Tag

,

Ini adalah pertama kali kami naik kendaraan sejauh 400 km dalam waktu satu hari. Dalam rangka mudik lebaran, yang biasanya kami naik kereta api. Selain hemat, juga bermaksud menggerakkan mobil yang selama 2,5 tahun di Bandung hanya menempuh 500 km, maklum kemana-mana dekat. Padahal sebelumnya di Kalimantan paling tidak seminggu 300 km, setahun 16 ribu km, 2,5 tahun 40 ribu km. Di Bandung cuma 1% dari kebiasaan pemakaian di Kalimantan.

Kami berangkat dari tempat tinggal di Grand Sharon Residence jam 6 pagi dan sudah sampai pintu tol Buah Batu 20 menit kemudian. Tol Cileunyi cukup lengang,  sehingga bisa dengan nyaman menggunakan gigi 5 kecepatan sekitar 90 km/jam. Kecepatan berkurang ketika sudah sampai pintu tol Cileunyi,  sampai jalan Ke arah Garut.  Tiga kali ketemu pasar tumpah di sekitar pabrik tekstil. Jalan sebenarnya mulus dan dan lebar. Namun berkelok tajam di wilayah Garut dan Tasikmalaya,  sedangkan di Ciamis dan Banjar relatif mudah,  kebanyakan  hanya naik turun. Kami juga takjub dengan tata kota Ciamis yang besar dan elegan. Khususnya sekitar Balai Kota. Daerah di sekitar jalan di Jawa Barat lumayan cantik,  dengan latar belakang gunung dan hutan. Di pinggir jalan biasanya ada rumah. 

Ketika masuk wilayah Cilacap Jawa  Tengah,  awalnya jalannya mulus sampai Wanareja. Ketika masuk Majenang, jalan keriting, setelah itu masuk ke Kabupaten Banyumas, ternyata jalan di sana sangat mulus. Usai pertigaan Adiwerna,  jalan mulai kepiting lagi sampai Kertajaya yang menuju ke jalan Daendels.  Jalan ini sebenarnya jalan lintas Selatan.  Sangat mulus.  Sepi,  meski siang hari. Jarang ketemu mobil pribadi, lebih sering ketemu bis dan truk. Kolon kabarnya rawan begal kalau malam hari. 

Kami masuk wilayah Kulon Progo Yogyakarta sekitar jam 2.30 siang. Cukup lama perjalanan di sini.  Jalan juga sangat mulus,  dengan pemandangan sawah dan petani yang sedang panen.  Ada juga yang jual semangka 5 ribu/biji.  Kemacetan justru sangat mengganggu di sekitar jalan Parangtritis sehingga jam 5.15 baru sampai di rumah Yogyakarta. 

Alhamdulillah, pengalaman pertama yang mengesankan.  400 km dapat ditempuh dengan isi pertalite  200 ribu (dapat 26,66 liter),  atau sekitar 15 km/liter.