Tag

, , , , ,

Rabu, 9 Nopember 2016

Tema hari ini adalah mengunjungi tempat penting, sekaligus menghabiskan jatah kunjungan kartu museum pass. Sayang kalau dilewatkan. Karena dengan pass ini tak perlu lagi bayar tiket masuk Topkapi 40 TL, Harem 25 TL, Museum Sains & Teknologi Islam 10 TL, dan Museum Seni Islam & Turki 20 TL. Total senilai 95 TL. Tempat-tempat ini luar biasa menurut saya. Topkapi adalah pusat kerajaan khalifah Turki Usmani. Sedangkan Harem adalah tempat tinggal istri&permaisuri Sultan. Kemudian Museum Seni Islam & Turki. Di sini juga ada reruntuhan bekas hippodrome yang ditengahnya menjulang tugu2 yang tersisa saat ini. Kemudian Museum Sains dan Teknologi Islam berada di dalam Gulhane Park, berisi penemuan ilmuwan Islam yang berperan besar menjadi dasar bagi ilmu pengetahuan modern saat ini. Akses ke Topkapi bisa melalui museum Arkeologi (kami kunjungi hari Selasa, seminggu sebelumnya) yang pintu masuknya persis di samping Gulhane Park. Jadi tak perlu jalan jauh setelah dari museum Sains dan Teknologi Islam. Kami sarapan dulu sampai kenyang karena perkiraan malam baru pulang.

Kunjungan pertama ke Museum Sains dan Teknologi Islam yang berada di taman Gulhane. Tempat ini dulunya adalah kandang kuda Topkapi Palace, dan bekas kandangnya masih bisa dilihat saat berkunjung ke dalam museum ini. Tahun 2008 diresmikan oleh perdana menteri Recep Tayyip Erdogan.Museum ini menyimpan 140 replika penemuan abad 8 sampai 16 dalam bidang astronomi, kimia, geografi, survey, optik, pengobatan, arsitektur dan teknologi perang.

Kami paling lama di Topkapi, dari jam 10 sampai 2 siang. Kami mulai mengunjungi bagian depan yang berupa taman dan tempat pembelian tiket masuk dan pintu masuk. Ada tiga bagian : – bagian pertama : dekat pintu masuk saat ini digunakan menyimpan senjata, dulu adalah tempat sultan menyambut tamu. Berikutnya adalah dapur dan pabrik permen yang mungkin luasnya seluas lapangan futsal yang terbagi menjadi beberapa ruangan, ada peralatan dan peralatan saji dari zaman 1400-an sampai 1800-an. Perlengkapan masak ini  (panci, teko, piring, gelas, sendok, garpu dll) bisa menunjukkan perkembangan teknologi per dapuran saat itu. Koleksi keramik China nya juga sangat cantik dan utuh, ada keramik porselin untuk sultan yang akan berubah warna jika ada zat beracun dalam makanan. Dapur ini digunakan untuk memasak 800-1000 porsi per hari. Berikutnya : – bagian ke dua, ada ruang konsultasi sultan dengan menteri, gubernur atau duta besar. Dan ada juga ruang sultan beserta keluarganya, ada ruang untuk menyimpan 3000 pakaian kerajaan, dan satu lagi imperial sofa yang dibangun sultan Murat 4 pada tahun 1634 sebagai perayaan merebut Bagdad Iraq.- Bagian ke tiga : ada benda peninggalan nabi Muhammad SAW seperti jenggot, salah satu gigi, 2 pedang, jubah dari kulit unta. Ada juga orang yang membaca Al-Quran terus menerus di salah satu ruangan. Berikutnya adalah bagian paling belakang, dengan pemandangan selat Bosphorus. Ada kafe yang dilengkapi toilet dan juga ada mushola. Di sini kami sholat qashar Dzuhur dan Ashar serta makan siang nasi yang kami masak di hotel. Di istana Topkapi ini untuk ruangan koleksi ada larangan mengambil gambar. Sedangkan ruang umum boleh saja. Ada toko souvenir resmi yang menjual barang dengan diskon gila-gilaan (low season) salah satunya buku panduan wisata top 10 Istanbul terbitan DK eyewitness travel dihargai 8 TL dari harga bandrol 55 TL. Sekitar jam 2 kami ke Harem, tempat tinggal para istri dan permaisuri sultan. Tempatnya tertutup, luas dan sedang di renovasi. Biaya terpisah dari tiket Istana Topkapi.

