Tag

, ,

Dulu, sebelum era digital, hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos merupakan suatu keasyikan sendiri untuk anak-anak kecil. Hobi yang disebut juga filateli ini juga menyita perhatian cukup banyak orang, tak terbatas usia, yang bahkan menjadikan hobi ini menjadi profesinya, koleksi dan jual beli prangko dan benda-benda pos, yang lebih dikenal sebagai filatelis.

Untuk jatuh cinta pada prangko tidaklah sulit. pengalaman waktu era 90-an, kala itu banyak tetangga yang merantau ke Malaysia, yang saban bulan kirim berita ke keluarganya di kampung dengan surat yang tentu saja dibubuhi prangko Malaysia yang didominasi prangko bergambar buah nanas, rambutan, manggis dll. Ada juga yang bergambar padi, sawit, karet, dan disertai lambang daerah dan raja/penguasa daerah tersebut. Jarang-jarang ada gambar lain. Meski gambarnya itu-itu saja, tetapi membawa imajinasi bahwa ada lho negara lain yang punya kemiripan dengan Indonesia. Dan pastinya gambar di prangko lebih indah dan nyata daripada gambar buah2an yang di tempel di kelas TK. hahaha. Sementara prangko Indonesia waktu itu didominasi gambar pak/bu tani dan presiden Suharto.

Euforia itu terjadi ketika awal 90 an dimana toko kelontong juga mulai menjual prangko bekas dari seluruh dunia dengan harga yang miring. Mirip euforia batu akik beberapa waktu lalu. Prangko yang sudah dalam kemasan ini kebanyakan produksi dari Elsaqaf Philatelic Center Surabaya dengan harga relatif murah, kisaran 500-2500 Rupiah kalau tidak salah (kalikan 10 uang sekarang). Hobi mengumpulkan lembar per lembar perangko menjadi kurang menarik karena dengan mudah dan murah bisa didapatkan prangko berbagai negara.

Hobi ini terus berlanjut hingga sekarang, ketika berkunjung ke suatu negara, saya pasti mampir ke kantor pos, beli kartu pos dan perangko untuk dikirim ke saudara di Indonesia. Bukan untuk mengirim kabar karena untuk memberi kabar bisa telepon, whatsapp atau email, tetapi memberikan kenangan, ini lho kartu pos dan prangko yang dikirim dari negara sana. So far, pengetahuan manfaat koleksi prangko yang saya rasakan baru sampai situ, walau konon katanya ini adalah hobi para ratu dan raja, karena beberapa prangko langka berharga milyaran Rupiah. Seperti prangko red penny (http://www.mirror.co.uk/money/7-worlds-most-valuable-stamps-5430217) yang berharga 550 ribu Poundsterling (sekitar 10 milyar Rupiah), atau prangko red magenta British Guiana yang berharga 9,5 juta Dollar Amerika (sekitar 125 milyar Rupiah) hanya untuk selembar prangko.

Kini kalau perlu prangko Indonesia tak perlu bingung mencari, selain di kantor pos yang ada pojok filateli nya, di kantor pos biasa juga jual prangko yang bagus-bagus gambarnya. Bisa juga ke laman http://filateli.co.id/home/index.php?route=common/home  . Disitu bisa pilih prangko dan pelengkapnya, kemudian bayar pakai kartu kredit atau bisa juga transfer. Ini beberapa produk yang saya pesan hari ini. Cantik-cantik bukan.

burung-air-2016flora-fauna-2014kaltara-2014kartupos-pon-2016kemasan-doraemonmacan-2014penyu-2014pon-2016presiden-wapres-ss-2015raja-ampat-2015ss-kambing-2015ss-pon-2016

 

Nah, setelah 10 hari akhirnya pesanan tiba. Sangat memuaskan.