Tag

Beberapa tips dari saya untuk yang mau ke Turki, antara lain :

1. Beli tiket jauh hari atau saat promo. Diskon sampai 50% dari harga normal, terutama keberangkatan dari Kuala Lumpur. Kalau dihitung untuk full service airline (Qatar Airways, Emirates dll)  ongkos per jam nya hanya sekitar 250 ribu Rupiah/jam penerbangan.

2. Untuk penerbangan lokal di Turki banyak pilihan, 3 diantaranya Turkish Airlines (full service), Anadolu (anaknya Turkish, low cost tapi dikasih Sandwich dan minum) dan Pegasus (paling murah, 30 TL~120 rb Rupiah 1 jam perjalanan Istanbul-Ankara,  free bagasi 15 kg, kalau mau full meal nya nambah sekitar 25 TL (di Maret’16 masih 21.9 TL, depresiasi TL) dengan katering yg sama dg Turkish Airlines-Do&Co, sama dengan hidangan Turkish Airlines untuk penerbangan jarak jauh).

3. Bus antar kota sedikit lebih murah daripada pesawat, tapi boleh sebagai alternatif menginap di perjalanan. Tiap 2-3 jam istirahat dan diberi minum (pengalaman pakai Suha Turizm). Ada audio video + kadang dipinjami headset, tapi kadang tidak.

4. Hotel, cari yang sekalian ada sarapannya. Kalau makan+minum di luar sekitar 25 TL (100 rb Rupiah) apalagi di restoran turis. Fast food harganya lebih pasti (bisa di cek promosinya di web masing-masing).

5. Berkunjung ke museum pakai museum pass. Kalau hanya di Istanbul ada pass 5 hari harganya 85 TL, sedangkan seluruh Turki ada pass 15 hari harganya 185 TL. Dalam 11 hari perjalanan saya minggu lalu ke Istanbul, Cappadocia, Pamukkale, Selcuk, dengan kartu ini bisa menghemat 46% (dari kalau beli tiket on the spot saya total 345 TL). Kalau sprint bisa lebih besar lagi penghematannya (lbh banyak yang dikunjungi). Tapi mungkin kurang enjoy karena terburu-buru.

6. Yang suka pasar tradisional, bisa cari info di internet jadwal pasarannya. Harganya bisa sangat murah saat mau tutup. Pasar Rabu di Goreme, 7 buah jeruk/oren + 2 delima cuma 1,5 TL (6 ribu Rupiah). Pasar Sabtu di Selcuk 1,1 kg anggur merah manis cuma 0,5 TL (2 ribu Rupiah). Pasar Rabu di Fatih Istanbul juga murah, cabai merah Turki sekilo cuma 4 TL (16 ribu Rupiah). Mungkin juga kebetulan karena musim. Zaitun 8 TL/kg.

7. Selama 11 hari di Turki tak sekalipun mampir ke mall, menandakan banyak yang menarik di Turki. Biasanya kami baru ke mall kalau suatu tempat obyek wisata nya kurang (kurang banyak/kurang menarik).

8. Sejauh yang saya rasakan, aman saja di Turki. Di bandara besar selalu ada tank+ tentara, polisi. Di tempat umum juga. Pemeriksaan di bandara seperti di Indonesia, 2 x screening, waktu masuk bandara dan setelah check in/memasuki ruang tunggu. Semua tempelan (ikat pinggang, gelang, dompet) harus di lepas (sebaiknya masukkan ke tas agar tidak ketinggalan).

9. Makin hari makin murah kurs TL (Turkey Lira), waktu bulan Januari’16 masih 4700-an, Nopember’16 tinggal 3900-an. Beruntung kalau harga tur/hotel tidak naik/disesuaikan. Biasanya saat memesan hotel di Turki (misal di booking) mematok dalam Euro yang lebih stabil. Pas bayar di hotel boleh dalam TL atau Euro atau USD, tapi kembaliannya dalam TL. Bekal Euro/ USD / kartu debit lebih Ok daripada bawa TL.

tly-vs-idr

10. Transportasi darat agak mahal, pakai Istanbulkart 2.15 TL (8300) sekali naik, beli token (tanpa Istanbulkart) 4 TL. Mungkin karena bensin/petrol di sana di atas 4 TL (16 ribu Rupiah)/liter. Bus kota sering penuh dan kena macet pada jam berangkat/pulang kerja. Lebih pasti naik metro atau tram. Untuk tram mayoritas di permukaan tanah, sekalian bisa sightseeing. Yang jelas dengan Istanbulkart lebih hemat (45%) daripada beli token. Dapat dipergunakan untuk metro, tram, ferry, teleferik/kereta gantung, bus kota.

11. Brosur yang ada di information center milik pemerintah Turki sangat lengkap dan minim iklan. Website mereka http://howtoistanbul.com/en/getting-around/1727 cukup informatif. Tiap maskapai sekalipun low cost macam Pegasus majalahnya boleh di bawa pulang (ada tulisan your complimentary copy di cover majalah). Bandara dan bus Havatas juga ada majalah gratis yang lumayan menambah pengetahuan.

img_20161115_094326

12. Air minum dalam kemasan apapun merk nya terasa segar, tidak ada yang pahit atau ada rasa yang aneh. Mungkin kebetulan, atau juga karena kandungan mineralnya. 600 ml 1 TL, 1,5 liter 2 TL, 5 liter 3 TL.

13. Operator seluler yang ada sinyal di semua tempat adalah Turkcell. Beli di sekitar Sultanahmet 100 TL (400 ribu) isi 4 GB, 500 menit telpon, 1000 SMS. Lebih murah daripada roaming. Kebetulan sebelum pakai Turkcell, tiba di sana masih pakai prabayar Telkomsel (simpati, as), langsung ada SMS alamat dan telpon kedutaan besar RI di Turki, waktu transit di Qatar dan Malaysia juga ada. Merasa di perhatikan sebagai WNI. Hotel yang kami inapi semua kasih WIFI gratis unlimited. Bandara Doha juga kasih WIFI unlimited, sedangkan bandara di Turki kasih limit 2 jam dengan password di kirim ke no hp (no Indonesia bisa).

14. Sarapan ala Turki enak, menyehatkan dan mengenyangkan. Kalau ingin nasi, bawa magic jar dan beras beserta lauk pauk. Saat musim dingin, nasi lebih tahan lama. Kopi Turki yang terkenal kurukahveci Mehmet Efendi, enak sekali menurut saya. Es krim Algida~Walls tekstur nya unik seperti gelato. Balik ekmek (Sandwich ikan panggang) agak basah, cocok dengan sambal dari Indonesia.

goreme-jasmine-house-breakfast-1st-day

15. Panduan di laman TripAdvisor, booking.com, agoda dll maupun sharing pengalaman blog para traveler boleh dijadikan rujukan. Salah satunya blog saya(hahaha)

https://asambackpacker01.wordpress.com/2016/11/15/liburan-2016-persiapan-ke-turki/.

asambackpacker01

16. Sebaiknya tidak sendirian, berdua pun kadang ada yang nekat mendekat (sok kenal sok akrab).

Rasanya tak cukup sekali ke Turki, kalau ada rezeki dan waktu InsyaAllah ingin ke sana lagi.