Dari Harem kami jalan melewati Hagia Irene dan Hagia Sophia, lalu ketemu Arasta Bazaar. Magnet kulkas di toko yang ada di sini rata2 dijual 3 TL (di lapak Eyup lebih murah 5 TL dapat 2. Dari Arasta Bazaar kami ke Museum Seni Islam dan Turki yang juga luar biasa display dan isinya. Sukar dikatakan dengan kata-kata lah. Spektakuler. Bangunan ini awalnya tempat tinggal Ibrahim Pasha-menantu sultan Sulaiman pada abad 16, yang dibangun dari 1493-1536. tempat ini menyimpan koleksi 1300 tahun keberadaan Islam di dunia. Menyimpan 40 ribu artefak abad ke 7 hingga sekarang, dengan menampilkan fine art, kerajinan dan kehidupan rumah tangga Turki dari zaman nomaden hingga modern sekarang.

Puas di museum, kami ke halte tram Sultanahmet menuju Eminonu, naik bus no 99A rute Eminonu-Gaziosmanpasa ke Eyup Sultan. Di sana tempat berziarah orang Turki. Dan dari situ bisa ke Pierre Loti, tempat paling bagus melihat Golden Horn dengan jalan kaki melalui makam Eyup. Sebaiknya naik kereta gantung/teleferik saja, tak mahal, hanya 2.15 TL pakai Istanbulkart, dengan pemandangan sekitar. Di sini sering dikatakan tempat terbaik untuk melihat kecantikan pemandangan Golden Horn. Setelah duduk, mengagumi keindahan pemandangan, menikmati semilir angin dan berfoto, untuk meringkas waktu kami turun menggunakan teleferik/kereta gantung. Lalu jalan lagi ke Eyup melewati lapak penjual oleh-oleh dan pashmina. Harga di sini agak murah. Jalan terus sampai kompleks Eyup, banyak orang berdoa sambil berdiri di sini. Selain peziarah juga banyak orang yang sekedar duduk di sekitar air mancur untuk menikmati pemandangan orang lalu lalang. Banyak cafe dan fast food ada di sini, termasuk Burger King dan Simit Sarayi. Puas di sini, kami lanjutkan ke Fatih, dimana ada masjid Fatih dan pasar Rabu (Carsamba Pazari).

