Tag

, , , , , , , , , ,

Senin, 7 Nopember 2016

Setelah balik ke Istanbul kemarin, ada sejumlah tempat yang ingin kami kunjungi. Poster dari Turki Airlines menggambarkan tempat “penting” untuk dikunjungi.

Pertama ke kantor pos besar, untuk kirim kartu pos yang saya beli di hotel seharga 0.5 TL (2100 Rupiah)/lembar. Prangko untuk ke Indonesia adalah 3.2 TL (13 ribu Rupiah). Di sini kami juga mampir ke museum pos, berisi sejarah pengiriman pos Turki dari zaman khalifah Turki Usmani hingga Republik. Dari brosur museum dijelaskan bahwa ada 3 bagian di museum ini : 1. Bagian Pos : layanan pos Turki dimulai pada 23 Oktober 1840. Transportasi menggunakan unta dan kuda. Tukang pos waktu itu disebut Postman Tatar (postrider).2. Bagian Telegram : dimulai 9 September 1855 dan dipamerkan bermacam alat yang digunakan dalam perang tersebut, aneka sandi morse dan lainya yang bertransformasi menjadi alat modern.3. Bagian Prangko : prangko pertama Turki terbit tahun 1863 oleh Agah Efendi. Prangko berperan sebagai duta budaya bangsa kepada dunia. Museum pos ini juga menyimpan koleksi prangko penting, dan untuk mengunjunginya gratis. Lokasi ada di sayap kanan gedung pos besar Istanbul.

Berikutnya adalah mengunjungi Miniaturk. Dari kantor pos besar jalan kaki belok kiri, ke arah Sirkeci lalu belok kiri lagi ke arah Eminonu, dari Eminonu menyeberang jalan ke arah terminal bus Eminonu. Dari sini kita bisa melihat masjid Sulaymaniye yang legendaris itu, spice bazaar, Yeni Camii yang sedang direnovasi, serta area Kadikoy/Beyoglu yang ditandai dengan Galata Tower.

Kami naik bus no 47 rute Eminonu-Yesilpanar, turun di halte Miniaturk . Untuk masuk bayar 10 TL. Di tempat ini ada miniatur bangunan yang ada di Turki dan bekas wilayah Turki Usmani. Total ada 116 miniatur, terdiri dari 50 miniatur di Anatolia, 54 miniatur bangunan di Istanbul, dan 12 miniatur di luar Turki pada skala 1:25. Cukup luas dan menarik. Tempat luar ruang (outdoor). Sangat cocok untuk anak-anak dan orang yang penasaran karena tidak sempat ke lokasi bangunan aslinya. Keren karena detil serupa aslinya.Di sini kami makan siang bekal nasi yang kami masak di hotel beserta simit dan apel. Selain miniatur ada juga taman bermain, labirin, bioskop, simulator, model mobil dan tentu saja tempat makan beserta fasilitas penunjang lain seperti masjid dan toilet. 

Dari sini kami naik bus 41ST Seyrantepe-Topkapi, turun di halte Edirnekapi, mengunjungi Masjid Mihrimah Sultan dan Gereja Chora. Kedua bangunan ini berada di dalam benteng kota Istanbul yang dibangun kaisar Theodosius 2. Masuk masjid Mihrimah gratis, sedangkan museum Chora berbayar 30 TL, tapi tak perlu bayar lagi kalau punya kartu Museum Pass. Masjid Mihrimah Sultan adalah masjid yang didesain arsitek Mimar Sinan atas perintah sultan Sulaiman sebagai hadiah untuk putri kesayangannya, putri Mihrimah. Dibangun antara tahun 1562-1565. Dengan banyak kaca, membuat masjid ini merupakan bangunan karya Mimar Sinan yang paling bercahaya. Museum Chora adalah bekas gereja yang dibangun pada abad ke 5 sesudah masehi, kemudian jadi masjid pada tahun 1503 dan akhirnya jadi museum setelah direstorasi tahun 1948. Kelebihannya adalah adanya mosaic dan frescoes lukisan kisah Yesus di kitab Injil yang dilukis antara 1315-1321. Di sinilah security museum bisa langsung menebak dengan tepat bahwa kami orang Indonesia (ditempat lain kami ditebak orang China, India, Jepang, Korea, Malaysia). Di sekitar museum juga terdapat restoran, toko souvenir dan rumah kuno Turki.

