Tag

, , ,

Selepas terbang dari Kualanamu kami terbang menuju Kuala Lumpur. Perjalanan ini kami telah memesan secara online frankster(hotdog) dan ayam pannini (roti lapis ayam), tampilan bagus dan rasanya enak. Lumayan untuk pengganjal perut di penerbangan singkat ini. Jam 13.30 waktu Malaysia kami mendarat di LCCT. Antrian imigrasi padat mengular seperti biasa. Selepas itu kami naik Skybus menuju KL Sentral,lama perjalanan 1 jam. Pembayarannya langsung di bus.
Di KL sentral kami mampir di restoran Rasamas untuk beli sepaket nasi percik seharga 35 Ringgit (termasuk pajak) yang cukup untuk berdua. Isi paket berupa ayam setengah ekor, nasi hainan (jahe), 3 menu pilihan (kami pilih buncis rebus, tumis sayur, dan bakso ayam) serta minum pepsi cola. Ternyata ayam percik dengan cola matcing juga rasanya. Rasa ayam percik serupa ayam lodho namun tak dipanggang. Enak.

chicken pannini frankster kualanamu dari pesawat ayam percik rasamas
Dari KL sentral kami lanjut ke stasiun Sultan Ismail menuju hotel Tune tempat kami menginap. Kami pesan kamar dan AC 12 jam, dan beli ditempat voucher WIFI seharga 12 Ringgit untuk pemakaian 24 jam. Di sini kami istirahat sebelum lanjutkan perjalanan malam harinya.
Sehabis maghrib (jam 8.30 malam) kami berangkat ke stasiun monorel Medan Tuanku melalui walkway untuk menuju stasiun Imbi, dimana terhubung dengan mall Berjaya. Mall ini salah satu yang terbesar di Malaysia. Beruntung kami bertepatan dengan sale sepatu dan tas Hush Puppies. Contoh:tas seharga 239 ringgit dijual 50 ringgit. Tampaknya barang stok lama. Setelah itu kami ke Cold Storage untuk belanja makanan dan minuman. Aneka produk impor tersedia. Macam Foodhall kalau di Indonesia. Sekitar jam 10 malam kami balik ke hotel untuk istirahat. Di monorail juga terpampang stiker promosi bis Rapid KL ke sirkuit Sepang akhir Maret ini.

disitu menginap hmm....yummy berjaya promo rapid kl ke f1 sepang
Selasa pagi kami harus check out jam 11, dan melanjutkan ke destinasi selanjutnya. Kami naik LRT dari Sultan Ismail ke KL Sentral, di KL sentral kami titipkan 2 backpack dan 2 tas tenteng ke locker. Sewanya 10 Ringgit per kotak per 24 jam. Jika tak muat bisa sewa yang lebih besar sewanya 15 Ringgit. Ada petugas yang membantu.
Karena tak ada tentengan kami dengan leluasa berjalan,rencana kami ke masjid dan museum. Untuk ke sana kami naik kereta KTM ke stasiun Kuala Lumpur yang desainnya fenomenal itu. Tak lama perjalannya, karena hanya 1 stasiun dari KL Sentral. Suasana serupa stasiun kereta di Indonesia namun lebih besar ukurannya. Banyak ketemu TKW di sini. Kemudian kami tapaki jalan menuju Masjid Nasional. Salah satunya melalui underpass (terowongan bawah jalan) yang pesing dan agak seram. Selepas itu tampaklah Masjid Nasional. Di depan pintu masuk tempat sembahyang banyak turis yang dipakaikan jubah ungu, maklum di tempat ibadah. Di situ pula disediakan brosur mengenai Islam dan AlQuran untuk bermacam bangsa. Isi brosur bermutu, antara lain membahas terorisme, poligami dan isu lain yang kadang dikaitkan dengan Islam. Bagi non Muslim menjadi pengetahuan baru, bagi Muslim menambah keyakinan Islam.Good job cik.