Agak sulit mendapatkan bus yang longgar, selalu penuh pada jam 5 sore dimana banyak orang bersamaan pulang kerja. kami kesasar bus. Sebagian besar orang Turki memang ramah, ketika kami bingung, ada bapak-bapak tanya “mau kemana?”, “Fatih”, “Bus ini tidak ke Fatih, kebalikannya”. Langsung saja kami siap turun diperhentian berikutnya. Ternyata halte tempat kami turun ini ada di bawah Teleferik Piere Loti. Nah dari sini ke Fatih bis nya kosong, karena memang di sini adalah start bis no 86 V Eyup Sultan-Vezneciler yang melalui Edirnekapi tempat gereja Chora dan daerah Fatih sebelum akhirnya berhenti di Vezneciler dimana kampus Universitas Istanbul berada. Tak rugi kami datangi Fatih ini. Kami kira masjid dengan taman, ternyata dikelilingi pertokoan modern di pinggir jalan. Masjid sangat besar dan megah. Masjid ini dibangun oleh sultan Mehmet 2 sebagai rasa syukur atas kemenangan merebut Konstantinopel pada 1453. Arti Fatih sendiri adalah Sang Penakluk. Meski sudah ratusan tahun (direnovasi ulang di tahun 1800-an setelah rusak akibat gempa tahun 1788), masih lebih bagus dari masjid baru. Kami hanya memfoto dari luar saja masjid ini. Lalu ke Pasar Rabu (Carsamba Pazari) yang spektakuler ramainya. Harga anggur merah maupun hijau tanpa biji 4 TL (17 ribu Rupiah)/kg. Murah banget kan. Belum lagi buah lainnya seperti pir dan delima. Telur juga 4 TL (17 ribu Rupiah)/kg, kalau beli satu rak ada diskon. Perlengkapan musim dingin juga murah, seperti sarung tangan 5 TL dapat 3. Tapi ada juga pisang yang merupakan produk impor 6 TL/kg, meski mahal tetapi ramai peminatnya. Kami di sini sejak Maghrib sampai jam 8 malam. Di sini kami juga belanja di supermarket untuk beli oleh-oleh. Saat pulang, kami menemukan pengungsi Suriah yang seumuran dengan kami dengan 2 anaknya yang masih balita, sedang mengemis, kasihan betul. Kami menyumbang, sementara orang Turki yang kebetulan lewat memberikan roti. Kami naik bis dari halte Fatih. Bus yang kami tumpangi no 37E rute Yildizplaza-Eminonu. Kami turun di Karakoy yang dekat ke stasiun tram. Kami sempat tidak bisa turun, meski sudah pencet tombol berhenti sopir tidak membuka pintu tengah tempat turun-mungkin tombol sedang rusak. Syukur ada ibu-ibu teriak dalam bahasa Turki, yang mungkin artinya “ada yang mau turun, bukain dong pintunya !!!”, terimakasih Bu. Di Karakoy kami top up dulu Istanbulkart di toko kelontong yang dijaga pemuda gagah dan ganteng-yang mungkin di Indonesia bisa jadi aktor, buat transport tram ke Gulhane dan tram+metro besok ke bandara. Paling nyaman naik tram/metro/ferry, pasti jadwalnya dan bebas macet. Sebelum masuk hotel kami belanja lagi oleh-oleh di minimarket tradisional depan hotel. Entah karena salah pilih beli barang mahal (terutama kopi) atau kena scam, dengan uang yang sama kami hanya dapat satu plastik kresek, sedangkan di supermarket di Fatih tadi dapat 3 kresek belanjaan. Minimarket ini tidak menempelkan harga barang, harus tanya harga sebelum beli. Kami sempat ditanya dari mana, dan bapak ini cerita kalau ada turis Indonesia beli 4 dus kopi Mehmet Cahvesi. Sampai hotel kami sempat masak manti yang baru kami beli di supermarket tadi menggunakan rice cooker. Lumayan enak rasanya seperti siomay isi daging, cocok dengan sambal sachet yang kami bawa dari Indonesia.

Biaya hari ke 12 :

  • Museum Sains & Teknologi Islam = 2x 10 TL = 20 TL (include in Museum Card)
  • Topkapi & Harem = 2 x(40+25)= 130 TL (include in Museum Card)
  • Beli magnet kulkas di Arasta Bazaar
  • Museum Seni Islam & Turki = 2x 20 TL (include in Museum Card)
  • Tram Sultanahmet-Eminonu = 2×2.15 TL= 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Bus Eminonu-Eyup =4.3 TL (19k Rupiah)
  • Teleferik Eyup-Piere Loti pp = 2x2x2.15 TL= 8.6 TL (38 k Rupiah)
  • Bus Eyup-Teleferik (nyasar) = 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Bus Piere Loti-Fatih = 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Belanja di pasar dan supermarket area Carsamba Pazari
  • Bus Fatih-Kadikoy = 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Tram Kadikoy-Gulhane = 4.3 TL (19k Rupiah)
  • Belanja di minimarket depan hotel Erboy ——————————————————————————————————-Total = 152k Rupiah (hanya transportasi saja, tidak termasuk beli oleh2 + tiket museum yg sudah tercover di Museum Card)