Tag

, ,

Selasa, 11 Nopember 2014
image

Kami check out jam 8 pagi lalu ke stasiun Shinsaibashi lanjut ke stasiun Tennoji untuk berkeliling Kyoto, Kobe, Nara sebelum akhirnya menginap di hotel Nikko yang menempel di bandara Kansai. Kali ini kami pakai JR Kansai Pass 1 Day seharga 2000 Yen (220 ribu).
Tarif subway 240 Yen per orang dengan waktu tempuh 9 menit. Jarak antara kereta hanya 2 menit. Di Tennoji kami pindah jalur ke JR dan menyimpan bagasi di pocket dengan sewa 700 Yen untuk 24 jam. Ini harga sewa kotak terbesar yang bisa muat 1 koper 20 kg dan 2 backpack.
Dari situ kami ke track 18 di mana kereta express Haruka akan lewat menuju Kyoto. Waktu tempuh ke Kyoto 44 menit dengan jarak sekitar 59 km. Untuk mencari Info waktu keberangkatan, waktu tempuh, pilihan kereta dan tarif bisa dilihat di http://www.hyperdia.com powered by Hitachi. Info sangat akurat dan ditunjang kereta api di Jepang yang jarang terlambat. Kalau kombinasi jalan kaki dengan kereta browsing di maps.google.com juga sangat membantu yang penting kita punya akses internet. Wi-fi gratis ada di Kansai Airport, hotel dan mall. Tapi untuk lebih nyaman saya berlangganan roaming Data Telkomsel dengan tarif termurah 150 ribu Rupiah/Hari dan termahal seperti yang saya ambil 480 ribu/7 Hari. Tak perlu sewa router Wi-fi di Jepang karena sinyal mitra Telkomsel di Jepang yaitu Docomo-Telkomnya Jepang kuat dimana saja. Dan rata2 hp sekarang bisa untuk tethering, sehingga bisa dipakai rame2.
Kereta express Haruka yang kami tumpangi nyaman. Kursi non reserved ada di gerbong 5&6, lainnya kursi green car dan reserved yang lebih mahal. Di gerbong 1,3 dan 4 ada toilet dan gendong machine, penumpang gerbong lain boleh mengakses. Tarif ke Kyoto 2200 Yen, karena pakai JR Pass kami tak perlu bayar, cukup tunjukkan kartu dan kemasannya. Petugasnya berpakaian rapi seperti kondektur kereta api. Bedanya mereka bawa mesin EDC /gesek kartu dan uang kembalian kemana2 untuk antisipasi penumpang kurang bayar. Nyaman dan tenang karena kebiasaan di Jepang seperti di Australia orang dewasa jarang ngobrol berisik di tempat/kendaraan umum. Kalau berisik kemungkinan besar turis dari Tiongkok.?????????? ?????????? ?????????? ??????????Kami melewati kampung dan Umeda Sky Building.??????????
Stasiun Kyoto sangat besar. Untuk ke stasiun Saga Arashiyama tidak perlu jalan jauh, cukup nunggu di track sebelah. Kereta ke sana dipenuhi wisatawan baik domestik maupun internasional. Banyak manula maupun anak remaja. Jalan akses ke jembatan dan hutan bambu/bamboo groove terdapat toko2 souvenir buatan tangan yang menyita perhatian istri. Jalan yang menurut buku panduan bisa dilalui 10 menit aktualnya jadi 1 jam. Disini saya mampir di kantor pos beli perangko. Lalu jalan lagi sampai ke jembatan. Banyak restoran dan toko oleh2 sepanjang jalan, karena khawatir kehalalannya kami lewati saja. Dan makan bekal yang kami bawa. Nikmat sekali mi goreng rendang dengan nasi onigiri tuna plus abon sapi.hutan bambu1 hutan bambu ?????????? ?????????? ?????????? ?????????? ??????????

