Tag

Dulu, ketika masih di Banjarmasin, pingin banget jalan-jalan mengunjungi semua tempat wisata di Bandung. Sekarang, sudah di Bandung, malas banget jalan, karena tinggal di rumah dan urusan kerjaan saja sudah nyaman tak perlu cari hiburan lagi. Bandung yang sejuk memang juara untuk tempat tinggal.

Berhubung ada adik datang, dalam rangka cuti kerja, kami menyambutnya, sekaligus mengantarkannya keliling tempat wisata dan belanja di kota Bandung. Salah satu yang paling berkesan adalah Farmhouse Lembang. Banyak tempat wisata lainnya di Lembang, seperti pasar terapung, kampung gajah, kampung daun, Tangkuban perahu, Maribaya, taman begonia, D’Ranch. Mengingat waktu yang terbatas, kami pilih yang paling dekat dari rumah saja, yaitu Farmhouse. Dari Bandung kami melewati hotel Amaris Setiabudi, Banana Inn, kampus UPI, Mercure Setiabudi, rumah sosis, hingga akhirnya sampai di Farmhouse yang antreannya meluber ke jalan raya, karena itu kami bablas saja ke Indomaret 100 meter setelah pintu masuk Farmhouse untuk beli bekal. Usai belanja bekal, kami balik ke arah Farmhouse.

Depan pintu masuk ada satpam yang selalu tersenyum ramah, ya, sebagai pegawai memang harus ramah, karena yang bayar gaji mereka kan pengunjung/tamu juga kan. Keramahan masih berlanjut ke tempat parkir, dimana ada sekitar 8 pegawai jemput bola menjual karcis masuk dan parkir dengan harga resmi. 20 ribu per orang dan 10 ribu biaya parkir mobil. Sangat membantu pengunjung tanpa harus antri tiket. Demikian saat parkir, sudah ada petugas yang mengarahkan parkir.

Selanjutnya adalah masuk, sebelum masuk tiket bisa ditukar dengan susu segar rasa original, strawberry atau coklat, bisa juga ditukar susu kotak atau snack. Pilih salah satu. Susunya murni, segar, kami datang bersamaan dengan pengisian tempat susu segar dari tangki truk susu, jadi bisa melihat langsung bahwa ini susu segar. Begitu masuk, terasa sekali kesejukan tempat ini. Ada banyak tempat duduk dekat pintu masuk. Enak juga buat foto-foto. Kami lanjut ke gembok cinta, dimana di taman pohon pinus ada pagar yang bisa dipasang gembok cinta, yang harus dibeli di tempat. Kami tak sempat tanya, karena memang tak banyak muda mudi yang datang siang itu. Kebanyakan ibu-ibu arisan dan keluarga muda. Di bawah pohon ada sepeda yang menarik buat foto-foto. Kami lanjutkan perjalanan ke bangunan utama, melewati kolam koi. Ikan koi nya besar dan gemuk terawat, dan lincah, sirkulasi airnya juga bagus. Kami berhenti beberapa saat di sini. Lalu melewati bangunan utama yang di sebelahnya ada toko yang jual croissant 5 ribuan. Enak sekali rasa croissant yang kerasa mentega/butter nya ini, ada rasa kismis, kayu manis, vanilla dll. Terus lewat aneka penjualan coklat, Snack unik, souvenir, penyewaan gaun ala Eropa dan restoran. Kami berhenti di taman atas yang cantik. Saya cuma menunggu di kursi yang banyak tersedia, sedangkan adik dan istri asyik foto-foto dengan background aneka bunga yang ada di sana. Saat balik turun, kami mampir lagi ke kolam koi, saya terhibur oleh hilir mudik ikan, bahkan ada ikan koi yang meloncat ke atas air, meski tubuhnya gendut. Sementara yang lain asyik berfoto dengan rumah Hobbit. Meski tempat nya tidak luas, tetapi kami betah 3 jam di sana, dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Apalagi kami datang di hari Senin, dimana tak terlalu banyak pengunjung. Mau gegoleran di kursi panjang juga tidak ada yang mengusir, coba kalau akhir pekan, mana bisa begini. Nyaman sekali buat kami.

Kami tidak tahu kalau ada feeding area, tempat kasih makan domba dan kelinci yang gendut2 itu. Jadi langsung pulang. Tahunya pas lihat di TripAdvisor banyak yang posting feeding area ini. Lain kali saja, toh tidak jauh dari rumah.

Overall puas banget di sini, kualitas bangunan bangunan dan detil, seperti Eropa beneran, meski agak tidak match dengan  lampu hias Maroko. 20 ribu di sini sudah dapat susu segar-yang kalau di kafe yang happening harganya sudah pasti lebih, plus pemandangan yang menenangkan.

farmhousefarmhouse-lapangan