Tag

,

Nama tempat ini sudah lama kudengar, sejak jaman kuliah di Bandung. Air Terjun Maribaya. Nama yang melegenda yang selalu terlewat ketika ingin mengunjunginya.

Akhirnya pada kesempatan kali ini aku sempatkan ke sana dengan menggunakan angkutan umum angkot yang familiar di kota Bandung dan sekitarnya. Untuk ke sana banyak jalan. Namun pada kesempatan ini rute yang kutempuh dari terminal Kalapa/Abdul Muis menuju Ledeng dengan tarif IDR 4k, di rute ini akan kita lewati Jalan Pungkur yang banyak toko asesoris mobil motor, kemudian kawasan bersejarah jalan Belitung dll, Jalan Martadinata/Riau dengan factory outletnya, Bandung Indah Plaza-mall lama tapi tetap ramai pengunjung, Jalan Cipaganti dengan bangunan pemukiman peninggalan Belanda dimana di sini ada masjid jaman Belanda yang di arsiteki mualaf Belanda. Sejajar dengan jalan ini ada Jalan Cihampelas yang berserak factory outlet dan ada mall yang terbuka, sejuk dan nyaman buat jalan-jalan yaitu Cihampelas Wall /Ciwalk. Akhirnya sampai di terminal Ledeng yang berseberangan dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Total perjalanan sejauh 14 km ini bisa di tempuh 30- 1 jam mengingat angkot sering berhenti.

Kemudian dari Ledeng ke Lembang dengan tarif IDR 3k, di sepanjang jalan terlihat tempat makan antara lain rumah sosis, SPBU tahu (kayak SPBU tapi yang dijual tahu).Unik. Kemudian lewat jalan yang berkelok-kelok. Sempat kubaca sign ke kampung gajah. kabarnya cukup asyik. kapan-kapan ke sana. Sekitar 15 menit kemudian sampailah di kota Lembang yang berjarak 8 km dari terminal Ledeng. Di sini sempat saya lihat ayam goreng Brebes yang terkenal itu. Berhubung langit agak mendung dan belum sampai di tempat tujuan kuurungkan niat makan, lagian baru jam 9 pagi.

Kami sempat bingung mencari angkot ke Air Terjun Maribaya, untunglah sopir angkot di Bandung umumnya ramah dan sangat membantu-sejak dari terminal Kalapa dan di tunjukkan tempat angkot mangkal yang melewati Maribaya. Ternyata angkot Lembang-Cikole yang melewati lokasi ini mangkal di ujung pasar. Kami sempat ditawari untuk langsung melaju ke lokasi dengan membayar IDR 30k. Kami menolak secara halus dan pengen tahu kalau menunggu normalnya berapa lama. ternyata tak sampai 15 menit angkot ini penuh. Bersamaan dengan orang yang bawa dagangan, bahkan ada yang bawa pindang ikan. kebayang bau nya he3x. Tarif angkot sampai lokasi yang diminta sopir IDR 5k, walaupun kulihat orang-orang ada yang bayar IDR 2k yang turun tak jauh dari tempatku turun. Tak apalah sedekah. Jarak dari Lembang sekitar 5 km, jarak yang tak terlalu jauh sebenarnya.

Sesampai lokasi ada gerbang selamat datang di Air Terjun Maribaya. Tiket masuk sampai tempat bermain yang ada di depan adalah IDR 3.5k, walaupun tarif yang tertera di tiket hanya IDR 3.25k. Di depan sudah ada yang menunggu yaitu orang yang menawarkan penginapan. Kami lewati saja karena memang tidak ada rencana menginap.Berhubung hari Senin, lokasi wisata ini relatif sepi. Sungguh karunia yang luar biasa karena ada tempat yang masih lebat dengan hutan pinus, ada air terjun dan udaranya segar seperti ini. Sejenak kami lupa kepadatan lalu lintas kota Bandung tadi. Kalau kebelet ke toilet di sini di sediakan dengan tarif flat IDR 2k. Ini baru bagian depannya.Taman Hutan Raya Insinyur Haji Juanda

Kami telusuri ke bagian dalam ternyata ada tempat menginap, dan disebelahnya ada pemandian air hangat yang alami. asyiknya. karena tujuan utama kami adalah air terjun Maribaya, kami masuk terus dan ketemu dengan loket masuk Taman Hutan Raya Ir H Juanda yang cukup luas ini. Di sini kami bayar lagi tiket seharga IDR 8.5k walaupun sebenarnya tertulis IDR 8k. Tak apalah toh meski tiketnya 5x pun masih murah jika melihat cantiknya alam di sini. Wow, ada tempat lapang yang bisa buat duduk-duduk. kami tak sempat duduk karena terkagum-kagum melihat pemandangan dan segera kami jepret ke sana kemari. Pas di atas air terjun ada jembatan, dan sekitar 100 meter di bawahnya ada jembatan lagi. tinggal pilih, mau sensasi cipratan air terjun, lewat lah di atas air terjun, mau ambil foto air terjun, ambil dari jembatan yang yang ada di bawahnya. atau dua-duanya silakan saja. Cukup sepi hari itu, cuma ada sepasang turis bule dan sepasang turis korea, serta 2 fotografer majalah wisata ambil gambar di situ. total wisatawan yang datang bersamaan saat itu hanya 8 orang. Plus 2 ibu-ibu penjual minuman, mi rebus dan jagung bakar yang menjaga warungnya. meski ada yang jual makan minum tempat ini tetap bersih, mungkin sudah menjadi komitmen pengelola dengan para penjual makanan di sini. Kami sempat beli jagung bakar yang ternyata jagung manis, murah hanya IDR 5k per batang. Cocok sekali dinikmati di udara yang dingin ini.Air Terjun Maribaya

Bagi saya tempat ini luar biasa, ringan di ongkos (tak sampai IDR 50k berdua) sudah bisa menikmati kesegaran udara dan indahnya air terjun yang masih alami ini. Alhamdulillah.jagung manis bakar