Tag

, , , ,

Hari ini kami mulai perjalanan jam 9 pagi setelah sarapan kami susuri jalan Ha Bai Trung melalui gedung SEAMECO, Hotel Intercontinental, Hard Rock Café dan belok ke arah kantor pos HCMC yang sangat besar. Persis di depannya ada katedral Saigon yang megah tersusun dari batu bata merah. Banyak pasangan yang mengambil foto pre wedding di area ini. Untuk kantor pos, gedungnya bagus semacam gedung tua peninggalan Belanda. Di sini kami foto-foto dan membeli kartu pos  plus prangko untuk dikirim ke Indonesia.Harga kartu pos dengan foto khas Vietnam di jual VND 5.000, ongkos kirim ke Indonesia VND 10.500. Petugas kurang ramah dan asyik ngobrol sendiri. Demikian juga dengan petugas penukaran uang yang kurang jujur (baca di bagian tips)

Kami lanjutkan perjalanan melalui taman di depan katedral yang ada patung bunda maria, banyak burung merpati yang kelihatan jinak, ketika di dekati mereka santai saja-tidak terbang. Dari sini kami lanjutkan ke Diamond Plaza yang berada persis di belakangnya yang menjual aneka produk branded. Untu supermarket dan food court ada di lantai 4. Tak banyak yang bisa saya ceritakan untuk tempat ini, karena itu kami lanjut saja ke taman yang luas dan dipenuhi pohon2 tinggi. Konon di situ sering diadakan pertunjukan seni. Tepat di seberangnya ada Reunification Palace, bekas istana Vietnam Selatan yang kini menjadi museum. Kami tak sempat masuk karena jam 11-14 museum ini tutup. Tak jauh dari tempat ini ada konsul jendral Indonesia. Setelah duduk di taman sekitar setengah jam, kami lanjutan perjalanan melalui jalan Pasteur menuju jalan Dong Khoi, makan siang di Halal@Saigon yang berada persis di depan Masjid Jamek. Meski kabarnya yang punya Malaysia (keturunan India) non Muslim, namun makanan dan minuman yang dijual di sini halal semua. Ditandai dengan sertifikat halal dari komunitas Islam Ho Chi Minh City. Di situ kami pesan Pho 2 porsi dan minum lemon tea. Sajiannya melimpah dengan tambahan sayur daun mint, sawi, jeruk nipis dan kecambah besar. Pho nya tanpa bakso, tapi irisan daging sapi yang tebal. Segar, nikmat dan mengenyangkan. Setelah itu kami kembali ke hotel untuk istirahat.

Jam 3 sore setelah sholat, kami bersiap melakukan perjalanan selanjutnya menuju pinggir sungai. Jalanan amat ramai ketika mendekati sungai. Extra hati-hati. Di sini ada dermaga kapal wisata, pabrik/dok kapal dan taman tempat mancing rakyat Vietnam. Ada juga gedung bank ANZ dan hotel Majestic riverview yang menjulang tinggi menghadap sungai. Setelah puas kami lanjut ke Bitexco yang merupakan gedung tertinggi di kota ini. Untuk masuk ke skydeck dan melihat panorama di lantai 49, pengunjung membayar tiket VND 200.000. Semuanya yang datang adalah turis barat dan Jepang. Mungkin bagi kebanyakan masyarakat Vietnam terlalu mahal dan tidak worth it. Tapi bagi wisatawan yang terbatas waktu untuk menghafal kota, sarana ini sanat membantu untuk mengenal kota HCMC. Dari jam 4 sore-7 petang kami bisa lihat HCMC saat siang, sore dan malam yang indah. Apalagi saat sore sempat hujan, muncul pelangi tepat di hadapan kami.

Indah sekali. Jam 7 kami bergegas turun ke lantai dasar gedung dalam waktu kurang 1 menit. Cepat sekali lift gedung ini. Keluar dari gedung Bitexco kami berpapasan dengan eksekutif yang baru keluar dari di gedung ini.  Kami menyeberang jalan ketemu lagi kompleks pertokoan di sepanjang Dong Khoi. Oh ya, ada toko souvenir yang cukup murah-outlet Du Du dekat pertigaan menuju Dong Du. Kaos kualitas baik VND 122.000, beli 5 gratis 1. Alias jadi VND 111.000 (IDR 50.000) per kaus kalau belinya 6. Sebagai bandingan, kaos semacam ini di Ben Tanh harganya VND 250.000. Kami sampai di hotel jam 8 malam setelah sempat nyangkut dulu di toko souvenir lain yang lucu-lucu produknya. Tapi hati-hati di sini tidak 100% local, ada juga barang impor dari China alias bukan made in Vietnam.