Tag

, , , ,

Pengalaman yang baru saya alami tadi malam,ketika pesawat baru mendarat dari kota lain lewat jam 12 malam. Ternyata terminal 3 masih ramai. Bagian penerangan,voucher taksi,circle k buka 24 jam.bahkan tempat duduk kafe yg sudah tutup dipakai menginap penumpang yg berangkat jam 4 dinihari ke Medan. Lantai 1 dan 2 cukup banyak tempat duduk yang tersedia untuk tidur atau menunggu keberangkatan paling pagi. Taksi juga masih banyak-8 unit yg standby.
Jika ingin ke terminal lain,tersedia bis shuttle gratis yang bisa mengantar ke semua terminal.namun kalau sudah malam minimal setengah jam menunggu karena hanya 1 yang beroperasi dinihari dari 14 bus yg biasa beroperasi pagi hingga sore hari.meski lama,aman saja karena cukup banyak teman menunggu dan security. Petugas bandara kelihatannya tetap sigap dan segar. Mungkin memang shift nya malam hari.
Ketika sampai di terminal 2F jarum jam menunjukkan pukul 01.30 dinihari. Pintu masuk bandara masih buka,hanya pintu ke pengecekan bagasi menuju check in tutup,meski ada petugasnya di dalam. Untuk menunggu pesawat pagi penumpang bisa menunggu di luar, bahkan tak sedikit yang menginap di mushola terminal 2F. Tampaknya perlu ditambah kursi di luar area check in supaya penumpang merasa nyaman menunggu pesawat paling pagi, jangan sampai terlantar seperti gelandangan yang menggelar koran di lantai. Sungguh ironis terminal 3 untuk low cost carrier ruang tunggunya bisa untuk menunggu penerbangan paling pagi, sedangkan terminal 2 untuk Garuda yang notabene tarif premium justru ditutup.