Tag

, , , , , , ,

Malam ini kami menonton film Inferno di Blitz Megaplex BEC Bandung. Film yang diadaptasi dari novel karya Dan Brown ini banjir kritikan dari para pembaca novel, karena beda dengan yang di novel. Tapi bagi kami yang tak baca novelnya, sangat menikmati film ini.

Dibintangi oleh Tom Hanks dimulai dengan Zobith yang bunuh diri dari menara di Firenze Italia. Lalu Tom Hanks berada di rumah sakit, ditolong dokter wanita, lalu mereka dikejar pembunuh bayaran.

Lari, kejar-kejaran melintas kota dari Firenze dan Venesia, Italia lalu ke Istanbul Turki. Kebayang dong indahnya bangunan di kota- kota tersebut. Sebut saja Hagia Sophia, Basilica Cistern yang keduanya ada di Istanbul. Film tak melulu seru-seruan adegan action, tapi juga pemandangan yang menjadi inspirasi jalan-jalan. Ujungnya virus mematikan yang rencananya akan disebarkan melalui Basilica Cistern/Yerebatan Sarnici bisa diamankan.

Plot yang agak muter2, namun tetap menjaga ketegangan dari awal hingga akhir. Di selipkan juga dialog yang mencerdaskan misalnya “nelayan menuju area dimana air hangat yang membawa ikan kecil, akan bertemu air dingin yang membawa ikan besar yang kelaparan sedang kelaparan. Di sinilah nelayan akan menjaring untuk mendapatkan semua ikan”. Kemudian penggunaan teknologi drone, laptop Apple, mobil yang bisa dirental dengan hanya menempel kan kartu kredit ke kaca, penyadap dan pemantau asal sinyal telepon, itu mungkin yang dianggap terlalu canggih daripada yang tertulis di novel.

Saya nilai film ini bagus, meski banyak tokoh yang ditampilkan singkat, mengingat padatnya isi film ini. Dan ada kejutan ternyata dokter yang menolongnya ternyata di pihak lawan yang menolong bertujuan mendapatkan jawaban atas teka teki yang bisa dipecahkan oleh profesor yang diperankan Tom Hanks tersebut. Film ini layak dan menarik untuk ditonton.