tahun KLM. Saya beli miniatur pesawat edisi spesial 100 tahun KLM model 787-10 Dreamliner seharga 15 Euro pakai kartu kredit. Pramugarinya ramah, yang dengan perhatiannya ketika ditanya dimana letak toilet karena tidak mencolok seperti di pesawat lain, dia jawab kurang lebih begini “ga tanya sih, kulihat dari tadi mondar-mandir dekat galley tengah, kalau tanya pasti kukasih tahu” 😂 bisa saja nanny ini.

Jam 5.10 petang pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dengan mulus. Imigrasi lancar. Yang lama menunggu bagasi yang lebih dari satu jam. Usai bagasi, lewat bea cukai tanpa lapor karena tidak bawa benda yang harus dilaporkan. Dan menuju skytrain/kalayang ke terminal 2.

Kami lanjut perjalanan ke Yogyakarta naik Air Asia yang berangkat jam 8.55 malam. Check in nya di meja no 25-32 atau tepatnya di terminal E. Karena ruang tunggu keberangkatan kami juga di ruang E1. Jatah bagasi domestik masing-masing 15 kg/orang. Cukup buat kami yang masing-masing bawa 9 dan 10 kg. Label bagasi KLM saya sobek, takut bikin bagasi Air Asia ini nyasar. Sempat salat di mushola sebelum ruang tunggu.

Penerbangan Air Asia QZ7554 ini lancar, berangkat dan tiba tepat waktu. Saya sudah pesan nasi ayam teriyaki dan nasi ayam kemangi. Minum air putih. Sedap semuanya. Setiba di Yogyakarta tak lama menunggu bagasi, dan naik taksi bandara 100 ribu, untuk jarak 8 km yang kalau naik GoCar cuma 25 ribu seperti saat berangkat kemarin. Berhubung sudah larut malam dan lelah, kami tidak terlalu perhitungan. Kalaupun mau naik Gocar/Grab harus jalan ke depan kantor imigrasi (zona pick up taksi online) menggotong 19 kg bagasi. Toh dari tempat bagasi ke parkir, sopir taksi bandara ini yang membawakan bagasi. Sopir merangkap Porter lah.

Alhamdulillah, perjalanan ke Singapura dan Malaysia selama seminggu berhasil kami lakukan. Cukup banyak perubahan, kalau dulu agak heran dengan kemajuan mereka, kini tak terlalu terkejut, karena Indonesia pun sudah beranjak maju dan infrastruktur masih baru-baru. Sedangkan di Singapura dan Malaysia sudah menua karena sudah dibangun sejak lama.