Usai makan siang kami jalan lagi ke arah hutan bambu yang seram meski ramai oleh turis yang lalu lalang, maklum tingginya tajuk serta adanya beberapa kuburan membuat suasana hening meski ratusan orang melalui tempat ini. Di sini melintas pula ojek manusia ala Jepang yang konon harganya 8000 Yen dari Stasiun ke Jembatan lalu ke hutan bambu lalu balik ke sini, sekali ketemu mobil yang dinaiki tauke tua bangka (orang kaya sini) dengan sopirnya. becak manusia Jalanan menanjak cukup menguras tenaga. Di belokan ada penjual kartu pos bergambar lukisan hutan bambu saat malam, pemandangan taman dan pemandangan langit waktu malam yang kami beli seharga 100 Yen per kartu. Dan kami tempeli prangko yang kami beli di kantor pos tadi. Oh ya prangko untuk kartu pos internasional cuma 70 yen (7700 Rupiah) jauh lebih murah dari kirim kartu pos Indonesia ke luar negeri yang 27 ribu Rupiah.

Jam 12 kami sudah di stasiun Saga Arashiyama untuk kejar jadwal tur di Imperial Palace yang harus datang 20 menit sebelum jam 2. Jam 1 baru sampai stasiun Kyoto dan lanjut alternatif transportasi tercepat dan bebas macet yaitu subway, kami beli day pass seharga 600 Yen. Kami tiba di stasiun Imadegawa jam 1.40, sambil lari kami tiba di visitor center jam 1.55. Di ruangan sudah penuh dengan para tamu yang saya perkirakan 50 orang. Instruktur seorang ibu-ibu dengan bahasa Inggris cukup fasih namun kadang terselip bahasa Jepang. Tur sendiri berlangsung 1 jam, dari gerbang depan sampai taman rahasia. Keunikan bangunan ini adalah atapnya dibuat dari kayu berlapis yang dianyam dengan bambu sampai ketebalan 10 cm dan dibuat selama puluhan tahun, istana ini pernah dibom sehingga yang tampak sekarang adalah sebagian yang tersisa. Kemudian di halaman sengaja ditabur kerikil yang berisik supaya kalau ada yang lewat bisa ketahuan, maklum zaman dahulu belum ada CCTV. 20141111_145501 stasiun kyoto tur imperial palace1 tur imperial palace2 tur imperial palace ??????????Jam 3.15 tur selesai, kami susuri jalan dan parahnya taman ini sangat luas, setengah jam baru sampai stasiun Karasuma. Tadi nya kami mau cari Islamic Center yang kelihatannya dekat di peta, ternyata ini belum setengahnya kami sudah kelelahan. Dengan sangat terpaksa kami sholat di toilet disable yang besar beralaskan jaket dan koran. toiletnya toilet kering sehingga tidak menjijikkan. Sebenarnya bisa saja sholat sambil duduk di kereta, namun sudah dekat/mepet dengan maghrib sehingga kami harus kejar waktu. Lanjut naik subway dan tiba di stasiun Kyoto menjelang maghrib. Kereta ke Osaka berangkat persis jam 5.15 sore waktu Maghrib jam setempat. Kami naik kereta rapid Haruka dan tiba di stasiun Tennoji jam 6.15. karena waktu check in hotel masih lama, kami jalan dulu di supermarket Kintetsu di lantai dasar gedung Abeno Harukas, gedung tertinggi se antero Jepang. Supermarket yang lengkap dan menjual produk makanan lucu dan menggemaskan ini juga menjual aneka buah dan sayur yang tak ditemukan di Indonesia. Ada juga anggur dan melon untuk bingkisan yang harganya sekitar 2000 Yen sekotak saja.ramainya supermarket kintetsu aneka jamur supermarket kintetsu buah mahal supermarket kintetsu supermarket kintetsu yang lain harganya standar seperti di Indonesia. Jam 7.30 kami lanjut untuk ambil tas di loker dan naik ke kereta rapid Haruka yang berangkat dari line 15. Cepat sekali, dan jam 8 malam kami sudah tiba di stasiun Kansai Airport yang tersambung ke hotel Nikko Kansai dan Aeroplaza. Check in di Nikko cepat dan efisien. Kami masuk kamar 10081 yang ada di lantai 10. Interior dan pemandangan sangat bagus. Hanya sayang sedikit debu di atas dipan. Ada juga humidifier mengingat udara Jepang yang kelembabannya hanya 40%. Jauh lebih rendah dari Indonesia yang 85%. Hotel keren dan terjangkau ini sangat melegakan untuk diinapi.🙂nikko osaka airport hotel3 nikko osaka airport hotel4 anggur jepang ?????????? ?????????? ?????????? ?????????? ??????????