Tag

, , ,

Kamis, 20 Agustus 2015

Ini adalah saat pertama kali saya naik Malindo Air, perusahaan patungan 51% saham NADI (National Defense Industry) Malaysia dan 49% saham Lion Air Indonesia.

Kami tiba di bandara KLIA2 jam 9 pagi, kemudian sarapan dan belanja di mall bandara. Jam 10 kami ke lantai 3 untuk check in ke counter Malindo Air di deretan W. Di sana sudah mulai tampak antrian calon penumpang yang check in. Tak terlalu lama antri, kamipun dilayani dengan ramah dan baik. Kami serahkan tiket dan paspor. Kebetulan kami bertiga dengan 2 kode booking, ketika kami minta duduk berderet, petugas Malindo mau memberi kursi berderet 3, di 24 D,E,F tanpa biaya tambahan. Tas belanjaan dan tas bajupun kami masukkan bagasi karena semua penumpang dapat jatah bagasi. Untuk ekonomi dapat jatah 20 kg. Proses check in cepat dan dilayani dengan ramah, disitu kami dapat info ruang tunggu yaitu L22. Petunjuk sangat jelas di bandara ini.

Usai check in, kami ke counter imigrasi. Proses lancar dan cepat, kemudian masuk ke ruang tunggu dengan sebelumnya pemeriksaan di scan xray, ada 2x, yang pertama dekat imigrasi dan yang kedua ketika akan memasuki ruang tunggu. Pemeriksaan kedua ini lebih ketat, terutama mengenai bawaan. Ada tiga barang kami yang disita yaitu 2 botol plastik kosmetik 150 ml dan 1 botol kaca selai srikaya 250 gram. Ya, untuk masuk ke pesawat maksimal cairan yang boleh masuk 100 ml saja. Jadi lebih baik masukkan saja ke bagasi, toh Malindo Air ini sudah kasih gratis jatah 20 kg.

Kami masuk ke ruang tunggu L22 yang ada di ujung terminal L, kalau letih bisa numpang buggy car yang mengantar penumpang ke ruang tunggu secara percuma. Jam 11.25 kami sudah diizinkan masuk ke pesawat, namun mampir ke ruang tunggu dulu di dalam karena pesawat belum siap, dan jam 11.40 kami benar-benar bisa masuk ke dalam pesawat.

Kesan pertama, begitu bersih, terang dan bagus kabin Malindo Air ini, kursi cantik dan jarak antar kursi lebar 32” (sama dengan maskapai terbaik kita), ada inflight entertainment dengan pilihan film, games, documenter, lawak dan informasi tentang Malindo Air. Di bawahnya juga ada USB Port yang bisa untuk isi batere gadget (hp, kamera) dan lubang headset yang cocok untuk perangkat headset pada umumnya.

inflight tv mi seduh snack welcome

Pukul 12.10 waktu Malaysia tepat, pesawat lepas landas, agak unik bila biasanya sunyi, ini suara musik lagu popular masih diputar keras dan lampu masih menyala terang. Setelah 15 menit mengudara mulai dibagikan snack berupa biscuit dan air putih gelas. Lumayan. Sesudah itu ada penjualan makanan, minuman, snak dan souvenir. Saya rasa ini meniru konsep Air Asia. Pemesanan juga bisa dilakukan sebelum terbang bersamaan pembelian tiket yang lebih bisa memastikan ketersediaan makanan berat karena saya lihat pramugari membagikan makanan yang sudah di pesan online. Saat kami terbang kemarin, makanan berat seperti nasi lemak dan nasi kandar sudah habis, tinggal mi seduh instan seharga 6 Ringgit. Dan perlu diingat, hanya menerima uang kertas, uang logam tidak diterima. Setelah terbang 1 jam 45 menit pesawat mulai turun, dan semua perangkat kami bereskan. Batere hp yang tadinya 70% kini sudah terisi 100%. Pukul 13.10 waktu Indonesia Barat pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Husein Sastranegara dengan lambaian sampai jumpa dari pramugari Malindo Air.

Terimakasih Malindo Air, atas pengalaman pertama terbang denganmu yang mengesankan.