Tag

, , , ,

      Jam 3 pagi WITA kami telah bangun dan bersiap untuk perjalanan panjang ke Medan. Jam 5 cek in dilanjut sholat subuh dan jam 6 WITA tepat kami terbang menuju Jakarta dari Banjarmasin.
      Pesawat Boeing 737-800ER masih baru, majalah Lion baru, dan pramugari yang masih cerah ceria. Ada artikel menarik di kolom wisdom on the air yang membahas 3 cara menilai uang. Pesawat mendarat di Cengkareng jam 6.50 WIB dan kami berpindah dari terminal 1C ke terminal 3 menggunakan shuttle bus gratis warna kuning. Sebelum naik shuttle kami beli selusin donat Krispy Kreme aneka rasa yang lezat buat bekal. Jam 8.30 pagi seharusnya berangkat, namun karena pesawat telat datang dari KL, baru jam 9 kami berangkat. Perjalanan cukup menyenangkan karena kami pesan masing2 2 makanan, yang pertama saya pesan bubur cumi dan nasi lemak. Sedangkan istri pesan kari canai dan kidsmeal. Kami sudah pesan online seminggu sebelumnya, sehingga dapat harga lebih murah 20% dari yang beli dadakan, dan pastinya tanpa khawatir kehabisan stok. Enak, cenderung pedas. Paket makanan dikombinasikan dengan air minum 100 ml, sedangkan Kidsmeal minumnya soda lemon.

menyimak berita mh370 yang hilang klia trasit tiket klia transit ke putrajaya nasi lemak chicken nugget bubur cumi canai dan nugget ayam nasi lemak dan bubur cumi AK cgk-kul tiket dan paspor terminal 3 cengkareng krispy kreme

      Jam 12 siang waktu KL kami mendarat di LCCT, ada bule di belakang yang heboh bahas berita Malaysia Airlines hilang dalam penerbangan ke Beijing China. Ya, berita itu menjadi headline berita selama perjalanan kali ini. Update terbarunya ada genangan minyak besar di selatan Vietnam dan ditemukan serpihan. Kemudian ada kabar 2 penumpang ditengarai menggunakan paspor palsu, karena pemerintah Austria mengkonfirmasi bahwa satu penumpang tersebut menggunakan paspor curian dari warganya yang dicuri di Thailand akhir tahun lalu. Kabar yang tak nyaman, meski selama 24 jam pencarian belum jelas apakah kecelakaan atau tidak.
      Selesai imigrasi Malaysia jam 12.45 siang, kami menuju counter tiket bus dan KLIA transit ke Putrajaya. Tiket RM 5.5 seorang. Jam 1.20 tepat bus berangkat dan tiba di stasiun Bandar Tasik Selatan jam 1.50, lanjut kereta dan tiba di stasiun Putrajaya jam 2. Kami mendaftar tur keliling Putrajaya seharga RM 1,yang hanya buat bayar tiket bus, sedangkan guide gratis dari bapak tua yang lancar berbahasa Inggris menjelaskan segala sesuatu mengenai Putrajaya.
        Berbagai gedung kementrian, kantor perdana menteri dan asistennya beserta tempat tinggal lengkap dengan fasilitas untuk pegawai yang bekerja di sini. Ada pula masjid Putra dan masjid Besi serta Putrajaya Convention Center. Semua sudah disiapkan oleh pemerintah Malaysia. Dua jempol tangan untuk Malaysia. Tur ini makan waktu 2 jam dan sangat membantu turis asing lebih jauh mengenai Putrajaya. Program yang keren. Kami tak sempat makan di foodcourt masjid putra meski menu dan harganya menggiurkan karena padatnya jadwal tur.

food court alias medan selera putrajaya di masjid putra harga rakyat selera dunia

      Tur selesai jam 5 sore, dan kami melalui cara dan rute yang sama dengan berangkat tadi. Jam 6 petang kami tiba di LCCT dan beli air sebotol 3 Ringgit, 3 kali harga di Putrajaya tadi.

ruang tunggu lcct gerbong klia transit tiket balik ada yang narsis kantor putrajaya berlatar masjid besi putraya sedang berkabut kantor perdana menteri masjid putra tour gratis cuma bayar bis seringgit

      Imigrasi cukup panjang dan menyita 30 menit dan pesawat berangkat tepat jam 8 malam dengan pilot mr.Mohan yang mengemudikan menanjak sepanjang 3 menit perjalanan awal. Cukup menegangkan. Di sini kami makan pesanan kami nasi minyak palembang farah queen, dan nasi padang uda ratman. Tampilan dan rasanya bolehlah. Lebih pas dilidah Indonesia daripada saat berangkat ke KL tadi.
      Jam 8 malam tepat pesawat mendarat di Kualanamu. Bandara yang baru dan megah serupa dengan Changi. Mungkin ini bandara termewah di Indonesia. Belum selesai 100%. Namun melihatnya pertama kali cukup membuat kami kagum. Semoga makin bagus, utamanya bunga-bunga yang ada di sana terkesan murahan, seperti tanaman pagar. Cobalah tengok bunga yang ada di Changi, KLIA atau Suvarnabhumi.
        Kami menuju kota Medan menggunakan bus Damri. Melalui kebun sawit dan kampung trans Jawa, kemudian dihadang kemacetan sebelum tol Tanjung Morawa. Tampaknya warga banyak yang keluar rumah di malam minggu. Jalan tol yang pendek, begitu masuk kota ramai rumah makan/kedai yang ramai dikunjungi pembeli. Tampaknya orang Medan suka makan di luar. Mirip kedai yang ada di semenanjung Malaya. Pedagang kaki lima pun menampilkan atraksi yang unik saat mengaduk nasi goreng denga cara seperti menyekop pasir, bukan mengaduk. Di depan Cambridge mall kami lanjukan perjalanan dengan taksi Blue Bird menuju hotel Grand Angkasa, melalui Aston dan Merdeka Walk. Check in cepat dan kami dapat kamar deluxe yang benar-benar mewah, seperti kelas hotel ini yang bintang lima. Cocok saja saya rasa. Perabot nya dari kayu asli yang tebal dan berurat, lantainya berkarpet bunga, kasurnya kingkoil, selimut tebal sekali, ada meja kerja, pakai bathub dengan gagang keemasan, luasnya sekitar 36 m2. Setelah sholat kami bisa tidur dengan nyenyak sekali jam 11 malam. Alhamdulillah

grand angkasa 4grand angkasa 3grand angkasa 2grand angkasa 1mejeng dulu di kualanamunasi minyak palembang dan nasi padang

      Pengeluaran (2 orang)X1000 rupiah
      Lion BDJ-CGK. 952
      Airasia CGK-KUL. 352
      KLIA transit LCCT-Putrajaya. 77
      Tour Putrajaya. 7
      Airasia KUL-KNO 312
      DAMRI 30
      Makan pagi n siang Airasia 100
      Makan malam Airasia 74
      Grand Angkasa 280
    Total. 2185