Tag

,

Pagi ini umat Islam seluruh dunia melaksanakan sholat Idul Adha 1433 H. Sholat dua rokaat dengan 5 takbir di rokaat pertama dan 3 takbir di rokaat kedua. Dilanjutkan dengan khutbah. Setelah khutbah biasanya dilanjutkan dengan kegiatan pemotongan hewan kurban seperti kambing, domba, sapi/lembu, kerbau. Namun karena hari Jumat, acara potong hewan kurban sebagian baru akan dilaksanakan esok, hari Sabtu. Salah satu pesan khutbah sholat Idul Adha di perumahan tempat saya tinggal-dan mungkin di tempat lain, kali ini bahwa dimata Allah SWT kedudukan manusia tidak dilihat dari kekayaan dan jabatannya, tapi dilihat dari iman takwanya. Dan disampaikan pula doa Nabi Ibrahim AlaihisSalam

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.
QS Ibrahim [14] Ayat 35-41

Sehari sebelumnya, umat Islam yang berhaji melaksanakan wukuf di Makkah, umat Islam di tempat lain di sunatkan berpuasa yang pahalanya bisa menghapus dosa setahun sebelum dan dua tahun sebelumnya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Berpuasa di hari Arafah ( 9 Dzulhijjah ) menghapuskan dosa tahun lalu dan dosa tahun yang akan datang”

Mengenai penyembelihan hewan kurban bisa dilaksanakan selama hari tasyrik yaitu 10 Dzulhijjah (setelah sholat Ied) sampai sore/tenggelamnya matahari13 Dzulhijjah (4 hari). Sejarah kurban sendiri sangat panjang kisahnya, mulai Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Namun yang paling mahsyur adalah zaman nabi Ibrahim AS yang mengorbankan orang yang paling dicintainya-nabi Ismail AS sebagai ujian dari Allah SWT apakah Ibrahim AS lebih mencintai Tuhannya-Allah SWT atau anaknya-Ismail AS. Karena nabi Ibrahim AS lebih mencintai Allah SWT maka ketika Ismail AS akan disembelih, Allah SWT menggantikannya dengan domba, dan Ismail AS tetap hidup. Itulah hadiah dari Allah SWT atas keimanan seorang hambaNya. Ujian penyembelihan ini hanya untuk level nabi (Ibrahim AS), untuk umat manusia biasa cukup menyembelih hewan kurban saja.

Berkurban diperintahkan bagi umat Islam yang mampu. Selain berfungsi sosial (berbagi kepada sesama) juga berfungsi syiar. Untuk non Islam yang melakukan pemotongan hewan kurban, tidak mendapat pahala berkurban dan tidak bisa disebut berkurban, hanya kegiatan sosial saja. Dalam iman Islam hewan kurban akan menjadi saksi saat di akhirat kelak.

Pengalaman berkurban sendiri dimulai dari sejak kecil, dimana keluarga setiap tahun mengadakan penyembelihan hewan kurban, untuk kambing/domba, 1 ekor diatas namakan 1 orang saja ( dilengkapi bin/binti), sedangkan sapi/lembu/kerbau/unta bisa di atas namakan 7 orang.

Pengadaan hewan kurban bisa diusahakan sendiri maupun melalui lembaga. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Mengusahakan sendiri kelebihannya bisa melihat, memilih dan membayar langsung hewan yang akan dikurbankan dan bisa menentukan kemana distribusi daging kurban, kekurangannya memerlukan waktu lebih untuk mendapatkannya, harga kadang kemahalan karena sudah mendekati hari-H, dan harus mencarikan pakan jika hewan kurban sudah diantar ke rumah sebelum hari-H. Melalui lembaga mempunyai kelebihan yaitu lebih praktis, bisa bayar dengan cash, transfer menggunakan Internet, SMS, ATM, bahkan dengan kartu kredit pun bisa, harga relatif murah. Kekurangannya kita tidak bisa lihat langsung hewan kurban kita dan tidak bisa menentukan distribusi hewan kurban tersebut. Namun dengan perkembangan zaman, kita bisa mendapat laporan berupa foto dan informasi tempat pendistribusian daging kurban.

Dalam mengusahakan sendiri, sering dibantu orang tua/keluarga/tetangga untuk mencari, memotong dan mendistribusikan daging kurban. Sedangkan melalui lembaga, saya mempunyai pengalaman berkurban melalui Dompet Dhuafa Republika (www.dompetdhuafa.org atau http://www.tebarhewan.or.id) dan PKPU (www.pkpu.or.id). Kedua lembaga ini terpercaya dalam mendistribusikan kurban ke daerah yang membutuhkan. Namun secara manajemen pelaporan, Dompet Dhuafa memberikan laporan segera setelah uang kurban mereka terima, menampilkan nama pekurban di website khusus http://www.tebarhewan.or.id (ada jeda), mereka mendokumentasikan dengan foto hewan kurban yang akan disembelih yang sudah digantung nama pekurban (lengkap dengan bin/binti), setelah disembelih yang ditempel di piagam dan tanda tangan wakil masyarakat. Piagam dan majalah edisi khusus kurban ini dikirim sekitar 2 bulan setelah Idul Adha. Sedangkan PKPU belum memberikan sedetail itu, hanya konfirmasi uang kurban sudah diterima beberapa hari setelah transfer. Semoga kedepannya lembaga penyalur kurban semakin baik, dan semoga ibadah kurban kita diterima Allah SWT. Amin

Selamat Hari Raya Kurban.