Tag

, , , , , , , , , , , , ,

Rabu, 19 Agustus 2015

Kami bangun jam 5 pagi mengingat hari ini harus ke Kuala Lumpur. Sebenarnya banyak tempat di Malaka yang belum kami kunjungi seperti Melaka Zoo ( Kebun binatang), Taman Mini Malaysia dan ASEAN di Ayer Keroh, Pantai Klebang dengan museum kapal selam dan cocoa shake nya, serta beberapa museum di kota Melaka. Mungkin lain kali kami ke sana. Setelah semalam membuat janji dengan pemilik hotel untuk pengantaran ke Melaka Sentral, jam 7.30 tepat kami diberangkatkan dengan Toyota Hiace. Bersama kami ada 2 orang bule yang mengejar bus yang sudah mereka booking, sehingga permintaan dadakan kami untuk melihat masjid selat malaka tidak terkabul. Kalau sudah buat janji sebelumnya mungkin tuan rumah bisa antar ke tempat yang kita inginkan secara gratis asal masih dalam kota. Tampaknya pemilik hotel ini sedang membangun reputasi untuk kepuasan pelanggan.Jam 7.45 tiba di Malaka Sentral, kami cari counter tiket Billion Star, kami sempat bingung, namun lihat di papan keberangkatan salah satu agen tiket bahwa ada bus jam 8.30, ternyata betul, ini bus Billion Star yang akan berangkat ke Puduraya. Tarifnya 15 Ringgit, lebih mahal 5 Ringgit dari bus Delima, dan lebih mahal 2 Ringgit dibandingkan booking di easybooking.com. Bus nya adalah bus eksekutif dengan formasi 1-2, ada sandaran kaki dan reclining seat, lebih nyaman lah. Namun tak ada hiburan sepanjang jalan. Jam 11 tepat kami tiba di Puduraya.4 bus ke kl

Dari Puduraya kami naik ke ruang tunggu terminal, dan keluar melalui pintu kiri, pas di samping hotel Ancasa, kami susuri jalan Sultan, masuk ke keramaian jalan Petaling Street. Petaling street berada di area Chinatown adalah awal mula kota Kuala lumpur yang didirikan tahun 1857, di sini membaur pedagang souvenir dan makanan kaki lama non halal. Lalu belok kanan makan siang di warung halal nasi kukus 70 an, semacam warung tenda. Nuansa Jawa, karena pembelinya banyak yang berbahasa Jawa Timuran. Kami makan lele dengan sambal belacan serta ikan goreng dengan sambal rendang. Bertiga 25 Ringgit. Enak sekali sambalnya. Sedangkan lauknya gurih dan renyah. Usai makan kami lanjut ke Central Market atau Pasar Seni menyusuri jalan Tun Tan Cheng Lock.

Pasar Seni bentuk fisiknya masih seperti dulu-tahun 2010, namun jualannya lebih kreatif, bukan lagi produk dari Jogja dan Bali tapi sudah merupakan produk khas Malaysia. Di sini barang lebih terjamin dan harganya juga murah. Gantungan kunci, magnet kulkas dan coklat Beryl’s jadi barang wajib beli di sini, karena pengalaman sebelumnya belum pernah ketemu barang sebagus dengan harga serendah di sini, sekalipun Petaling Street. Ada juga brosur petunjuk wisata yang semakin informatif dan efektif dekat pintu masuk. Mengenai pasar seni ini adalah bekas pasar basah yang dibangun tahun 1888 oleh arsitek RH Steed, kemudian tahun 1970 hendak dihancurkan, namun beberapa orang pencinta sejarah menolak dan kemudian menjadikannya menjadi aset wisata. Di sini juga sering digunakan untuk pertunjukan seni budaya dan festival. Informasi selengkapnya ada di http://www.centralmarket.com.my . Usai dari Pasar Seni kami jalan lagi ke area Clock Tower 1937 yang ramai oleh pekerja yang mencari makan siang saat jam istirahat. Clock tower dibangun untuk memperingati naik tahtanya Raja George VI tahun 1937. Di seberangnya ada Pacific Express hotel yang sempat mau kami inapi.

