Buat backpacker, bisa hemat menjadi nilai tambah untuk kegiatan jalan-jalan. Khusus Jakarta, ibukota negara republik Indonesia penghematan bisa dilakukan dengan bermacam cara :

1. Transportasi

Gunakan TransJakarta, kemana-mana hanya 3500 Rupiah, asal tidak keluar halte bisa keliling semua penjuru Jakarta. Kelebihannya ber pendingin udara dan umumnya bus masih baru, kurangnya di jam berangkat/pulang kerja pada rute tertentu, sangat padat penumpangnya.

Kalau keliling sekitar Monas bisa naik bus wisata gratis keliling Jakarta.

Moda lain berbasis aplikasi seperti gojek, Uber, grab, bisa dicoba. Karena untuk pemakaian awal ada promo diskon.

2. Makanan dan minuman

Pedagang kaki lima yg biasa menjual makanan minuman ke sopir, security, maupun karyawan hemat bisa jadi alternatif. Tapi lihat dulu kebersihannya. Bisa juga makan di kantin karyawan mall.

Yang lebih bersih, bisa ke food courtnya hipermarket seperti Hypermart, Giant, Carrefour dll.

Yang paling gaul tapi irit ya di convenience store semacam seven Eleven, tapi bayarnya pakai aplikasi seperti TCash. Pengalaman promo TCash dengan 15 ribu sudah dapat nasi goreng/bihun goreng dengan minuman Big Gulp aneka rasa seperti air kelapa, lemon tea ataupun cola. Jika tanpa aplikasi harga makanan sendiri 15 ribu sedangkan Big Gulp 11 ribu. Ada lagi roti isi sosis, harga normal 19 ribu, pakai TCash 9 ribu saja. Btw, nasi gorengnya enak seperti masakan rumahan, air kelapa nya segar asli air kelapa. Puas deh. Hanya saja kekurangannya tidak ada tulisan halal. Semoga saja halal ya.

3. Penginapan

Banyak kok hotel di bawah 200 ribu per malam di Jakarta. Serupa kos an tetapi biasanya sudah ada AC, TV dan kamar mandi dalam. Cari saja di traveloka, tiket, PegiPegi dll.

Jakarta memang relatif mahal, namun bisa disiasati karena pilihan banyak sekali. Dan yang jelas selain turis, banyak sekali orang dari daerah yang mencari rezeki di sini. So, tak mengherankan kalau masih ada makanan seporsi di bawah 10 ribu sampai ratusan ribu. Tinggal pilih yang sesuai.