Tag

,

Salah satu cara untuk bisa mendapatkan dana untuk jalan-jalan dan memenuhi kebutuhan lain adalah dengan cara investasi. Jika sebelumnya emas cenderung naik, di awal tahun 2012 ini tampaknya perkembangan harga emas kurang menggembirakan.

Di tengah tidak menentunya harga emas saat ini, banyak teman-teman yang menanyakan apa itu reksadana dan bagaimana cara melakukan investasi reksadana ?

Reksadana adalah salah satu bentuk investasi  berupa pengumpulan dana yang dilakukan secara kolektif, dikelola oleh manajer investasi dan diinvestasikan ke portofolio investasi seperti deposito,obligasi, dan saham.

Untuk memulai investasi reksadana calon investor reksadana datang ke bank atau ke perusahaan sekuritas atau menghubungi customer service perusahaan sekuritas via email maupun telepon. Untuk mengetahui perusahaan sekuritas yang resmi bisa dilihat di www.bapepam.go.id/reksadana

Bagi pemula yang ingin berinvestasi reksadana cara yang paling mudah adalah mendatangi customer service bank terkemuka seperti Bank Mandiri, BNI, BCA dan menyampaikan maksud untuk membuka rekening reksadana. Di sana juga bisa menanyakan info lainnya terkait produk-produk reksadana, alokasi asset dan perkembangan investasinya.

Sebagai contoh adalah Bank Mandiri yang mengageni  bermacam-macam produk reksadana dari berbagai manajemen investasi secara garis besar :

Berikut ini adalah jenis reksa dana dan penjelasannya:

  • Reksa Dana Konvensional (Biasa)Reksa Dana Konvensional (Biasa) adalah reksa dana yang dapat dibeli atau dijual kembali oleh investor setiap saat tergantung tujuan investasi, jangka waktu dan profil risiko investor.Jenis-jenis Reksa Dana Konvensional (Biasa) adalah sebagai berikut:
    • Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada Efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun.
    • Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh perseratus) dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat utang.
    • Reksa Dana Saham (RDS)Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh perseratus) dari aktivanya dalam Efek bersifat Ekuitas.
    • Reksa Dana Campuran (RDC)Reksa Dana yang melakukan investasi dalam Efek bersifat Ekuitas dan Efek bersifat utang yang perbandingannya tidak termasuk dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Saham.
  • Reksa Dana Terstruktur Reksa Dana Terstruktur adalah reksa dana yang hanya dapat dibeli atau dijual kembali oleh investor pada saat tertentu saja yang ditentukan oleh Manajer Investasi.Jenis-jenis Reksa Dana Terstruktur adalah sebagai berikut:
    • Reksa Dana TerproteksiReksa Dana yang memberikan proteksi atas investasi awal investor melalui mekanisme pengelolaan portofolionya. Dalam rangka pemberian proteksi atas investasi awal tersebut, Manajer Investasi Reksa Dana Terproteksi akan menginvestasikan sebagian dana yang dikelolanya pada Efek bersifat utang yang masuk dalam kategori layak investasi (investment grade), sehingga nilai Efek bersifat utang pada saat jatuh tempo sekurang-kurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang diproteksi.
    • Reksa Dana dengan PenjaminanReksa Dana yang memberikan jaminan bahwa investor sekurang-kurangnya akan menerima sebesar nilai investasi awal pada saat jatuh tempo sepanjang persyaratannya terpenuhi. Pemberian jaminan tersebut dilakukan melalui penunjukan Penjamin/Guarantor berupa lembaga yang dapat melakukan penjaminan dan telah memperoleh ijin usaha dari instansi yang berwenang.
    • Reksa Dana IndeksReksa Dana yang portofolio Efeknya terdiri atas Efek yang menjadi bagian dari sekumpulan Efek dari suatu indeks yang menjadi acuannya, dimana sekurang – kurangnya 80% dari NAB diinvestasikan pada Efek yang merupakan bagian dari kumpulan Efek yang ada dalam indeks tersebut.

penjelasan detilnya bisa dilihat di  http://www.bankmandiri.co.id/article/prospRD.asp

Cara membuka rekening reksadana semudah membuka rekening tabungan di bank. Silakan bawa KTP/SIM dan kalau ada NPWP dan jangan lupa bawa uang. Bedanya, jika buka tabungan di bank setelah isi formulir lengkap kita bisa langsung mendapat buku tabungan kemudian setor uang ke kasir, terteralah saldo tabungan kita . Maka di reksadana ini setelah mendapat penjelasan/membaca prospektus, kita isi formulir pendaftaran, kita diminta setor ke kasir uang sejumlah yang akan kita investasikan (biasanya ada minimumnya), kemudian diminta menunggu beberapa hari untuk mendapatkan konfirmasi pembelian reksadana, biasanya berupa surat yang dikirim ke alamat yang kita daftarkan, bisa ke kantor (tempat kerja),rumah temat tinggal atau diambil dibank tergantung keinginan kita. Nantinya di surat tersebut tertulis berapa uang yang kita setor, berapa harga per unit, dan berapa unit yang kita peroleh. Misal kita setor IDR 1 juta++, harga per unit(Nilai aktiva bersih-NAB) IDR 1000, maka kita dapat  1000 unit. +++ di sini adalah tambahan biaya penyetoran (ada yang bayar ada juga yang gratis), biasanya 0,5% dari setoran, dari contoh diatas berarti uang yang kita setor IDR 1.005.000, tapi yang dihitung sebagai investasi kita yang IDR 1 juta.

Adanya biaya ini jangan sampai membuat kita menjadi ragu untuk investasi di reksadana. Karena keuntungan/pengembaliannya biasanya lebih tinggi daripada biaya penyetoran. Sebagai contoh NAB reksadana yang berbasiskan indeks biasanya cenderung mengikuti perkembangan indeks harga saham gabungan(IHSG), misalnya waktu kita setor IHSG di 3600, setahun kemudian misalnya IHSG sudah 3960 (naik 10%) maka reksadana saham tertentu akan naik sekitar  10% juga. Jadi jika tadinya 1000 unit saat NAB 1000 kita berinvestasi IDR 1 juta+ biaya IDR 5000, maka setahun kemudian nilai  1000 unit x NAB 1100 = IDR 1,1 juta. Artinya keuntungan dalam 1 tahun IDR 95 ribu. Kalau yang diinvestasikan IDR 100 juta berarti keuntungan IDR 9,5 juta. Lebih tinggi dari deposito yang jika bunga 5%/tahun jika dikurangi pajak 20% sisa 4%/tahun maka hasilnya IDR 4 juta saja.

Kalau niat kita menabung, investasi reksadana memiliki kelebihan berupa potensi keuntungan di atas tabungan biasa maupun deposito dan tidak dipusingkan/tidak perlu memelototi naik turunnya NAB. Tapi kalau mau aman dan pasti deposito adalah pilihan yang baik, sedangkan kalau mau cari keuntungan maksimal dan ada waktu lebih untuk memantau perkembangan investasi, saham pilihan yang baik. Kalau kerja di kantor rasanya kurang bijak kalau menghabiskan waktu untuk memantau naik turunnya saham, kecuali kita bekerja di perusahaan sekuritas.🙂