Tag

Ya,itu yang terasa dengan mata uang kita saat ini. Paling tidak dalam setahun ini sudah banyak perubahannya. Untuk USD saja di awal tahun setara 9000 rupiah kini sudah hampir tembus 12000 rupiah melemah 33%. Terhadap Dollar Singapura pun sudah turun dari 7500 menjadi 9500 atau melemah 27%.
Dampaknya untuk yang suka bepergian keluar negeri perlu membawa uang lebih banyak untuk mendapatkan barang yang sama, dan di dalam negeri barang-barang naik mengikuti kenaikan barang impor.
Ekonomi terbuka yang berlaku di Indonesia turut mendorong pelemahan rupiah ini.
Penyebab utamanya adalah neraca keuangan yang tak seimbang antara ekspor dengan impor. Selama 9 kuartal defisit. Saat 2011 dan sebelumnya Indonesia dimanjakan dengan boomingnya harga komoditas terutama batubara yang melambung tinggi, dan diimbangi dengan impor untuk pangan buah dll meningkat. Setelah itu harga komoditas turun, sedangkan gaya hidup konsumtif masih tetap sama sehingga terjadi defisit neraca keuangan. Valas yang masuk lebih sedikit dari yang keluar dalam 27 bulan terakhir.
Selain penghematan, perlu upaya lain supaya permasalahan ini bisa diatasi, karena jika keterusan akan mengancam bahkan bisa menyebabkan krisis ekonomi, dimana inflasi melambung tinggi. Semoga segera bisa diatasi.