?????????????

clock tower

?????????????

pasar seni

Dari sini, jalan lagi ke Pasar Seni, terus jalan sampai hotel Geo, untuk naik bus Go KL (gratis) ke arah Medan Tuanku dimana hotel Presscot berada. Untuk ke lokasi naik bus purple line (tulisan running text di bus, bis nya sama saja semua bus Go KL warnanya ungu) terus ganti bus blue line di Pavillion. Dari bus ini turun di Maju Junction. Macet dan petunjuk yang tidak jelas, membuat kami tersasar sampai Chowkit. Alhasil kami jalan kaki dari lorong haji Thaib 5 sampai lorong medan tuanku 1 yang berjarak lebih 1 km melewati perempatan hotel Tune downtown. Hujan rintik mengguyur KL, tak menghalangi langkah kami, dan hampir jam 3 baru sampai hotel Presscot Medan Tuanku. Lain kali lebih baik naik monorail dari KL Sentral turun di Medan Tuanku dengan tarif 2,5 Ringgit dengan waktu tempuh tak lebih dari 15 menit. Untunglah anak magang/training yang melayani kami orangnya ramah dan tidak ribet, dia minta kertas booking dan minta izin fotokopi paspor serta minta jaminan kamar/deposit 50 Ringgit. Sesudah itu kami dapat beristirahat di kamar 809 yang non smoking dengan view ke arah barat menghadap mal Maju Junction dan gedung Sime Darby. Kamar 2 single bed yang besar. Single bed di sini adalah ukuran queen, sehingga sebenarnya cukup diisi 4 orang ukuran Asia. Dari kamarnya terlihat ini adalah hotel betulan, luas, berkarpet, ada meja kursi dari kayu, lampu kerja dan lampu tidur serta AC sentral. Lumayan bersih, mungkin kalau direnovasi bisa menjadi hotel yang lebih mahal. websitenya http://www.eprescotthotel.com

4 kamar tidur 4 minibar

Setelah istirahat sejenak dan sholat, kami lanjut ke jalan Tun Abdul Rahman (TAR) untuk mencari halte Go KL, lama menunggu kami jalan saja terus melalui pertokoan kain India, Campbell complex, Frenz hotel, Coliseum Cinema 1921 yang masih berfungsi hingga Citin Masjid Jamek. Jalan kaki hampir satu kilo meter ini tak tampak bus KL, jalan terus sampai akhirnya tiba di Panggung Bandaraya ang sedang ada pertunjukan MUD-our story of KL (http://www.mudKL.com), bangunan Sultan Abdul Samad (pusat pemerintahan kolonial Inggris 1897 sampai Malaysia merdeka) dan Merdeka Square yang sedang ada penyiapan panggung untuk acara hari kemerdekaan. 4 bangunan samad

?????????????

bangunan abdul samad

Dari situ kami lanjut sampai di KL City Galery (http://www.klcitygalery.com). Kelihatannya di sini merupakan arena wajib untuk berfoto dengan sign I Love KL. Kami masuk ke tempat ini dengan tiket 3 Ringgit dari aslinya 5 Ringgit. Harga lebih murah ini kami dapat dari kupon pada brosur yang ada di hotel Presscot medan tuanku. Di bangunan ini ada koleksi batik beserta informasinya (batik Malaysia merupakan campuran batik Kelantan dan Jawa namun menggunakan alat cetak, bukan tulis), peta besar di dinding, serta sejarah kota ini. Dan yang paling ditunggu adalah pemutaran video 10 menit tentang Malaysia, KL serta rancangan kota masa depan. Menarik. Usai menonton kami melalui galeri pembuatan souvenir. Tiket masuk bisa dibelikan souvenir di toko cinderamata yang besar, bervariasi mulai 5 Ringgit sampai ribuan Ringgit.

batik malaysia

batik malaysia

?????????????

