Tag

,

Hari ini adalah hari terakhir kami di Vietnam, sarapan roti prancis dengan selai, minum teh dan jus jeruk nipis, packing, check out dan titip tas sebelum balik lagi jam 4 ke hotel untuk melanjutkan perjalanan ke Bandara Tan Son Nhat. Setelah check out kami makan siang di D’Nyonya, di sini kami pesan semangkuk besar Tom Yam yang sangat kental bumbunya-super mantap the best lah. Satu mangkuk di hargai VND 99.000 yang cukup buat berdua, tambah nasi 2 porsi, lemon tea dan es Bandung (sirup cocopandan dicampur susu), total kami habis VND 122.000. Bisa dibilang ini adalah makan siang paling saya suka selama di Vietnam, Tom Yam kental dengan porsi jumbo, super yummy rasanya, penutup jalan-jalan yang mengesankan. Puas makan siang yang lezat kami ke mall Vincom yang belum sempat kami kunjungi. Standar saja jualannya, barang-barang ber merk. Dari situ kami lanjutkan jalan ke Saigon Center dimana kami beli tas tangan semacam Eiger seharga VND 292.000 (IDR 140.000) yang kuat dan tebal kainnya untuk bawa bagasi tambahan. Tepat jam 3 kami balik ke hotel, packing dan pesan taksi Vinasun yang kebetulan ada tempat mangkal nya di depan hotel. Perjalanan ke bandara memakan waktu 30 menit karena macet. Kondisinya sangat mirip dengan Bandung yang banyak pohon besar dan lokasi bandara nya di kota. Sesampai bandara kami bisa langsung masuk ke ruang check in tanpa pemeriksaan. Banyak sekali turis dan China yang berkunjung ke Vietnam, namun pengawasan mereka lebih ketat. Ada semacam kartu imigrasi dan scanning tas tangan segala. Padahal kalau dari Indonesia dan Negara ASEAN lainnya bebas melenggang kangkung tanpa perlu isi formulir dokumen, hanya diperiksa sekali saja-paspor saat di pintu imigrasi. Untuk Air Asia berhubung belum ada Air Asia Vietnam, maka tenaga kerja di bandara menggunakan tenaga outsourcing lokal yang stricly counter check in dan drop in bagasi baru buka 2,5 jam sebelum keberangkatan. Tak urung antrian koper mengular menunggu di depan counter check in. Sambil menunggu kami habiskan 3 botol/kaleng minuman Vietnam sebelum disita di screening.hehe

Setelah check in kami ke ruang tunggu. Di sini dijual bermacam souvenir yang recommended untuk dibeli. Berdasar review turis barat yang pernah tertipu dengan kualitas dan mahalnya barang di Ben Tanh, mereka memilih beli di bandara karena harga lebih murah dan kualitas lebih terjamin. Kopi Highland Coffee isi 15 sachet x 17 gram di hargai USD 3, sedangkan gantungan kunci emas imitasi dihargai USD 4.Pesawat berangkat tepat waktu pada pukul 19.30, sekitar setengah jam kami di atas daratan Vietnam dan menyaksikan daratan yang terang (entahlah apa), setelah itu melalui perairan bebas. Di sini kami diberikan nasi kuning manado dan menu special chicken teriyaki yang sudah kami pesan sebelumnya. Semuanya lezat. Tepat pukul22.30 kami mendarat di Jakarta. Imigrasi juga cepat dan efisien. Kami menuju parkiran bandara, mencari taksi. Disana kami dilayani dengan ramah oleh orang taksi Primajasa, tarif bawah dan sopirnya-orang Sunda sangat ramah dan baca Basmallah sebelum berangkat. Kami diantar sampai hotel tujuan kami di jalan Samanhudi-Pasar Baru, total IDR 100 ribu termasuk biaya bandara dan tips saya untuk sopir. Sesampai di Tune Jakarta kami langsung dilayani resepsionis. Kami sempat foto snap shot yang asyik-bikin fun & enjoy yang hasil jepretannya dikirim ke email kita. Meski hotel budget yang menginap banyak eksekutif lho. Bahkan turis timur tengah yang masih pakai jubah, mereka mampu beli tiket Qatar Airways menginap di sini juga. Sewa handuk dan alat mandi 39 ribu, TV 24 jam 39 ribu, Aqua 1,5 liter 8 ribu. Menginap semalam plus sarapan berdua di Kopitiam Oey saya bayar online 210 ribu (dapat diskon promo kartu kredit BNI). Kamar sangat bagus dan baru. Untuk AC, handuk, shampo, sabun dan TV bayar lagi di resepsionis.Overall, nice to stay in here.