Tag

, , , , , , , ,

Kamis, 10 Nopember 2016

Bertepatan dengan hari pahlawan di Indonesia, hari ini kami balik ke Indonesia transit Doha dan Kuala Lumpur. Tak tanggung-tanggung ya 2 hari perjalanan di pesawat. Penerbangan ke timur terhitung boros waktu, karena kecepatan pesawat dibantu oleh perputaran bumi. Misalnya berangkat dari Doha pukul 19.45. Sampai Kuala Lumpur pukul 7.45 pagi. Padahal dengan penerbangan normal yang 7 jam, harusnya pukul 2.45 dinihari sudah sampai. Ini adalah salah satu tanda bumi bulat dan berotasi. Kami sarapan di hotel jam 8 pagi, dengan menu lengkap seperti hari-hari sebelumnya, ada menu ala Turki, dan scramble egg+sosis ayam+roti. Sempat juga ambil beberapa teh dan kopi, mengingat ini hari terakhir kami di Turki.

teh-dan-kopi-turki

teh dan kopi turki

Kami bayar hotel dan check out jam 8.45, lalu ke halte tram Gulhane menuju halte tram Zeytinburu untuk beralih ke metro M1a menuju bandara Ataturk. Menggunakan kartu Istanbulkart lebih murah daripada menggunakan jasa antar hotel/travel. Perbandingannya menggunakan Istanbulkart = 2 orang* 2 kali tap kartu*2.15 TL = 8.6 TL. Sedangkan menggunakan jasa antar 2*5 Euro = 10 Euro = 34 TL. Tram berhenti sejenak jam 9 di salah satu stasiun, sempat tegang, ada pengumuman dari masinis dalam bahasa Turki yang tak kami mengerti, tram berhenti sekitar 5 menit semua orang terdiam, kami kira ada apa. Ternyata hari ini tanggal 10 Nopember ada peringatan meninggalnya pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Bersamaan dengan hari pahlawan di Indonesia. Pergantian dari tram ke metro di Zeytinburu cukup nyaman, naik eskalator, belok kiri, ada lift (buat yang bawa koper), turun. Rute ke bandara penuh, seperti KRL Commuter pada jam kerja. Sesampai stasiun Ataturk, belok kanan, masuk ke bandara, lalu naik menggunakan lift ke departure area, departure area ini modern layaknya bandara baru di Indonesia. Ada 2 kali scan bawaan, yaitu ketika mau masuk ruang check-in dan ketika mau masuk ruang tunggu. Penjagaan terlihat ketat tentara dan polisi di semua bandara Turki yang kami singgahi.

Check-in buka 3 jam sebelum keberangkatan. Seperti di semua negara, Turkish Airlines-flag carrier Turki punya counter paling banyak di sini. Kami yang naik Qatar Airways ada di deretan F. Proses check-in lancar, lanjut ke ruang tunggu, dimana kami habiskan sisa Lira Turki di sini (kalau di negara lain kurang populer, sehingga kurs nya jatuh). Ada duty free yang menggunakan mata uang Euro sebagai pembayaran nya. Boleh juga pakai Lira Turki dan USD, tapi dikonversikan dulu dari Euro. Ruang tunggu cukup bagus dan modern. Ketika kami masuk, ada pesawat Saudia berangkat. Lalu berganti dengan Qatar Airways. Tertulis boarding pukul 12.25, tetapi aktualnya boarding pukul 12.55. Ada koran gratis buat penumpang. Anehnya semua berbahasa Turki. Seperti Daily Sabah, sangat tebal 80 halaman, kertas korannya putih mengkilap. Bahasannya politik, ekonomi, gaya hidup dan olahraga. Tertulis harganya 1 TL saja. Mungkin di support iklan.

