Tag

,

GBB adalah lokasi wisata yang masih baru di Singapura. Itu menjadi tujuan kami hari ini.
Kami bersiap berangkat ke terminal 2D Soekarno Hatta Airport sejak jam 8 pagi. Cuaca sedang hujan lebat, sambil sarapan bekal dari pesawat tadi malam, tampak indah pemandangan masjid dan stadion Senayan dan gedung tinggi perkantoran serta taman dari kamar 4605 hotel Harris fx Senayan. Kami turun ke lantai bawah dan check out dengan singkat. Rencana mau naik Damri yang bisa di stop di depan mall, namun hujan terlalu lebat sehingga kami mengantri taksi Blue Bird yang kebetulan salah satu pool nya ada di sini. Antri tak terlalu lama, karena tersedia banyak armada. Di perjalanan ke bandara terdengar kabar beberapa tempat di Jakarta sudah banjir, untuk Senayan ke Cengkareng sendiri relatif bebas banjir karena di area banjir, kami lewat jalan tol yang berada di jalan layang. Saking cepat dan lancarnya perjalanan, tak sampai 30 menit sudah sampai di bandara. Ongkos taksi di argometer 106 ribu, lebih mahal tapi lebih nyaman dari taksi semalam.
Di terminal 2D kami segera check in di counter Tiger Air. Proses cepat, lanjut antri imigrasi bersama jamaah umroh. Setelah itu belok kanan ke Mutiara Lounge untuk makan pagi-siang. Lumayan nyaman karena bisa sekalian charge batere handphone dan baca koran dan majalah terbaru. Ada juga nasi bakar seukuran sekepal yang kami jadikan bekal.
Jam 10.45 kami jalan menuju ruang tunggu D4 yang ada di ujung terjauh. Untuk kurangi pengeluaran energi kami pakai travelator saja. Tepat jam 11 panggilan naik pesawat. Pesawat terbang tepat waktu yaitu jam 11.25 siang dan mendarat tepat jam 1.10 siang waktu Singapura. Di penerbangan ini kami tak pesan makanan Tiger Airlines karena sepaket harganya 12 Dollar Singapura setara 110 ribu Rupiah yang bisa buat makan kenyang sepuasnya (all you can eat) di beberapa restoran.
Di terminal 2 Changi kami isi air isi ulang ke botol. Lumayan segar airnya-tak bau kaporit. Sempat foto-foto di taman anggrek lengkap dengan kolam ikan koi di sini, sempat kaget ketika mati lampu selama 5 menit. Siapa bilang Singapura tak pernah mati lampu :). Dan ke imigrasi. Oh ya, buku panduan bandara Changi tak setebal dahulu. Kami tak berlama-lama setelah imigrasi langsung menuju stasiun MRT. Dari Changi berpindah kereta di Tanah Merah lalu turun di Aljuned. Dari sini kami jalan kaki sekitar 800 meter ke Geylang 15 dimana JJH Hotel Boutique tempat kami menginap. Geylang bernomor ganjil adalah distrik surganya tempat makan China-pork and lard meski ada juga tempat makan halal ala India. Sedangkan lorong Geylang bernomor genap adalah tempat mejengnya PSK.
Meski namanya hotel butik dan perusahaan terbuka (di kartu namanya tertulis JJH investment pte ltd,macam Tbk di Indonesia), tampilannya serupa kos-kosan, lengkap dengan TV, AC, perlengkapan mandi dan kamar mandi dalam. Di Indonesia dengan uang 55 Dollar Singapura sudah bisa menginap di hotel bintang 5 macam Grand Angkasa Medan kemarin lusa. Di sini kami istirahat sambil menikmati Wifi gratis fasilitas hotel. Sangat lumayan daripada bayar roaming data yang 150 ribu Rupiah/hari itu atau beli perdana SingTel untuk turis yang 25 Dollar Singapura.
Jam 6 sore kami keluar hotel, maghrib di Singapura jam 7.30 petang. Jadi langit masih terang. Kami jalan kaki ke perhentian bis dekat Geylang 11. Kami naik bis nomor 100 menuju perhentian dekat Merlion (bus berhenti 14x). Google maps bisa diandalkan karena sudah sangat akurat untuk negara/kota Singapura. Sepanjang jalan kami lihat stadion baru, reservoir, dan orang pulang kantor di Middle dan Beach road. Semua tertata rapi.