masuk masjid masjid nasional bus hop on hop off mejeng di ktm kl sentral ktm
Ketika menjelang makan siang kami coba mencari makan di depan masjid, ternyata tidak ada yang menjual nasi. Yang ada burger dan aneka gorengan macam nugget dan sosis. Rasanya enak dan lumayan mengenyangkan. Bus wisata hop on hop off juga berhenti depan masjid, persis dekat orang jualan gorengan. Selepas dari masjid, kami jalan kaki menuju Islamic Art Museum Malaysia (IAMM). Museum ini sering mendapat pujian di situs Tripadvisor dan menempatkannya di peringkat teratas. Koleksi sangat lengkap seperti desain masjid dan bagunan bersejarah lengkap dengan miniatur dan sejarahnya, busana, kain, senjata, keramik khas, persebaran umat Islam dan sejarah kerajaan-kerajaan Islam di dunia. Sangat lengkap koleksinya dan nyaman tempatnya. Tiga lantai berudara sejuk dan segar, dilengkapi toko souvenir yang menjual aneka produk dengan tema museum dengan harga relatif murah, layaknya di Gramedia.
Sekitar jam 3 kami balik lagi ke stasiun KTM menuju KL Sentral dengan rute yang sama dan sesampai KL Sentral kami makan di depan restoran tempat kami makan kemarin. Enak dan lebih murah. Kami makan Tom yam dan nasi lemak serta minum teh lemon, total 25 Ringgit.
Usai makan kami ke locker untuk ambil barang, lalu ke kaunter tiker KLIA transit untuk beli tiket ke LCCT. Untuk menuju LCCT kami naik KLIA transit (meski gerbong keretanya bertuliskan KLIA ekspress belum tentu ekspress betulan, dengar dan lihat panduan). Di Salak tinggi kami berganti dengan bus (Plus Liner) yang sedang menanti.
Jam 5.30 sore kami tiba di LCCT, langsung check in, antri imigrasi, lalu sholat. Di dekat situ juga disediakan air isi ulang gratis yang antriannya lebih panjang dari imigrasi. Sebaiknya beli saja di toko yang ada di ujung, karena sebotol 600 ml cuma 1.5 Ringgit dan rasanya segar, sedangkan yang gratisan itu bau kaporit.

ke lcct tomyam nasi lemak sotong kitab dari persia manuskrip Quran miniatur masjid khat2 khat kaligrafi iamm
Jam 8 malam kami sudah di pesawat dan seharusnya langsung terbang, namun karena ada 9 penumpang yang sudah check in dan memasukkan bagasi tiba2 membatalkan diri, akibatnya bagasi mereka harus dicari, nunggu bongkar bagasi jadinya. Telat 30 menit dan jam 8.30 akhirnya take off. Di penerbangan ini kami pesan makanan berupa nasi minyak palembang Farah Queen dan ayam panggang. Ditambah sandwich dan frankster untuk sarapan besok paginya. Jam 9.30 malam kami mendarat di Jakarta, imigrasi di terminal 3 sangat cepat, demikian juga saat cari taksi, semua taksi tersedia. Kali ini kami coba taksi Express. Untuk menuju hotel Harris di Fx Sudirman, di argometer tercatat 93 ribu rupiah.
Untuk taksi ke daerah Senayan kena extra charge 9 ribu plus tol 13,5 ribu.
Mengenai hotel Harris di sini kamarnya cukup luas, dan mirip yang ditampilkan diwebsitenya. Yang unik saya rasa bentul sandal serupa telapak kaki warna oren, wadah shampo dan shower gel seperti parfum kenzo dan baunya buah-buahan, aromatherapy, alat tulis unik, semuanya bernuansa ceria, cocok untuk meningkatkan mood. Letak kamar di lantai 46 dengan lift kecepatan tinggi serasa naik menara Bitexco di Ho Chi Minh 2 tahun lalu. Entah lelah disupport aromatherapy, setelah sholat kami tertidur jam 11 malam dan baru bangun jam 6 pagi.

hujan kamar mandi harris harris room harris fx sudirman

Pengeluaran (2 orang)x1000 rupiah

Airasia KNO-KUL. 314
Makan siang Airasia. 74
Skybus. 70
Makan sore ayam percik Minamas. 123
LRT. 18
Hotel tune+AC12 jam. 200
Wifi Tune. 42
Monorail ke Berjaya pp 22
LRT ke KL Sentral. 18
Loker. 35
KTM ke stasiun KL pp 14
Burger dan gorengan. 35
Makan siang di KL Sentral 88
Tiket IAMM. 98
KLIA Transit. 88
Airasia KUL-CGK. 352
Makan Malam Airasia. 100
Taksi Ekspress. 120
Harris FX Senayan. 350
Total. 2161