Tag

,

Sungguh, El Nino seakan menjadi momok bagi sebagian traveler yang akan menuju ke kota yang terkena kabut asap/jerebu dalam 2 bulan terakhir ini. Harap-harap cemas.
Penerbangan bisa saja dibatalkan/delay dengan tanpa kompensasi karena pencemaran, poluai dll jika melihat klausul Dayin Mitra-asuransi yang bekerja sama dengan Air Asia.
Ada 2 aplikasi yang sejauh ini terasa manfaatnya, yaitu Flighstat dan Accuweather. Flighstat menggambarkan kondisi dan penerbangan di bandara yang kita tuju, sedangkan Accuweather secara online mengupdate situasi terkini cuaca, suhu udara, kecepatan angin, jarak pandang, kelembaban dan prakiraan cuaca hingga beberapa hari ke depan.
Info di flighstat kadang jauh lebih cepat dari media massa online. Seperti kabut asap di Pekanbaru, informasi di Tribun Riau sore hari, membuat 41 penerbangan di batalkan, di aplikasi Flighstat sudah diketahui secara real time apa saja yang dibatalkan.
Sedangkan aplikasi Accuweather bisa menginformasikan situasi terkini cuaca di sebuah kota.
Inilah tampilannya dengan mengambil contoh kasus kabut asap di Pekanbaru tanggal 19 Oktober 2015
image

image
Akhirnya perjalanan wisata saya ke Pekanbaru. Untung AirAsia mengembalikan 100% tiket karena batal terbang ke semua tujuan pada tanggal 20-22 Oktober lalu. Dikembalikannya sesuai dengan waktu pemesanan dulu pakai apa. Kalau pakai kartu kredit, dikembalikan ke kartu kredit, sedangkan apabila pakai debit/Indomaret, dikembalikan dalam credit shell yang berlaku 3 bulan dari tanggal refund. Fair deal.
Cuma sayangnya biaya hotel Red Planet Pekanbaru 2 malam hangus, tak bisa diminta kembali, meski batal karena pesawat Air Asia yang akan saya tumpangi batal ke sana.