Tag

, , , , , , , , ,

Sabtu, 5 Nopember 2016

Sudah seminggu kami meninggalkan kota Bandung di berada di luar negeri, ini saatnya evaluasi perjalanan. Apa yang kurang apa yang lebih. WIFI di hotel ini lumayan lancar. Kami sarapan di restoran yang dimasak langsung oleh ayah ibu pemilik hotel. Lezat. Setelah sarapan, kami diantar ke travel agent Pamukkale. Di sini kami dijemput pukul 9.15 dengan tiket seharga 35 TL/orang. Meski ada TV dan 3x dikasih minum, kurang nyaman bis ini, entah kenapa sopir terkesan irit dengan tidak menyalakan AC ketika jalan, sehingga sepanjang jalan terasa gerah dan jadi pengen kencing. Ketika saya minta berhenti untuk ke toilet, si sopir dan anaknya yang jadi pramugara (anak SD yang libur sekolah hari Sabtu) kompak bilang “this is express bus, direct to Selcuk, non stop”, asem nih komplotan babe n anaknya. Tapi tak sampai 1 menit bis berhenti mampir ke toilet di SPBU. Ini ketiga kali kami menemukan isengnya orang Turki. Oh ya, sepanjang jalan tampak subur tanah Turki dengan berbagai tanaman di atasnya. Meski tak ada gunung berapi aktif, tetapi nutrisi tanah peninggalan masih terjaga, dan mereka tetap menggunakan pupuk kandang, sehingga tidak mengherankan kalau lewat rumah petani di sini yang dicirikan traktor besar di depan rumah, ada bau kotoran sapi. Tapi hasilnya luar biasa, nyaris sepanjang jalan terlihat jeruk/oren dan delima yang siap panen. Jam 1 siang bis tiba di terminal.

Dari terminal kami jalan melalui pasar Sabtu yang sangat ramai, luas, namun tertib dan teratur. Lalu lewat pusat kota yang ditandai adanya pilar-pilar tinggi kuno dimana banyak kafe dan orang-orang duduk di situ. Sempat kesasar Google map, karena salah satu akses ke hotel yg melintas stasiun kereta ternyata ditutup karena ada pembangunan. Kami memutar ke jalan di utara. Kami tiba di penginapan Ephesus hostel jam 1.30 siang. Awalnya ketuk pintu tak ada yang menyahut. Coba saya kontak nomor yang ada di booking.com, Alhamdulillah ada yang mengangkat (dan baru ngeh, ternyata kartu Turkcell yang saya beli ada free 500 menit telpon lokal Turki). Kami disambut mas-mas pemilik guest house yang mirip patung Yunani, yang memberi penjelasan seputar Selcuk dan memberikan peta panduan. Disarankannya hari ini keliling kota dulu, besok baruke Ephesus. Sesudah itu kami dapat kunci kamar. Kamar yang sederhana, namun ada dapur umum lengkap dengan kompor dan dispenser. Ada juga buah jeruk bebas ambil dan teh gula kopi. Di ruang tengah ada setrika. Semuanya self service.

Jpeg

pasar sabtu Selcuk

kamar-ephesus-hostel

kamar Ephesus hostel

 

Setelah menaruh koper dan tas, kami bergegas kembali ke kota untuk mengunjungi beberapa lokasi wisata diantaranya masjid Isa Bey, reruntuhan St.Paul, museum Ephesus, dan lokasi reruntuhan Ephesus. Tapi kami beli tavuk kebab (kebab ayam) 4 TL di pusat kota. Isa Bey dan St Paul lokasinya berdekatan, sehingga dari St Paul kami bisa melihat masjid Isa Bey. Untuk masuk masjid Isa Bey gratis, sedangkan St Paul bayar 20 TL/orang, namun free jika sudah punya museum pass. Kami menemukan pohon kurma yang sedang berbuah, sempat ngiler pengen metik, tapi bukan milik, kami abaikan kengileran ini.