KL Vision

?????????????

peta raksasa

4 kl city galery

?????????????

poster jadul

4 kl city galery 1

souvenir kl galery

Dari KL City Galeri kami lanjut jalan kaki melalui museum tekstil, clock tower 1921, lalu ke arah stasiun masjid Jamek. Di sini kami mampir ke vending machine Pepsi yang menjual minuman kaleng termurah seantero KL, yaitu 1 Ringgit untuk segala jenis varian produk minuman kaleng. Murah kan. Di sebelah stasiun ada penjual buah potong 2 Ringgit lengkap dengan saus asam manis dan bubuk rempahnya, keropok lekor khas Kelantan, gorengan tusuk, es cendol. Kami agak menyesal cuma beli buah potong, padahal kami kalau mau bisa mencoba semua makanan minuman yang ada di situ, mengingat pengalaman sebelumnya makanan dan camilan di KL selalu enak. Puas makan buah kami jalan lagi ke mesjid Jamek, masjid bersejarah ini berada di pertemuan sungai Klang dan sungai Gombak dan dibuka tahun 1909, buka jam 8.30-12.30 dan 14.30-16.30. Dari masjid kami masuk ke stasiun LRT Masjid Jamek bersama ratusan penumpang yang pulang kerja. Dari stasiun masjid jamek kami ke arah KLCC yang jalurnya berada di bawah tanah.

4 masjid jamek

Sekitar jam 5.30 sore kami mulai foto2 di depan menara kembar Petronas (http://www.petronastwintowers.com.my), yang dibangun tahun 1998 dengan arsitek Cesar Pelli. Menara kembar tertinggi kedua di dunia ini mempunyai ketinggian 452 meter dengan 88 tingkat, dimana pada tingkat 41 dan 42 terdapat jembatan penghubung/skybridge. Cuaca cukup panas. Puluhan security gedung juga tampak awas berjaga mengawasi kendaraan dan pengunjung yang datang. Mungkin terkait dengan peristiwa bom di keramaian di Bangkok beberapa hari lalu. Manusia segala warna kulit tampak asyik berfoto di sini. Dan menjelang jam 6.30 kami masuk mall, ke arah belakang gedung dimana ada air mancur. Karena masih sore, pemandangannya biasa saja. lalu kami masuk lagi ke dalam mall untuk makan malam di food court Rasa lantai 4. Malam itu kami beli mie ramen kimchi dan tom yam campur. Harganya 10-11 Ringgit/porsi belum termasuk minum. Rasanya lumayan sesuai selera. Kami tengok Petrosains yang berada di lantai yang sama ternyata sudah tutup, tinggal toko souvenirnya yang masih buka. Lalu kami turun ke lantai 2 dimana ada foodcourt Signature yang sangat ramai. Kebanyakan remaja dan anak muda, karena ada beberapa fast food dan brand resto lokal yang cozy, serta harganya yang relatif murah.4 ramen kimchi

?????????????

nasi tomyam

Jam 7.30 sudah mulai gelap, terdengar adzan maghrib. Lampu-lampu menara Petronas dan gedung sekitarnya mulai menyala. Tampak indah. Tak lama kemudian ada pertunjukan air mancur warna warni dengan iringan musik barat maupun lagu semangat kebangsaan. Menarik untuk di lihat. Kami bertahan di sini sampai jam 9 malam, untuk selanjutnya kami ke Bukit Bintang naik bus Go KL yang gratis. Bus ngetem cukup lama, sekitar 30 menit. Kami turun di Pavillion, lihat2 produk terbaru, lalu jalan di Bukit Bintang yang lurus di depan mall Pavillion. Berhubung kurang menarik buat kami dan sudah cukup lelah, kami ke arah stasiun monorail Bukit Bintang/Air Asia untuk melanjutkan perjalanan ke Medan Tuanku. Dan baru sadar, di dekat stasiun Medan Tuanku ada mall baru yaitu Quill City Mall.

4 air mancur 4 menara kembar malam

?????????????

senja menara kembar

Jam 10 malam kami tiba di kamar, berkemas untuk perjalanan pulang keesokan harinya. Apa yang saya lihat di kunjungan kali ini, untuk

Singapura : tidak banyak perubahan dibanding setahun lalu, ada gedung baru di belakang Esplanade kalau dilihat dari arah merlion/CBD

Malaysia : makin banyak lansia gelandangan/tunawisma, baik di KL maupun Melaka. Tapi untuk pariwisatanya semakin menarik dan informasinya semakin lengkap/detil. Ada kartu pass baru untuk turis yaitu mypass (www.mypass.com.my) dan KLpass (www.klpass.com) yang kelihatannya menarik untuk dimiliki.