Dari Chora kami jalan lagi ke arah stasiun tramway Edirnekapi yang ada di bawah tanah. Besar dan keren. Tapi cukup melelahkan menemukan tempat ini. Dari sini kami lanjut ke Topkapi yang merupakan stasiun terakhir rute tram. Di sini kami masuk ke halaman luas dan cantik Panorama 1453 yang berisi audiovisual perebutan Istanbul Byzantium. Kami tidak masuk, tapi mozaik yang ada di dinding menggambarkan isi bangunan.

Dari sini kami lanjutkan perjalanan ke taman Gulhane, naik tram dari stasiun/halte Topkapi, melintasi 10 stasiun. Banyak pemandangan menarik daerah yang kami lewati. Kami turun di stasiun tram Gulhane. Oh ya, tram dalam bahasa Turki adalah tren. Gulhane adalah taman yang sangat luas Dengan pohon-pohon berusia 100 tahun lebih. Di sini juga ada taman tanaman obat yang diresepkan oleh pakar kedokteran Islam : Ibnu Sina. Tempat yang cocok untuk istirahat atau sekedar berfoto.

toko-bunga

penjual bunga pinggir jalan

ibnu-sina

taman obat ibnu sina

gulhane-park

taman gulhane

Dari Gulhane ke hotel dekat saja, sekitar 100 meter dari pintu taman. Kami istirahat sebentar. Jalan kembali melalui trotoar pinggir tram sampailah tiba di Eminonu. Oh ya, kami mampir beli es krim Wall’s yang di Turki namanya Algida, rasa susu cinnamon/kayu manis. Tekstur nya cenderung seperti gelato. Dan kami juga beli kacang campur almond, mete dll. Di Eminonu kami cari tempat makan roti ikan -balik ekmek yang masaknya di atas perahu. Seporsi 8 Lira. Rasanya lumayan gurih, namun tak se-spektakuler bayangan saya, agak amis dan basah. Kebetulan kami bawa sambal sachet dari Indonesia, rasa nya jadi lebih enak.

Kenyang makan roti yang ditengahnya ditaruh ikan panggang, kami lanjut jalan ke Spice Market yang ada di seberang melalui underpass. Sama seperti di Indonesia di underpass ini banyak orang jualan di sini, ada mainan anak, cover hp dll. Bedanya di sini yang jual bule. Berlanjut ke Spice Market, ternyata indah dengan lampu gemerlapnya. Barang yang dijual seputar oleh oleh yang ditata rapi. Lebih bagus di sini daripada di Bangkok. Lalu menukar sebagian USD dan  EUR menjadi 500 TL. selisih dengan kurs xe.com hanya 3.48 TL (0.75%) lebih sedikit. Didekatnya kami menemukan kerudung sutra/silk  scarf bagus harga 15 TL dan 5 TL. Selain itu kami ditebak orang Malaysia dan ditawari untuk memesan jas. Beres dari Spice Bazaar kami jalan kaki pulang ke hotel yang cukup dekat, hanya 10 menit jalan kaki santai.

Biaya hari ke 10 :

  • Kartu pos 4×0.5 TL = 2 TL (8.2k Rupiah)
  • Prangko ke Indonesia 4×3.2= 12.8 TL (52 k Rupiah)
  • Museum Pos = Free
  • Snack & es krim 6 TL (25k Rupiah)
  • Bus Eminonu-Miniaturk = 2×2.15 TL =4.3 TL (18k Rupiah)
  • Tiket Miniaturk = 2×10 TL = 20 TL (82k Rupiah)
  • Bis Miniaturk-Edirnekapi = 4.3 TL(18k Rupiah)
  • Masjid Mihrimah Sultan = Free
  • Chora Museum = 2×30 TL=60 TL (include Museum Card)
  • Tram Edirnekapi-Topkapi = 4.3 TL (18k Rupiah)
  • Panorama 1453 = tidak masuk, hanya foto di luar
  • Tram Topkapi-Gulhane = 4.3 Tl (18k Rupiah)
  • Beli pasmina & kerudung (rata2 10 TL) di sekitar Spice Market
  • Makan balik ekmek = 8 TL (38k Rupiah)————————————————————————————————————Total = Rp 287.2k