Tag

, ,

Moda transportasi ini merupakan salah satu pilihan untuk menuju kota Bandung dari Jakarta. Kelebihan yang ditawarkannya adalah bebas macet dan lebih leluasa untuk jalan di gerbong dan menikmati perjalanan. Kekurangannya yang paling terasa khususnya yang dari Bandara Soekarno Hatta adalah waktunya lebih lama 1-2 jam dari moda transportasi yang melewati tol Cipularang, karena harus naik bus DAMRI atau taksi terlebih dahulu menuju stasiun Gambir. Jadi kalau buru-buru dan sekira jalan raya lancar bisa pilih moda lain yaitu bus Primajasa, shuttle car seperti Xtrans, Cipaganti.

Kali ini karena ingin liburan maka kami pilih naik kereta api, sambil merasakan sensasi naik kereta api di masa sekarang. Dulu ada 2 macam kereta dari/ke Jakarta-Bandung yaitu Argo Bromo dan Parahyangan. Namun kini disatukan menjadi Argo Parahyangan. Informasi jadwal perjalanan bisa dilihat di website : http://www.kereta-api.co.id.

Liburan kali ini kami naik Argo Parahyangan yang bisa dipesan melalui call center di 021-121. Prosesnya mudah, tinggal hubungi nomor tersebut sebutkan nama penumpang, jurusan yang dituju, keberangkatan yang jam berapa. Kemudian petugas menanyakan pilih kursi dan gerbong berapa, memberikan kode booking/pembayaran yang bisa dibayar di ATM atau Internet Banking Mandiri, BNI, BRI dan beberapa bank lainnya di Indonesia. Khusus melalui call center ini dikenakan biaya tambahan IDR 7.5k per reservasi, bukan per orang. Jadi kalau misal berangkat 2 orang maka tambahan bayarnya tetap IDR 7.5k. Saat hari keberangkatan juga diminta menukarkan slip pembayaran dan fotokopi KTP penumpang dengan tiket paling lambat satu jam sebelum keberangkatan kereta.

Stasiun Gambir bisa dijangkau dengan taksi (sekitar IDR 100k) atau bis DAMRI (IDR 20k) dengan waktu tempuh sekitar 30-45 menit. Stasiun ini menjadi pusat lalu lintas kereta api di Indonesia. Ada beberapa jenis kereta yang saya saksikan di Gambir sore itu, antara lain : 1. Kereta Eksekutif Argo (Bromo, Lawu, Dwipangga dll) yang kadang digandeng dengan kereta wisata Nusantara, ini adalah kelompok kereta mewahnya Indonesia.2. Kereta Campuran Eksekutif dan bisnis semacam Senja Mataram, Gajayana 3. Kereta Komuter yang sepintas mirip dengan MRT-Singapura/LRT-KL atau Citylink-Bangkok, pintu buka otomatis, ber AC dan ada yang pakai kartu penumpang. Kelihatannya kereta dari Jepang. Kemudian yang paling terakhir 4. KRL (Kereta Rel Listrik) yang tidak berhenti di Gambir, hanya melintas. Kalau melihat kondisi gerbongnya kelihatan ini ekonomi semua, tanpa pintu, tanpa AC dan ada penumpang yang naik di atas gerbong. inilah kereta komuter

Kereta Argo Parahyangan yang  kami tumpangi berangkat tepat pukul 17.50 WIB dengan berhenti sebentar di Stasiun Jatinegara pas adzan Magrib.Setelah itu terus melaju melaju sampai di Bandung pukul 20.45. Kondisi gerbong bersih, kursi empuk, bantal kecil gratis dan ada sandaran kaki, tiap sisi ada 2 kursi dan di bawah meja kecil ada 2 colokan listrik yang sangat bermanfaat untuk menunjang perjalanan menyenangkan. Kemudian di ujung masing-masing gerbong ada TV Kereta Api yang isinya bervariasi, mulai promosi produk kereta api, produk perusahaan lain, video wisata di negara lain sambil menggunakan kereta api, video komedi, dan pesan moral.Cukup menghibur. Di atas TV layar datar tersebut ada jam digital dan di sampingnya ada papan customer service lengkap dengan nomor handphone nya. Toiletnya juga bersih saat berangkat dilengkapi sabun cair.

Setelah maghrib datang pramugari kereta menawarkan makan malam dan minum, disusul penjual cemilan. Penampilan pramugari lebih formal jika dibandingkan masih jaman Argo Gede dulu yang mengenakan kaos cerah berkrah dan sepatu kets. It’s OK. Kami coba memesan makan malam nasi krawu dan nasi uduk (IDR 20k/porsi) dan minum teh hangat dalam gelas tertutup. Ternyata enak sekali makan malam ini, bumbu yang pas, suwiran ayam dan daging, sambal, nasi pulen dan dibungkus daun pisang dan disajikan di atas piring lengkap dengan sendok dan garpu. Teh nya pun fresh baru diseduh rasanya.

Ada juga jasa pijat refleksi oleh bapak-bapak paruh baya yang berpraktek di gerbong restorasi. Salut untuk kereta api Indonesia, semoga makin meningkat pelayanannya, profit dan menjadi perusahaan kebanggaan rakyat Indonesia seperti halnya pesawat Garuda Indonesia.flyer jasa pijat

TV kereta apinasi bungkus plus teh panastampilan nasi krawu, tapi rasanya maknyus