Tag

, , , , ,

Dari Bandung kami berangkat menggunakan Daytrans yang kebetulan lagi promo selama Februari 2016, beli 1 gratis 1 dengan syarat pembelian di http://www.elevenia.com. Sehingga dengan 125 ribu sudah dapat tiket berdua sekali jalan.
Rute Dipatiukur-FX Senayan/Senayan City adalah rute padat sehingga minibus yang dipakai pun bisa muat 14 orang dengan tetap nyaman. Kami sudah siap berangkat dari apartemen jam 4.30 tepat setelah shalat subuh. Dan kami sudah minta pesan taksi Blue Bird sehari sebelumnya. Namun sopir baru datang jam 4.45. Mepet sekali dengan jadwal berangkat Daytrans jam 5 pagi. Untung jalanan sepi, sopir memacu dengan aman dan tiba di pool Daytrans Dipatiukur jam 4.55. Jam 5 tepat Daytrans berangkat, mampir dulu ke pool Pasteur menjemput penumpang yang lain, lalu masuk tol Pasteur. Perjalanan sampai Bekasi hanya 1,5 jam, namun setelah itu kemacetan mulai terasa. Perjalanan tersendat, mungkin lebih cepat yang jalan kaki daripada naik mobil. Sehingga 2 jam 45 menit ( jam 9.15 ) baru sampai di FX Senayan. Lebih lambat 1 jam 45 menit dari biasanya.
Dari sini kami jalan kaki ke Plaza Bapindo a.k.a Plaza Mandiri. Naik ke lantai 20 dimana ada acara workshop pelatihan menggunakan chart/teknikal dalam jual beli saham. Gratis dengan syarat sudah menjadi nasabah Mandiri Sekuritas dan mendaftarkan diri. Kami datang telat dan jam 11.30 acara selesai.
Acara kami selanjutnya adalah ke Grand Indonesia, mau makan siang dan nonton di Blitz Megaplex yang katanya paling besar dan mewah se Indonesia. Perjalanan ke sana menggunakan TransJakarta. Ongkos 1 orang 3500, bisa cash maupun kartu emoney Mandiri, Flazz BCA, Brizzi BRI dll. Kami hendak turun di halte Plaza Indonesia, namun apa mau dikata, ada pekerjaan pembangunan MRT sehingga halte ini raib dan bablas ke halte Sarinah. Mau jalan kaki jauh, plus hujan rintik-rintik. Kami ganti arah sebaliknya, naik TransJakarta arah Ragunan, ternyata tak berhenti di halte Tosari IBCC, tapi bablas ke halte Karet. Kami turun sini dan tanya ke mas-mas pegawai TransJakarta yang ramah arah kalau mau ke Tosari IBCC. Kami diarahkan melalui jembatan khusus Tranjakarta yang panjang dan aman-keren-mirip di negara maju. Dari sini kami naik lagi dan turun di halte Tosari IBCC. Dari sini jalan kaki, masuk melalui samping tower BCA, diperiksa isi tas dan badan dengan metal detector. Di sini ada banyak kafe yang mewah-semi gelap, ada juga JNE. Kami lanjut saja cari yang terang dan melalui toko buku Gramedia yang besar, mungkin terbesar di Indonesia. Dari sini jalan lagi mencari foodcourt. Tanya ke petugas kebersihan yang ramah, lalu kami temukan foodcourt yang keren. Banyak sekali pilihan makannya. Kami pilih saja Dabu Dabu. Makanan ala Manado yang sangat pedas. Saya pilih ayam pedas dengan sayur urap pedas, sedangkan istri pilih cakalang pedas dengan sayur daun pepaya pedas. Semua pedas, tak ada yang pedas, enak sekali rasanya, per porsi harganya sama 40 ribu Rupiah. Untuk minum kami masih ada bekal teh botol dari Bandung. Karena masih kepedasan kami beli lagi seporsi sup Yong Tau Fung ala Singapura. Isinya kami cuma ambil tahu dan sayur(paling murah), dengan kuah tom yam. Kuahnya sih biasa, tahu dan sayurnya yang luar biasa-segar. Seporsi 20 ribu. Oh ya, semua makanan yang kami makan adalah halal, ada sertifikat MUI nya, dan pegawainya berjilbab. Sebenarnya kami  masih penasaran dengan Pho 21, mi sapi ala Vietnam yang telah bersertifikat halal MUI. Lain kali kami ke sini lagi. Puas makan dengan kenyang dan nikmat, kami mampir ke Blitz Megaplex yang ada di lantai 5. Wow, mewah dan unik. Selain nonton ada restoran, galeri dan tempat main anak. Kami cuma nonton film 2D dengan audio tak se spektakuler XXI Ciwalk, lumayan karena filmnya bagus -Zootopia. Gratis pula dari Cadbury yang saya beli di KlikIndomaret.com. harga normal tiket Rp 50 ribu. Yang nonton sedikit, mengingat kami nonton Rabu siang dimana orang masih sibuk cari duit di kantor. Kebanyakan ibu2 dengan anaknya, serta kakek manula keturunan India beserta istrinya.
