Tag

,

Dalam sebuah perjalanan, terkadang ada perubahan yang harus dilakukan, baik karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan maupun alasan karena alasan lainnya.

Karena itu kita dihadapkan pilihan terhadap tiket yang sudah kita pegang, apakah :
– cancel/batalkan dengan harapan suatu ketika ada tiket murah lagi
– reschedule/jadwal ulang, jika kita sudah ada gambaran kapan jadwal berikutnya.

Berdasar pengalaman pribadi, bulan Oktober 12 beli tiket tarif promo Tiger Air seharga Rp 4 juta untuk penerbangan Maret 13. Namun karena ada agenda lain terpaksa ditunda dengan alternatif reschedule ke Oktober 13. Seandainya
– cancel, tiket senilai 4 juta hangus karena tiket promo tidak ada pengembalian
– reschedule, nambah biaya 2,8 juta

Dus, tiket go show Oktober 13,harganya 5,2 juta.
Kalau dihitung2,maka hitungannya
– cancel, rugi 4 juta dan tak jadi berangkat. Tak ada pengembalian dari Tiger (konsekuensi low cost carrier semacam AirAsia dan Citilink)
– reschedule, rugi 1,6 juta dari hitungan beli tiket promo+reschedule-tiket go show
Maka disini terlihat bahwa meski rugi, dengan reschedule kerugian bisa diminimalisir. Paling enak beli mendadak, asal yakin bahwa harga go show lebih menguntungkan daripada membeli jauh hari. Biasanya low cost carrier berulangkali mengadakan promosi, jadi tak usah khawatir tak dapat kursi-kecuali lebaran,natal,imlek dan tahun baru. Go show kadang menguntungkan karena di saat low season dan promosi harga full services semacam Garuda,Singapore dan Cathay Pacific bisa hampir sama murahnya dengan low cost carrier.

Dalam kondisi di atas reschedule lebih menguntungkan daripada membatalkan lalu membeli lagi tiket baru.