Tag

, , , , , , , ,

Seperti itu yang saya tangkap dari beberapa artikel yang saya baca di Langkawi.
Pulaunya tak seindah Bali maupun Lombok. Kecil. Hanya perlu 8 jam berkeliling pulau melalui jalan raya terluar yang ada di pulau ini. Pemandangan sebelah utara pulau mirip sekali dengan daerah selatan pulau Jawa. Sepi. Hutan jati serta rumah-rumah warung sederhana sesekali tampak di pinggir jalan.
Tadinya hanya pulau biasa, namun ide berubah menjadi tak biasa kala Datuk Mahathir Muhammad menjabat sebagai perdana menteri yang kebetulan orang Kedah, satu wilayah dengan pulau ini, ingin mengembangkan pulau ini. Posisinya yg persis berhadapan dengan Thailand membuatnya perlu dipoles. Dan tampaknya usaha ini berhasil. Hotel mulai dari yang mewah sampai sederhana tersedia, toko bebas pajak berserak. Namun seperti umumnya Malaysia, pengaturan wilayahnya sangat jelas dan rapi. Taraf kehidupan kelihatannya sedang dengan tanaman karet di sisi utaranya.
Galeri Perdana dimana benda-benda hadiah tokoh negara lain dan dunia usaha kepada Datuk Mahathir dipajang di gedung ini. Tak sekedar bangunan biasa tapi mengarah ke modern di dalam dan model melayu di luar.
Berikut cerita perjalanan di Langkawi
Senin, 19 Mei 2014. Saya berangkat dengan adik dari KLIA2 bersama adik dari terminal domestik. Browsing internet untuk rental mobil di Langkawi. Lalu kami komunikasi dan janjian ketemu di Langkawi Airport. Oh ya, di ruang umum dan internasional KLIA2 ada WIFI gratis, untuk domestiknya belum ada.Sempat tengok galeri Ipin dan Upin. Banyak yang dijual. Namun karena tak perlu, kami hanya lihat2 saja. Perjalanan lancar ke Langkawi. Berangkat jam 8 tepat dan tiba jam 9 tepat. Makan malam di pesawat berupa menu anak yang berisi nugget dan kentang lembut serta minuman soda.  Ketika sudah mendarat penumpang dilarang ambil foto, bandara Langkawi sudah kelihatan tua, di kedatangan banyak sekali rental mobil yang murah, Kami ketemu Fauzi, tukang rental yang kami kontak sejak di KLIA2. Cari rental sebenarnya mudah, kami cari saja di google. kami temukan blog lalu kami SMS pemilik rentalan.lkw_dinner to langkawi Kami dapat rental hanya 50 Ringgit (175 ribu Rupiah) untuk Perodua Viva, mobil (kereta dalam Bahasa Malaysia) produk Malaysia. Cukup lumayan seperti naik Suzuki Karimun. Kami luncur ke Kuah-ibukota pulau Langkawi sekitar 16 km dari airport. Jalanan sudah sepi dan kebanyakan yang lewat mobil rental dari airport.
15 menit kami tiba di hotel Asia yang sudah saya bayar sebulan sebelumnya seharga 341 ribu Rupiah melalui tiket.com. Petugasnya cewek India yg sudah menyiapkan kunci. Kamar ini tak ada jendelanya. Namun bersih lengkap dengan 2 handuk, pemanas air lengkap dengan gula, kopi dan teh. Ada pula kacang oven gratis yang enak. DSCN1324Channel TV juga lengkap termasuk film klasik aktor legendaris P.Ramlee. AC bagus, shower juga kencang. Setimpal.klia 2 lkw hotel asia lkw_depan kereta sewa 50 ringgit
Esok paginya kami bangun jam 7 pagi. Rencana jalan2 ditunda karena hujan. Dan resepsionis bilang jam 9 pagi baru mulai ada kegiatan di Langkawi termasuk kalau mencari sarapan. Kami baca2 majalah di ruang tunggu lalu balik ke kamar untuk mencuci baju. Sampai akhirnya jam 12 kami check out dan mulai perjalanan keliling pulau. Cucian setengah kering kami jemur di dashboard belakang Wkkk, mirip Mr Bean.