Puas nonton kami keluar mall ke penginapan kami di Kebon Kacang. Namanya I Corner Residence. Cukup murah karena semalam hanya 190 ribu, springbed, kamar mandi dalam, AC dingin, TV kabel, dispenser panas dingin di lorong, WIFI lumayan kenceng Cukuplah kalau buat nginep semalam. Untuk makan malam tak begitu jauh, karena banyak warung murah buat makan pegawai mall Grand Indonesia dan Plaza Indonesia. Kami makan soto lamongan 15 ribuan yang so so rasanya, lalu ke Indomaret beli snack. Tapi jangan kemalaman ya, karena daerahnya cukup sepi kalau malam, meski di pemukiman tapi berpagar tinggi-tak bersosialisasi penduduk nya.
Nyenyak kami rebahan sambil nonton film di TV 14 inch. Sampai tertidur. By the way, kamarnya cukupan lah, masih ada ruang kosong buat sholat.
Kasur nyaman membuat kami tidur lelap, bangun pas adzan subuh. Dan bersiap untuk shopping di Tanah Abang.
Jam 7 kami check out, pegawainya masih tidur di depan TV bawah tangga. Untuk ke pasar Tanah Abang jalan kaki tak sampai 1 km. Kami sarapan dulu di warung Betawi beli lontong sayur dan bubur ase. Rasanya ada manis2nya gitu. Plus ada pete. Mungkin itu khas nya masakan Betawi. Seporsi 12 ribu. Setelah makan kami belanja di Tanah Abang sampai jam 12 siang. Belanja buat dijual lagi. Belanjaan seukuran 1 mobil box ini tak perlu kami tenteng sana kemari, karena kami pesan ke toko untuk drop di satu tempat lalu dikirim melalui logistik ke apartemen kami.
Kami makan siang di lantai 8 Pasar Tanah Abang yang sangat representatif. Makan fast food Texas Fried Chicken per porsi 30 ribu. Kami suka Texas karena ayamnya paling besar dan sambalnya saya suka. Usai makan, sholat di masjid lantai atap Pasar Tanah Abang. Usai shalat kami jalan kaki ke Thamrin City mall dimana shuttle Daytrans berangkat ke Dipatiukur. Selama menanti jam 3 sore kami duduk di 7-11, minum air kelapa yang seger dari dispenser 7500 dan jus anggur Welch 10000 dapat 3 botol. Nikmat sekali.
Jam 3 tepat shuttle beranjak ke Bandung dan jam 6 tepat tiba di Dipatiukur. Perjalanan pulang ini relatif lancar, 3 jam tepat, lebih cepat dari waktu berangkat yang 4 jam 15 menit.
Alhamdulillah lancar.
Rincian pengeluaran
-Blue Bird ke Dipatiukur 35 ribu
-Daytrans Bandung-Jakarta pp 2 orang 250 ribu
-TransJakarta 2 orang 7 ribu
-Makan siang di Dabu2 dan Yong Tau Fu Grand Indonesia  80+20: 100 ribu
-Menginap di ICorner Residence 190 ribu
-Makan di warung soto lamongan + snack Indomaret 50 ribu
-sarapan ketupat sayur+bubur ase Betawi 24 ribu
-Texas Fried Chicken 2 orang 60 ribu.
– Angkot Dipatiukur-apartemen 7 ribu
Total 723 ribu
Lumayan lah, wisata hemat dari Bandung ke Jakarta, nebeng kulakan Tanah Abang dan workshop trading saham.🙂