Tag

, ,

Berangkat haji ke Mekkah adalah kewajiban Umat Islam yang mampu secara ilmu, fisik dan materiil, dan menjadi rukun Islam ke 5. Haji reguler di Indonesia diselenggarakan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Agama Republik Indonesia sedangkan haji khusus  diselenggarakan oleh biro haji yang mendapat izin dari pemerintah.

Untuk mendapatkan porsi haji, saat ini calon jamaah haji harus mempunyai tabungan haji (BNI, Mandiri, BRI dll) minimal Rp 25,5 juta rupiah dan mendaftar ke kantor Departemen Agama terdekat. Kelengkapan yang harus dibawa :

1. Pas foto berwarna latar belakang putih, busana Muslim dengan syarat : besar wajah 80% besar foto, tidak menggunakan seragam dinas dan kacamata hitam, perempuan mengenakan jilbab/kerudung, jumlah foto 3×4=45 lembar, dan 4×6=15 lembar.Total 60 foto. Foto ini digunakan untuk buku induk, SPPH, Kesehatan, BPS, SPMA, Paspor dll. Penulisan nama calon jamaah haji harus 3 suku kata.

2. Fotokopi KTP calon jamaah haji 13 lembar

3. Periksa kesehatan awal di Puskesmas terdekat di fotokopi 4 lembar. Kadangkala baru diwajibkan saat sudah mendekati keberangkatan.

4. Fotokopi surat nikah/buku nikah, akta kelahiran/surat kenal lahir, kartu keluarga, ijazah terakhir masing-masing 5 lembar dan sudah dimasukkan ke stopmap

5. datang langsung ke kantor Departemen Agama terdekat untuk informasi lebih lengkap.

Setelah lengkap, berangkat ke bank dimana tabungan haji dibuka untuk mendapatkan bukti setoran awal BPIH. Oleh bank, uang tabungan akan dipotong Rp 25 juta untuk disetorkan ke rekening penampungan ONH (Ongkos Naik Haji) Departemen Agama. Di sini kita mendapatkan nomor porsi. Dari nomor porsi ini kita bisa mengecek perkiraan kapan kita berangkat haji dengan membuka website Departmen Agama RI di http://haji.kemenag.go.id

Dari data rekap setoran awal provinsi, daftar tunggu terpanjang di Sulawesi Selatan 15 tahun, Kalimantan Selatan 14 tahun dan Aceh,Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur 12 tahun. Sedangkan antrian terpendek di Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat masing-masing 5 tahun.Keberangkatan Haji

Wah, ternyata antrian haji reguler cukup panjang ya, kalau ingin cepat bisa menempuh haji khusus (ONH Plus) yang antriannya sekitar 2 tahun, dengan konsekuensi biaya yang lebih mahal 2-3x dari haji reguler. Jika tidak, kita tunggu saja sampai giliran haji kita tiba, karena karena hanya dengan izin/panggilan Allah SWT juga kita berangkat ke sana.