Kunjungan pertama kami adalah ke dataran elang. Dimana ada patung elang raksasa yang menjadi simbol pulau ini. Ini merupakan spot favorit turis. Tak ada orang yang jual jasa di sini. Yang ada cuma turis. Kebetulan dekat dengan pelabuhan, yang ramai menawarkan jasa malah sopir taksi resmi saja. Tak ada tukang ojek maupun taksi gelap.lkw_dataran lang
Puas foto depan patung elang. Kami lanjut makan siang nasi ayam jamur hotplate seharga 5.5 Ringgit (gak sampai 20 ribu Rupiah) di foodcourt dermaga. Cukup enak dan mengenyangkan.Ada juga masakan Thai dan Arab. Bersamaan itu banyak turis membawa tas besar yang baru check out hotel datang ke sini. Puas makan minum, kami beli bekal di 7-11. Hebat juga yg jual, lihat muka kami dia ngomong Bahasa Malaysia, lihat orang Thai,Jepang dan lainnya dia ngomong Bahasa Inggris. Bisa mengidentifikasi melalui wajah.hahahalkw_hotplate ayam plus teh tarik dan yoghurt nestle lkw kuah lkw elang
Tak itu saja, berikutnya waktu ke Galeria Perdana saat ramai antrian tiket masuk, kami hanya kena tarif 5 Ringgit-tarif turis lokal, setengah harga dari harga untuk turis yang 10 Ringgit. Begitu juga saat mau naik skycab hampir bayar setengah harga kalau tak ada tulisan “akan ada pemeriksaan My kad-KTP Malaysia” dan tak ada pertanyaan dari petugas loket”darimana?”.hahaha…. berhubung beda paspor ya harus bayar penuh dong, lagipula saya tidak bayar pajak di sana.lkw_bapak pendiri malaysia lkw souvenir dari Indonesia lkw mesra lkw kubah keren3 lkw kubah keren2 lkw kubah keren1
Setelah dari Galeri Perdana kami lanjut ke Kilim. Cuma ada gua kelelawar dan pelabuhan nelayan. Kami skip saja lanjut ke air hangat.skip lagi, lanjut ke Tanjung Rhu. Tempat ini berpantai dengan pasir putih. Ada 2 resort di sini yg terpisah dari umum. Sepanjang kiri kanan jalan tampak cemara laut. Pantai berpasir putih. Laut dan langit biru. Cukup indah dan sepi. Tak seindah Lombok saya rasa, beda tipis dengan Phuket.
Dari Tanjung Rhu lanjut ke pantai utara yg lansung menghadap Thailand. Disini ada markas tentara laut Malaysia dan kami mampir untuk makan rujak di bawah pohon rindang bersama tentara laut. Seporsi 3 Ringgit. Masih enak rujak petis surabaya.lkw_tanjung rhu lkw_menghadap thailand
Dari pantai kami lanjut ke skycab untuk melihat pemandangan pulau Langkawi dari bukit. Cukup indah. Namun karena cuaca kami di puncak tak bisa lihat apa2 kecuali awan putih. Pemandangan terlihat ketika kami mulai melewati awan dan turun di stasiun. Oh ya. Di puncak bikit kami makan mi instan murah 3 Ringgit yang cukup enak dan pas dimakan di tempat yang dingin ini. Ada musholla juga buat sholat.lkw_sunset lkw_skydeck lkw_antri skycab lkw view langkawi
Puas 2 jam disini kami lanjut jalan ke Pantai Kok dimana banyak perahu pesiar/yatch yang bisa disewa. Di pertigaan ada serombongan kerbau yang merumput yang menjadi salah satu obyek wisata Langkawi. Kami skip saja tempat ini, lanjut lewat jalan pantai kok yang berliku dan naik turun, lanjut keliling pagar airport, Pantai Cenang dan akhirnya berhenti di Pantai Tengah. Di pantai yang pendek ini ramai orang main parasut dan berjemur. Datang dan pergi silih berganti. Saat mentari mulai tenggelam kami balik mencari arah ke bandara (sudah jam 7.30 malam baru maghrib). Tampak hotel Aseana dan Fave (grup Aston Indonesia) yang tampak mentereng. Kami tiba di airport tepat jam 8 malam dan mengembalikan mobil ke Fauzi pemilik rental mobil. Dari ngobrol singkat, dia berkongsi dengan temannya punya 40 mobil yang direntalkan.rata2 sebulan 20 hari mobil ini di rental orang. Hebat, usia muda sudah punya usaha yang sukses.
Airport Langkawi bisa saya bilang keren. Ada duty free yang menjual aneka produk mewah. Karena penerbangan domestik, tak perlu cek dokumen.lkw_tarif main lkw_duty free2 lkw_duty free airport Langsung ke ruang tunggu. Pesawat AirAsia datang terlambat 30 menit dari KL. Dan tiba di KLIA2 tiba sudah jam 12 malam. Dekat pintu keluar tampak puluhan orang bergelimpangan di karpet untuk menunggu penerbangan pagi hari. Berhubung sudah pesan hotel Tune, kami ke arah hotel itu dengan petunjuk dari bagian informasi. Kami hanya berempat dengan 2 pasangan lansia bule, melalui koridor terlindung. Check in singkat dan kami langsung menuju kamar dengan pemandangan gedung terminal KLIA2. Saluran TV lengkap. Karena sudah mengantuk saya lelap, sedangkan adik masih nonton siaran langsung sepak bola Eropa. Nyaman sekali hotel ini. Jam 7 bangun dan siap berangkat ke Palembang.