Tag

, , , , , , , , , ,

Hari keenam ini kami mau bersantai saja, sarapan mie tomyam, nugget, roti gardenia, salad, Nando’s yang belum habis kemarin. Cuci baju, tas, topi dan nonton film box office lama. Menikmati kamar yang nyaman ini. Pas subuh tadi kedengaran suara adzan dan takbir idul adha, karena lokasi apartemen ada dekat Kampung Bahru. Serasa di Indonesia.

KL pagi hari

Ketika tengah hari kami baru keluar rumah. Dari stasiun monorail Bukit Nanas turun di Bukit Bintang melewati Raja Chulan. Dari stasiun jalan kaki ke restoran nasi Hainan Chee Meng, melintasi pintu masuk ke MRT Bukit Bintang. Panas sekali siang itu.

Kami tiba sudah jam 2 siang, pengunjung sudah berangsur-angsur pergi kerja, mengingat hari pertama kerja setelah libur Idul Adha di Malaysia. Mungkin bisa menjadi tips buat wisatawan untuk datang pada jam 2 di tempat yang biasa padat pengunjung saat makan siang hari kerja.

Nasi hainan Chee Meng sangat terkenal kelezatannya. Karena itu kami mau coba yang basic saja, yaitu nasi hainan Chee Meng. Sejak gigitan pertama sudah terasa sedapnya, nasinya, ayamnya, kuahnya, semuanya padu. Sedap sekali. Kami juga pesan teh O kosong (teh manis) panas. Pas. Harganya 10 Ringgit untuk nasi hainan dan 1,5 Ringgit untuk teh O. Kami rasa ini ayam hainan tersedap yang pernah kami makan.

Usai makan di Chee Meng kami lanjut ke Sungei Wang melalui Low Yat yang merupakan mal elektronik terkemuka di Kuala Lumpur melalui jalan Bulan 2. Di sungei wang kami masuk ke Giant supermarket untuk beli oleh-oleh. Jualannya tidak terlalu banyak dan kabarnya paling murah. Tapi karena bukan orang Malaysia, tidak sensitif harga karena semuanya dalam Ringgit. Tahu-tahu di kasur bayar 100 Ringgit lebih. Tak apalah.

Puas belanja di Giant Sungei Wang, kami pulang ke apartemen dengan monorail, arah kebalikan waktu berangkat. Kemudian di kamar kami susun belanjaan di koper. Lanjut menikmati kamar sampai maghrib.

Setelah maghrib kami jalan lagi ke nasi kandar Pelita yang sangat terkenal sebagai nasi kandar nomor 1 di Malaysia. Cara pesannya antri, tunjuk nasi, sayur, lauk. Ada juru taksir yang memasukkan harga ke kartu. Lalu ke kasir untuk bayar. Agak tricky, saya pesan nasi+kuah campur+ayam goreng = 7,5 Ringgit (25 ribu Rupiah) , sedangkan istri pesan menu yang sama + salad bawang merah = 15 Ringgit. Soal rasa? Lumayan enak, walau istri cuma bisa makan 1/2 piring karena eneg dengan bumbu karinya yang pekat, sehingga saya menghabiskan. Cocok dengan air suam/hangat seharga 20 sen yang digratiskan waktu mau bayar. Lumayan lah, mencoba nasi kandar paling terkenal di Malaysia.

Dari Pelita, kami lanjut ke menara kembar Petronas yang ada malam Suria di bawahnya. Kami menuju ke lantai basement dimana ada supermarket dari Jepang ISetan yang menjual makanan sehat. Kami beli garden salad dan kismis kering, masing-masing seharga 6,5 Ringgit buat sarapan dan bekal besok.

Jalan kaki dari Petronas KLCC ke apartemen Mercu Summer Suite menempuh jarak 900 meter, melalui wisatawan yang berfoto dengan latar belakang Petronas, gedung Public Bank, hotel Maya, kedutaan besar Pakistan, dan hotel Renaissance. Kemudian istirahat di apartemen. Jam 10 malam jalan masih cukup ramai, dan karena termasuk ring 1, terasa aman saja jalan kaki walaupun sudah malam.