Tag

, , , ,

Sebagian orang yang baru bekerja, gaji pertama biasanya habis untuk dihadiahkan ke orang tua, untuk traktir teman. Gaji bulan berikutnya buat gaya hidup, beli baju, beli gadget. Berikutnya foya-foya, sampai akhirnya menyadari, sudah setahun bekerja kok saldo tabungan sama dengan waktu belum bekerja. Di zaman digital ini, godaan untuk menghabiskan uang gaji juga sangat besar, aneka tawaran diskon datang silih berganti seperti tiada hari tanpa diskon. Boleh saja sih mengikuti gaya hidup ini, tetapi harus pasang alarm, jangan sampai keterusan, karena bagaimanapun sebagai manusia yang sudah dewasa harus sudah bisa bertanggung jawab pada diri dan keluarga. Jangan pula mengandalkan pinjaman, karena pinjaman adalah kewajiban yang harus dibayar, dan posisi peminjam jelas di bawah yang memberi pinjaman. Jangan sampai hidup tidak tenang karena dikejar-kejar debt collector.

Sebelum semua itu terjadi, sangat penting untuk mulai memikirkan masa depan. Bisa dengan cara menabung, meski imbal hasilnya sangat kecil bahkan untuk mengimbangi inflasi (penurunan kemampuan uang untuk membeli barang), karena bunga tabungan saat ini sekitar 1-2% sementara inflasi 5%. Alternatif lainnya adalah deposito. Umumnya mensyaratkan minimum setoran sekitar 8 juta Rupiah, meski ada juga yang bisa kurang dari itu seperti deposito Bank Mandiri online yang bisa dimulai dari setoran 1 juta Rupiah, dengan syarat mendaftarnya di internet banking Mandiri (paling cocok buat nasabah bank Mandiri). Bunga deposito mulai 4,25%-6,5% belum dipotong pajak 20% dari bunga. Keunggulan dari dua produk dasar bank ini adalah keamanannya dijamin 100% oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) asalkan jumlahnya di satu rekening tidak lebih dari 2 milyar Rupiah dan bunga yang diterima tak lebih dari suku bunga simpanan yang dijamin LPS. Sejauh ini tabungan digunakan untuk menerima uang masuk, untuk tarik tunai kebutuhan uang sehari-hari, sedangkan deposito untuk jaga-jaga kebutuhan kurang dari satu tahun.

Berikutnya adalah reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana para nasabah yang dikelola oleh manajer investasi. Calon nasabah bisa mendatangi bank yang merupakan rekanan manajemen investasi, dan mendaftarkan diri untuk membuka reksadana. Meskipun ini bukan produk bank dan tidak dijamin LPS, tetapi biasanya bank bekerjasama dengan manajemen investasi yang terpercaya yang dikelola oleh para ahli keuangan. Setelah data nasabah lengkap, nasabah tinggal menyetor uang minimal sejumlah yang ditentukan, ada yang mensyaratkan cukup 100 ribu Rupiah saja, ada yang lebih. uang yang disetor kemudian akan dikonversi menjadi unit reksadana. Unit ini yang akan berubah harga per unit nya. Oh ya, pilihan reksadana ada bermacam-macam. Secara umum ada 4 jenis berdasar penempatan investasinya, yaitu : 1. reksadana pasar uang, dana diinvestasikan pada deposito dan surat utang/obligasi jangka pendek, 2. reksadana pendapatan tetap, diinvestasikan pada surat utang jangka menengah dan jangka panjang, 3. reksadana saham, diinvestasikan pada saham di pasar modal, 4. reksadana campuran, merupakan kombinasi dari bermacam instrumen investasi. Kelebihan dari berinvestasi di reksadana ini adalah nasabah tidak perlu rutin memeriksa investasinya, sehingga cocok untuk nasabah yang sibuk, tiap bulan nasabah juga mendapat laporan dari manajemen investasi baik email maupun surat. Imbal hasil dan resiko juga relatif lebih tinggi dibandingkan tabungan dan deposito, dimana potensi keuntungan dan kerugian reksadana baru berupa angka ketika belum ditransaksikan/dicairkan. Reksadana ini cocok jika sewaktu-waktu butuh uang untuk keperluan mendesak, proses investasinya seperti menyisihkan uang receh ke celengan, sewaktu-waktu bisa dipecah untuk diambil uangnya, meski untuk reksadana ini baru masuk beberapa hari setelah instruksi pencairan.

Investasi yang paling menantang sekaligus paling berpotensi memberikan keuntungan besar adalah investasi langsung di bursa saham. Nasabah/investor bisa memilih sendiri saham perusahaan yang ingin dibelinya. Naik turunnya nilai investasi tergantung sepenuhnya pada saham yang dipilih nasabah. Meski menantang dengan adanya resiko kerugian, tetapi bisa diantisipasi dengan menggunakan analisis fundamental maupun teknikal yang biasanya diberikan gratis oleh sekuritas tempat kita membuka rekening saham. Untuk menjadi nasabah saham, kita bisa mendatangi kantor sekuritas yang ada di kota kita. Bisa juga menghubungi customer service di website sekuritas. Bahkan bisa langsung membuka rekening saham dimanapun kita berada, yaitu melalui website, misalnya di Mandiri Sekuritas, yang link website nya ada di https://www.most.co.id/register/. Ada sejumlah dokumen yang perlu dilengkapi/diupload, dan sejumlah uang untuk menjadi nasabah saham di sekuritas. Potensi keuntungan/kerugian dalam sehari bisa sampai maksimal 35% untuk saham yang berharga Rp 50-200, 25% untuk saham berharga Rp 200-5000, dan 20% untuk saham berharga di atas Rp 5000/lembar (sumber http://www.idx.co.id). Angka ini sulit disaingi oleh investasi lain seperti tabungan, deposito maupun reksadana.

Tinggal pilih instrumen investasi mana yang sesuai dengan profil nasabah. Jika mau aman, tabungan dan deposito adalah tempatnya, namun dengan resiko nilai tergerus oleh inflasi, dan cocok untuk jangka waktu sampai setahun. Sedangkan reksadana dan saham cocok untuk investasi jangka panjang, karena dalam jangka panjang biasanya kenaikannya lebih signifikan. Kalau ada uang menganggur dalam jangka panjang sebaiknya diinvestasikan ke saham, tetapi perlu diingat, pilihlah saham perusahaan yang punya prospek masa depan baik, baik dari sisi penjualan maupun dari sisi manajemen yang mengelola perusahaan tersebut. Sebaiknya pula disisihkan 1/3 dari gaji yang diterima untuk investasi, sisanya untuk bayar hutang (kalau ada), bayar zakat, bayar kebutuhan utama, dan sisanya buat rekreasi atau makan-makan. Sedikit demi sedikit investasi, lama-lama menjadi bukit investasi yang bisa menolong kita memenuhi kebutuhan di masa depan.

ilustrasi investasi