Tag

, , , , , ,

Bagi Muslim, penting untuk memastikan bahwa yang dikonsumsinya halal dan layak.
Bali yang mayoritas Hindu agak sulit menemukan makanan halal ala warung utamanya di daerah pedesaan, kecuali makanan instan seperti mi. Sedangkan di kota mudah mendapatkan, karena banyak pendatang khususnya dari Banyuwangi Jawa Timur yang Muslim serta makanan siap saji seperti nasi Padang, KFC, MC Donald, Texas Chicken, Hoka hoka Bento, Solaria dan banyak lainnya yang sudah bersertifikat halal MUI.
Untuk yang mau menikmati kekhasan masakan di sana bisa mencoba aneka ayam betutu, nasi jinggo dan sebagainya yang relatif aman karena bahan dasarnya ayam, namun sekali lagi kita tidak tahu apakah benar2 steril dari yang haram atau cara penyembelihannya secara Islam.
Untuk kali ini saya coba makan di 4 tempat yang berbeda, bukan resto, tapi mirip kaki lima.
1.D’Sambal
Saya mampir di cabang Bay Pass Nusa Dua, karena dekat hotel dan ada yang merekomendasikan di internet bahwa enak dan halal.
Kami coba ke sana, tempat parkirnya cukup untuk 2 mobil dan beberapa sepeda motor. Kelihatannya
semua pelayannya orang Bali.
Harga sepotong paha ayam (ada goreng, bumbu cabe ijo dll) yg cukup besar 16,5 ribu, nasi 5 ribu, plecing kangkung (kangkungnya empuk berair seperti kangkung dari lombok)6,5-8,5 ribu, teh panas 5 ribu, aneka sambal 3-5 ribu. Semuanya enak, mirip masakan taliwang lombok tapi disajikan seperti penyetan.

dsambal
2.Furama Bumbu Bali
Paket termurah untuk 2 orang sekitar 100 ribu, tapi bisa lebih murah jika pakai voucher diskon. Isinya cumi goreng, sate udang, kerang bumbu bali, ikan bakar, tidak ada keterangan halal, tapi hanya menjual seafood, plus air mineral dingin dan jus jeruk di gelas kecil. Lokasinya di pantai Kedonganan/Jimbaran, paling pinggir/dekat dengan bandara. Viewnya laut, bersebelahan dengan aneka restoran seafood. Ada penjual jagung bakar. Ada rombongan pengamen kafe dengan alat yang lengkap dan suara yang merdu, dengan logat Maduranya. Bisa juga sambil main/mancing di pantai. Parkirnya juga paling luas diantara restoran di Kedonganan ini. Oh ya, apabila bawa mobil atau naik taksi, ada pungutan 5 ribu dari desa pas masuk jalan akses.

furama

furama bumbu bali

3.Warung Jawa Muslim depan Masjid kawasan Puja Mandala
Ini warung kecil, untuk nasi rames (sayur, ayam goreng, perkedel) + teh botol 2 porsi hanya 26 ribu. Mirip warteg atau masakan rumahan. Enak kok. Di samping dan seberanya ada soto ambengan surabaya, nasi padang, alfamart dimana depannya ada booth jualan tahu sumedang dan BFC (Bali Fried Chicken) dimana ada logo halal MUI.
4.Soto kaki lima di jalan Patih Jelantik Kuta/Legian samping nasi pedas Andika.
Ibu yang jualan berjilbab dan berlogat Jawa Timuran.
Soto ayam plus ceker, krupuk, teh botol 2 porsi 44 ribu. Enak. Kalau mau sate kambing dan gule, bisa pesan di sebelahnya.
Sebenarnya banyak sekali kami temui di sepanjang jalan di Denpasar, Kuta, Legian, Nusa Dua, warung Muslim(ada tulisannya), namun tak sempat kami mampir untuk mencoba semuanya.
Jadi 4 hari 3 malam kami sarapan di hotel dan lounge bandara
1. Hotel Horison Nusa Dua

Menginap di hotel ini pertama kami disambut dengan minuman selamat datang berupa jus sayur yang cukup enak.

jus sayur aka welcome drink horison nusa dua

jus sayur aka welcome drink

Menunya lengkap rasanya enak kuat bumbunya. Ada makanan khas Bali-minus babi, lengkap sate lilitnya (ikan), nasi goreng, sosis, bubur ayam, aneka roti dan croissant, minumnya ada jus jeruk, jus jambu, susu segar, kopi, teh, trio terdiri dari semangka, melon, pepaya, yang dipotong saat kita pesan masing2 3 slice, jadi sepiring kecil berisi 9 slice yang ukurannya seragam.
Pelayan juga ramah2. Dua kali sarapan, menunya sama, hanya saja di hari kedua ada tambahan dimsum ceker ayam.


2. Hotel Ibis Style Legian jalan Dewi Sri
Berhubung kami check out jam 5 pagi, sehari sebelumnya pesan bekal untuk 2 orang, 1 porsi nasi goreng terdiri dari nasi, acar, krupuk, telor mata sapi, dan 1 porsi sandwich terdiri dari sandwich ayam?, kentang goreng, jus kotak Buavita Jambu. Dikemas dalam karton kotak praktis. Kami makan saat tiba di Bandung, ternyata enak, dengan rasa agak beda dengan yang di Horison.
3. TG Lounge terminal Domestik Ngurah Rai dekat gate 1.
Berbekal kartu kredit BNI kami sarapan di sini. Terminal baru yang perkiraan saya lebih luas dan bagus 2 kali dari terminal baru Juanda Surabaya ini mungkin terbaik di Indonesia. Masih kalah luas dan megah dari Kualanamu, namun toko/tenant nya lebih berkelas, serupa Changi Singapura plus merk ternama di Indonesia seperti Pizza Hut, Bakmi Naga. Semoga terminal baru Bandung dan 4 Soekarno Hatta nanti juga bisa sekeren ini.
Oh ya, ngomong soal lounge ini, pengelolanya Taurus Gemilang, yang juga mengelola lounge BNI, Mandiri di terminal 2 Soekarno Hatta, Trowulan dan Singosari Lounge Juanda Surabaya. Mereka pengelola lounge2 terbaik di Indonesia baik dari interior maupun kelezatan makanannya. Masuk lounge serasa masuk ke restoran dengan desain yang unik dan menarik. Ada kursi yang didesain untuk sendiri, berdua, berempat maupun rame2, bahkan ada yang seperti dalam tudung nasi.
Makanannya enak, ada nasi goreng lengkap nugget, mie, emping, krupuk udang, sambal. Ada bubur ayam lengkap, jus jeruk&jambu, lemon water, jamu, susu segar, roti lengkap dgn selainya, mesin kopi De Longhi, aneka gorengan. Seperti sarapan di hotel. Ada juga ruang yg diisi benda misalnya radio kuno. Ada 5 TV layar datar terbaru. Baru 1 jenis majalah dan 1 tabloid terbitan Surabaya. Ada juga colokan listrik di bawah meja.


Selain tempat di atas, saya juga memesan preorder meal Asia, terdiri dari :
1. Saat berangkat : Frankster (hotdog) dan Sandwich.
Gambar dan rasanya sama, enak. Mengenyangkan buat sarapan saat berangkat ke Bali.

sandwich

sandwich

2.Saat pulang : nasi kuning Manado dan Ayam Panggang saus Dijon. Tak kami makan di pesawat, tapi kami makan di rumah. Enak, terasa bumbunya, mungkin sengaja dibuat terasa, karena di angkasa lidah pengecap berkurang sensitifitasnya.


Alhamdulillah semuanya enak. Terimakasih Tuhan.