Pesawat yang digunakan menuju Doha adalah Airbus A330-300 yang sudah agak tua. Tua atau muda nya pesawat bisa dilihat apakah ada colokan USB. Di sini tidak ada. Audio Videonya juga masih kotak kaku. Tapi hiburan nya Oryx One adalah salah satu hiburan pesawat terbaik dunia, ada 3 ribu pilihan hiburan, dan 100 film blockbuster terutama Holywood. Penerbangan ini agak sepi, kami duduk di 11 A&B, sedangkan 11 C,D,E,F kosong. Ada penumpang pindah dari kursi lain dan menjadikannya tempat tidur setelah selesai menikmati makan siang. Saya juga pindah ke kursi 10 D dimana no 10 adalah kursi terdepan kelas ekonomi, dimana area kaki lebih luas, layar hiburan audio video nya juga seperti kelas bisnis. Kursi 10 C-F juga kosong, tapi ada sekat antar kursi yang tak bisa diangkat karena ada perangkat audio video lipat di situ. Makanan dan minuman yang disajikan persis seperti waktu berangkat dari Doha ke Istanbul. Perpaduan makanan Eropa dengan Arab. Enak sih. Karena sudah mendaftar privilege Qatar Airways, saya didatangi supervisor penerbangan saat itu, Manuel. Kurang lebih dia bilang “saya Manuel, supervisor penerbangan ini, selamat datang kembali di penerbangan Qatar Airways, terimakasih sudah bergabung, silakan kontak saya agar penerbangan anda nyaman”. Tak usah panggil Manuel juga sudah nyaman kok, pramugari dengan ramah dan cekatan melayani penumpang, sekalipun kelas ekonomi. Mereka bolak balik menawarkan minum. Saya 2 kali minum tambahan jus dan 1 kali minum tambahan air putih. Padahal saat makan sudah dikasih jus jeruk + air putih + air minum kemasan saat makan. Mungkin karena sepi, persediaan mereka berlebih. Nyaman sekali bisa nonton film sambil minum di pesawat. Toilet pun tak perlu antri. Ketika mendekati Doha matahari mulai tenggelam, siluet Sunset yang menakjubkan terlihat saat itu, berpadu dengan gelapnya teluk Persia, lalu berangsur dengan api kilang minyak, gemerlap lampu kampung kampung di Qatar, gemerlap gedung kota Doha, akhirnya mendarat di bandara Hammad international airport yang sangat luas.

Tak ada waktu berleha-leha di sini, karena dari pintu kedatangan menuju area transit makan waktu setengah jam pakai jalan cepat. Keriuhan terjadi di pemeriksaan bawaan menuju area transit dimana semua orang dari semua penerbangan terkumpul. Ruang tunggu kami C13 berada cukup jauh dari pusat terminal yang ditandai boneka raksasa. Untung ada travelator. Saya isi ulang air minum di sini, dimana seperti bandara kelas dunia lain, biasanya tersedia water refill di antara toilet pria dan wanita. Lalu menuju ruang tunggu yang mulai dipadati penumpang. WIFI di sini free unlimited, tidak seperti di bandara-bandara Turki dan yang lain yang dibatasi 2 jam dan harus memasukkan kode rahasia via nomor telepon kita. Pukul 19.00 mulai boarding. Penerbangan kali ini penuh tak bersisa kursi satu pun, terlihat saat check in online semua kursi sudah terbooking. Jadi kami pasang posisi dekat pintu boarding agar bisa segera masuk pesawat dan bisa menaruh barang bawaan pertama kali. Rute ke KL ini sangat penuh turis. Ada bapak ibu lansia dari Perancis yang berada di seberang kami bolak balik minta sampanye, wine, dressing untuk salad. Pramugara yang melayani sabar dan ramah. Hiburan audio video juga sangat banyak, namun karena lelah, TV yang menonton kami tidur dengan masih memakai headset. Hingga 5 jam kemudian bangun tepat saat ada pembagian kotak snack dan minum persiapan mendarat yang isinya roti ayam dan cupcake rasa strawberry. Kalau kami tidak bangun, mungkin kelewatan pembagian snack ini seperti waktu KL-Doha 11 hari yang lalu. Hahaha

Biaya hari ke 13 :

  • Tram Gulhane-Zeytinburu = 2×2.15 TL=4.3 TL (19k Rupiah)
  • Metro Zeytinburu-Ataturk Airport = 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Belanja di duty free Ataturk Airport
  • Qatar Airways Istanbul-Doha-KL = 2×2.9 jt Rupiah = 5.8 jt Rupiah————————————————————————————–Total 6,18 jt Rupiah