Usai dari sini kami langsung ke museum Ephesus dekat terminal.Koleksinya spektakuler. Biaya masuknya 20TL/orang , dan gratis buat pemilik museum pass. Tapi kepikiran satu lagi yang kami kunjungi reruntuhan Ephesus. Maka kami bergegas ke terminal, cari dolmus (angkot) yang mirip mobil pariwisata. Karena tak kunjung datang penumpang, sementara dolmus akan jalan kalau sudah banyak penumpang maka kami pilih jalan saja yang ternyata sangat jauh, 5 km melalui trotoar sepeda, yang kiri kanannya pohon besar, rindang sekali. Kami menyeberang jalan raya, dan masih harus jalan lagi sekitar 500 meter hingga akhirnya sampai pintu gerbang selatan. Di sini banyak penjual souvenir dan tas. Rapi tempatnya. Untuk masuk tempat ini biayanya 40 TL, free untuk pemilik museum pass. Kami berfoto di reruntuhan Ephesus ini, dan bangunan yang menurut kami spektakuler adalah stadion yang masih relatif utuh. Tak sampai satu jam di sini kami balik melalui pintu tempat kami tadi masuk.

Ada papan informasi biaya taksi ke rumah bunda Maria (Siti Maryam) atau ke Selcuk sama sama 20 TL. Karena sudah menjelang Maghrib, kami pulang ke Selcuk, minta di antar ke pasar yang kami lewati saat tiba tadi. Perjalanan sekitar 10 menit, kami keliling dan menemukan beberapa barang lucu, utamanya sayur dan buah yang benar-benar melimpah. Kenari yang sudah bersih 45 TL/kg, katanya masih bisa ditawar, karena masih setengah jalan lagi, dan jatah bagasi Turkish Airlines domestik sudah mepet (kemarin sudah 14.6 kg dari jatah 15 kg), kami cari buah segar saja buat konsumsi. Daaaaan, kami menemukan penjual buah anggur yang sudah mau tutup. Kami pembeli terakhir, anggur yang ditimbang 1,1 kg ini dihargai cuma 0,5 TL (2 ribu Rupiah). Amazing banget. Dan rasanya sangat manis, yang kalau di Indonesia harganya mungkin 80 ribu Rupiah/kg. Saya rasa ini kebetulan mau habiskan barang saja, karena saya lihat kalau di papan harganya antara 4-8 TL/kg. Dari Pasar kami mampir ke supermarket Migros yang ada di samping pasar. Di sini kami menemukan mie instan Cup merk Nudo rasa tomat, yang ada tulisan origin : Indonesia (dibuat di Indonesia). Rasanya mirip mie ABC tomat pedas. Jangan-jangan satu pabrik. Kami balik ke penginapan, dan di jalan menemukan pohon jeruk yang sedang berbuah lebat di pinggir jalan. Dan herannya tidak ada yang memetik. Jadi ingat pohon mangga depan rumah luar pagar di Kalimantan, tidak ada yang memetik meski berbuah lebat.

Selama beberapa hari ini kami menemukan beberapa buah sedang musim panen di Turki, dan buah tersebut ada ditempat umum. Sewaktu di Goreme kami menemukan pohon anggur yang buahnya menjuntai di atas kursi tempat duduk kami di halaman masjid Jamik. Di Pamukkale kami menemukan pohon delima yang berbuah lebat di pinggir jalan. Di Selcuk menemukan jeruk yang kuning merona dan gendut berisi. Semua sudah kami coba, beli di pasar dengan harga yang tidak masuk akal murahnya, dengan rasa yang luar biasa manis dan segar. Kami kagum akan hal ini.😄

Biaya hari ke-8 :

  • Bayar Ephesus Hostel = 70 TL (290k Rupiah)
  • Bis Pamukkale-Selcuk = 2×35 TL=70TL (290k Rupiah)
  • Taksi Ephesus-Selcuk = 20 TL(82k Rupiah)
  • Kebab = 8 Tl (33k Rupiah)
  • Belanja di supermarket =21.1 TL (87k Rupiah)
  • Anggur 1 kg = 0.5TL (2,1k Rupiah)—————————————————————————————————————–Total 784.1k Rupiah