suasana geylang kamar 55 dollar singapore koi @changi t2
Dari perhentian dekat Merlion kami tak mampir ke Merlion karena sudah sering berfoto di sini, jalan kaki menyusuri Marina menuju Marina Bay. Awalnya kami ragu. Karena terlihat jauh dan di peta tertulis 2,1 km. Tapi melihat para pelari dan orang yang antusias berjalan akhirnya kami ikuti saja keramaian ini. Ada instalasi seni di sepanjang jalan ini sehingga beberapa kali berhenti dan berfoto, sampai akhirnya kami tiba di Marina shopping at the beach yang wow-mewah itu,kalau lapar jangan khawatir, ada 7-11 yang jual nasi rendang, kimchi dan lainnya yang bersertifikat halal dan harganya standar. Toko merchandishe Ferrari yang dilengkapi mobil balap Ferrari juga ada. Untuk menuju Garden By the Bay kami melalui jembatan penyeberangan menuju casino dan hotel Marina Bay Sand lalu menyeberang lagi sampailah di GBB itu. Jangan coba menyeberang di bawah ya, karena di situ jalan bebas hambatan, resiko tertabrak sangat tinggi. Tahu sendiri orang Singapura mobilnya kebanyakan macam mobil balap. Di GBB ramai pengunjung beraneka rupa bangsa. Paling depan ada rumah melayu, yang ada TV segede tembok menayangkan pemanfaatan tanaman kebon untuk pembuatan rumah di Kelantan dan pewarna batik di Jawa Barat, diiringi musik Sunda yang mengalun syahdu.
Lalu ke pohon futuristik yang berwarna warni dan ada pertunjukan spektakuler tiap jam 7.45-8 malam. Pertunjukan ini kombinasi musik dan lagu Nusantara, India dan China, cenderung ke arah meditasi dengan cahaya dari pohon arifisial. Di sini mata berkaca-kaca sambil berucap dalam hati ” terimakasih ya Allah atas semua keindahan pemandangan ini”. Paling enak rebahan di mezanin pohon di tengah yang tampaknya memang disiapkan untuk rebahan, sambil lihat awan berarak melintas cahaya bulan.
Setelah puas di GBB, kami balik dengan rute yang sama, pemandangan indah dengan lampu2 gedung perkantoran dan instalasi seni dinyalakan. Di ujung tampak patung Merlion. Kami menyeberang melalui jembatan sebelum hotel Fullerton dan menyetop bus no 100 ke arah Geylang, kami berhenti dekat Geylang lorong 11. Kami mampir dulu di 7-11 untuk beli nasi rendang, nasi goreng kimchi dan air mineral 1,5 liter. Totalnya 10 Dollar Singapura. Setelah memanaskan makanan di oven,kami balik ke hotel, makan malam sambil nonton TV dan nikmati sejuknya AC. Kebetulan kamar hotel tak berjendala, tadi siang terasa gelap dan pengap, setelah malam baru terasa terang dan lebih nyaman.
Esok paginya, Kamis, 13 Maret 2014 kami check out jam 8, caranya cukup unik yaitu taruh kunci di kotak penyimpanan. So simple.
Kami menuju stasiun MRT Aljuned, dari sini menuju ke Changi berpindah di Tanah Merah. Jam 8.45 pagi kami sudah tiba di Changi dan langsung check in di row 11. Bawaan kabin ditimbang, maksimal 2 berat total 10 kg. Meski total 23 kg, kami tak dikenakan biaya tambahan. Cuma dikasih tahu untuk digabung saja. Sebelum ke ruang tunggu F35 kami pakai mesin pijat telapak kaki Uphoria by Osim yang gratis. Lumayan mengurangi keletihan kaki. Jam 10.30 masuk ke ruang tunggu dan jam 11.00 kami naik pesawat dan 11.30 tepat terbang menuju Surabaya.
Kali ini naik Tiger Mandala dimana saham mayoritasnya milik Saratoga-Sandiaga Uno. Kami sudah pesan makanan untuk makan siang seharga @Rp 47 ribu berupa nasi kuning manado dan ayam panggang lada hitam. Harga lebih mahal dan porsi lebih sedikit dari Air Asia, namun lebih terasa bumbunya. Plus Aqua 600 ml. Perjalanan lancar dan jam 1.30 siang kami mendarat di terminal 2 Juanda, yang merupakan terminal lama yang diperbarui. Tidak semewah terminal 1, namun jika dipoles kemungkinan bisa lebih mewah dan nyaman.

nasi kuning dan ayam lada hitam @mandalatiger turkey bacon @mc'd changi 2 nasi rendang 7-11 nasi goreng kimchi 7-11 instalasi seni 2 buaya @marinabay instalasi seni makin malam pohon garden of the bay marina bay sands @walkway overpass marina bay sands in marina bay sands shop@marina bay @cbd marina bayAlhamdulillah perjalanan yang sangat padat ini lancar dan berkesan.
Pengeluaran (2orang)x1000 rupiah
Taksi Blue Bird. 125 Tiger CGK-SIN. 165
MRT Changi-Aljuned 80
Hotel JJH Geylang. 520
Bus SMRT Gelylang-Marina pp 80
Makan malam 7-11. 100
Mc Donald. 85
Mandala SIN-SUB. 726
Pilih kursi dan makan siang. 188
Total. 2069